APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
PART 15 Hari yang tidak meng enakkan


__ADS_3

Jika kita mengingat akan salah dan dosa kita, Di situlah rasa bersalah dan menyesal menghantui kita, bertobat pun tidak akan mudah membuat orang percaya,


"Troy... kau lihat, betapa bencinya dia padaku...," Ucap sendu Tania menatap kaca mobil di depan


"Karena dia belum tahu Tania yang sekarang"ucap Troy seraya tersenyum melihat ke arah Tania,


"Jangan terlalu di fikirkan, toh.. kau dengannya tidak akan sering bertemu, Yeyen memang watak nya seperti itu, selalu bicara tanpa ia fikirkan, tapi dia baik, setia kawan dan juga sangat konyol" ucap Troy mengingat, pertemanan antara Ara dan Yeyen yang selalu membuat anak kampus gembira,


*****


"Selamat siang Bu Wita... Tuan kecil"Sapa salah satu karyawan yang berpapasan dengan Wita dan Kei...


"Siang juga Rin... jangan panggil aku gitu dong, biasa saja, panggil saja seperti biasa, Pak Daniel ada?"tanya Wita pada teman kerjanya,


"Sepertinya ada rapat, entah selesai apa belum Bu, Ada masalah dalam keuangan kantor" terang Arini,


"Loh kok bisa begitu... aku baru hari ini yang cuti, kenapa aku tidak tahu apa-apa?" Ucap Wita"


"Itu karena papa tidak mau, mama kefikiran, sekarang kan mama lagi program hamil, jadi untuk menghindari mama stress makanya papa merahasiakan semua masalah kantor"ucap Kei, seperti biasa, dengan gaya dewasa nya,


"Aiss... kau tau dari mana tentang masalah mama sayang .." ucap Wita,


"Tentu Kei tau lah ma... kan dokter Winda yang bilang begitu pada papa, dan Kei mendengar itu tanpa sengaja"ucap kei polos,


"Baiklah Rin... makasih ya..."ucap Wita pada Arini,


"Sama-sama Bu.."


Akhirnya mereka pun sampai di lantai, dimana di situlah letak ruangan Daniel,


"Kei... kenapa berhenti?" tanya Wita saat melihat anak sambungnya berhenti dari langkahnya,


"Ma... kita pulang saja ya ma...?"ucap Kei lemas,


"Kenapa memangnya sayang, kita ketemu papa dulu sebentar"ucap Wita,


Namun terlihat Kei yang mematung tidak mau melangkah,


"Ada apa Kei... kenapa kau terlihat cemas begitu?"

__ADS_1


Sejenak Wita melihat ke arah dimana Kei menatap, di situ ia melihat suaminya berdiri dengan sekarang wanita bisa di bilang sudah tua, namun masih terlihat fress dan sehat bugar,


"Kau mengenal nya sayang?"tanya Wita,dengan mata masih menatap suaminya yang menunduk dihadapan wanita tua itu,


"Dia..dia..nenek dari papa, dia.. jahat... dia,..."


"Sayang... sudah... ada mama disini"ucap Wita seraya duduk mem sejajari tubuh Kei,


"Kei tidak mau ketemu sama nenek itu?"tanya Wita,


"Tidak mau,"jawab kei merajuk, layaknya anak kecil pada umumnya,


"Baiklah.... kalau begitu kita pulang ya sayang, jangan sedih ya, bagaimana kalau mama belikan ice crem"Ucap Wita yang melihat wajah sedih anak nya, tidak di pungkiri, banyak pertanyaan yang bermunculan di fikiran Wita,


Siapa wanita itu, kenapa kei begitu enggan bertemu dengan nya, dan lagi, kenapa dengan suaminya, kenapa terlihat begitu kaku, dan juga ,WITA bisa melihat mata sedih suaminya itu, kesedihan yang belum pernah Wita lihat selama mengenal suaminya,


Teman masa kuliah, jatuh cinta selama 8 tahun, nyatanya, Wita tidak tahu apapun tentang suaminya dan keluarga ya, hanya saja, Wita tahu akan mama dari suaminya sebelum Mama nya meninggal,


Akhirnya,Wita membawa Kei pergi tanpa bertemu dengan Daniel,


"Kenapa kau tidak mengabari orang tua ini sama sekali... bagaimana bisa kau melupakan orang tua ini daniel" ucap orang tua itu,


