
"Hari ini agendaku tidak sesuai dengan yang ku harapkan"ucap Tania dengan nada kesal,
"Masih ada hari esok, lain kali,kau harus lebih hati-hati,jangan sampai melukai diri sendiri"Ucap Troy
"Apa perlu ku carikan sopir untuk mu"Tanya Troy,
"Tidak...tidak perlu....lain kali tidak akan terjadi seperti ini lagi"Ucap Tania,
"Baiklah.."Ucap Troy seraya mengelus pipi Tania,
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di perusahaan Troy, dengan segera Troy membuka kan pintu untuk Tania,
"Perusahaan mu besar Troy"
"Ini perusahaan Papa, sebenarnya aku ingin resign dari perusahaan ini, dan fokus mengelola Hotel,tapi....kak Reza belum siap terjun dalam dunia bisnis, ia masih nyaman dengan kebebasan dan petualangan nya,"
"Jadi maksud mu, kak Reza nganggur?"
"Ya begitulah. ...di paksa pun tidak akan ada hasil, bekerja tanpa keinginan atau kemauan sendiri akan sulit untuk dilakukan"Ucap Troy yamg kini sudah berada di depan pintu perusahaan, Satpam membuka kan pintu untuk Troy, dengan segera Troy merangkul pinggang istrinya, seolah memberi tahu semua karyawan nya kalau ini lah istriku, istri kesayangan ku,
"Tuan... tadi ada sebuah telfon dari perusahaan JK group, mereka akan datang besok"Ucap sekertaris Troy, seraya mengekori langkah Troy dan juga Tania,
"Baiklah...kau atur saja tempat dan waktunya, Oh iya bawakan kami makan siang, dan juga aku tidak ingin di ganggu selama jam makan siang "Ucap Troy, yang di balas anggukan oleh sekertaris nya, sekertaris Troy sangat mengerti tuannya apalagi, sekarang ada Istri nya, mana mungkin akan ada orang uang akan mengganggunya,
Selama di perjalanan dalam perusahaan, tangan Troy masih enggan melepas dari pinggang istrinya, hingga kini mereka sudah sampai kedalam ruangan Troy, Troy membawa Tania ke sofa
"Duduklah...aku akan ambilkan kau minuman"Ucap Troy,
"Tidak perlu Troy"cegah Tania seraya memegang tangan Troy,
"Duduklah disini"Ucap Tania seraya menepuk sofa di samping nya, dengan tatapan yang sendu,
__ADS_1
"Apa ada hal yang kau fikirkan?"Ucap Troy seraya menatap lekat wanita di samping nya
Namun Tania hanya menggeleng kan kepalanya, ia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Troy,seraya berkata,
"Bisakah... kehidupan ini berhenti sekarang juga Troy...."Ucap Tania,
"Aku hanya ingin begini saja dengan mu, disini,berdua,seperti ini...."Ucap lanjut Tania,
Troy yang mendengar perkataan itu, sangatlah faham,ada ke khawatiran dalam hati wanitanya dan kini ia sudah tahu...sebab dari kecelakaan Tania barusan, ada perkataan yang membuat hati dan fikirannya terganggu, dan itu karena pasti ucapan Faris, Troy mengepalkan tangannya, menahan amarah yang tiba-tiba datang di hatinya, namun saat ini, wanita ini membutuhkan kepastiannya,
"Apakah kau takut aku akan menjauh darimu setelah ini...?"Ucap Troy seraya membuat Tania menatapnya, namun Tania tidak ingin Troy melihat expresi wajahnya saat ini, lalu Tania menjatuhkan kepalanya di paha Troy, ia tiduran secara tubuhnya masih terduduk, Troy membelai kepala Tania dengan lembut,
"Harus dengan cara apa aku bisa membuktikan, dan bisa membuatmu yakin, kalau aku Troy tidak akan meninggalkan seorang Tania,
Harus dengan cara apa aku bisa membuat Tania percaya padaku..., "Ucap Troy yang terus membelai kepala Tania itu,
"Tania... apa belum cukup bukti yang aku berikan....?Demi kamu... aku akan meninggalkan semuanya jika kau ingin, demi kamu... aku bisa menentang keluarga besar ku...lalu... bukti yang bagaimana lagi,yang bisa membuatmu tidak meragu lagi...Ucap sendu Troy seraya melihat wajah Tania dengan menunduk kan kepala nya sendiri,
Tania mengangkat kepala nya, dan memeluk suaminya,
"Hanya saja perkataan dari seseorang telah membuat titik keraguan benarkan?"
