
Di saat Tristan Tania dan Intan sedang bicara suara pintu terbuka membuat mereka mengalihkan pandangannya,
Tania ingin menemui mertuanya hanya saja Troy melarangnya.
"Tania cepatlah sembuh" ucap Arion
"Pasti setelah aku sembuh aku ingin menemui arah dan Javier"ucap Tania.
"Kalau begitu aku pulang dulu kasihan Ara sendirian di rumah" ucap Arion,
"Kau tidak menggunakan jasa babysitter" tanya Troy
"Ara tidak mau, dia bilang dia ingin mengurus Javier sendiri"ucap Arion
"Benar-benar wanita hebat" ucap Tania.
Waktu terus berjalan, Tristan dan Intan pun keluar dari ruangan itu, pasalnya Tristan enggan meninggalkan Tania ia begitu ingin menjaga Tania setelah mendapatkan berita tentang keadaan Tania dari dokter yang mengurusnya.
Mengingat semua perkataan dokter Tristan tersenyum dalam kekecewaan,
Meski ia tahu jika perasaannya bukanlah perasaan cinta namun kekhawatiran Tristan sangatlah besar terhadap Tania.
Tak tahu sampai kapan,
jalan yang kutempuh ini sampai Di ujung,
Lelah....
Aku merasa lelah dengan jalan yang ku lalui,
mungkin harus ku kemudikan dengan benar,
agar sampai tujuan sesuai keinginan.
Tapi... bisakah diriku?
Bisakah kemudi itu bersatu dengan pikiranku?
Tuhan....
__ADS_1
Terima kasih telah memberikan dirinya untukku,
untuk bersamaku menopang hidup dan beban yang kupikul ini.
Aku wanita pendosa,
yang hanya berharap secercah kebahagiaan,
izinkan aku untuk menyicipi kebahagiaan itu walau hanya sebentar.
Begitulah kata ucapan hati Tania,
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Tania?" Tanya Intan,
"Tania termasuk wanita hebat sih menurutku"ucap Tristan.
"Kau tahu sebelum aku menjadi dokter, aku dan Tania sama-sama bekerja di toko ibuku, dia yang memajukan toko ibu sebelum ia menikah,"
"Banyak cerita yang ia lewati karena masa lalunya, tapi sekarang dia benar-benar sudah berubah, dia begitu dewasa, sabar dan kuat, mungkin jika wanita lain yang ada di posisinya dia akan menyerah dari dulu"ucap Tristan Seraya melihat kearah Intan,
"Untungnya Troy sangat mencintainya, keluarganya begitu membencinya, namun Tania terus berusaha agar mertuanya itu menyukainya, dan perlu kau tahu Intan, ia bahkan melewati hari dimana mertuanya mengatakan kalau ia ingin menikahkan Troy dengan wanita lain, mertuanya tidak ingin memiliki anak bersama Tania, aku sebagai lelaki sangat terluka mendengar kata itu apalagi dia seorang wanita, tapi kau lihat sendiri dia masih baik dengan mertuanya"ucap Tristan Seraya terus melangkahkan kakinya,
"Tapi tidak semua orang memiliki hati yang lapang contohnya seperti mamanya terus ini" ucap Tristan
"Baiklah saatnya mulai bekerja lagi" ucap Tristan saat sudah sampai di depan ruangannya.
Saat Intan sudah melangkahkan kakinya, tiba-tiba Tristan menarik tangannya membawanya masuk ke dalam ruangannya
"Nanti malam kita keluar, Aku ingin melihat kau cantik malam ini"ucap Tristan Seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Intan.
Jelas pipi Intan kini telah merona, deru nafas mereka tak beraturan saat Tristan mengecup bibir Intan dengan penuh mesra,
Ciuman itu berakhir saat ada suara ketukan di pintu ruangan Tristan,
dengan segera Tristan membantu Intan untuk merapikan rambutnya yang sudah berantakan karena ulahnya.
dilihatnya Intan sudah selesai merapikan rambutnya,ia pun kembali duduk di kursinya, sedangkan Intan yang membuka pintunya.
