
"Aku bukan wanita seperti yang kau fikirkan!"Teriak indah,yang tidak terima dengan apa yang di katakan Troy,namun teriakan itu hanya di balas dengan senyum meremehkan oleh Troy,
"Benarkah?"Ucap Troy seraya melihat kearah indah yang masih dengan air mata menetes,
"Benarkah kau bukan wanita seperti itu Indah Sudirman?"Ucap lagi Troy seraya terus menatap indah dengan tatapan yang penuh jijik,
"Diam-diam kau menjebak ku, bekerja sama dengan mama ku untuk masuk kedalam kamar hotel itu, Menyakiti hati wanita lain hanya demi ambisi murahan kalian"Teriak Troy seraya menghempaskan gelas yang ada di meja tepat di sampingnya, membuat wajah empat wanita itu pias ketakutan,
"Kau sudah tahu jelas, aku tidak pernah merespon mu, tapi kau masih dengan tidak tahu malu ingin menjebakku, apa sudah tidak ada lagi lelaki di dunia ini, sehingga kau mengincar pria yang sudah beristri?"Ucap Troy tepat di depan wajah Indah,
"Karena mu, ada hati wanita yang terluka, karena mu kau membuat istriku merasa terkhianati, dan karena mu, sebuah kepercayaan dalam rumah tangga jadi hancur, dan karena mu, wanita yang selama ini tidak ingin ku lihat air matanya, kini harus hancur dan tak bisa berhenti menangis, apa kau sudah puas!"Ucap Troy,
"Istriku sudah sangat baik padamu, menganggap mu sebagai seorang adik, peduli dengan mu meski ia tidak tau siapa dirimu, tapi apa balasanmu padanya,"
"Aku... kau beristri? aku tidak...tidak tau kalau..kalau kau beristri, sumpah aku ti.. tidak tau, dan... istrimu... maksudmu apa, aku mengenal istrimu..."Ucap indah dengan terbata-bata dengan air matanya yang terus mengalir, karena semua tuduhan yang di lontarkan oleh Troy, sejenak ia melihat ke arah Mama Rasti,
"Tante.. jelas kan pada ku, maksud dari kak Troy apa, Tante... jelaskan...!"Teriak indah
"Indah, dengarkan penjelasan Tante dulu" ucap mama Rasti merasa bersalah pada indah, tapi bagaimana dengan perasaan Tania?
"Tania adalah istriku, kalian sama-sama wanita yang tidak punya perasaan iba pada wanita lain, terutama kau nyonya Rasti, jika sesuatu yang buruk terjadi pada istriku, ingatlah!, aku akan membuat perhitungan pada kalian" Ucap Troy seraya melangkah kan kakinya meninggalkan kediaman keluarga nya.
Flash Back
__ADS_1
Tepat pada waktu makan siang, Troy ingin memberi "suprise" namun nyatanya, ia mendapati istrinya yang tergesa-gesa, tanpa sepengetahuan Tania, Troy mengikuti arah kemana arah istrinya pergi, perasaan tidak nyaman pun Troy rasakan, saat dirinya juga melihat bibiknya dan juga Kei yang ada di sebuah meja dimana istrinya menuju, bukan hal yang baik yang akan Tania peroleh saat dia bertemu dengan anggota keluarga nya, dan benar saja, ia bisa mendengar semua pembicara mereka, tangannya mengepal menahan amarah, namun saat ia ingin datang ke meja istrinya, suara ponselnya menghentikan langkahnya, dan ternyata mamanya yang menghubungi nya, suatu kebetulan atau memang berhubungan, begitulah fikiran Troy, dengan sambil memperhatikan istrinya, Troy mengangkat ponselnya seraya berkata,
"Hallo ma"
"Troy... kamu ada dimana sekarang nak?"Tanya mama Rasti, penuh sandiwara kan... emang menjengkelkan punya mertua kayak gini,
"Troy...Troy ada di kantor ma, ini mau siap-siap makanan siang, Apa terjadi sesuatu?" Tanya Troy dengan mata terus mengamati istrinya, serta mencuri pendengaran, terhadap apa yang istrinya dan bibiknya bicarakan, benar saja dugaan nya, ini adalah rencana mereka,
"Troy, bisa kah nanti malam jam 7, kau temani seseorang di hotel, mama sudah ada janji dengannya, tapi sepertinya mama tidak bisa datang, "Ucap mama nya,
"Seseorang, dia wanita?"Ucap Troy ingin menebak arah rencana mereka, namun di salah artikan oleh mama nya,
"Iya sayang .. mama tahu, kau dan mama satu fikiran, dia indah temui dia di kamar 102 ya, jangan lupa Troy,"
"Dia ada masalah,Dia sendiri di Surabaya, keluarga kita adalah satu-satunya yang ia kenal, tidak ada salahnya jika kita membantu"Ucap mama Rasti, Troy menghela nafas panjang, agar emosi yang ia tahan bisa ia redam,
"ini akhir dari kisah orang tua dan anak ma, mama yang membuat Troy melakukan ini"
Troy menggenggam erat ponsel nya, matanya kini berlinang dengan air, sakit dan sedih yang ia pendam dari tadi, akhirnya menetes juga, saat ia mendapati istrinya pergi dengan mata yang berlinang.
