APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Bab 46 kelahiran Ara


__ADS_3

Daniel yang menunggu di luar ruangan juga merasakan kepanikan, ia sangat ingat dengan kelahiran Putranya Kei, jadi ia sangat tahu akan perasaan Arion saat ini, dengan segera ia menghubungi semua keluarga Arion, termasuk Vairus, dan juga ia tak lupa mengabari istrinya dan juga Tania dan Troy,


"Benarkah.... Baiklah, aku dan Abbas akan terbang kesana hari ini juga"Ucap Vairus dengan senyuman yang tidak bisa ia tahan,


"Benarkah... Baiklah, terimaksih Daniel, karena sudah menghubungi ku"Ucap Tania,


"Sama-sama, hati-hati di jalan"Ucap Daniel sebelum mematikan ponsel nya,


"Kei.... Kau ikut mama juga kan...?"Tanya Daniel pada putranya,


"Tentu lah pa, tante cantik sekarang melahirkan, masak iya, Kei tidak ikut,ingat pa.., Tante cantik pernah pacaran sama Kei"Ucap kei mengingatkan papa nya, tentang hubungannya dengan Ara, yang mana membuat Daniel menghela nafas, tidak percaya dengan apa yang putranya katakan,


"Baiklah, terserah kau saja, mau berkata apa, salam kan sama mama, hati-hati" Ucap Daniel,


"Papa sudah bicara sama mama tadi, kenapa tidak mengucapkan langsung, dan cih.... apa-apaan papa ini, hanya untuk mama,kata hati-hati, Kei ini anak papa loh..."Ucap kei kesal, karena papa nya hanya, mengatakan hati-hati pada istrinya, tapi tidak untuk anaknya, dan itu berhasil membuat Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"Baiklah, anak papa yang tampan, yang sudah dewasa, hati-hati ya nak"Ucap Daniel menyerah,


"Tidak perlu papa ingatkan, kei pasti hati-hati" Ucap kei ketus seraya mematikan ponselnya secara sepihak,


"Ya ampun kei... masak.iya kau harus begitu sama papa nak"Ucap Daniel seraya menatap ponsel nya yang sudah mati,


*****


"Troy ayo..."Ucap Tania yang mendapati suaminya malah melamun dan mematung, saat mendengar Tania berkata kalau Ara kini sedang melahirkan sadar akan pegangan tangan Tania, Troy pun tersenyum dan ikut melangkahkan kakinya bersama Tania, Tania tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, senyumnya selalu terpancar di sudut bibirnya, tangannya tidak berhenti mengatup sebagai tanda ia sangat bahagia,


"Troy... kebayang gak, pasti sekarang Ara sangat bahagia"Ucap Tania dengan masih dalam keadaan bibir tersenyum,


"Kau jauh terlihat lebih bahagia Nia, apakah sebegitu bahagia ya kalau sudah ada buah hati?"


"Tentu Troy, semua itu yang diharapkan seorang wanita kalau sudah menikah"Ucap Tania dengan bahagia,


"Termasuk aku,"Ucap lirih Tania, namun masih di dengar oleh Troy,


"Anak adalah hadiah dan merupakan sebuah titipan, jadi, biarlah ia hadir dengan sendirinya, Jangan kau jadikan beban, "Ucap Troy seraya mengelus kepala Tania,


Tania pun tersenyum ke arah Troy, Nenek nya Arion yang semula sudah mau sampai di kediaman Arion, kini harus berputar arah, menuju rumah sakit dimana Ara di rawat,

__ADS_1


Terlihat jelas kebahagiaan di semua wajah keluarga Ara, termasuk orang tua Ara, dengan pribadi, Tuan Arya memerintahkan bawahannya untuk menjemput besan nya itu,


*****


"Yang kuat sayang .. aku disini"Ucap Arion seraya memegang tangan Ara dan mencium kening Ara yang penuh dengan peluh,


"Ya nyonya... tarik nafas lagi, pelan-pelan nyonya, ya.. ya.... sedikit lagi nyonya... ya..."Begitulah perkataan dokter yang menangani Ara,


"Sedikit lagi sayang, sedikit lagi, maafkan aku sayang..., kau kuat, kau kuat sayang"Ucap Arion lirih di telinga Ara yang mana Ara sedang mengejan dan benar saja, suara tangisannya bayi pun terdengar di seluruh ruangan,


Mendengar suara itu, Arion langsung menghujani Ara dengan ciuman di seluruh wajahnya seraya berkata,


