
Terlihat kekhawatiran di wajah Troy, begitu juga dengan sepasang suami istri yang kini menjadi kliennya Troy,
"Tuan Troy,apa yang terjadi?"tanya kliennya, tuan jason,
"Entahlah tuan, tuan, Nyonya, tolong jaga istri saya"ucap Troy pada Tuan Jason dan juga nyonya Kimmy,
"Kami akan menjaganya Tuan"ucap Nyonya Kimmy seraya berdiri tepat di samping Tania,
Troy keluar dari ruangan itu, bahkan hampir memukul suster pria yang ia tugaskan untuk menjaga istrinya dari luar,
"Kenapa? kemana saja kalian!!" bentak Troy pada suster pria itu,
"Tuan, maafkan kami, kami yang salah, tadi ... tadi mama nya Tuan__"
Mendengar kata Mama nya di sebut, Troy langsung melepaskan cengkraman tangan di leher suster pria itu, dan langsung pergi,
*****
"Pa, dia cantik ya"ucap nyonya Kimmy pada suaminya,
"Masih jauh cantikan mama"ucap Tuan Jason
"Mama serius pa"ucap Nyonya Kimmy
"Papa malah dua Reus , mama.. semua wanita itu cantik tidak ada yang tampan"ucap tuan Jason
"Tapi...kenapa ada pria yang cantik?"ucap Nyonya Kimmy dengan asal,
__ADS_1
"Tania... bangunlah, suamimu begitu mengkhawatirkan mu, kau beruntung sayang, mendapatkan pria dan cinta dari Tuan Troy, dan juga keberuntungan bagi tuan Troy memiliki cinta seperti mu, ah, kalian manis sekali"ucap Nyonya Kimmy seraya membelai pipi Tania.
*****
"Apa yang kau katakan Rasti, Tania...kau melakukan itu pada Tania? Bagaimana jika Troy tahu akan itu?"ucap ibunya Mega,
"Dia pasti akan tahu itu, sekarang bukan itu yang menjadi masalahku, tapi... kematian Mega, sepenuhnya bukan salah wanita gila itu,kau tahu... kakak nya datang, dan menceritakan semuanya padaku,Mega... dan Kakaknya wanita gila itu punya hubungan dekat, hubungan yang rumit, sehingga Pria itu tega menghabisi Mega,"ucap Mama Rasti seraya menatap lurus namun ingatan tentang ucapan Faris terngiang di ingatannya.
"Apa yang kau katakan, kau tidak ngelantur kan ?"tanya lagi Ibunya Mega.
"Sudah puas kah kalian!!!, kenapa kalian setega itu pada istriku, kenapa...!!!" teriak Troy seraya menghancurkan beberapa barang yang ada di ruangan mama Rasti,
Kedua Wanita itu sama-sama terkejut, dengan kedatangan Troy yang tiba-tiba.
"Troy, tidak separah itu nak"ucap mama Rasti yang masih terduduk di kursi roda,
"Bunuh saja Troy ma,"icao Troy seraya menjatuhkan tubuhnya di lantai,
"Tania bahkan rela mengorbankan nyawa nya demi mama, tidakkah hati mama terketuk sedikit saja untuknya, kalau mama terus begini, Troy bisa gila ma..., dia hidup ku saat ini, dia semangat ku saat ini, jika mama memaksa kehendak mama untuk menjauhkan ku dengannya, untuk apa lagi Troy hidup ma..., ku mohon, demi aku, jangan ganggu istriku lagi"ucap Troy yang masih bersimpuh di lantai, ia tidak tahu harus berbuat apa lagi, sekiranya bisa membuat mama nya tidak lagi mengganggu Tania, ia ingin mengamuk, tapi pada siapa? dia ingin marah tapi pada siapa?
