APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 34 Suasana Haru


__ADS_3

Sebelum berbuat sesuatu,maka sebaiknya kita carintahu, siapa yang akan menjadi lawan kita,


Begitulah kata yang ada dalam fikiran Vairus,


......Ingin menyingkirkan aku dan ingin membuat Dady ku membusuk di penjara,apakah kalian bisa melakukan hal itu padaku, kita lihat saja, saat Abbas tahu sipaa kalian, maka kalian akan kehilangan semua, itulah akibatnya kalau kalian terlalu serakah ......


Begitulah bathin Vairus berkata, seraya menahan emosi,Vairus sekali-kali tersenyum pada Abbas,


...Kau tetap sama, mau saja menjadi budak keluargamu atas dasar balas Budi,...


Umpat lagi Vairus, Sedangkan Daniel sudah berada dalam perjalanan,


"Pak... kita mampir ke kota Z,Arion menyuruh ku untuk mengambil berkas di sana"Ucap Daniel yang berada di samping pak Rudi,


"Baik pak..."


Begitulah Ucapan dari pak Rudi,yang kini kembali fokus menyetir mobil nya,


Sedangkan Daniel sibuk dengan ponselnya,


*****


Suara pencetan Bel luar rumah mengalihkan perhatian Andin, kakak nya Arion itu,sedang menyusui anaknya di ruang tamu,


Mendapatkan suara itu, Andin dengan segera bangun seraya membawa anaknya untuk membuka pintu rumahnya, Saat pintu itu terbuka, betapa terkejutnya Andin,saat melihat siapa yang berdiri di depannya,


Karena terkejut,Andin hampir terjatuh, beruntung ada Riki sang suami yang menangkapnya dari belakang,


"Kau baik-baik saja....?"Begitulah pertanyaan yang keluar dari mulut sang suami,


Tidak ada jawaban dari mulut Andin, namun ketegangan terlihat jelas di wajah sang istri, Riki melihat ke arah tatapan mata Andin, ia juga terkejut saat melihat siapa yang sekarang berdiri di depannya,


"Apa nenek boleh masuk?"Ucap seseorang yang berdiri di hadapan mereka, namun Angin fan Riki maaoh terdiam mematung,


sehingga orang yang berdiri itu tersenyum, dan langsung memeluk gadis mungil yang sedang menggendong bayi,


"Bagaimana kabar mu?"Ucap orang itu yang tak lain lagi adalah neneknya,

__ADS_1


Tania terasa air mata Andin jatuh tak terasa, bagaimana tidak...?!, Ini pelukan pertama dari sang nenek baginya, setelah kebenciannya sejak ia di lahirkan, Air mata itu semakin mengalir deras seiringnya suara sesenggukan dari mulut tipis wanita yang kini kesehatan nya sudah semakin membaik,


"Maafkan Nenek"Itulah kata yang terdengar di telinga Andin,


"Maafkan Nenek sayang"Ucapnya lagi seraya mengelus kepala Andin,


Hati Andin semakin terasa teremas, ia tak mampu mengeluarkan kata sepatah pun,


sehingga Riki membuyarkan kesedihan kedua wanita yang berbeda generasi itu,


"Nenek..masuklah .."Ucap Riki seraya memegang kedua bahu istrinya,memberinya kekuatan,dan ketenangan,


Akhirnya Andin pun masuk dengan langkah yang tidak percaya, Neneknya berkunjung ke rumahnya,bahkan memeluknya,


"Silahkan duduk nek"Ucap Riki dengan hormat,


"Papa belum pulang dari kantor, sedangkan mama,masih ada acara amal di panti asuhan"sambung Riki,menyadari neneknya seperti mencari seseorang,


"Baiklah... Duduklah Riki...."Ucap sang nenek,yang kini menggenggam tangan Andin yang masih membisu,


"Nenek...Untuk apa nenek kemari ..?"Ucapan pertama yang keluar dari mulut Andin, ternyata menanyakan untuk apa kedatangan sang Nenek, setelah ia berfikir dengan begitu lama untuk memilih kata yang tepat, namun yang keluar adalah kata itu, ..


