APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 40 Pesan Singkat Dari sang MarMer


__ADS_3

Troy menatap lekat pada sosok yang tadi sudah dengan berani merangkul istrinya, seoalah ingin banyak bertanya padanya, apa yang terjadi sebenarnya, dan apa hubungannya dengannya?, bukan kah Tristan selama ini ada di Jakarta?, lalu bagaimana tiba-tiba ia ada di sini, dan ..siapa gadis yang Tania katakan?


Tristan bukannya tidak mengerti dengan tatapan Troy, hanya saja, menjelaskan sekarang pun akan percuma, karena Troy akan lebih fokus pada Tania,


"Sudah tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja, kau tenang lah"Ucap Troy lalu memberi Tania sebuah obat, dengan patuh Tania meminum.obat yang Troy berikan,


"Sayang... tenang lah.. aku disini,"Ucap Troy seraya mengelus kepala Tania, lama-kelamaan, Tania berangsur tenang, seiring nya, terlelap nya ia tidur dalam pangkuan Troy,


Melihat Tania yang sudah tenang, Troy membaringakn tubuh istrinya dengan lembut, dan menyelimuti nya, dengan segera Troy menarik tangan Tristan, menuntut jawaban atas pertanyaan yang dua saja belum melontarkan nya,


"Tania melihat kejadian dimana,seorang wanita yang di jual oleh ibunya, "Ucap Tristan,


Dan dari situlah Tristan menceritakan semuanya, dan kemunculan dirinya yang tiba-tiba,


"Wanita itu adalah...."Tristan ragu mengatakannya,


"Dia Wanita mu...?"Tebak Troy,


"Kami tidak pernah bertemu selama ini, kami Hanay berhubungan lewat dunia Maya, namun tadi jam 2 pagi, aku mendapat kan pesan darinya, kalau dirinya di jual oleh ibunya, dia menangis minta aku membantu nya, aku nyaman dengannya meski tidak pernah bertemu, jadi aku tekad kan untuk menolong nya, dia memberi semua informasi hotel dan kamar yang sudah ibunya pesan, Troy... maafkan aku... dengan tidak sengaja aku telah mencelakai Tania"Ucap sesal Tristan,


"Akhir-akhir ini, Tania terlihat telah menyembunyikan sesuatu dariku, sehingga membuat fikirannya tidak bisa fokus dan konsentrasi, sehingga rentan membuat mentalnya mudah terganggu, Tristan inilah yang aku takutkan, Aku takut, Tania akan kambuh, depresi dan OCD nya baru saja sembuh, mana mungkin aku akan membiarkan dia kambuh lagi"Ucap sedih Troy seraya menatap ruangan yang di tempati Tania,


"Kau jangan terlalu khawatir, Tania wanita yang hebat bukan....!, percayalah... dia akan baik-baik saja"Ucap Tristan memberi semangat pada Troy,


"Dimana wanita itu, fan juga apakah ibunya itu sudah kau laporkan,?"


"Ya... ibunya sudah dalam pengejaran polisi, dan laki-laki itu juga sudah di amankan, kalau begitu, aku boleh meninggalkan mu kan....?"Ucap Tristan hati-hati,


"Tentu... kau mau menemani istriku juga, dan ingat aku belum membuat perhitungan dengan mu perihal kau memeluk istriku tanpa seizin ku"Ucap Troy, yang membuat Tristan malah tersenyum,


"Baiklah, aku tunggu hari, dimana Troy melampiaskan cemburunya"Ucap Tristan, seraya melangkah kan kakinya, dengan tanganya melambai tanpa melihat ke arah yang di lambaikan tangannya,


*****


Tiba-tiba ruangan itu menjadi hening,Gadis itu tidak tahu harus berkata apa, begitu juga dengan Tristan,


"Terimakasih" Akhirnya kata itu yang keluar dari bibir gadis yang duduk di pinggir ranjang rumah sakit itu,


Tristan hanya diam, begitupun dengan gadis itu,

__ADS_1


"Kau baik-baik saja kan...? maksud ku, luka mu itu....?"


