
Dengan perasaan yang marah, lagi-lagi Troy mematikan ponselnya secara sepihak, Dan itu malah membuat Troy me non aktifkan ponselnya, untuk menghindari perdebatan dengan mamanya lagi,
Troy mengusap wajah nya dengan kasar, melihat ke jendela kamar, memandang langit yang sudah gelap dengan taburan bintang yang indah, Sesekali ia melihat ke arah istrinya yang sudah tertidur pulas,
"Dia sudah berubah, dia bukan Tania yang dulu, andai mama mau memberi nya kesempatan, dan mau mengenalnya lebih dekat, mama akan tahu, betapa baiknya dia sekarang, mama... andai mama tahu, dia sudah ingin menyerah kan diri ke polisi, atas apa yang ia lakukan, tapi Troy yang melarang nya, Troy yang mencegah dia untuk melakukan hal itu, pernah kah mama bertanya kenapa...? karena Troy sangat mencintai wanita itu sekarang ma... bisakah mama mengerti perasaan Troy, bukan kah dulu,mama yang paling mengerti Troy, tapi kenapa saat ini mama malah seakan tidak mau melihat perasaan Troy lagi,"
Begitulah ucapan Troy pada diri sendiri, bicara nosendiri,melupakan kekesalan nya,
Troy pun kembali ke ranjang nya, dan berbaring di sisi Tania, ia melihat wajah istrinya, wajah yang dulu sangat ia benci, wajah yang dulu ingin ia jauhi, hanya karena ingin melindungi Ara, dia rela dekat dengan nya, konyolnya, hatinya tidak bersahabat dengan dirinya, hatinya diam-diam menaruh rasa padanya, meski ia sering berusaha menghilangkan rasa itu, bukannya menghilang, namun rasa itu semakin hari semakin terasa,
Troy merasa malu dengan ucapan nya se diri di masa lalu, terngiang jelas ucapan Daniel,
Bagaimana kalau kau nanti jatuh cinta padanya, lucu kan.....
Itulah kata candaan yang dulu Daniel lontarkan,
Bibir Troy tersenyum kala mengingat masa itu,
"Maafkan aku di masa lalu..., "Ucap Troy seraya menyibakkan rambut Tania yang menghalangi wajah cantiknya,
"Bertahanlah ada di sisiku,,kita akan melewati nya bersama"ucap Troy lagi, dan kini ia mencium kening istrinya lalu kembali istirahat,
*****
"Daniel apa yang kau lakukan...?"Teriak Wita, menyadari suaminya sudah mengangkat tubuhnya yang tadi ingin mengusap wajahnya yang basah,
"Tentu melakukan tugasku sayang ...., sayang ...aku kangen....."Ucap lirih Daniel di daun telinga Wita, .
"Daniel.... ada nenek di kamar sebelah"ucap Wita berusaha menghindar dari Daniel,
"Memang nya kenapa?? kamar ini kebab suara sayang...."ucap Daniel yang tangannya kini telah menari-nari di bagian tubuh Wita,
Tidak bisa lagi menghindar dari ***** suaminya, kini Wita hanya lah pasrah, menikmati sentuhan demi sentuhan, hingga penyatuan itu terjadi, sampai dua kali Daniel menuntaskan hasratnya, Meski lama Daniel membujuk istrinya itu, namun sukses juga, alhasil Daniel memperbolehkan Wita lembu bekerja, yang mulanya, Wita harus bekerja setelah seminggu cuti, namun karya negosiasi untuk penyatuan tubuh, Akhirnya besok Wita sudah boleh kembali bekerja,
FLASH BACK
__ADS_1
"Baiklah... aku turutin, besok kamu boleh masuk kerja lagi, tapi... dengan syarat... puaskan aku malam ini sayang"
Itulah kata yang Daniel ucapkan, yang mana berhasil membuat Wita semangat melayani suami tercintanya,
*****
"Mungkin nanti kerumah mu juga, tapi sepertinya akan terlambat, beri waktu buat nenek dan om Arya untuk berdua sih menurut ku"
"Kau benar, tapi mama...?"
