
Saat mereka sudah sampai di ruangan VIP tempat ara, papa Arya dan istrinya juga sudah tiba, Mama Arya menangis terharu bahagia menggendong bayinya yang di serahkan oleh Tania,
"Cucuku"Ucap sang mama Arya seraya mencium pipi bayi itu dengan gemas,
Terlihat sudah kebahagiaan di wajah semua keluarga Arion, mereka semua menyetujui nama yang nenek Arion berikan,
*****
"Tante... Apakah kak Troy sudah pulang"Ucap indah seraya melihat ke arah sekitar, mencari sosok yang ia harapkan,
"Dia belum datang sayang, oh iya besok datanglah kau ke Hotel xxx, tante akan menyuruh Troy untuk datang menemui mu, dan Tante harap kau bisa bekerja sama dengan tante"Ucap mama Rasti pada Indah,
"Apakah akan berhasil te, dan juga apakah kak Troy akan benar-benar bertanggung jawab?"Ucap Indah ragu,
"Tante sangat mengenal Troy, meski Troy bukan anak kandungku, tapi sejak bayi, akulah yang merawatnya, jadi kau jangan khawatir, kau cukup membuat Troy tidur dengan mu, selebihnya, Tante yang akan mengurus nya,"Ucap mama Rasti seraya mengusap kepala Indah dengan penuh kasih,
Dengan senyuman di bibir nya, Mama Rasti sangat yakin dengan rencananya, mana ada pria yang akan menolak wanita cantik di dekatnya, termasuk Troy, begitu lah isi fikiran mama Rasti,
*****
"Abbas kau mau kemana?"tanya sang ibu,
"Nona memintaku untuk menemaninya ke Surabaya, ibu, baik-baik lah di sini, jangan membuat masalah oke"Ucap Abbas seraya memegang kedua pundak ibunya,
"Pergilah, kalau bisa kau buatlah wanita itu celaka di tengah jalan"Ucap Ibunya Abbas dengan tenang, namun membuat tangan Abbas mengepal menahan marah,
Tanpa Abbas sadari, tangannya malah mencekal leher sang ibu seraya berkata,
"Sekali lagi ibu berkata seperti itu, jangan salahkan Abbas jika, Abbas lupa siapa ibu sebenarnya"Ucap abbas seraya melepas tangannya, membuat ibunya tersedak karena tidak bisa bernafas,
"Kau keterlaluan Abbas, ingat, aku yang membesarkan mu, dasar anak durhaka"Teriak sang ibu, yang mana Abbas sudah mulai menjauh dari hadapannya,
Saat ibunya masih melampiaskan amarahnya pada barang yang ada di dekatnya, Tiba-tiba,
"Ckkkk....kasihan sekali kau tante, kenapa, ingin menyingkirkan aku hah...? Is....is ..is .. anak mu tidak mau ya....?, Aduh..kenapa tidak Tante saja yang turun tangan untuk membunuhku,aku sudah menyerahkan diri sendiri loh tante, "Ucap tiba- tiba Vairus seraya mendekati ibunya Abbas,
"Tapi tante harus berfikir 1000x lagi deh,untuk menghabisi ku, jika Abbas tahu, kalau dia bukan anaknya tante, apakah dia akan membiarkan Tante berdiri seperti sekarang, angkuh,sombong, dan juga tidak tahu diri"
__ADS_1
"Tante ingin menghabisi ku, demi harta bukan, secuil saja Tante menyentuhku, putri tante satu-satunya yang akan menanggung akibatnya mengerti"Ucap Vairus dengan lembut di dekat telinga ibunya nya Abbas, saat Vairus sudah melangkah kan kakinya, ia berhenti lalu melihat ke belakang lagi seraya berkata,
"Aku bukan lawan yang harus tante lawan, jadi... diam lah dengan patuh,demi tetap hidup mewah"
"Dan ingat Tante, aku tahu siapa Tante sebenarnya, tapi aku diam, karena aku ingin lihat, sampai mana Tante akan melangkah, apa Tante fikir, aku diam tidak tahu apa-apa?
ckkkk... aku anak yang di besarkan oleh Antony, sudah jelas, Trik mu untuk memperalat Abbas terlihat jelas, dan kau yang ingin membunuhku, aku tunggu hari itu"Ucap akhir Vairus, yang mampu membuat Ibunya Abbas bercucuran keringat,
Kini Vairus sudah melangkah kan kakinya, meninggalkan ibunya Abbas terdiam mematung, dengan keringat bercucuran di dahinya,
...Kenapa ia terlihat lebih menyeramkan dari pada hantu sih...
