APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 42 Marmer Durhaka


__ADS_3

Berulang kali Troy menghubungi ponsel istrinya, namun masih saja terdengar suara operator yang bicara, sehingga membuat Troy kembali cemas,


Saat Troy berdiri dari kursi kebesarannya, berencana untuk menemui istrinya, suara notifikasi pesan terdengar, sehingga membuat langkah kakinya Troy terhenti, dan segera melihat isi pesan nya yang masuk,


"Ada apa... aku baik-baik saja, tadi aku ada di kamar mandi sehingga tidak dengar kalau kau menghubungi ku"


Begitulah pesan Tania, namun perasaan Troy masih saja belum tenang,


Dengan segera Troy, menghubungi istrinya kembali, dan benar saja, kini Tania langsung mengangkat ponselnya,


"Kau cemas ya...?"Ucap Tania sebelum Troy memulai pembicaraan nya,


"Apa keadaan ku sebegitu parahnya, sehingga kau selalu mencemaskan aku?"Ucap Tania kembali,


"Sayang... bukan begitu...."Ucap Troy, namun suaranya sudah menjelaskan bahwa dirinya benar-benar sangat cemas,


"Aku baik-baik saja, dan akan baik-baik saja, kau jangan selalu mencemaskan aku, kalau kau terus mencemaskan aku, kapan aku bisa mandiri"Ucap Tania tanpa ia fikir kan kata-kata nya sudah membuat suaminya, mendadak diam, Tania juga menyadari akan perkataan nya, yang mana saat menyadari itu, Tania langsung meneteskan air mata nya, tangisnya pun pecah seketika, Troy yang mendengar nya pun, menjadi mengerti, kalau Tania berkata seperti itu, karena ada sebab,


Hiks ...hiks...hiks...


"Maafkan aku.. bukan maksud aku berkata seperti itu"Ucap Tania di sela tangisnya,


"Tidak apa-apa, aku mengerti, kau dimana sekarang"Ucap Troy, seraya menarik nafas nya dalam-dalam,


"Aku sudah ada dalam perjalanan, menuju ke hotel" Ucap Tania seraya mengusap air matanya,


"Baiklah... kau berhati-hati lah, jam makan siang, aku yang akan kesana"Ucap Troy, yang ingin memberikan waktu untuk istrinya,


Troy faham dengan ucapan yang Tania katakan tadi, benar juga, jika dirinya selalu mencemaskan Tania, Tania juga pasti tidak akan nyaman,


sambungan telfon itupun terputus, Tania berusaha mengatur nafasnya, dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


*****


"Mama masih waras kan...?"Ucap Reza yang sudah tidak tahan akan mamanya,

__ADS_1


"Maksud mu apa Rez?"Ucap mama Rasti seraya meminum teh yang ada di hadapannya,


"Kenapa mama terlalu menghinanya, biar bagaimanapun,dia istrinya Troy ma..., hargai perasaan nya "ucap Reza, seraya duduk di hadapan mamanya,


"Apakah kau fikir, wanita itu punya perasaan,? Tidak Rez, dia sama sekali tidak punya perasaan, untuk apa mama,menggunakan perasaan saat berhadapan dengannya,"Ucap mama Rasti, yang mana membuat Reza semakin geram,


"Sekarang aku baru tahu, kalau sebenarnya, yang gila disini itu adalah mama, bukanlah Tania"Ucap Reza kesal, seketika, pandangan mama Rasti berubah pada Reza, tatapan sinis pun Rasti berikan, sehingga mama Rasti menggebrak meja di hadapannya, seraya berkata,


"Apa...kau bilang apa tadi,...? kau bilang mama yang gila disini,"Ucap mama Rasti dengan emosi,


"Ya... mama yang gila, kalau tidak, mana mungkin ada seorang mama, yang ingin menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri"Ucap Reza berani,


"Hahahaha.... bagus...bagus..., kedua anakku, kini berpihak pada gadis gila, yang sudah membunuh saudarinya sendiri, bagus-bagus," ucap mama Rasti,


Reza menghela nafasnya, ia tidak tahu harus berkata apa lagi, dan harus berbuat bagaimana lagi, berkata dengan lembut pun masih belum dipahami oleh sang mama,


