
Troy dan Tristan masih setia menunggu Tania di luar ruangan, sehingga bunyi pintu terbuka membuat kedua pria itu sama-sama menoleh,
"Bagaimana keadaan nya Dokter"ucap Troy dan Tristan bersamaan,
"Pasien sudah keluar dari masa kritisnya, ada sedikit luka yang harus kami jahit, "ucap Dokter itu seraya menatap kedua pria yang sama-sama terlihat begitu cemas.
"Dokter Tristan,apakah dia_?"
"Dia Istriku,"ucap Troy seraya menatap Tristan yang juga ikut menatapnya.
"Tuan, sepertinya istri anda_"
Sebelum dokter itu melanjutkan ucapannya, seorang suster keluar dari ruangan itu seraya berkata,
"Dari tadi pasien menyebutkan nama pak Troy"ucap suster itu yang langsung membuat Troy berlari masuk kedalam,
Sedang kan Tristan masih fokus pada ucapan Dokter,
"Dokter, ada apa dengan Tania?" ucap Tristan,
"Mari kita bicara di ruangan ku Dokter Tristan, sepertinya wanita itu juga sangat penting bagi anda"ucap Dokter yang menangani Tania dengan bibir yang tersenyum,
Karena penasaran dan di liputi cemas, Tristan mengikuti langkah Dokter hingga keruangan nya,
.
.
.
*****
"Sayang, ini aku, aku Troy sayang, bukalah matamu, kenapa... kenapa selalu begini? apa benar kata Tristan, kalau aku hanya akan membuatmu terluka, Tania, kau sangat tahu akan perasaan ku"ucap Troy seraya menggenggam tangan Tania.
"Aku tidak apa-apa, bagaimana keadaan mama?" tanya Tania yang sudah membuka matanya,
"Kau bilang tidak apa-apa, padahal dokter tadi bilang kalau kau di jahit"ucap Troy,
"kenapa kau masih menanyakan mama, katakan padaku, apakah benar ini perbuatan Mama?"ucap Troy,
"Kenapa kau berfikran seperti itu, aku tahu mama tidak suka kepadaku, tapi, bukan berarti dia akan membuat ku seperti ini, "ucap Tania seraya membalas genggaman tangan Troy.
"Bagaimana keadaan mama,?"tanya Tania lagi,
"Aku belum melihatnya"ucap Troy seraya mencium kening Tania yang masih terbalut perban,
__ADS_1
"Lihatlah mama, dia juga terluka"ucap Tania,
Di saat Tania dan Troy beradu pandangan, beberapa suster masuk untuk membawa Tania keruangan nya.
"Maaf pak, biar ibu Tania kami bawa keruangan nya terlebih dahulu"ucap salah satu suster itu.
"Baiklah sus,"ucap Troy yang melepaskan tangannya dari tangan Tania.
Tania tersenyum pada Troy,
*****
"Bagaimana keadaan mu"ucap mama Mega pada mama Rasti,
"Aku baik-baik saja, lalu bagaimana keadaan anak itu, aku sempat melihat nya terluka sebelum aku tidak sadarkan diri"ucap mama Rasti,
"Aku belum melihatnya, Troy masih menunggunya sadar"ucap mamanya Mega,
"Bagaimana kalian terlibat kecelakaan bersama?"tanya mama Mega,
"Ceritanya panjang, aku ingin melihat anak itu"ucap Mama Rasti seraya ingin bangun dari tidurannya, namun seketika ia merasakan sakit di kepalanya,
"Jangan di paksa, kau masih merasa pusing saat ini?"ucap mama nya Mega,
"Isst, anak itu berdarah, aku merasa bersalah fan berhutang padanya, apa orang gila semuanya begitu, menolong seseorang tanpa memikirkan keselamatan sendiri"umpat Mama Rasti,
"Tapi orang gila tersebut yang sudah menyelamatkan mama kan?"ucap Troy tiba-tiba dari pintu ruangan itu, kedua wanita itu sama-sama menoleh kearah suara Troy.
"Bagaimana dengan mama?"ucap Troy
"Kau mau menjenguk mama nak"ucap mama Rasti dengan mata yang berkaca-kaca, menahan rindu untuk anak kesayangannya.
