
Kehidupan semua orang sudah kembali pada jalannya masing-masing, kehidupan Vairus dan Abbas juga demikian,
Vairus mendapat kerja sama dengan perusahaan besar, sehingga ia menjadi sangat sibuk begitupun dengan Abbas, namun Abbas tidak akan lupa untuk memberikan Vairus perhatian meskipun kecil tapi sangat berarti bagi Vairus,
Seperti hal nya saat ini, Vairus meninjau sendiri pembanguan resto yang sedang ia lakukan, dengan berdirinya Abbas di samping nya, yang terkadang Abbas memberinya minuman, sesekali Vairus mencium pipi Abbas sebagai tanda terimakasih nya atas perhatian kecil darinya, senyum mereka selalu terlontar namun tanpa saling menatap,
Cinta seseorang itu beda-beda, dan punya pertunjukan yang berbeda pula,
Sedangkan Arion sudah membebaskan Alana dari masa hukumannya, ia melihat perubahan di dirinya, ia kini memberikan perusahaan pada Alana dan juga Afina, kedua wanita itu kini terlihat bekerja sama untuk mengelola perusahaan, Alana yang sudah bisa move on dari pesona kakak sepupu nya, tepat nya sepupu tirinya itu, kini menjadi wanita pendiam dingin, dan cekatan dalam segala hal, mungkin pengalaman hidup yang ia alami menjadikan nya wanita seperti itu,
"Aku akan membuatmu bangga padaku, sehingga kau mau menoleh dan tidak lagi mengabaikan ku" ucap alana saat terakhir Arion memberinya kebebasan
"Aku akan menunggu hari itu, kau menjadi lah Wanita yang anggun yang bisa memikat hati setiap orang, berjuanglah untuk hidupmu, fan jangan menjadi penghalang buat kebahagiaan orang lain" itu kata terakhir sebagai nasehat dari Arion
Semua orang sudah hidup normal, kebahagiaan sudah ada setelah melewati beberapa penderitaan, benar kata pepatah,
Habis hujan akan terbit terang, habis gelap akan terbit terang.
*****
"Kau yakin ingin menyerah kan perusahaan untuk di kelola Alana?"tanya Ara
"Anak itu sudah berbeda sekarang, dia di juluki wanita dingin saat ini, tanpa senyum ataupun expresi apapun di wajahnya, mungkin karena kejamnya pengalaman yang ia hadapi di pabrik itu tempat yang kumuh, dan juga pergaulan yang tanpa adanya candaan, Ara, aku tidak mungkin harus bolak-balik ke luar negri, meninggalkan mu dan juga anak kita, "ucap Arion seraya membelai kepala Ara,
"Aku ingin selalu ada di sisi kalian, ingin menikmati pertumbuhan Javier ,"ucap Arion
"Kenapa kau selalu berkata hal yang membuatku menjadi melow"ucap Ara seraya menyandarkan tubuhnya ke dada suaminya itu,
Ara tidak ingin apapun lagi, karir ia sudah tidak begitu terobsesi, karena baginya, sekarang keluarga kecilnya adalah hal yang terpenting baginya, hidup santai bisa berkunjung ke rumah orang tuanya kapan saja, kini rumah orang tua Ara sudah di ubah menjadi rumah berlantai dua, dan juga ber AC,
*****
__ADS_1
"Kalian masih ingin menatap ku sampai kapan?"tanya Reza,
"Aku tahu ini pasti kelakuan kakak kan? tapi terimakasih juga, karena trik dari kakak, mama kesini dan meminta maaf pada Tania ku"ucap Troy seraya tersenyum pada Reza,
"Kau sudah tahu kan bagaimana hebatnya kakak mu ini"ucap Reza seraya memuji diri sendiri.
Di saat mereka masih berkumpul, suara pintu terbuka membuat semua mata melihat kearahnya, ternyata Dokter Tristan,Intan namun di belakang mereka ada sesosok gadis muda yang berjalan seraya memilin ujung bajunya.
