
Akhirnya yang di inginkan oleh Daniel terwujud, meski daniel memakan nya dengan mata yang menyipit karena kecut tapi ia terlihat begitu menikmati.
"Apa seenak itu?"tanya Troy seraya menelan ludahnya karena seakan merasakan kecut nya mangga muda,
"Ini enak loh, nyessel aku udah gak suka rujakan dari dulu"ucap Daniel seraya terus memasukkan beberapa mangga muda kedalam mulutnya, Troy hanya bergidik ngeri
"Kau mau Troy?"ucap Daniel,
"Tidak, kau habiskan saja"ucap Troy seraya memeriksa dokumen nya kembali,
Sedangkan Wita yang mendengar penjelasan dari Tania tersenyum bahagia.
"Tania, benarkah yang kau katakan? benarkah disini ada kehidupan?"tanya Wita,
"Untuk lebih memastikan kau periksakan saja Wit, tidak salah nya juga kok, tapi melihat kondisi Daniel isttt...kau lihat betapa ia menikmati mangga muda yang super kecut itu saat ini."ucap Tania seraya melihat Vidio yang Troy kirimkan, Wita tertawa melihat tingkah Daniel, karena yang ia tahu, Daniel tidak suka dengan rujak, rujak apapun itu Daniel tidak menyukainya.
*****
"Kau yakin akan datang ke sana saat ini?"tanya Abbas pada Vairus
"Yakin, kenapa? kau takut bertemu dengan Daniel? ihh...aku sudah move on tau, kau tenanglah,jangan khawatir" ucap Vairus pada Abbas,
"Baiklah, aku akan pamit ke tuan Arion dulu, tunggulah di dalam mobil"ucap Abbas pada Vairus.
Vairus seolah bersikap biasa, seakan baru saja tidak terjadi sesuatu pada mereka, sedangkan Abbas masih merasa kikuk dengan kejadian Vairus main memeluknya itu.
"Baiklah pergilah"ucap Arion
"Tapi tuan kecil?" ucap Abbas,
"Ara dan mama sudah ada di perjalanan, sebentar lagi mereka akan sampai"ucap Arion seraya menepuk bahu Abbas
"Pergilah, jaga dia baik-baik,"ucap lagi Arion, yang di balas anggukan kepala oleh Abbas, lali berpamitan untuk berangkat.
"Menurutmu kakak Arion itu bagaimana orangnya?"tanya Vairus memecah keheningan.
"Dia pria yang sangat baik, penyayang, dan juga peduli akan sesama, tidak membedakan kedudukan, dan juga selalu menghargai setiap kebaikan orang lain, sangat pantas mendapatkan wanita hebat seperti nona Ara"ucap Abbas seraya melihat kearah Vairus,
"Dia sangat hebat ya? sampai-sampai terdengar ke telinga seorang Abbas"ucap Vairus
"Dalam dunia bisnis, taktik dan keterampilan Ara sudah banyak di akui, mendengar kisah percintaan nya dulu membuat semua orang merasa di sayangkan oleh ketidak benaran yang tuan Arion lakukan, hanya saja, tuan Arion dengan cepat menyadari kesalahannya, dan juga nona Ara cintanya yang luar biasa yang mampu bertahan selama itu dalam rasa yang menyakitkan"ucap Abbas, Abbas tahu akan hal itu karena ia dan tuan Antoni sudah lama berbisnis bersama dan bersaing bersama.
"Ya itu adalah keberuntungan kak Arion, ah aku ingin seperti dirinya, hebat sampai di akui para petinggi bisnis."ucap Vairus seraya memasang senyum penuh arti.
"Kau tak kalah hebat"ucap Abbas seraya mengelus kepala Vairus
"Kau akan selalu menjadi terhebat "imbuh Abbas.
__ADS_1
"Itu bagimu"ucap Vairus seraya mengerucutkan bibirnya.
Abbas tersenyum melihat tingkah Vairus yang begitu lucu baginya, meski umurnya sudah cukup dewasa.
"Kau tidak akan menikah?"tanya Abbas menggoda Vairus.
"Menikah? masih belum ada dalam kamus ku" ucap Vairus,
"Ah, padahal aku ingin sekali menikah, harus kucari dimana ya wanita yang ingin menikah denganku?"ucap Abbas dengan pandangan masih lurus ke depan,
"Kau berani mencari wanita lain!"ucap Vairus dengan menajamkan pandangan nya ke Abbas.