"Reza tidak berpihak pada siapapun ma, tapi... perkataan mama tadi sungguh sangat melukai perasaan Tania ma..., mama perempuan, sudah pasti tahu bagaimana perasaan seoarang wanita lain, dan mama, dengan terang-terangan menyuruh Tania untuk meyakinkan Troy, agar menikah dengan wanita lain, dan mama dengan kejam berkata, kalau mama tidak ingin cucu darinya, terbuat dari apa hati mama sebenarnya, benci boleh,tapi jangan melampaui batas ma, ingat.. penyesalan tidak akan datang di awal, jangan sampai mama kehilangan Troy, hanya karena keegoisan mama"Ucap Reza, dan langsung pergi meninggalkan mamanya,


Mamanya sekejap termangu dengan semua perkataan anak tiri nya itu, tapi tidak butuh waktu lama,ia sudah mengubah expresi wajah nya lagi, dan segera menghubungi seseorang,


Sedangkan Tania sudah sampai di hotel, benar saja, pak satpam sudah mengenalinya, begitupun dengan Revi, ia sudah berdiri menunggu istri dari boss nya itu,


"Nona..."Ucap Revi,seraya membungkukkan tubuhnya,


"Hai... bagaimana... semuanya sudah di rubah kan...?"Ucap Tania dengan penuh senyuman,


"Semuanya sudah sesuai dengan apa yang nona perintah kan..., dan juga, ruang melukis nona sudah siap"Ucap Revi seraya mengikuti langkah Tania,


"Baiklah, terima kasih Rev, kau sangat baik"Ucap Tania seraya tersenyum pada Revi yang berada di samping nya,


"Sudah tugas saya nona"Ucap Revi membalas senyuman Tania,


..." Benar-benar wanita yang cantik, dan murah senyum, sangat serasi dengan Tuan Troy,tuan Troy, juga murah senyum, semoga menjadi jodoh sampai kakek dan nenek ya nona"...


Begitulah perkataan Revi dalak hatinya, tersenyum mendapati bos yang baik,

__ADS_1


*****


"Andin, kau yakin ingin ikut nenekmu kerumah Arion,?"


"Yakin ma... lagian baby sitter juga ku bawa, jadi mama jangan cemas"Ucap Andin yang kekeh dengan niatnya,


"kau cemas karena Andin pergi bersama ku?"Ucap sang nenek yang kini ada di pintu kamar Andin, tentu nyonya Arya terkejut, .


"Tidak ma... bukan begitu, Andin masih belum terlalu sehat untuk melakukan perjalanan, apalagi sekarang dia sudah memiliki bayi,"Ucap istrinya tuan Arya pada mertuanya,


"Ada aku yang akan menjaganya, kau jangan cemas"ucap sang nenek,


"Baiklah kalau mama sudah berkata seperti itu, maaf merepotkan mama untuk menjaga Andin"Ucap istri tuan Arya,


"Tidak masalah, Baiklah, Andin... semuanya sudah siap kan..."Ucap sang nenek,


"Sudah Nek"


"Baiklah... Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang"Ucap sang nenek tersenyum, membuat istri tuan Arya menjadi tenang,


*****


"Terimakasih pak Rudi, anda sudah bekerja keras untuk pekerjaan ini, Ucap Wita saat menerima beberapa berkas dari tangan pak Rudi,


"sama-sama, sudah tugas saya Bu..."Ucap pak Rudi penuh dengan hormat,


"Pak Alex akan memberi bonus untuk pak Rudi, silahkan keruangan pak Alex ya pak.."Ucap Wita, pada pak Rudi dan sekalian menjadi akhir dari perbincangan antara Rudi dan Wita,


Dan kini Wita kembali fokus pada layar laptopnya, namun tetap saja, rasa khawatir pada suaminya itu ada, ini pasalnya adalah, Wita mendengar kalau Daniel sakit,


..."Cepatlah sehat, tidak kau merindukanku...?"...


Begitulah pesan yang Wita kirimkan pada Daniel, namun saat Daniel mengetik untuk membalas, pesan dari Wita masuk lagi,


..."Cepatlah pulang, aku merindukan mu, sangat merindukan mu" ucap Wita...

__ADS_1


Daniel tersenyum saat membaca isi pesan itu, rasanya ia ingin sekali terbang dari sini, dan menemui istrinya itu, namun kepalanya masih terasa sangat berat,


__ADS_2