APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 75 TANIA


__ADS_3

Tania kini telah terlelap dalam tidurnya karena pengaruh obat,


"Dokter, bagaimana keadaan nya?"tanya Faris


"Dia tadi baik-baik saja tuan, hanya saja karena kejadian tadi, ia jadi syok, tubuhnya lemah, mengapa semua bisa terjadi tuan?"tanya dokter,


"Saat aku datang, nyonya Rasti sudah ada dalam ruangan ini dokter, dan adik saya sudah menangis di lantai, entah apa yang nyonya itu katakan, saya kurang jelas"ucap Faris,


"Semua ini salah kami, padahal Tuan Troy sudah_"


"Kalian jangan khawatir, aku yang akan menjelaskan ini pada Troy nanti"ucap Faris


*****


Malam ini Troy memang harus pergi untuk menemui klien nya yang jauh dari luar negri, hanya malam ini kesempatan untuk bertemu dengannya, dan itu di jadikan mama Rasti untuk membuat Tania makin dwon.


Faris menunggu Tania ia duduk Seraya memegang tangan Tania.


"Aku tahu kamu pasti bahagia bisa dicintai dengan sebegitu rupa oleh dia, tapi Tania, apakah kau kuat mental dengan semua sikap orang tuanya? kakak tahu kau sekarang sudah jauh lebih baik dari yang dulu, Tapi Kakak khawatir, kalau gangguan mental mu akan kambuh kembali Jika mertuamu melakukan hal itu terus menerus"ucap Fahri Seraya mencium punggung tangan Tania.


"Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa menolongmu tapi aku yakin Troy bisa mengatasi semuanya, aku tahu Arion datang padamu, kau bisa cepat melupakan pria obsesimu, Kakak bahagia dengan itu, Tania kau pantas mendapatkan kebahagiaan"ucap Faris.


seiring waktu detik berlalu aku kau sayang dia kau madu. bunyi dering ponsel Abi mengejutkan nya.


"hallo"ucap Faris,


.


.


"Baiklah sebentar lagi aku akan ke sana"ucap Faris.


setelah terima telepon itu Faris pun meninggalkan Tania.


"sayang kakak pergi dulu jaga diri baik-baik" ucap Faris Seraya mengecup kening Tania.


langkah Faris begitu cepat sehingga temannya yang sedang menunggu di depan ruangan Tania ikut terheran.


"hei tunggu kenapa kau jalan begitu cepat" ucap teman Faris

__ADS_1


namun Faris tidak menjawab.


"hei tunggu" Ucap lagi teman Fariz yang kini sudah berjalan di samping Faris


"ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyaagi temannya Faris,


"Dini sedang keluar dengan Reno sialan itu, aku sudah pernah mengatakan tentang Reno tapi Dini tetap saja tidak mendengarkan apa mau wanita itu sebenarnya" ucap Fariz dengan kesal,


"lalu apa urusanmu bukankah itu haknya dini?"ucap Teman nya Faris.


"Kau jangan sok gak tahu tentang Reno, dia sudah ber istri juga, meski aku tidak mencintai Dini, tapi... entahlah, aku tidak suka dia berdekatan dengan Reno"ucap Faris yang kini masuk kedalam mobilnya, dan dengan cepat membawa mobilnya,menuju ke tempat dimana salah satu bawahannya yang setia padanya katakan tadi,


Sedangkan Troy sudah selesai dengan pertemuan klien nya,


"Saya ingin bertemu dengan istri anda tuan Troy, "ucap istri kliennya itu,


"Maafkan saya nyonya, tapi istri saya sekarang berada di rumah sakit,"ucap Troy dengan bibir tersenyum namun masih terlihat kesedihan di matanya,


"Kalau boleh tahu,sakit apa Tuan?"tanya Istri klien nya itu,


"Dia mengalami kecelakaan ringan nyonya"ucap Troy


"Baiklah nyonya, sebelumnya terimakasih"ucap Troy, kini Mereka bertiga pun menuju kerumah sakit, Namun beda mobil, dan Troy yang ada di depan.


