
Manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhanlah yang akan menentukan, Tristan dan Intan pun sudah berangkat ke rumah sakit, setelah ibunya Tristan pulang, sungguh pagi yang menegangkan, setelah beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab di hadapan sang ibu.
"Kau jangan ambil hati dengan ucapan ibuku"ucap Tristan dalam perjalanan.
"Tidak apa-apa, ibumu sangat baik, emmm kalau boleh tahu, siapa wanita yang ibumu maksud kan?"tanya Intan,
"Wanita,? maksud nya?"tanya Tristan tidak mengerti, karena saat itu Tristan tidak ada di tempat.
"Ibumu sempat berkata, kalau kau pernah menyukai wanita hanya saja wanita itu menikah duluan"ucap Intan,
Tristan tersenyum mendengar itu dari Intan.
"Ibu menyukaimu berarti, Intan... wanita itu masih ada di dekat ku, dulu aku sempat bilang sama ibuku, kalau aku menyukai nya, hanya saja bukan dalam arti ingin memilikinya, karena aku tahu saat itu dia sudah pria di hatinya, aku hanya menyukai nya dalam aspek ketabahan, kesabaran dan semangat hidupnya, kau mengenal nya intan, bahkan kau bilang kau jiga menyukai nya"ucap Tristan seraya menoleh ke arah Intan,
"Tania?"tanya Intan, yang di balas anggukan kepala oleh Tristan, seketika Intan menutup mulutnya dengan tangannya, tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Kau jangan cemburu seperti itu ah, dia bukan wanita yang harus kau cemburui sayang"ucap Tristan seraya mencubit pipi tembem Intan,
"Memangnya siapa yang cemburu?"ucap Intan seraya mengelus pipi yang tadi Tristan cubit,
"Lalu, expresi wajah mu tadi itu apa?"goda Tristan seraya mendekati wajah Intan, membaut gadis itu salah tingkah. sehingga tanpa mereka sadari, mereka sudah sampai di depan rumah sakit,
Saat Intan terlihat masih melamun, Tristan mengambil tangannya seraya berkata,
"Jangan berfikir apapun, jadilah dirimu sendiri, karena masing-masing manusia ada kelebihan dan kekurangan nya masing-masing, jadi... kau jangan berfikir untuk menjadi seperti dirinya"ucap Tristan yang seolah-olah mengerti dengan apa yang Intan pikirkan, Tristan mengambil tangan Intan seraya berkata
"Jangan lagi memikirkan hal yang tak berguna"ucap Tristan seraya menepuk punggung tangan Intan. Intan tersenyum menatap Tristan, meski tidak ada pengakuan resmi dari Tristan, tapi Intan sudah merasa bahagianya dengan sikap romantis Tristan selama ini, masalah Tania, ia juga tidak ingin memikirkan nya lagi, semua orang punya rasa di masa lalu, begitu pun dengan Tristan, mengingat Tania sudah menikah, dan melihat cinta Tania untuk suaminya, membuat Intan tenang, karena tidak mungkin bagi Tania akan berpaling dari cinta sebesar cintanya Troy padanya.
__ADS_1
*****
"Kenapa kau selalu ikut campur dalam urusanku?"ucap Dini pada Faris,
"Aku tidak akan ikut campur dalam urusanmu, jika kau bersama orang yang benar, tapi kau berjalan dengan suami wanita lain, dalam keadaan mabuk juga, bagaiamana jika sesuatu terjadi padamu?"ucap Faris
"Itu bukan urusanmu, dan kau bilang dia laki-laki yang tidak benar, lalu bagaimana denganmu?"tanya Dini pada Faris,
"Dini, bisakah kau tidak kekanak-kanakan, ya aku pria bajingan, tapi setidaknya aku menyadari hal itu, dan mau minta maaf padamu,Dini ku mohon, jauhi dia,"ucap Faris
Sejenak ruangan itu menjadi hening
"Dini, apa yang harus aku lakukan agar kau bisa memaafkan aku,"ucap Faris penuh dengan penyesalan.
