
"Bagaimana keadaan mu nak? apa sudah merasa lebih baik"ucap seorang laki paruh baya yang tidak lain lagi adalah papa nya Troy.
"Tania sudah baik-baik saja kok pah, Papa sendiri bagaimana kabarnya?" ucap Tania dengan senyuman di bibirnya.
"Syukurlah kalau kau sudah merasa lebih baik,maafkan mama mu ya, dia sebenarnya baik, hanya saja ego nya terlalu tinggi, sehingga dia tidak mau mengaku kalah ataupun salah"ucap papa nya Troy,
"Tania mengerti kok pa, Tania juga tidak menyalahkan mama atas hal ini"ucap Tania yang masih terus saja tersenyum pada mertua laki-laki nya.
"Kau anak yang baik Nia, semoga kau selalu bahagia"ucap sang mertua seraya mengelus pucuk kepala Tania.
"Terimakasih papa"ucap Tania
"
Saat mereka masih berbincang, suara pintu terbuka membu:at papanya Troy menoleh ke belakang, terlihat mama Rasti dan ibunya meha yang berjalan menuju ke arah Tania dan papanya.
"Kalau hanya untuk menyakiti, sebaiknya kalian keluar"ucap Papa Troy,
"Kenapa papa jadi pesimis begini, "ucap mama Rasti saat sudah sampai di tepi ranjang Tania, Tania yang duduk bersandar, merasa sedikit takut untuk menyapa bahkan menatapnya.
"Kau marah padaku? pasti! kau pantas marah padaku, aku banyak salah padamu, maafkan aku"ucap tiba-tiba mama Rasti yang mana membuat Tania dan juga papa nya Troy terkejut bukan main,
"Kenapa kau terkejut begitu, aku juga manusia yang punya rasa bersalah, tapi rasa benci juga punya,maafkan aku Tania"ucap mama Rasti dengan di akhiri nada bersalah,
Dengan masih terkejut, Tania menggeleng kan kepalanya seraya berkata,
"Nyonya aku yang salah nyonya, maafkan aku telah membuat Nyonya membenciku" ucap Tania.
"aku yang salah Tania,l aku selalu menyakitimu baik dengan tindakan ataupun dengan ucapanku" ucap Mama Rasti,
"benar Tania aku juga minta maaf, maafkan aku karena telah menuduh mu selama ini tapi, Mega adalah anakku, kematiannya sangat menyakiti keluargaku" ucap ibunya Mega.
"bibi tidak perlu minta maaf, aku juga salah, aku yang...aku yang telah membunuh Mega saat itu,meski dalam keadaan sakit jiwa tapi tanganku lah yang merenggut nyawanya"ucap Tania penuh dengan sesal.
__ADS_1
"salah adalah sifat manusia, tapi, memaafkan adalah hal yang mulia" ucap papanya Troy.
"jika kalian tulus meminta maaf pada Tania, Tania pasti akan memaafkan kalian, "ucap papa nya Troy seraya mengusap pucuk kepala Tania lagi,Tania merasakan kasih sayang seorang Ayah dari papa mertuanya,
"Nyonya dan bibik tidak perlu minta maaf, karena kalian tidak bersalah, sudah pantas kalian bersikap begitu"ucap Tania menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau memanggilnya papa sedangkan ke aku Nyonya,apa karena aku bukanlah mama kandung suami mu"ucap Mama Rasti yang membuat Tania terkejut.
"Panggil aku mama"imbuh lagi mama Rasti,
"Hei,kenapa kau terkejut begitu, bukannya dulu kau memanggilku mama, kenapa sekarang malah berubah"ucap mama Rasti,
"Bagaimana tidak berubah,kalau sikapmu seperti itu pada menantuku"ucap sang papa mertua,
Tania tidak bisa lagi menahan tangis bahagia nya, saat mama Rasti memeluk nya, mengelus punggung wanita yang sebenarnya sangatlah rapuh dan hancur.
