APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 74 Kebenaran Tentang Pembunuhan Mega


__ADS_3

Cinta ibarat kata yang sangat menarik, Seperti magnet pada dua hati, jangan kau bawa cintamu ke awan yang hitam, karena itu akan membuat hujan tangis mu berjatuhan dengan derasnya, ?


"Disaat Tania sudah terlelap tidur, ada seseorang yang masuk kedalam ruangan nya dengan di bantu kursi roda,


Suster yang membawanya masuk kedalam ruangan itupun keluar meninggalkan dua insan yang sama-sama sakit.


"Apakah setelah kau sembuh dari sakit jiwamu kau menjadi wanita bodoh, melakukan hal yang bisa membahayakan diri sendiri bukankah itu sangat bodoh, apa kau fikir, setelah kau melakukan ini,aku menjadi simpati padamu, dan melupakan kejadian pembunuhan itu? jadi jangan kau permainkan nyawamu hanya demi mendapatkan simpati ku, kalau kau ingin aku merestui hubungan mu dengan anakku, masukkan dirimu ke balik jeruji, akui kejahatan mu, dan katakan pada polisi bahkan pada seluruh dunia,kalau kau adalah seorang pembunuh"ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah mama Rasti.


"Apa kau tahu, kau sudah sangat sukses memisahkan aku dengan anakku, hebat kau, wanita gila seperti mu aku sangat mempercayai keahlian mu, dulu kau pura-pura gila hanya untuk mengambil suami Ara, sekarang kau bahkan rela bermain nyawa demi mendapatkan restu ku, Tania.... sampai suamiku saja sangat membelamu, cepatlah sembuh agar aku tidak merasa bersalah padamu, aku ucapkan terimakasih banyak, karena sudah menolong ku, tapi mendapatkan restu ku itu hal yang mustahil." ucap Mama Rasti, namun ternyata Tania tidak tidur sejak tadi, ia mendengar semua yang di ucapkan mama mertuanya itu, sakit hati... tentu sangat sakit, dadanya terasa sesak, tapi seperti yang mama Rasti katakan, mau berbuat baik atau setulus apapun, ia tidak akan mendapatkan restunya.


.


"Nyonya Rasti tunggu"ucap Tania tiba-tiba menghentikan mama Rasti yang mendorong kursi rodanya sendiri.


Terlihat Tania yang berusaha bangun dari tidurnya, Tania mencoba membuka infus di tangannya,dan turun mendekati Mama Rasti dengan berjalan tertatih.


Sedangkan Faris sudah ada di perjalanan menuju kerumah sakit, ia baru tahu akan kecelakaan yang menimpa adiknya itu.


Dengan kecepatan tinggi Faris yang di antarkan oleh temannya itu melajukan mobilnya.


"Kau terlihat sangat panik? apa kau benar-benar menganggap nya adik? bukankah dia hanya pion bagi kalian?"tanya teman Faris,


"Apa yang kau katakan, Aku dan dia di besarkan bersama, meski ku tahu dia hanya pion, tapi aku dan dia sama-sama menyayangi"ucap Faris yang terus membawa mobilnya dengan cepat.


"Aku menyesal telah membuat nya menderita sampai sekarang"imbuh Faris, mengingat masa lalunya.

__ADS_1


*****


Meski dengan langkah tertatih, akhirnya Tania sampai di dekat Mertuanya.


"Selamat datang nyonya"ucap Tania,


"Kau sidah datang keruangan ku, pertama aku ucapkan terimakasih atas waktunya, aku sangat tahu,kalau kau sangat mencemaskan aku bukan?"ucap Tania berusaha kuat, meski kini ia sangat rapuh,


"Seperti yang Nyonya katakan tadi, aku sembuh dari sakit jiwa ku malah menjadi orang bodoh, tapi... mending menjadi orang bodoh seperti ini Nyonya, setidaknya aku bisa memiliki hati nurani,dan nyonya ingin aku mengakui kesalahan ku di masa lalu bukan, baiklah, akan ku lakukan,"ucap Tania yang kini sudah mengalir kan air matanya,


"Kau ingin aku semakin di benci oleh anakku?"ucap mana Rasti,


"Bukankah itu yang nyonya katakan, sebenarnya mau nyonya bagaimana? aku lelah...aku lelah nyonya"ucap Tania yang kini telah jatuh terduduk di lantai dengan deraian air matanya.