"Kau ingin aku memaafkan mu Faris?"ucap Dini,dengan mata masih tertuju pada faris
Sejenak ruangan itu menjadi hening kembali, hanya isak tangis Dini yang masih terdengar, Faris juga menundukkan wajahnya, ia tau hak ini yang akan terjadi, tapi... benar kata Tania saat itu, jika yang terjadi pada Dini sampai terkuak, siapa yang akan menerima nya sebagai seorang istri, keperawanan nya sudah Faris renggut, masa depannya juga tidak ada, ia bahkan tidak sekolah sama sekali saat itu, semua kesalahan itu harus faris pertanggung jawabkan, bukan hanya pada Dini tapi pada Dea juga.
"Baiklah, aku akan menikahi mu"ucap Faris seraya memberanikan diri untuk melihat ke arah Dini,
"Aku akan menuruti semua keinginan mu itu, termasuk yang kau ucapkan tadi"ucap Faris dengan nada bersungguh-sungguh, Dini sedikit terkejut, karena baginya Faris adalah pria yang paling egois dan tak berperasaan baginya.
Dini terdiam, ia awalnya hanya ingin membuat Faris kesal dan pergi karena ucapan nya yang tidak mungkin ia turuti, tapi.. nyata nya faris meng iyakan apa yang ia katakan, membuatnya kebingungan sendiri, padahal ia tidak ingin menikah dengan Faris sama sekali.
Karena merasa kesal sendiri, Dini oun meninggalkan Faris di ruangan itu, yang ternyata adalah kamarnya Dini, saat Dini keluar dari kamar nya, ia di kejutkan dengan adanya Dea di balik pintu dengan posisi sedikit membungkukkan tubunya,
"Kau menguping?"tanya Dini kesal,
__ADS_1
"Ah tidak kak, aku... lutut ku sedikit sakit tadi, jadi..."ucap gugup Dea,
"Semuanya menyebalkan"ucap Dini seraya berlalu, yang ternyata di susul oleh Faris.
*****
"Bagaimana Dok? apa kau sudah memberi tahu Tian Troy tentang Tania?"tanya dokter yang menangani Tania pada Tristan,
Tristan menghentikan aktifitas nya sejenak, lalu melihat ke arah dokter itu,
"Belum, ku harap dokter juga bisa merahasiakan ini untuk sementara waktu, keadaan Tania belum stabil, jadi, bisakah Dokter juga menyimpan rahasia ini, aku sendiri yang akan memberi tahu Troy dan Tania tentang nya"ucap Tristan dengan nada tenang tapi ada kecemasan di raut wajahnya,
"Baiklah Dok, kalau begitu aku permisi, oh iya Dok, Intan kau rekomendasi kan untuk menjaga Tania pagi ini"ucap Dokter itu,
"Iya, aku tidak ingin kesalahan yang sama terjadi, kau lihat bagaimana Troy mengamuk do ruangan mamanya,iss... bikin ikutan emosi"ucap Tristan di selingi dengan tawa khasnya.
"Tapi, salut untuk Tania,dia membalas kebencian mertuanya dengan kebaikan"ucap Dokter itu,
"Karena itu aku__"ucap Tristan tertahan.
"Dokter Tristan mengagumi nya"ucap Dokter itu seraya berlalu, dengan senyum yang menyatakan kalau tebakannya benar adanya.
Tristan sendiri juga tersenyum, mengingat semua kejadian pertama kali bertemu dan berteman dengan Tania,
Di balik keceriaan Tania, ia menyimpan banyak derita, luka dan kecewa,
Pelajaran hidup yang bisa kita buat contoh adalah pengalaman diri kita sendiri.
__ADS_1
Hai semuanya, ku mohon dukungannya ya, dan juga insya Allah hanya akan sampai 100 Part, doa kan selalu ya teman-teman, dan terimakasih atas hadirnya selama ini,