
Masalah seseorang tidak akan pernah lepas selama mereka masih hidup, dan itu sudah ada takaran masing-masing,
Perjalanan hidup tak semulus jalan tol, Adakalanya akan berduri, dan berliku,
"Oh baiklah... jadi bagaimana apakah dia akan kemari?" tanya Arion yang ternyata di telfon oleh Daniel,
"Iya, dia akan datang pada ayahmu dan juga padamu, sepertinya banyak perubahan darinya"
"Baguslah... memang harus begitu kan..?"
*****
Istirahat lah... kau terlihat sangat lelah"
ucap Troy yang melihat istrinya sering menguap,
Sejenak Tania melihat kearah Troy, sebelum ia fokus kembali menatap pemandangan yang sedari tadi ia lihat
"Apakah masih lama?"
"Setelah kita menyebrangi lautan, itu tidak akan lama lagi, istirahat lah"ucap Troy seraya membelai kepala Tania, dengan wajah lelahnya, akhir Tania pun memejamkan matanya, perjalanan antara Pasuruan ke Denpasar Bali cukup memakan waktu, Troy yang sudah istirahat dirumah Arion sudah cukup untuk membawa mobilnya kembali,
*****
"Kau ke perusahaan tadi?" ucap Daniel yang kini sudah berada dirumahnya,
Daniel segera pulang saat Alex bilang kalau istrinya dan anaknya tadi berkunjung, namun segera kembali saat melihat Daniel dan nyonya besar tentunya,
"Ia... tapi Kei dengan keras kepala tidak mau menemui mu yang sedang berbincang dengan ..."
"Dia nenek ku, maksudku neneknya Arion, aku tahu... Kei pasti tidak mau bertemu dengan Nenek"
"Kenapa? apakah ada masalah?"
"Bukan... hanya saja saat itu Kei mendengar kalau aku bukanlah cucu kandung nya, dari situlah Kei takut"Ucap Daniel,
Namun Wita bukanlah gadis bodoh, pasti kejadiannya tidak sesimpel itu, Kei bukanlah anak kecil seperti biasanya, sudah jelas dari sikap dewasa nya selama ini, namun Wita tidak ingin mengungkit masa dimana itu akan melukai anak dan suaminya,
Daniel menarik Wita dalam dekapannya, seraya berkata,
"Aku bukanlah pria kaya seperti yang kau kenal selama ini, tapi aku berharap kau mencintaiku bukan karena statusku"
__ADS_1
"Jika aku mencintaimu karena status, itu tidak akan bertahan sampai saat ini,"Ucap Wita yang kini masih dalam pelukan suaminya,
Tak terasa air mata Daniel jatuh tidak terasa, ia menangis memeluk istrinya, ia sangat tahu, Wita adalah wanita yang mencintai seseorang bukan karena materi, dan Daniel bersyukur akan hal itu, Kini Wita melihat sisi lemah dadi sosok Daniek, yang selama ini terlihat angkuh dan arogan menurut nya
"Ibuku adalah anak tiri dari nenek stiowaty, Kakek diam-diam menikah dengan nenekku tanpa sepengetahuan dari nenek, tapi Nenekku meninggal saat usia ibuku sudah 17tahun, dan dari situlah, Kakek membawa mama kerumah nenek stiowaty, karena Nenek ku tidak lagi mempunyai keluarga, sejak saat itu, kebencian Nenek stiowaty nampak,begitu juga dengan anak-anaknya, kecuali Paman Arya,ayah Arion, dia yang begitu perhatian sama ibu dan termasuk padaku, namun saat ibuku menikah, ibuku memutuskan untuk keluar dari rumah itu, karena saat itu, Paman Arya sudah meninggalkan rumah itu, tidak ada lagi harapan ibuku dirumah itu, sehingga ibuku menghubungi paman Arya, dan memberi tahu keberadaan nya yang saat itu ada di kota ini Jakarta, Hidup ku tak seindah sekarang, Tapi melihat nenek saat ini...."
"Kau teringat dengan ibumu"ucap Wita seraya mendongakkan kepalanya,
"Andaikan ibu ku ada saat nenek sudah berubah...?"
"Tidak perlu kau bersedih, ibu sudah bahagia disana, jangan kau tangis kembali"
"Terimakasih, Terimakasih karena ada di saat aku butuh tempat untuk bercerita"Ucap Daniel dengan mata yang penuh kesedihan,
"Lalu dimana nenek sekarang?"