"Usaha mama, dan ketidak restuan mama itu adalah hal yang paling aku takutkan dalam mengikatmu di sisi ku, aku takut, ikatan ku akan rapuh dengan usaha mama"
"Dengarkan aku sayang.. kau tidak perlu cemas, apapun usaha mama, itu tidak akan bisa membuat hati dan perasaan ku berubah untukmu, selain mama, masih banyak keluargaku yang akan memegang hubungan kita, jadi mulai saat ini kuatkan saja ikatan kita, jika kita sudah tidak mampu menahan serangan mereka, aku mohon padamu, maukah..kau pergi bersama ku, pergi meninggalkan semuanya bersama ku, dan memulai semuanya dari awal"Ucap Troy,
*****
"Sayang aku berangkat "Ucap Daniel seraya mencium kening Wita
"Kau yakin mau bawa mobil, gak mau tunggu tiket"Tanya Wita
__ADS_1
"Tidak, aku naik mobil saja, lagian aku.masih harus meninjau beberapa cabang, perintah Arion tadi"
"Kau akan kelelahan, jika berangkat sendiri"Ucap Wita,
"Aku bersama pak Rudi, jadi nanti kita akan gantian nyetir nya"Ucap Daniel seraya mengacak rambut Wita dengan lembut,
"Baiklah... hati-hati, aku mencintaimu"Ucap Wita,
Daniel tersenyum mendengar kata itu, ia melirik sekilas ia mendapati Alex yang mendekati arah mereka
"Alex... kau dengar sendiri kan... wita hanya mencintai ku, jadi jangan kau beri dia perhatian, "Ucap Daniel yang mana membuat Wita terkejut, dan juga Alex yang tidak tahu apa-apa hanya termangu dan sedikit menggelengkan kepalanya,
......Cih ..tuan...kau masih saja mewaspadai aku, ......
Begitulah kata yang terucap di hati Alex mendapati prasangka bos nya yang terlewat Over menurut nya,
"Tuan ini berkas yang anda butuhkan tadi, dan juga,ini ada laporan yang harus anda tanda tangani sebelum anda berangkat"Ucap Alex seraya memberikan beberapa map kepada Daniel, dan langsung saja Daniel tanda tangani,
"Semua urusan kantor, aku serahkan pada kalian, dan juga, semua yang membutuhkan keputusan ku, aku wakil kan pada istriku"Ucap Daniel seraya tersenyum pada Wita,
"Kau kan hanya sebentar di sana, kenapa seakan-akan kau akan pergi lama sih"Gerutu Wita,
"Bukan begitu sayang, sekarang kan akhir pekan, banyak hal yang akan membutuhkan persetujuan ku, kau sudah faham atas semua hal, jadi tidak ada salahnya jika kau yang mengambil keputusan hari ini, tepatnya sampai aku kembali" ucap Daniel,
"Itu berarti Tuan tidak ingin di ganggu sama sekali nona"Ucap Alex memberi pengertian yang lebih jelas pada istri bos nya itu,
"Nah..Alex..kau faham maksud ku, aku titip istriku dan urusan kantor,"Ucap Daniel seraya melangkah kan kakinya,
"Iss...kau Daniel... jangan berkata hak yang membuatku Dag Dig Dug deh... "Ucap Wita,
"Tidak... aku akan segera kembali, mungkin besok malam, aku sudah ada di sini, tapi lihat situasi dulu, soalnya aku masih mau mampir ke rumah neneknya Kei... tidak apa-apa kan...?"
__ADS_1
"Tentu tidak apa-apa, baiklah. ... kalau sudah sampai, jangan lupa kabarin aku"Ucap WITA yang kini sudah sampai di dekat mobil suaminya, lalu memberinya pelukan,
"Aku akan merindukan mu"Ucap Daniel seraya mencium kening Wita.