"Dokter jam 3 ada rapat" ucap suster yang baru saja masuk ke ruangan Tristan
__ADS_1
"Baiklah suster Terima kasih" ucap Tristan.
Suster itu pun keluar dari ruangan Tristan, ternyata Intan sudah tidak ada di dalam ruangan itu, Tristan tersenyum sendiri mengingat bagaimana ia mencium Intan.
"Aku pasti gila" gumam Tristan Seraya memutar kursinya
\*\*\*\*\*
"kenapa baru menelponku ucap Vairus pada Ara dari balik ponselnya,
"Aku juga baru mengetahuinya Vai, tapi Arion sudah ke sana kok "ucap Ara
"Kenapa mamanya itu terus mengganggu Tania?apa sih kekurangan Tania di matanya, apa hanya karena masa lalu? jelas-jelas bukan Tania yang salah dalam hal ini, jika ingin menyalahkan, kenapa mereka tidak menyalahkan si Faris, si biang kerok brengsek itu" ucap Vairus dengan penuh kekesalan dan emosi.
"Mereka hanya menyalahkan apa yang mereka anggap salah tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya ucap" Ara
"Aku sudah menghubungi Tania, dia bilang dia baik-baik saja hanya luka kecil"ucap Ara lagi.
"Jika besok aku tidak ada rapat aku sudah pasti ke sana lagi" ucap Vairus masih menahan emosi.
"Kakak mu bilang sudah tidak apa-apa kamu fokus lah dengan perusahaan, ke terjadi sesuatu dia akan langsung menghubungimu"ucap Ara
"Kau tahu Kak,Dia bilang dia sangat mengagumi mu, Kau yang menjadi panutan baginya aku masih ingat dengan wajah Tania, dia kini begitu rapuh penuh penyesalan" ucap Vairus
"Dia sebenarnya memang wanita yang baik hanya saat mentalnya terganggu, dan farris menjadikannya boneka, kau tahu Vai, jika seandainya kakak mu tidak dijodohkan denganku, Mungkin saja kakakmu tertarik dan jatuh cinta pada Tania" imbuh Ara
"hobi mereka,cita-cita mereka dan kesukaan mereka semua nya sama, bahkan apa yang tidak di sukai Tania sama dengan apa yang tidak di sukai Arion, tapi aku sangat yakin dengan hatiku, bahwa kakakmu adalah milikku, jadi aku bertekad untuk melawan Tania, saat aku mengenal Tania lebih dekat barulah aku tahu, kalau sebenarnya Tania adalah wanita yang sangat baik dan rindu akan kasih sayang orang terdekat" ucap Ara mengingat semua kejadian di masa lalu.
"Kisah kalian begitu menginspirasi, Kak Aku harus bisa cinta ku nanti bisa semulus kisah cinta kakak"ucap Fairuz
"Kau jangan berita begitu, kisahku tidak semulus yang kau kira, sebenarnya semua hubungan pasti akan ada coba hanya saja tergantung kita yang melewatinya dengan cara apa, satu pesanku untukmu, hargai seseorang yang telah menjagamu dengan baik, karena suatu saat, jika ia telah pergi maka kau tak akan pernah mendapatkannya lagi" ucap Ara penuh dengan arti.
Perbincangan itu pun akhirnya selesai, Fairuz mengingat semua ucapan Ara, pikirannya langsung tertuju pada Abbas.
"Fairuz tenanglah, kau harus mengontrol hati dan pikiranmu, kini bukan saatnya untuk menjalin hubungan, fokuslah untuk menghidupkan perusahaan Daddy mu lagi" ucap Fairuz pada diri sendiri.
Belajarlah dari masa lalu karena sebaik-baiknya guru adalah kisah kita di masa lampau.
Dan sebaik-baiknya pelajaran adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1
halo teman-teman semua jangan lupa like komennya dan vote ya, favoritkan karyaku ini, semoga teman-teman semua sehat selalu Salam kenal dariku.