
Tepatnya pukul 12 lebih 33 menit tengah malam, suara pintu terbuka di ruangan Ara, Arion yang masih terjaga, langsung menoleh kearah pintu,
Dengan senyum tanpa dosa nya, Daniel terlihat lebih fresh dari sebelumnya, dengan Wita di sampingnya, tidak mungkin Arion akan menggodanya saat ini, itu yang ada dalam fikiran Daniel,
"Bagaimana keadaan nya"Tanya Daniel Seraya mendaratkan bokongnya ke sofa yang juga di duduki Arion, dengan senyum tengilnya, Daniel melihat ke arah Arion, yang mana yang menatap nya hanya berdiam dengan lirikan matanya,
"Bandara menjadi semakin jauh, saat kau yang datang kesana ya"ucap Arion seraya melihat kearah jam tangannya,
itu membuat tawa Daniel kini nampak, memperlihatkan sederet giginya,
Sedangkan Wita sudah berada di tepi ranjang Ara, yang mana di situ juga ada box bayi, bayi yang sangat mungin dan gembul,
"Hai ganteng...."Sapa Wita pada sang bayi yang tertidur pulas, namun yang terbangun malah Ara,
"Hai Wit.. kau sudah datang?"Ucap Ara seraya mengucek matanya,
"Apa aku membangunkan mu?"Tanya Wita mendekati Ara,
"Ahh tidak!, "
"Selamat ya.... bayinya sangat lucu"Ucap Wita seraya menoleh kearah box bayi,
"Terimakasih Wita, kau sudah jauh-jauh kesini, maaf sudah merepotkan mu"Ucap Ara seraya menggenggam tangan Wita, diiringi dengan senyuman nya,
"Tentu aku datang, aku adalah Tante nya kan"Ucap Wita seraya tersenyum pada bayi yang masih tertidur pulas,Wita duduk di samping Ara,
"Kau lihatlah, kedua pria menyebalkan itu"Ucap Ara seraya memberi isyarat dengan matanya,
membuat Wita menoleh kearah yang di tuju pandangan Ara, Wita tersenyum mendengar kata pria menyebalkan itu,
"Bukankah, Pria-pria itu yang kita gilai selama ini?"Ucap Wita dengan di iringi dengan senyuman,
"Kau benar, sungguh menyebalkan!"Ucap Ara seraya tertawa cekikan,
"Eh.. kau kenapa tertawa begitu, kalian pasti membicarakan kami kan...?"Ucap daneil, yang menyadari tingkah kedua wanita yang begitu berarti baginya,
__ADS_1
"Siapa juga yang membicarakan kalian?, tidak ada gunanya juga kan...?"Ucap Wita,
"Aisss... kau lihatlah Arion, istriku dan istrimu sedang membicarakan kita, dan kau diam saja"Ucap Daniel, yang di tanggapi dengan tanpa expresi oleh Arion,
"Hei.. kau dengar aku kan?"
"Daniel.... jika kita di bicarakan, berarti kita tampan.. dan juga membuat kedua wanita itu sulit berpaling dari kita"Ucap Arion dengan masih tanpa expresi, membuat kedua wanita itu melongo tidak percaya,
"Wita... kau dengar... siah... mereka fikir hanya mereka pria di dunia ini, kau masih punya Alex ..kan ...?"
...Deh... aduh... Ara... kenapa bawa-bawa nama kak Alex, aduh marilah...aku, maafkan aku kak Alex .....