Kedua wanita itu masih termangu dengan deraian air mata,
mereka tidak pernah melihat Troy selemah ini dulu, meski mereka tahu, cintanya duku untuk Ara, tapi Troy masih kuat, Tapi... kenapa dengan nya sekarang, kenapa sosok Tania malah membuatnya seperti ini,
Sebesar itulah cintanya pada wanita uang pernah menderita penyakit OCD itu?
Tidak kah Troy takut, jika suatu saat penyakit itu akan kambuh? kenapa ia menjadi keras kepala seperti ini sekarang.
__ADS_1
"Bangunlah nak, apa yang kau lakukan? kami ini orang tuamu, kita bisa bicara baik-baik"ucap ibunya Mega,
"Tapi kalian bukan mama kandung ku, jika kalian menganggap ku sebagai anak, tidak mungkin kalian akan menyakiti ku berulang.kali seperti ini, jika kalian menganggap ku anak, tidak mungkin kalian akan menyakiti wanita yang begitu penting dalam hidupku, Bibik... mama, apakah kalian benar-benar ingin jauh dariku? sehingga kalian masih mengabaikan ucapan ku?"ucap Troy seraya menatap kedua wanita uang ada di hadapannya.
"Baiklah, diam nya kalian aku anggap sebagai jawaban iya, "ucap Troy, saat Troy hendak 8ngin melangkah kan kakinya tiba-tiba ada tangan yang menghentikan langkahnya.
"Demi mama mu yang sudah tenang di sana, jangan tinggalkan keluarga ini"ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah papanya Troy,
"Troy, jangan hiraukan orang yang tidak pernah suka sama kita, karena mau berbuat baik bagaimanapun jika hatinya sudah terpenuhi rasa benci, maka itu tidak akan ada hasil, Tania wanita yang hebat, papa bangga punya menantu seperti nya, jika boleh, papa akan membawanya ke Bali, anggap saja sebagai hiburan untuk nya"ucap sang papa seraya menatap kedua wanita yang masih terdiam.
"Aku tidak bisa jauh darinya, bisa gila aku jika seperti ini terus, tahukah kalian, karena perbuatan kalian aku hampir kehilangan dia,"ucap Troy seraya meninggal kan ruangan mamanya.
"Ini yang kalian mau bukan, lalu apa kata untuk air mata itu, bagaimana bisa Troy sampai mengatakan jika kalian bukan lah mama nya, itu dari saking marahnya Troy pada kalian!"ucap Papa nya Troy dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Kejadian nya tidak separah itu, aku... aku hanya
.. hanya berkata__"
"Sudah cukup! tidak perlu kau katakan, yang jelas kau telah membuat luka di hatinya troy semakin terbuka, jika kalian terus bersikap seperti ini, jangan salahkan aku, jika kedua putraku akan ku bawa bersama ku"ucap Papanya Troy dan segera pergi dari ruangan itu dengan amarah di hatinya.
Hanya istrinya yang berbeda di antara ketiga bersaudara itu, kedua saudara istrinya itu selalu memendam dendam, tidak ingin menyerah dan tidak mau dengan kata menyerah, meski tahu kebenaran dan terbukti bersalah mereka hanya ingin menjadi orang yang benar, dan selalu benar.
*****
"Tuan Troy, sabarlah, Tania tidak apa-apa, hanya karena pengaruh obat"ucap Kimmy menenangkan Troy,
"Tuan, nyonya, terimakasih, terimakasih kalian sudah mau datang dan membantu ku untuk menjaganya"ucap Troy yang masih menunduk menggenggam tangan Tania,
__ADS_1
"Tidak masalah, dengan ini aku bisa melihat betapa Tuan Troy mencintai istrinya, saya salut, bahkan Seperti nya cintaku pada istriku masih kurang, jika di bandingkan dengan cintanya Tuan Troy terhadap istrinya"ucap Tuan Jason seraya menepuk bahu Troy,
Troy mengangkat kepalanya, menatap kedua pasangan yang masih terlihat romantis itu, meski usianya sudah bisa di bilang sudah berkepala empat.