Troy terus mengikuti istrinya, namun mobil yang di masuki istrinya tidak kunjung berlalu, terlihat sangat dari kaca mobilnya, tubuh istrinya yang terguncang karena tangis nya, dan itu sungguh membuat hati Troy ngilu, marah yang mendalam, Sejenak ia berfikir dengan berusaha tetap tenang, barulah ia punya jalan, untuk menghubungi Tristan, sahabat istrinya yang bisa di andalkan untuk saat ini,
*****
__ADS_1
Saat Troy sudah berada di hotel yang mama nya instruksi kan, Troy menarik lagi nafasnya, ia tahu, ada orang yang sedang mengawasinya, mungkin itu juga suruhan mama nya, Troy berusaha dengan baik, melakoni apa yang mama nya inginkan, sehingga ia sampai di depan kamar 102, Troy sedikit melirik ke arah orang yang sedari tadi mengikutinya, benar saja, ada kamera yang selalu mengawasinya, saat Troy masih mematung saat sudah mencet bel kamar itu, tiba-tiba bada sebuah tangan yang melingkar di lehernya, ciuman di pipi nya, itu sudah berhasil membuat Vidio yang luar biasa, Wanita yang kini tangannya melingkar di leher Troy, kini menariknya kedalam kamar, saat Wanita itu ingin mendaratkan bibirnya di bibir Troy, dengan sangat kasar, Troy mendorong tubuh wanita itu, sehingga terjungkal hingga ke kaki ranjang,
Satu kata yang keluar dari bibir Troy saat ia mendorong tubuh wanita itu,
"Murahan"
Itulah kata yang pertama kali di lontarkan untuk wanita yang ia pikir masih ke kanak-kanakan, namun penilaiannya sekarang sudah berubah, ia bukanlah wanita yang ke kanak-kanakan, tapi wanita murahan yang menjijikkan,
"Kak Troy..., apa yang kakak lakukan, kenapa mendorong ku?"Pekik Indah saat ia menyadari, kalau tatapan Troy kini sudah tidak bersahabat.
Troy mencengkeram kerah baju tipis indah, dan membangunkannya dari jatuhnya,
"Berapa yang mama ku berikan padamu untuk melakukan ini?"Ucap Troy dengan kasar,
"Kak, apa yang kakak katakan, aku.. aku tidak menerima apapun dari Tante kak, sungguh, aku tulus menyukai kakak"Ucap Indah dengan hati-hati, agar tidak salah bicara,
"Oh, benar kah...? Ini sungguh murni kemauan mu?,Ucap Troy seraya menyentuh pipi Indah dengan jari telunjuknya, Bukan kenyamanan yang indah rasakan, tapi ketakutan yang luar biasa, tatapan Troy yang tidak biasa, membuat gadis itu menciut,
"Kenapa kau mundur, bukankah ini yang kau mau,kau ingin ku sentuh seperti ini, disini, atau di sini"Ucap Troy seraya menyentuh beberapa bagian tubuh indah yang menurut Troy sangat sensitif bagi wanita,
"Lepaskan kak, apa yang kakak lakukan!"Bentak Indah seraya menjauhkan tangan Troy,
Tangan Troy berhenti menyentuh indah, namun sebakiknya, Troy mendorong tubuh indah hingga kini tubuh itu terkapar di ranjang, seraya berkata,
__ADS_1
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan Indah Sudirman!"Bentak Troy