"Tidak apa-apa, ini sudah tidak sakit"Ucap gadis itu dengan memegang pipi yang di pukul pria itu,


"Duduklah"Ucap gadis itu,


dengan canggung Tristan duduk di kursi yang berada di depan gadis itu,


Tanpa aba-aba, tiba-tiba gadis itu memeluk Tristan, menangis dalam pelukan nya, Tristan yang baru saja mendarat kan duduknya, hanya bisa termangu,


"Terimakasih, karena sudah bersedia datang dan menolong ku, terimaksih karena sudah percaya padaku, dan terimaksih atas semua yang kau lakukan saat ini"Ucap gadis itu


Akhirnya Tristan tersadar dari keterkejutan nya, ia pun memegang kedua bahu gadis itu, membuatnya terlepas dari pelukan nya, Tristan mengusap air mata gadis itu yang masih mengalir di pipinya, seraya berkata,


"Semuanya sudah berlalu, "Ucap Tristan yang.mana tangannya masih menangkup kedua pipi gadis itu,


"Ini pertemuan kita yang pertama, setelah enam bulan perkenalan kita, Aku Tristan"Ucap Tristan tersenyum


"Aku Intan..."Jawab gadis itu seraya menatap balik mata Tristan, sehingga tatapan itu terkunci satu sama lain,


Perkenalan antara Tristan dan Intan yang terjadi di sosial media, dengan menggunakan nama samaran, mereka berjanji akan memberi tahu nama asli saat tuhan memberi waktu buat mereka bertemu, dan tidak menyangka harapan itu terjadi, pertemuan itu terjadi, namun dengan keadaan yang tidak di inginkan,


*****


"Dan ini resep yang harus anda beli"Imbuh dokter itu,


Arion menerima kertas yang sudah di tulisi bee beberapaa nama obat,


"Terimakasih Dokter"Ucap Arion,


seraya mengantarkan dokter sampai ke depan pintu,


"Ara... kau benar-benar bahagia kan...?"


"Tentu... kenapa, kau masih khawatir, saudara mu itu akan melakukan hal kayak dulu?"Tanya Ara,


"Emmmm... tidak... syukurlah kalau kau sudah bahagia, by the way, kapan hari perkiraan lahirnya si Ara kecil?"tanya Daniel,


"Kurang satu mingguan gitu"Jawab Ara

__ADS_1


"kau sudah melakukan olahraga hamil, maksud ku senam hamil?"


"Ia, biasa nya aku melakukan senam bersama Arion, "Ucap Ara,


"Karena aku kalian tidak melakukan itu"


"eh bukan... ini terlalu pagi, kadang aku melakukan itu sore hari Daniel, tidak tentu juga"jawab jujur Ara,


"Eh... tunggu istrimu nelfon"Ucap Ara seraya mengangkat ponselnya,


"Dia baik-baik saja nyonya Daniel"Goda Ara pada Wita,


"Benarkah...., terimakasih sudah menjaganya, "


"Dokter baru saja keluar, dia hanya kelelahan, kau jangan khawatir"ucap Ara,


"Nyonya Arion, kalau suami ku membuat masalah kau pukul saja, atau jewer telinga nya biar tahu rasa"Ucap Wita yang tahu, kalau Ara mengeraskan volume ponselnya,


"Kau ... jahat sekali istriku" Ucap Daniel yang kini sedang mengambil ponsel Ara,


Terdengar tawa Wita dari balik ponsel, dan itu membuat Daniel juga ikut tersenyum,


*****


"Apa rencana mama selanjutnya?" Tanya Arya pada sang mama,


"Mama sudah tua, mama tidak ingin lagi di pusing kan dengan urusan kantor, mama.iku yang muda saja"Ucap mama tuan Arya,


"Arion ... sebentar lagi, istrinya akan melahirkan, apa mama berencana akan kesana"


"Tentu... awalnya aku ingin membuat kejutan untuk mereka, tapi nyatanya, mereka sudah tahu kedatangan ku ini, anakmu... selalu saja mengawasi ku"Ucap mama Arya


"Hai cicit Oma, Cantik sekali... "Goda mama Arya pada anaknya Andin,


"Siapa dulu Oma nya...iya kan sayang..."Ucap Andin meniru kan suara anak kecil, yang membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa,


*****


"Bisakah kita bertemu di rumah besok....?"

__ADS_1


Itulah pesan singkat yang Tania terima untuk pertama kalinya dari sang mama mertua.


__ADS_2