Membuat Abbas tersenyum kearahnya.
"Tidak lucu tau!"ucap Vairus.
"Kau menggemaskan,"ucap Abbas dengan bibir masih tersenyum.
"Emang dari lahir aku menggemaskan!"ucap Vairus yang masih memanyunkan bibirnya.
Abba hanya tersenyum dengan tingkah Vairus,
*****
"Ah... apa iya aku harus menemui kak Tania? mau di taruh dimana muka ku ini"gumam Indah saat berdiri di depan kamar Tania.
"Kak, aku minta maaf, tapi... aku tidak mau kehilangan orang seperti kak Tania, aku ingin minta maaf kak, apakah kak Tania sudah tahu kalau aku orangnya?" Pesan Indah pada Troy
.
.
.
"Apa yang kau katakan padanya? Kau akan mengatakan maaf padanya, atas dasar kesalahan apa?, bersikaplah sewajarnya, dia belum tau siapa yang sudah menyakiti hatinya, kalau dia sudah tahu, apakah kau masih ada disini?" ucapan yang bukanlah jawaban yang ingin Indah dengar.
"Cih, jawaban apa itu, baiklah indah, bersikaplah sewajarnya"ucap Indah pada diri sendiri.
Indah pun mengetuk ruangan Tania.
"Hai in... ayo masuk"sapa ramah Tania saat sudah melihat siapa yang ada di balik pintu.
"Terimakasih kak"ucap Indah seraya masuk kedalam ruangan Tania,
"Ayo jangan sungkan,"ucap Tania.
"Siapa Tan?"tanya Wita saat baru keluar dari dapur Tania,
__ADS_1
"Indah, dia juga tinggal di apartemen sini,"ucap Tania memperkenalkan Indah,
"Hai, aku Wita"ucap Wita menjulurkan tangannya pada Indah,
"Aku Indah, aku ganggu kakak ya?"ucap Indah seraya melihat kearah Tania,
"Tidak sama sekali, kau datang tepat waktu, aku juga butuh banyak teman saat ini"ucap Tania seraya menarik tangan Indah untuk duduk.
"Ini .. coba kalian cicipi kue buatan ku"Ucap Wita seraya meletakkan kue yang ia buat tadi
"Kau sangat pintar Wit, apalah dayaku yang masak nasi saja baru tau"ucap Tania seraya tertawa cekikikan
"Indah... cobalah, rasanya enak loh"ucap Tania seraya mencicipi kue buatan Wita.
"Iya cobalah, dan beri komentar kalian"ucap Wita seraya menyodorkan piring yang berisi kue buatan nya.
Indah mengambil satu potong kue buatan Wita dan memakannya.
"Bagaimana?"tanya Wita.
"Enak kak"ucap Indah sungguh-sungguh.
"Beneran nih?"tanya Wita
"Beneran kak, "ucap Indah antusias seraya menghabiskan kue nya.
"Indah, bagaimana dengan pria incaranmu?"tanya Tania yang berhasil membuat indah tersedak minuman nya,
"Eh, maaf...aku mengagetkan mu ya"ucap tania seraya membantu Indah dengan menepuk punggung indah.
Namun, batuk indah masih belum reda,
"Ti.. tidak apa-apa kak"ucap indah bersamaan dengan batuknya,
"Pertanyaan ku membuatmu terkejut ya, maaf"ucap Tania menyesal,
"Tidak apa-apa kak, indah sudah tidak lagi menginginkan pria itu, sekarang,sekarang indah sudah jomblo lagi"ucap indah seraya menundukkan wajahnya,
"Loh, kenapa tiba-tiba berkata seperti itu, padahal beberapa hari yang lalu,kau sangat bersemangat"ucap Tania
"Ah, kakak, aku salah dalam menyukai seseorang, dia sudah beristri ternyata, mamanya keterlaluan ingin menjadi kan aku yang kedua"ucap Indah dengan emosi do hatinya,
Tania terdiam ia ingat betul bagaimana mertuanya juga ingin mencarikan Suaminya wanita lain,
"Kenapa kebetulan begini, apakah jangan-jangan?"
Itulah isi pikiran Tania.
__ADS_1