Begitulah ucapan Ibunya Abbas, Kini ibunya. Abbas sudah terlihat gugup, khawatir dan takut, ia segera masuk kedalam kamarnya, seraya mencari benda pipih, untuk menghubungi anak perempuan nya,
*****
"Sudah siap"Ucap Vairus saat mendapati Abbas berdiri tepat di samping mobilnya,
"Sudah...kau terlihat sangat bahagia, "Ucap Abbas, saat melihat senyum Vairus yang tidak memudar,
"Apa karena kelahiran bayi itu?"Ucap Abbas seraya membuka kan pintu mobil untuk Vairus,
"Ya..salah satunya, karena kabar itu, tapi ada hal lain yang makin membuat kebahagiaan ku bertambah,"Ucap Vairus,
Melihat Vairus sudah memasang sabuk pengaman nya, Abbas pun berjalan mengitari mobilnya, dan segera masuk kedalam mobilnya, segeralah, mobil itu melaju menuju ke bandara,
*****
Sedangkan Wita juga sudah ada dalam perjalanan, dengan terpaksa Daniel juga memerintahkan Alex agar ikut bersama Wita, Meski rasa cemburunya lebih besar, tapi rasa khawatir nya tidak bisa Daniel abaikan, namun sebelum itu, Daniel menyuruh Kei, agar selalu mengawasi gerak-gerik dari Alex,
"Nona semuanya sudah siap"Ucap Alex sopan
Terlihat Wita yang memperhatikan semua barang bawaan nya,
"Baiklah kak, Oya kita sudah ada di luar perusahaan, jangan panggil nona, kau adalah kakak bagiku"Ucap Wita, diiringi dengan senyuman nya,
"Paman Alex"Ucap Kei tiba-tiba
__ADS_1
"Iya tuan kecil" jawab Alex
"Jangan dekat-dekat dengan mama ku ya"Ucap Kei polos,
"Tentu tuan, saya tahu batasan saya tuan"Ucap Kei,
Sedangkan, Wita mendengar perkataan itu tidak
percaya, Kei melarang Alex untuk dekat-dekat dengannya..., Tentu Wita tahu, ini pasti ulah papa gila nya itu kan ya"Ucap Wita menyadari situasi rumit baginya,
"Kei... mama dan paman Alex tidak ada hubungan apapun, jadi Jangan sampai kau punya fikiran negatif tentang mama, ataupun paman Alex, kau paham"Ucap Wita,
Kei menatap lekat manik mata Alex, lalu menatap lekat pada sang mama, sejenak ia terdiam, seraya berkata,
"Kei percaya sama mama"Ucap kei polos,
"juga percaya sama paman"Lanjut ucap Kei,
Kini mereka sudah sama-sama dalam perjalanan menuju kota Surabaya,
*****
"Tania, Troy... terimakasih karena kalian sudah datang kemari"Ucap Arion,
"Sama-sama, selamat, kau sudah menjadi seorang ayah"Ucap Troy tulus,
"Terimakasih, dan kau... kapan kau akan membuat Troy Junior?"ucap Arion seraya melihat ke arah Tania dan Troy dengan bergantian,
"Aku tidak begitu menuntut masalah anak, karena,mereka bagiku, adakah titipan, jika di beri ya..tidak beri ya juga, "Ucap Troy seraya memeluk pundak istri nya,
"Tania... kau jauh lebih dewasa sekarang"Ucap Arion,
"Terimakasih, berkat ketelatenan nya"Ucap Tania Seraya menatap wajah Troy dengan senyuman,
"Aku turut bahagia untukmu"Ucap Arion,
Mereka mengobrol di luar ruangan, agar tidak menggangu Ara yang sudah terlelap dalam tidurnya, karena kelelahan, Begitupun dengan Neneknya Arion, dan juga Kakak nya Arion, mereka lebih memilih untuk pulang ke kediaman Arion, agar semuanya bisa selalu istirahat.
__ADS_1