Begitulah wita bicara dalam hati, Wita melirik sebentar kearah suaminya, benar saja, tatapan Daniel sudah mengintimidasi nya,
"Emmm...Ra... bagaimana apakah rasanya sakit?"Ucap pelan Wita, mengalihkan pembicaraan, Wita tidak tau, apakah dia kan selamat dari incaran mata suaminya, atau tidak, tapi ia sadar, ia harus mengehentikan cara sindir menyindir itu, demi kebaikannya,
"Sakit... itu sudah pasti wit... tapi... di balik kesakitan itu, ada rasa bahagia yang tidak pernah kita rasakan, cepatlah dan nikmati kebahagiaan itu, "Ucap Ara dengan serius, membuat kedua pria yang sedari tadi diam-diam mengamati jadi kebingungan,
Arion dan Daniel saling pandang satu sama lain, seolah mereka berkata,
Mungkin itulah yang ada di fikiran kita,
Di saat mereka saling berdiam dan kaum wanita slaing bicara dengan suara yang nyaris seperti berbisik, suara tangisan Bayi mungil itupun membuat mereka kelimpungan, Daniel dan Arion sama-sama berdiri, dan mendekati batu, namun tidak tahu cara mengambil bayinya, melihat kebingungan kedua pria itu, wita pun berdiri seraya menahan Ara yang hendak ikut berdiri,
"Biar aku saja yang mengambilnya untukmu"Ucap wita, dan segera Wita menghampiri kedua pria hebat itu,
"Emmm apakah kalian hanya akan melihat bayi ini menangis?"Ucap Wita seraya mengambil bayi di dalam box itu,
"Wita... apakah kau bisa ..? kau belum pernah punya bayi, jadi jangan sembarang mengambilnya"Ucap Daniel yang merasa geli saat Wita dengan mahir nya mengambil bayi Javier dari box bayinya,
"Kita tunggu Tante dan om Arya kembali saja"Imbuh Daniel,
Namun bayi mungil itu sudah berada dalam dekapan Wita,
"Apakah harus menunggu punya anak untuk tahu cara menggendong bayi?"Ucap Wita seraya membawa bayi itu ke pangkuan Ara, Ara pun mengambilnya, dan mulai menyusui bayi nya, Arion dan Daniel yang melihat nya, sama-sama tersenyum seraya memegang tengkuk lehernya,
__ADS_1
Akhirnya kedua pria yang terkenal hebat di mata Wita itu kembali duduk di sofa tempat semula, Di saat Ara sedang menyusui, suara pintu terbuka membuat arah pandangan mereka tertuju pada pintu itu, ya, Om Arya dan Tante Arya sudah kembali, mereka berdua tiba-tiba berpapasan dengan teman lama, sehingga temannya itu mengundang mereka berdua untuk makan bersama.
"Bagaimana cucu mama, Apakah menyusahkan mu sayang"Ucap mama Arya pada Ara,
"Tidak sama sekali ma, ini baru saja terbangun"Ucap Ara dengan masih menyusui bayinya,
"Ma... kita kasih susu formula saja buat Javier, kasian Ara..jika selalu terbangun seperti ini nantinya"Ucap Arion, seraya mendekati Ara dan mamanya,
"Kau bicara apa ar, aku suka kok menyusui anakku, kenapa harus pakai sufor"Ucap Ara tidak terima dengan perkataan Arion,
"Lagian, meski pakai sufor, nantinya akan tetap aku selalu bangun kan...?"imbuh Ara,
"Apa yang Arion katakan tidak sepenuhnya salah sayang, sedikit-sedikit bantu sufor tidak apa-apa, Tapi Arion, asi adalah yang terbaik buat bayi,"Ucap sang mama pada kedua anaknya itu,
"Kak Andin dia tidak menyusui sama sekali"Ucap Arion,
"Karena Andin punya penyakit sayang, kesehatannya juga mempengaruhi ASI-nya, memberi Asi pada bayi itu adalah Anugrah tuhan, banyak loh di luaran sana yang tidak bisa mengeluarkan ASI, dan banyak juga yang sudah berusaha namun tetap, ASI-nya tidak keluar, sudah keberuntungan Ara, ASI-nya keluar bahkan lancar di hari pertama nya"Ucap mama Arya, seraya membelai kepala Ara,
Arion yang mendengar semua yang dikatakan mama nya menjadi diam, seraya mengambil putra pertamanya yang minum dengan lahap,
Sedangkan papanya tersenyum, menyadari, bahwa kini anaknya yang pendiam, menjadi sedikit cerewet,
"Baiklah... kalian istirahat nikah semua"Ucap Papa Arya pada kedua pria yang kini berada di sampingnya,
"Om juga istirahatlah"Ucap Daniel
"Sebaiknya kalian tidurlah di luar, biar Mak Wita bisa istirahat di sofa itu"Ucap mama Arya pada ke tiga pria tersayang nya,
"Tidak usah Tante ..tidak apa-apa kok"Ical Wita tidak enak,
"Kau sudah jauh-jauh kesini, istirahat lah nak, biar Tante yang jaga Ara dan Javier"Ucap mama Arya seraya menyentuh pipi Wita,
"Tapi te...?"
"Tidak ada tapi-tapian.., istirahat lah,"ucap mama Arya, saat ketiga pria itu sudah keluar dari ruangan Ara.
__ADS_1