"Hallo Tania... bagaimana keadaan mu?"tanya Tristan seraya berdiri di dekat Tania,
"Aku sudah jauh lebih baik, boleh kah aku pulang?"tanya Tania yang membuat mata Troy melihat kearahnya.
"Kau masih sakit, tidak ada kata pulang "ucap tegas Troy,
"Aku jenuh di sini"pekik Tania,
"Tania... tunggulah sampai besok, oh iya ada yang ingin menemui mu"ucap Tristan seraya melihat ke arah belakang, Mama Rasti, ibunya Mega, reza dan juga papa nya Troy terkejut melihat gadis itu, begitu pun dengan Troy, bagaimana tidak terkejut yang datang adalah Indah, semua orang tau, jika saat itu yang ingin di jodohkan dengan Troy adalah Indah,
"Aku sudah jauh lebih baik Indah, kemarilah, aku merindukan mu"ucap Tania seraya memeluk tubuh indah saat indah sudah ada di sampingnya,
"Indah kenalkan, ini papa mertuaku, mama mertuaku, bibi mertuaku dan ini..."
"Hai aku Reza, kakaknya Troy, "ucap Reza memotong perkataan Tania yang ingin memperkenalkan anggota keluarganya pada Indah,
"Hai semua, saya indah"ucap Indah gugup dan kikuk, Troy hanya diam, begitupun dengan mama Rasti,dan juga lainnya.
"Nyonya Rasti, sebaiknya anda kembali keruangan anda, anda harus istirahat agar tekanan darah anda bisa normal"ucap Tristan
"Eh, iya Dokter, kalau begitu, Tania... mama keruangan mama dulu"ucap Rasty melihat kearah Tania yang mana Indah juga melihat ke arah Mama Rasty.
"mama.. terimakasih m, terimakasih banyak ma"ucap Tania yang berhasil membuat langkah kaki mama Rasti terhenti.
__ADS_1
"Aku yang harus berterima kasih padamu karena sudah mau memaafkan aku, dan untuk yang lain juga aku minta maaf"ucap mama Rasty Author tahu pasti maaf itu mama Rasti tujukan pada Indah kan.... hayo ngaku...wekekkwkek.
"Baiklah, Kalian mengobrol lah, sayang,aku antar mama ke ruangan nya ya, papa.. Reza,kita keluar"ucap Troy seraya melangkah kan kakinya meninggalkan dua insan yang baru bertemu itu.
"Kenapa sangat lama pulang nya, pasti lagi ada acara ya...?"tanya Tania menggoda Indah.
"Tidak kak, kakak asal nebak saja "ucap Indah gugup karena memang ada acara Dirumahnya, tapi acara yang baginya tidak penting sama sekali.
"Kau dijodohkan?"tanya Tania seraya tersenyum menggoda Indah.
"kakak selalu benar kalau menebak tentang ku"ucap indah.
"Berarti benar tebakan ku?"ucap Tania terkekeh melihat Expresi wajah Indah.
"is.. aku tidak mau kak, itu pilihan bunda kak, tapi aku sudah menolaknya"ucap Indah
"kenapa tidak mau"ucap Tania masih terkekeh,
"Ah, kakak dia jelek banget kok,"ucap Indah pada Tania yang makin membuat Tania masih tergelak karena expresi dan ucapan indah,
"Udah jangan begitu, kau kenalan dulu dengan nya, kalau masih terasa tidak nyaman baru kau memutuskan untuk berbuat apa selanjutnya"ucap Tania bijak.
"Jangan bekerja terlalu lelah buk"Ucap Tania saat melihat seseorang wanita tua yang akan menyapu ruangan Tania,
"bu... biar Indah saja yang melakukan ini,"ucap indah menimpali perkataan Tania.
Ibu itu tersenyum pada Tania dan juga Indah seraya berkata .
"Terimakasih nak, ini sudah pekerjaan ibu sehari-hari" ucap wanita tua itu, seraya masih terus menyapu lantai yang menurut akal sehat tidak kotor sama sekali.
...menulis nya dengan mata terkantuk²...
__ADS_1