APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 67 Perkumpulan 3 Wanita


__ADS_3

"Troy,..."ucap Tania lirih.


"Sayang...di luar ada Vairus dan kuga Abbas,"ucap Troy dengan masih mencium leher istrinya berulang kali, dengan cepat Tania membalikkan tubuhnya seraya berkata.


"Kau bilang ada Vairus, tapi kau lakukan ini padaku di sini iss..."ucap kesal Tania seraya melepas kan celemek yang ia pakai.


"Kenapa? aku suamimu kan?"tanya Troy polos tanpa dosa,


"Dasar kau"umpat Tania seraya melangkah kan kaki nya, namun di tarik tangan dan benar saja bibir Troy kini mendarat di bibir sang istri seraya berkata:


"Aku menginginkan mu sayang"ucap lirih Troy di telinga Tania, membuat pipi Tania merah merona,


Tania melangkah kan kakinya dengan cepat dan Troy yang melihatnya tersenyum melihat raut wajah istrinya.


"Hai, maaf aku tidak tahu kalau kalian yang datang"Ucap Tania seraya memeluk Vairus yang sudah berdiri dari duduknya.


"Tidak apa-apa, kebetulan kami ada dirumah kak Arion, sekalian saja mampir kerumah mu"ucap Vairus.


"Baiklah, Kalian duduklah aku akan mengambilkan minuman untuk kalian"ucap Tania.


"Tidak perlu repot-repot, duduk lah, aku merindukan mu "Ucap Vairus.


"Isst,kenapa sesama wanita kau bilang rindu"ucap tiba-tiba Troy yang baru keluar dari kamarnya.


"Apa kata rindu hanya untuk lawan jenis"ucap Tania.


"Aku juga merindukan mu, duduk lah, hai Abbas, bagaimana kabarmu" ucap Tania pada Abbas,


"Saya baik nona"ucap Abbas sopan.


"Eh, Daniel kemana?"tanya Tania pada Troy


"Dia pasti merindukan istrinya" ucap asal Troy


"Baiklah, kau temani Vai dan Abbas,"ucap Tania seraya berlalu, ia mengambil beberapa minuman dan juga cemilan, serat sisa kue buatan Wita tadi.


"Sekarang kalian nikmatilah"ucap Tania seraya meletakkan nampan yang ia bawa tadi dari dapur nya.


*****


Daniel...ini di rumah Tania,"ucap Wita seraya menahan suara desahannya.


"Mereka akan mengerti sayang, aku sudah tidak tahan"ucap Daniel yang terus menyerang Wita yang baru keluar dari kamar mandi.


Wita tidak bisa lagi melawan hasrat suaminya yang selalu datang tiba-tiba.


Daniel membuat jejak kepemilikan nya di leher jenjang sang istri, peluh membasahi tubuh mereka yang sudah tidak memakai sehelai kain pun, posisi berdiri itu membuat Daniel leluasa menikmati tubuh istrinya dari atas hingga bawah, Wita hanya bisa menggeliat menikmati semua permainan sang suami.


pakaian Daniel sudah berserakan dimana-mana, sedangkan handuk yang Wita pakai juga sudah berada di jauh dari jarak Wita berdiri saat ini,

__ADS_1


Daniel melancarkan aksinya di tempat yang tidak seharusnya. Wita ia dudukkan di meja riaslah di situ kah Daniel melancarkan aksinya, sehingga Daniel ataupun Wita bisa melihat tubuh dan permainan mereka dari kaca besar.


Daniel tersenyum melihat kearah kaca itu, seraya berkata


"Aku mencintaimu sayang"ucap Daniel yang terus menghujamkan senjatanya kedalam gua milik Wita.


Wita yang menikmati permainan itu juga makin berga*rah saat melihat tubuh polos nya berpacu dengan tubuh polos sang suami.


Suara indah yang keluar seiringnya tempo yang Daniel mainkan membuat has*at suaminya makin menambah.


Permainan itu berlangsung hanya 30 menit tapi lelahnya bukan main, karena Daniel menghajar nya dalam posisi berdiri, kaki Wita lemas, dan Daniel menggendongnya membawanya kedalam kamar mandi


"Kau lelah pastinya, maafkan aku"ucap Daniel yang kini menyabuni tubuh istrinya.


"Bukan itu yang aku khawatir, kau membuat peta itu disini, bagaimana caraku untuk menutupinya"ucap Wita dengan bibir manyun.