Di saat Tania menangis ada seseorang yang masuk, melihat pemandangan itu, jelas sekali kemarahan di wajah lelaki itu.


"Kau tidak apa-apa?"ucap Faris pada Tania,


"Kakak"ucap Tania, yang kini sudah memeluk Faris, tangisnya semakin tumpah, sedangkan mama Rasti terlihat sedang kebingungan.


"Jika ingin menyalahkan atas pembunuhan itu, salah kan saya, jangan kau menggunakan pembunuhan itu untuk menyakiti adikku terus"ucap Faris seraya menatap lekat wajah mama Rasti,


"Dia yang membunuh"ucap Mama Rasti dengan nafas yang menahan amarahnya.


"Dia tidak bersalah sama sekali saat itu, aku dalang dari semuanya"bentak Faris yang membuat Mama Rasti terkejut.

__ADS_1


"Adikku tidak bersalah apapun, dia tidak terlibat apapun, yang harus di salahkan adalah aku dan Mega, seharusnya kalian mencari tahu detail kejadian nya, bukan asal melihat dan menyalahkan"ucap Faris dengan penuh amarah.


"Kau pikir keponakan mu itu tidak ikut bersalah atas kematian nya, Mega yang salah dalam hal ini, bukan Tania!!" bentak Faris,


"Kau!" ucap mama Rasti yang melihat Faris mendekat kearahnya.


"Nyonya Rasti, saat itu dia kehilangan kesadaran nya untuk mengenal kata benar dan salah, aku yang menghasut nya untuk membunuh Mega, Aku yang menyuruhnya, aku yang menginginkan kematian Mega, kau dengar itu, aku yang menginginkan kematian Mega!!" teriak Faris membuat mama Rasti dan juga Tania terkejut.


"Apa yang kakak katakan, kenapa kakak berkata seperti itu hanya untuk melindungi ku?"ucap Tania


"Tidak sayang, inilah kebenaran nya, maafkan Kakak,maafkan kakak, karena selama ini,kau yang menanggung semua kesalahan kakak, tapi tidak untuk saat ini, kau pantas untuk bahagia"ucap Faris seraya menangkup kedua pipi Tania.


"Semua orang sudah meninggal kan kakak, hanya kamu yang benar-benar ada untuk kakak Tania, apa yang bisa kulakukan untuk membalas semua kebaikan mu, sayang... maafkan kakak"ucap Faris merangkul tubuh lemah Tania.


Tania menangis dalam dekapan Faris, laki-laki yang di kenal iblis oleh Dini tapi begitu disayang oleh Tania.


"Nyonya Rasti, mulai sekarang, berhentilah mengganggu adikku dengan dasar kebencian karena pembunuhan Mega,kalau tidak, aku pastikan akan membalas semua air mata yang sudah Tania keluarkan"ucap Faris serius menatap Mama Rasti.


"Kakak, sudah jangan berkata lagi, panggil kan suster untuk mengantarkan nyonya ke ruangannya"ucap Tania yang masih lemas berada di pelukan Faris.


"Faris pun memanggil temannya untuk masuk, dan menyuruhnya untuk mengantarkan Mama Rasti ke ruangannya.


Nasih terbayang semua perlakuan mama Rasti terhadap Tania, bahkan rencana untuk menikahkan Troy dengan wanita lain terlintas begitu saja, mama Rasti tidak percaya fan tidak mau percaya kalau Tania bukanlah pembunuh Mega yang sebenarnya.


Pada dasarnya, kebencian nya sudah mendarah daging, bukan karena Tania pembunuh Mega saja, tapi karena Tania berhasil membuat putranya bertekuk lutut di bawah cintanya.

__ADS_1


Tania pun Faris baringkan ke tempatnya, dan setelah itu memanggil Dokter untuk memasang lagi selang infus, darah yang sedari tadi mengalir dari tangan Tania, kini terasa perih.


Dokter terkejut mendapati pasien nya dalam keadaan lemah begini, ia juga takut akan amukan suaminya.


__ADS_2