"Apa kalian tidak bisa memaafkan sikap nenek dulu, nenek sudah tua, maafkan nenek nak, maafkan sikap nenek dulu,maafkan orang tua ini"ucap nenek itu,


ya dialah neneknya Arion dan neneknya Daniel, Wanita tua itu sanagt tidak menyukai mama Daniel, karena dia ahanyal anak tiri baginya, mama nya Daniel adalah anak dari istri kakeknya yang lain, sehingga wanita tua itu memb3ncinya, dan juga tidak menyukai kehadiran Daniel, hanya keluarga Arion yang mengakui Daniel selama ini, namun... kini sifat dan sikap wanita tua itu berubah, entah apa yang menjadi dasar akan perubahan nya


"Daniel... maafkan nenek nak... maafkan nenek"


"Nenek tidak slaah apapun pada daneil, Daniel yang salah dan tidak berbakti pada Nenek,"


"Kalian sudah sangat lama meninggalkan nenek, tidakkah kalian memikirkan nenek sekalipun"


"Nenek selalu ada di hati kami sampai kapan pun nek, sekarang,nenek istirahat lah..nenek baru tiba, " Ucap Daniel yang kini membawa wanita tua itu masuk kedalam ruangannya,


"Apakah nenek akan menemui paman?"


sejenak wanita tua itu terdiam mendengar pertanyaan Daniel


"Apakah dia akan memaafkan nenek ?"

__ADS_1


"Paman sangat menyayangi nenek, tentu dia akan memaafkan nenek"


"Salah nenek padanya dan juga pada istrinya sangat lah banyak, apakah masih ada kesempatan buat nenek?"


"Nenek... paman adalah anak kandung nenek, kesempatan itu selalu ada buat Nenek"


"Daniel... terimaksih karena kau masih mau menerima nenek tua ini"


*****


"Terimakasih"Ucap Vairus saat Abbas sudah menjauhkan wajahnya dari wajah Vairus,


kejadian Vairus yang kelilipan itu membuat detak jantung Abbas berdetak dengan sangat cepat, bahkan ia bisa mendengar detak jantung nya sendiri,


"Sama-sama nona," jawab Abbas dengan gugup,


detik berikutnya,Vairus kembali menjadi wanita yang angkuh, karena ada karyawan yang datang mengantarkan berkas yang sebelumnya ia minta,


"Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya nona" pamit Abbas saat melihat karyawan itu sudah ada di hadapan vairus


"Baiklah, sekalian kau periksa berkas-berkas ini lalu setelah itu kembalikan lagi padaku" ucap Vairus tersenyum kearah Abbas, dengan penuh senyuman juga,Abbas mengambil berkas yang Vairus berikan,


Saat Abbas sudah ada di dalam ruangannya, tiba-tiba dering ponsel nya berbunyi,


"Ya ..ada apa..." Ucap Abbas


"Uang yang kau kirimkan masih kurang"


"Itu semua sudah gajiku, kalian masih kurang...?"


"Abbas... aku ini ibumu yang melahirkan mu, masak uang segitu kau masih perhitungan, Ingat ya... kamu seperti sekarang itu juga karena ibu mu ini"ucap seoarang yamg menelfon Abbas yang ternyata adalah ibunya,


"Aku tahu... karena aku tahu kau adalah ibuku, makanya aku tidak pernah bertanya, untuk apa uang sebanyak itu, "


"Abbas... kenapa akhir-akhir ini kau perhitungan sekali dengan ibu, kau tinggal ambil uang perusahaan itu bereskan... lagian tuan Antony sudah ada di penjara, dan wanita itu bukanlah anak kandung Antony, jadi kau aman,"


"Ibu...cukup... "Ucap Abbas dengan suara yang tinggi,


"Cukup ibu... aku tahu ibu tidak akan pernah puas dengan pemberian Abbas, seperti saat ayah masih hidup, ibu juga seperti ini, Mengertilah Bu.. Abbas disini bekerja, dan mengambil uang perusahaan itu ada hukuman nya Bu..."Ucap Abbas yang semakin hari semakin di buat pusing oleh kelakuan ibu dan kakak perempuan nya, pasal nya baru seminggu yang lalu,Abbas mengirimkan uang pada mereka, kini mereka meminta lagi dan lagi, bahkan sampai mengancam akan menyakiti Vairus jika Abbas tidak menuruti permintaan mereka,

__ADS_1


Emang ya... di kasih hati malah minta jantung,


__ADS_2