"Terimakasih sayang .. terimaksih..., Anak kita..."Ucap Arion memandang wajah Ara,


"Anak kita sudah keluar Arion"Ucap lirih Ara dengan wajah penuh peluh, dan bibir tersenyum,


Dokter pun menangani Ara, sedangkan bayinya sudah di bersihkan


"Selamat nyonya, tuan, Putra kalian lahir dengan selamat, "Seraya meletakkan bayinya di samping tubuh Ara, Arion yang menatap lekat pada anaknya, terlihat meneteskan air mata kebahagiaan,


"Kau akan memberinya nama siapa ?"Tanya Ara seraya memandang wajah Arion,


namun tiba-tiba ada suara dari balik pintu


"JAVIER LEON ADHITAMA"


Mendengar suara itu, Arion dan Ara pun menoleh kearah, dan benar saja, Seorang wanita yang sudah mulai terlihat lebih menua itu masuk dengan senyuman di wajahnya, dan di ikuti oleh wanita yang umurnya di atas Arion, ya mereka adalah Nenek Arion dan juga kakak Arion,


"Selamat sayang, atas kelahiran putra pertama mu"Ucap sang nenek seraya mencium kening Ara, yang mana berhasil membuat Ara tertegun,


"Selamat ya Ara, putramu sudah lahir, ah .. begitu tampan"Ucap Andin seraya menyentuh pipi keponakan nya itu,


"Selamat ya Arion, kau sudah menjadi seorang papa sekarang"Ucap Andin seraya menepuk bahu Arion,


"Aku tidak menyangka kalau kita sudah tua sekarang kak"Ucap Arion dengan wajah sendu,


"Tua... masak sih, kakak seperti nya masih cantik iya kan Ra...?"Ucap Andin menggoda Arion,

__ADS_1


"Ckkkk aku serius kak"Ucap Arion,


"Kalau begitu, pergunakan waktu dan sisa umur mu untuk membahagiakan keluarga mu, jangan seperti nenek"Ucap sang nenek, yang kini sudah menggendong Cicit keduanya,


Di saat semuanya berbahagia suara pintu terbuka mengalihkan pandangan mereka, terlihat Tania dan Troy yang muncul, Tania dengan segera memeluk Ara yang terbaring,


"Selamat ya"Ucap Tania seraya melepas kan pelukannya,


"Terimakasih,"Ucap Ara dengan penuh kebahagiaan, Tania pun mendekati nenek Arion, inginnya mengambil alih menggendong baby nya Ara, namun yang di terima Tania malah pandangan sinis dari neneknya Arion,


terlihat kesedihan di mata Tania, namun segera Tania tepis kan, demi menjaga keadaan biar tetap bahagia, ia sangat tahu, jika Troy melihat kesedihannya, pasti suasana akan berubah,


Namun, tanpa Tania sadari, Arion melihat semuanya, Arion pun berjalan mengitari ranjang Ara, dan mendekati nenek nya,


bicara melalui tatapan itupun terjadi, seolah-olah, mereka memiliki telepati yang spesial, bisa bicara hanya melewati tatapan mata saja,


Dengan segera neneknya menyerahkan baby nya Ara ke Tania seraya berkata,


"Demi cucuku"Ucap nenek Arion dengan pelan, namun masih terdengar oleh Tania,


Dengan mata yang menahan air, Tania mencoba tersenyum, seraya berkata,


"Terimakasih nek"Ucap Tania,


Kini Tania menggendong bayi itu, sedikit menjauh dari mereka semua, mencium wajah lembut bayi yang baru lahir itu, seraya berkata dengan pelan,


"Segera lah hadir juga di rahim mami ya sayang"Ucap Tania pelan seraya meneteskan air mata, dan mencium pipi bayi itu kembali,


Melihat istrinya, selalu mencium baby nya Ara, Troy pun mendekati Tania, merangkulnya dari belakang, seraya melihat ke bayi nya Ara,


"Kau menangis?"Ucap Troy,


"Kau jangan berlebihan, ini tangisan bahagia sayang, kau lihat wajahnya, lucu sekali"Ucap Tania,


Disaat Tania dan Troy sedang bicara, seorang dokter masuk seraya berkata,


"Sudah waktunya, nyonya Ara akan di pindahkan ke ruangan nya"Ucap dokter itu seraya mendekat ke ranjang Ara.

__ADS_1


__ADS_2