"Dia sekarang..."
Tiba-tiba,
"Sekarang nenek ada disini...maaf nenek datang terlambat untuk memberi ucapan selamat atas pernikahan kalian" ucap nenek tiba-tiba yang sudah ada di pintu kamar Daniel, dan lebih tidak percaya nya lagi, nenek datang bersama Kei dalam gandengan tangannya,
Melihat kedatangan neneknya, Wita langsung mendekat dan menyalami Nenek mertuanya itu,
"Semoga kau bahagia selalu"Ucap nenek
mereka pun keluar dari kamar Daniel dan duduk di ruang keluarga, Wita segera menyiapkan minuman dan makanan untuk neneknya,
"Nenek tahu...dulu nenek sudah keterlaluan pada mama mu... tapi... Tidak bisa di pungkiri saat itu perasaan nenek sangat terluka, laki-laki yang nenek kira bisa menjaga kesetia nya ternya membawa seorang anak dan usianya sudah belasan tahu, nenek hanya tidak terima akan pengkhianatan itu, nenek tahu itu bukan salah ibumu,"
Aku mengerti itu nek...,karena itu, mama memilih oergi, agar tidak terus menyakiti perasaan nenek" ucap Daniel,
"Tapi Daniel... kau tetaplah cucuku, maafkan nenek karena tidak bisa memberi kasih sayang pada kalian, termasuk pada Arion, Ratih,Vairus, dan juga pada istri Arya, nenek penuh dosa dengan kalian"Ucap sesal wanita tua yang.masib terlihat tegar itu,
"Daniel... apakah Arya akan memaafkan nenek?" Apakah istrinya Arya juga memaafkan nenek?"
"Tentu nek... Paman Arya sangat menyayangi nenek...tentu beliau akan memaafkan nenek"
"Aku merindukannya Daniel, sudah 30 tahun paman mu meninggalkan nenek, "Ucap sesal Nenek stiowaty,
*****
__ADS_1
Malam kini telah berhias dengan sangat indah, perjalanan Tania dan Troy bisa terbilang sangatlah lancar, karena mereka kini sudah berada di sebuah Villa, dimana itu adalah milik Sang papa,
"Kau masih terlihat lelah sayang..."Ucap Troy, setelah nikmati makan malam nya,
"Tidak... aku sudah lebih segar dari sebelumnya"Ucap Tania seraya membereskan barang yang ada di kopernya,
saat Tania masih fokus dengan pekerjaannya, Troy dengan sengaja memeluknya dari belakang, mencium bahu belakang Tania, membuat Tania merasa geli sendiri,
Namun wanjta yang terlihat gugup itu, berusaha agar terus bisa meneruskan pekerjaan nya, padahal hatinya sudah berkecamuk,
"Bisa kah kita istirahat dulu"Bisik Troy di telinga Tania, Membuat tangan Tania berhenti,
"Kau istirahat lah dulu, setelah ini aku menyusul"
"Jangan lama-lama, Guling bernyawa ku"Ucap Troy seraya melepas pelukannya, Tania tersenyum mendengar kata Guling bernyawa itu,
Namun saat Troy baru naik ke atas ranjah, ponsel nya berbunyi, terlihat nama papanya yang tertera, dengan segera Troy pun mengangkat ponselnya,
"Kenapa tidak langsung membawanya kemari?"tanya sang papa, yang sudah mengetahui kedatangan anaknya,
"Sudah malam pa, Troy tidak ingin dia kecapean, besok kami baru kesana"
"Kau alasan saja Troy...baiklah.. istitaht lah dulu, jaga diri di sana"Ucap sang papa,
Tidak lama kemudian, ponsel Troy mati,
"Lenapa papa sudah menelfon"tanya Tania, seraya mendekat ke arah Troy,
"Iya... dia bertanya, kenapa tidak membawa mu langsung ke rumah"
"Papamu tinggal bersama siapa disana?"
"Papa kita sayang mmm... papa tinggal hanya sama si mbok"
Tania tidak lagi mengajukan pertanyaan, karena ia melihat wajah lelah pada suaminya,
"Ayo.. istirahat lah... mau ku pijit?" tawar Tania,
"Jangan menggodaku sayang.. " ucap Troy yang menahan Tania untuk memijit kakinya,
"Menggoda mu... mana ada...aku hanya. memijit mu"Ucap Tania,---
__ADS_1