"Kau pasti menderita karena sikap mama, maafkan mama ya nak"ucap mama Rasti tulus seraya mengelus punggung Tania, isak tangis Tania kini makin terasa di pelukan mama Rasti,
"Mbak yakin akan meminta maaf pada nya"ucap ibunya mega,
"Kau sudah tahu, kakaknya lah yang membuat dia melakukan pembunuhan itu, sebenarnya aku sudah tahu kalau dia tidak bersalah, tapi keegoisan ku, telah membuat putraku semakin jauh dariku, kau tahu meskipun dia bukan anakku, aku sangat mencintai nya, banyak yang mencintai wanita itu, termasuk Dokter muda yang selalu datang ke ruangan nya,"ucap Mama Rasti,
"Kau benar, bahkan Daniel juga berkata seperti itu,dia memperingati ku kemaren, kalau Troy sekarang benar-benar akan membawa Tania jauh dari kita, bahkan Troy akan menganggap sudah tidak punya keluarga lagi, Mbak... apakah kita memang sudah keterlaluan?"tanya ibunya Mega.
tiba-tiba
"Kalian sudah sangat keterlaluan, apakah kalian tahu, Troy sudah membeli tiket, dia akan membawa Tania jauh, bahkan Troy tidak akan lagi datang ke kota ini lagi, bukankah kalian sudah puas jika wanita itu sudah tidak ada?"ucap Orang itu yang tidak lain lagi adalah Reza, kakaknya Troy,
"Reza, apa yang kau katakan?"tanya Mama Rasti,
"Yang aku katakan benar ma, Sesampainya aku di bandara, aku melihat Sekertaris Troy, aku menyapanya, dan menanyakan Troy, di jawab kalau Troy sedang siap-siap akan melakukan perjalanan jauh, bahkan ia menyerahkan perusahaan nya pada sekertaris nya"ucap Reza penuh dengan keseriusan.
"Tidak Reza, seharusnya itu tidak terjadi,"ucap Mama Rasti seraya bangun dari duduknya,
__ADS_1
"Mama mau kemana?"ucap Reza saat melihat mamanya keluar dari kamar rawatnya.
Di ikuti oleh ibunya Mega, dan Reza tersenyum akan hal itu, ia tahu kalau mama nya akan pergi keruangan Tania.
Flash ON
Betapa terkejutnya Troy saat membuka pintu dan melihat mamanya sedang memeluk istrinya, lebih tepatnya terkejut Troy mengira mamanya akan mencekik leher Tania, sehingga Troy melangkah kan kakinya dengan cepat. dan menarik tubuh mamanya agar menjauh dari tubuh istri nya.
"Apalagi yang ingin mama lakukan?"ucap Troy dengan penuh ancaman, Troy memeriksa tubuh tania dengan khawatir,
"Kau tidak apa-apa kan? mama tidak menyakitimu lagi kan?"ucap Troy seraya mencium kening Tania di hadapan ketiga orang tuannya.
Mama Rasti langsung memukul Troy dengan selendang yang melingkar di lehernya.
"Apa kau fikir mama bisa menyakitinya di hadapan papamu, bisa di pecat mama menjadi istrinya"ucap mama Rasti yang membuat papanya Troy tersenyum,
"Bukankah mbak sudah di pecat ya menjadi Istrinya "ucap ibunya Mega,
"Mana ada, memecat ku harus melewati beberapa seleksi dulu"ucap Mama Rasti yang membuat Tania tersenyum meski masih di tutupi dengan tangannya.
"Mama sudah baikan sama istrimu, mama juga sidah minta maaf padanya, jadi kau jangan pergi ya, tetap lah tinggal di kota ini"ucap mama Rasti, yang berhasil membuat Troy dan Tania terkejut.
"Kau akan kemana?"tanya Tania seraya menoleh kearah samping yakni kearah Wajah Troy,
Troy juga terlihat bingung,is hanya menggeleng kan kepalanya pada Tania,
Disaat Tania dan Troy dalam keadaan bingung terdengar tawa seseorang dari balik pintu.
"Hahahaha... hahaha"tawa orang itu yang tidak lain lagi adalah Reza.
Membuat semua mata menoleh kearahnya,
"Hei .. kenapa kalian menatap ku seperti itu, oke ... aku tahu aku tampan, tidak perlu lah kalian menatap ku dengan begitu"ucap Reza seraya mendekat kearah keluarga nya.
__ADS_1