"Jika bukan karena Tania yang meminta ku untuk datang pada mama, apakah mama Fikir Troy akan kemari?, dan juga setelah kejadian ini Apakah ego mama masih di utamakan?"ucap Troy
"Troy, jangan katakan apapun saat ini, mama mu masih syok nak"ucap mama Mega,
"Kalian sama-sama Egois, sekarang Tania ku terluka juga karena mama, " ucap Troy,
"Mama minta maaf padamu Troy, dan juga terimaksih untuk bantuannya"ucap Mama Rasti,
"Maaf, mama bukan nya menyakiti ku, tapi istriku, dan yang menolong mama bukanlah aku, tapi istriku juga"ucap Troy yang kini berdiri tepat di samping mama nya.
*****
"Bagaimana keadaan mu nak?"ucap Mama nya Tania yang baru datang.
__ADS_1
"Mama, Tania tidak apa-apa"ucap Tania tersenyum pada mamanya,
"Nak, jika kau tidak sanggup, jangan di paksakan lagi, mama tahu kau sangat menderita selama ini"ucap Mama nya Tania.
"Mama, aku bahagia, Troy sangat mencintaiku ma, Troy sangat menjagaku"ucap Tania,
"Tapi mamanya sudah keterlaluan memperlakukan mu nak"ucap mama Tania sedikit meninggikan suaranya.
"Mama sudah lama terpisah darimu, mama sudah lama tidak melihatmu menangis ataupun tertawa di hadapan mama, tapi sekali aku melihat wajahmu,mama tahu hatimu sangat terluka nak, dan kau masih pura-pura kuat di hadapan kami semua"ucap mama Tania dengan air mata yang sudah tidak tertahan.
"Tania... menangis lah nak, menangisi ah dalam pelukan mama, luapkan kesedihan mu biar bisa lepas dari hatimu"ucap sang mama,
Dan benar saja, airmata yang sedari tadi Tania tahan sudah tertumpah,h Tania menatap mamanya menangis dalam diam, hanya dada yang naik turun, mamanya memeluk nya memberi kekuatan pada anaknya,
"Aku tidak ingin menyerah ma, Troy memperjuangkan Tania ma, Tania ingin berjuang bersama nya, hanya Troy yang sabar akan Tania, tidak ada lagi ma, tidak ada lagi yang peduli dengan Tania selain dia"ucap Tania dengan isak tangisnya,
"Kau tidak sendiri Tania, masih ada kami yang peduli dengan mu"Ucap seseorang yang kini muncul dari balik pintu, Mama nya Tania melepaskan pelukannya, dan melihat kearah pintu itu, Terlihat Arion yang berjalan mendekati mereka, Tania tidak percaya kalau Arion datangi kali ini,
"Bagaimana keadaan mu?"ucap Arion seraya mengusap kepala Tania,
"Aku baik-baik saja"ucap Tania seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Arion yang berada di atasnya.
"Dimana Ara,?"tanya Tania seraya melihat kearah pintu.
"Kalau kata orang desanya, ia tidak boleh kemana-mana sebelum bayi kami berumur Empat puluh hari"ucap Arion seraya mengingat perkataan Mertuanya.
"Tante, apa kabar"ucap Arion pada mamanya Tania
"Baik nak, kabar orang tuamu bagaimana?"ucap Mama Tania,
"Mereka juga baik tante, "ucap Arion,
"Dimana Troy?"tanya Arion
"Dia sedang keruangan mama nya"jawab Tania,
Kini Arion duduk di samping ranjang Tania, memandang wajah Tania dengan seksama.
"Apakah kau bahagia?"tanya Arion tiba-tiba.
"Apakah dia menjaga mu dengan baik?"tanya lagi Arion
"Kau lebih tahu dariku tentangnya, jika tidak, kau tidak akan menyerahkan aku padanya"ucap Tania,
"aku bahagia, terimakasih karena sudah memberinya padaku, Arion, apapun yang kau dengar tentang hidupku, jangan salahkan dia, dia sudah melakukan yang terbaik untukku,"ucap Tania menahan air matanya.
__ADS_1
"Aku tahu, kau hidup lebih baik saat ini, aku bangga padamu, karena kau sudah berjuang dan mau bertahan, kau bukanlah Tania yang dulu, kau Tania yang terlahir kembali dengan kekuatan yang berbeda, "ucap Arion seraya mengelus kepala Tania layaknya seorang kakak.