"Mmmm, "


"Tidak bisa bantu kan?"ucap Wita.


Daniel tersenyum kearah istrinya itu seraya berkata


"Mereka juga melakukan ini, tidak perlu kau merasa malu"ucap Daniel yang mana membuat Wita menyiram kan air padanya


"Dasar tidak tahu malu" gerutu Wita.


*****


"Aku dengar kau mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari mertuamu, benarkah itu?"ucap Vairus saat dia dan Tania hanya berdua di balkon apartemen Tania.


"Kau dengar dari siapa?"ucap Tania seraya tersenyum pada arah Vairus.


"Aku tahu, kau bertahan karena kau sangat mencintai suamimu, dan suamimu juga sangat mencintai mu, tapi apakah kau akan bertahan jika mertuamu mengambil jalan seperti itu"ucap kesal


"Kesalahan ku tidak bisa mereka maafkan Vai, sebenarnya mereka orang yang baik, mereka belum bisa memaafkan ku saja"ucap Tania membohongi dirinya sendiri.


"Tapi, menjebak Troy dengan wanita lain itu, kenapa kau begitu baik Nia .."ucap Vairus.


"Aku hanya belajar dari iparmu, aku masih beruntung karena Troy bersama ku,tapi Ara, aku menjauhkan nya dari suaminya dulu, tapi dia sabar, sehingga aku kalah saat itu"ucap Tania dengan senyum membuat luka.


"Isstt... kalau aku jadi kamu udah ku sentil tuh jantungnya,biar tau rasa"ucap kesal Vairus.


Dan itu membuat Tania tertawa.


"Kalian sama, tadi Wita bilang ingin menyentil ginjalnya, dan sekarang kau jantungnya"ucap Tania dengan tawanya.


"Eh, kalian lagi gosipin aku ya"ucap Wita dari arah belakang mereka.


"Ah nggak kok, sini duduklah"ucap Tania menepuk kursi di sebelah nya.

__ADS_1


"Seperti nya kalian lagi bahas hal yang seru"imbuh lagi Wita,


"Apalagi liat muka Vai, kenapa ketus gitu"ucap lagi Wita.


"Itu lagi bahas mamer ku"ucap Tania,


"Bikin kesel mertuamu itu, eh mertua Daniel juga ya hahahahha"ucap Wita yang tertawa mengingat jika suaminya juga menantu keluarga Troy.


"Keluarga gesrek"umpat Vairus.


Mereka tertawa bersama,


Masa lalu yang penuh dengan kebencian satu sama lain, kini berubah menjadi persahabatan,


Mereka membicarakan Ara, wanita yang menjadi panutan bagi Tania dan Wita.


"Jadi kedua pria kalian sama-sama menyukai kak Ara"


"Iya, kesabaran Ara dan kasih sayang Ara, patut untuk di akui,"ucap Tania.


"Aku pernah menghinanya, saat Daniel dan Arion tahu, aku langsung di pecat, Tapi Ara dia memaafkan aku, malah menjadi kan aku sekertaris nya, hatinya terlalu baik"ucap Wita mengingat masa itu.


"Vai, kau tidak ingin menikah?"tanya Tania


"Mengapa beralih padaku? Pernikahan belum ada dalam kamusku"ucap Vairus seraya mengalihkan pandangannya ke arah yang samping.


*****


"Intan, tolong antarkan ini keruangan Dokter Tristan ya"perintah dokter wanita pada Intan.


"Baiklah dok"ucap Wita seraya mengambil berkas yang Dokter itu berikan.


"Tok tok tok"


"Masuk" ucap Tristan dari dalam,


Intan masuk dengan membawa berkas itu,


"Ini dari Dokter Yuni"ucap Intan seraya meletakkan berkas yang berisikan laporan kesehatan pasien Tristan,


Mendengar suara itu, Tristan menaruh bolpoin yang ia pegang, ia melihat wanita itu dengan senyum manisnya.


Tristan berdiri dari kursi nya dan mendekati Intan, ia mengambil berkas yang intan dan meletakkan nya, lalu memeluk wanita itu,


"Aku merindukan mu"ucap Tristan.


Intan yang mendengar nya hanya tersenyum, namun tidak memberi Tristan tindakan.


Tristan tahu, kalau saat ini Intan tersenyum, Tristan manambah ciuman di pucuk kepala intan yang mana membuat tangan intan membalas pelukan Tristan tanpa intan sadar.

__ADS_1


__ADS_2