"Tante wanita yang luar biasa, Tante pasti akan memaafkan nenek, selain itu, nenek adalah satu-satunya penetua kita, dia kesini untuk minta maaf, itu sudah sangat baik"
"Baiklah..." menyadari suara Daniel yang masih parau, Arion pun berfikir kalau Daniel telat bangun paginya,
"Kau... sial... kau belum mandi Daniel..." ucap kesal Arion,
"Kau yang sialan Arion, Kau yang menelfon ku pagi-pagi buta begini,"Rutuk Daniel setelah perbincangan serius mereka selesai,
Akhirnya Arion dan Daniel sama-sama tertawa, menyadari kebodohan mereka
"Baiklah kalau begitu, lanjutkan untuk Ronde selanjutnya"ucap Arion menggoda Daniel,
"Mau apa kamu...?"
"Eh.. Arion... biar begini, aku lebih pengalaman dari kamu ya, Kamu tau gak, saat hamil besar, rasanya lebih nikmat loh...."ucap Daniel yang tiba-tiba, ponsel nya di matikan oleh seseorang yang tak lain lagi adalah Wita, Mata Wita terbelalak Mandang suaminya yang santai dengan pembicaraan yang tak enak di dengar para wanita, Dengan senyum khas Daniel, Daniel bangun dari tidurannya,
"Sayang... tadi tu arion loh yang nanya, ya aku jawab apa adanya saja" ucap Daniel berbohong,
"Cih... udah sana mandi... aku naik mobil sama kamu saja" Ucap Wita, mengabaikan penjelasan Daniel,
"Eh.. udah jam berapa ini, kok kamu sudah rapi begini"
"Ini sudah jam 7 Daniel..."Ucap Wita, dengan nada kesal, dan bibir manyun sedikit,
"Nenek juga sudah nungguin kamu"ucap Wita lagi, yang berhasil membuat Daniel kelimpungan ke kamar mandi, setau Daniel, neneknya itu terkenal dengan sebutan Nyonya yang tidak suka mengukir waktu, sialnya Daniel malah terlambat bangunnya,
__ADS_1
*****
"Kau sudah siap...?" Tanya Troy, saat melihat Tania sudah selesai mengikat rambutnya,
"Aku sudah siap,"ucap Tania dengan bibir tersenyum, wanita yang kini terlihat sangat dewasa, yang mampu mengobrak Abrik perasaan dan hati Troy,
Troy mendekati Tania dan langsung mencium bibir nya sekilas seraya berkata
"aku mencintaimu"
Membuat Tania bersemu di pagi hari, ia tersenyum tanpa bisa berkata, Troy setiap hari, semakin membuat dirinya sangat di cintai,
"Baiklah .. ayo"ucap Troy seraya mengambil tangan Tania dan menggenggam nya, Tanianhanya bisa menyandarkan tubuhnya, ke tubuh Troy, seraya melangkah kan kakinya, sesaat Tania mendongakkan kepalanya, dengan terus melangkah, menatap wajah pria yang begitu mencintainya,
"Papa sangat baik orangnya, kau jangan terlalu gugup"
"Baiklah... semoga apa yang aku takutkan tidak terjadi di sana"
"Sayang.... dengarkan aku"ucap Troy seraya berhenti dari langkahnya, memegang kedua bahu Tania, sehingga mereka saling berpandangan,
"Tidak lah harus ada hal yang kau takutkan, tetaplah berdiri di sisiku,
Jangan berdiri di belakang ku, dan jangan pula berdiri di depanku, tapi berdiri lah di sampingku, sebagai istriku, sebagai wanita yang selalu memberiku kekuatan,seberat apapun cobaan, kenyataan nya,kita akan terus di uji, dari situlah kita akan melihat cinta kita yang sebenarnya"
Mendengar kata-kata itu, Tania melihat lekat mata Troy,dan segera memeluk pria hangat di hadapannya,
Kebahagiaan terbesar adalah, saat kita merasa di cintai, atau bahkan lebih baik dari di cintai, meski kadang kita tidak berhak untuk di cintai,
Teringat jelas perkataan Troy saat pertama kali ia melamarnya
*Tidak peduli dari mana kamu berasal
Tidak peduli siapa dirimu sebelum nya
yang terpenting bagiku adakah,siapa kau hari ini,
__ADS_1
Biarkan orang kain meremehkan mu, tapi jangan biarkan dirimu meremehkan dirimu sendiri,
Buanglah masa lalu, karena masa depan sudah menunggu mu*, .