"Kenapa mama ingin sekali bertemu dengan istri nya Tuan Troy? ini bukan sifat mama"ucap suami nya,


"Lalu bagaimana dengan sifat mama yang papa kenal?"ucap istrinya.


"Mama aslinya cuek, apalagi tentang sesuatu yang bukan urusan mama"ucap sang suami,


"Papa ini, masak kayak gitu menilai istrinya"ucap sang istri dengan bibir tersenyum,


"Boleh tahu alasannya?"tanya lagi sang suami.


"Karena tuan Troy tampan, mama hanya penasaran seperti apa wajah istrinya itu"ucap sang istri, tapi tentu saja hanya omongan belaka, karena senyum di wajah sang istri sidah terlihat jelas hanya bercanda.


"Papa bisa cemburu kalau mama bilang tampan pada lelaki lain"goda sang suami,


"Oh benarkah? kalau begitu, tuan Troy sangat, sangat dan sangat tampan"balas goda sang istri, mendengar kata itu, sang suami langsung menarik sang istri, ia mencium bibir sang istri, menyesap nya dengan begitu lembut,

__ADS_1


"Ini hukuman buat bibir yang sudah mengatakan pria lain tampan"ucap sang suami.


"Kalau begitu... mama suka dengan hukumannya, bisakah di tambah lagi hukumannya?"ucap sang istri seraya mengedipkan sebelah matanya, lalu sang istri menyandarkan tubuhnya pada sang suami.


"Pa, aku tahu istri nya Tuan troy, dia sahabat nona Ara, klien papa dulu, karena itu aku penasaran sama sosok yang bernama Tania, wanita yang dulu menjadi duri dalam rumah tangga nona Ara, tapi kini menjaga Ratu dari tuan Troy, sangat menarik bukan?"ucap sang istri, yang mana mendapat sentilan dari sang suami,


"kenapa papa malah menyentil ku"seru sang istri seraya memegang dahinya.


"Mama terlalu ingin tahu kehidupan orang lain, itu tidak baik ma, hindari bergosip"nasehat sang papa.


"Tapi itu dulu menjadi trending yang paling populer loh pa, di sosial media"ucap sang istri seraya mengangkat badannya agar tidak lagi menyandar ke tubuh suaminya.


"Mama mau,kalau papa larang melihat sosial media lagi?"ancam Sang suami.


"Oke, baiklah,mama tidak akan lagi melihat gosip, tapi kisah mereka berseliweran di beranda mama pa?"rengek sang istri, yang mana hanya di balas dengan wajah sang suami yang berpaling dari arah sang istri,


"Oke baiklah, mama itu malah ngefans sama Tania itu, papa pasti tidak percaya bukan, tapi itu beneran pa, mama benar-benar suka sama dia, dia pemberani loh"ucap sang istri dengan antusias.


"Mulai kan bergosip nya"ucap sang suami,


"Ah, papa gak asyik tau!"ucap sewot sang istri.


Tanpa terasa di tengah perdebatan pasangan suami istri itu, ternyata mereka sudah sampai di depan rumah sakit yang Tania tempati.


Terlihat Troy yang sudah berdiri menunggu kliennya itu.


"Maaf Tuan Troy, permintaan istriku ini..."


"Tidak apa-apa tuan, malah saya senang dengan kedatangan kalian, istriku juga pasti senang"ucap Troy, seraya memandu langkah mereka, mereka pun sampai di dalam ruangan Tania,


"Sayang, coba kau tebak siapa yang datang?"tanya Troy pada Tania yang ternyata masih dalam keadaan tertidur karena bius.


"Dia sudah istirahat seperti nya tuan"ucap sang istri kliennya.


"Sayang, kau sudah tertidur kah?"tanya Troy seraya mengelus pipi Tania, namun tidak ada gerakan dari Tania, membuat Troy merasa cemas,


"Tania sayang, kau jangan menakuti aku, bangunlah, aku Troy suami mu"ucap Troy dengan terus mengelus pipi Tania.


Kecemasan Troy bertambah saat dia melihat bekas darah yang sudah mengering di tangan Tania, meski sudah di bersihkan, itu sudah cukup membuat Troy berfikir kalau tadi terjadi sesuatu pada istri nya.

__ADS_1


__ADS_2