"Tidak apa-apa, kau benar dalam menanyakan hal itu pada Nenek,"


Nenek terdiam lagi,


"Mana biar Nenek yang menggendong Cicit nenek"Ucap sang nenek, yang berhasil membuat Andin melihat ke wajah yang sudah ada beberapa kerutan, namun masih terlihat sangat cantik,


Tanpa menunggu jawaban dari Andin, sang nenek sudah mengambil anaknya dari pangkuan nya,


"Hai ganteng... ini nenek buyut, "Ucap sang nenek seoalah bicara dengan bayi mungil itu,


"Andin.. siapa nama anak ini"Ucap sang nenek seolah mereka akrab satu sama lain,


"Devan nek"


"Nama yang tampan..."Ucap nenek lirih,..

__ADS_1


*****


"Apa....!Baiklah... papa akan pulang kau jaga mereka "Ucap gelisah tuan Arya, yang mana langsung mengambil jasnya dan langsung melangkah pergi dari perusahaan nya,


di dalam perjalanan, Terlihat jelas,kegelisahan di wajah tampan tuan Arya, berulang kali ia menghubungi nomor istrinya, namun tidak ada jawaban,


"mama kemana... kenapa tidak angkat "gerutu tuan Arya di dalam mobil seraya menyetir,


"Tidak butuh waktu yang lama tuan Arya sudah sampai di halaman rumahnya, dengan segera ia turun dari mobilnya, dan segera berlari masuk kedalam rumahnya, ia melihat ruang tamu tidak ada satu orang pun di sana, Papa Arya sangat gelisah, ia mencari dari sumber suara yang ia dengar remang-remang, betapa terkejutnya saat ia melihat pemandangan di hadapannya, pemandangan yang baginya adalah hal yang mustahil ia lihat,


Ia melihat ibunya, ibu yang sudah puluhan tahun tidak ia lihat, ibunya yang selalu meras kepala dan sangat menentang hubungannya dengan istrinya, kini mereka terlihat bersama, makan bersama di satu meja,


"I..ibu..."Ucap Arya dengan suara yang penuh kesedihan, sejenak semua orang di ruangan itu terdiam, saat melihat siapa yang memiliki suara itu, dengan semangat,dan air mata yang meng embun, wanita yang sudah berumur itu segera bangkit dari duduknya, berjalan cepat menuju orang yang tadi memanggilnya ibu, begitupun dengan tuan Arya, ia juga berjalan mendekati wanita itu, Saat mereka berhadapan, mereka salin berpandangan, mata mereka terkunci satu sama lain, dengan segera, wanita tua itu bersimpuh di bawah anaknya, seraya berkata,


"Maafkan ibu...maafkan wanita tua ini, maafkan kesalahan dan keegoisan ibu selama ini,"Ucap sang ibu, dengan cepat,Arya mengangkat tubuh


yang sangat ia rindukan, seraya berkata


"Bangunlah Bu... jangan begini"ucap Arya, lalu mereka pun berpelukan, menumpahkan rasa rindu yang selama ini mereka pendam karena ego dan gengsi,


"Ibu sangat merindukan mu nak, kau tega sekali pada ibu, kenapa kau pergi sungguhan saat ibu bilang pergi"Ucap sang ibu,


"kenapa kau tidak memohon sama ibu seperti yang biasa kau lakukan,kenapa kau langsung pergi?"


"Karena Arya ingin melindungi anak dan juga istri Arya saat itu, Kalian tidak menginginkan mereka, tapi mereka bagi Arya adalah kehidupan Arya, maafkan Arya Bu... " Ucap Arya,


"Kau bahkan tidak hadir di pemakaman ayahmu, "


"Arya datang Bu... kami datang... hanya saja Arya dan istri Arya melihat dari kejauhan"Ucap Arya, yang kini mulai fokus melihat kearah istrinya, ingin memastikan, apakah istri nya baik-baik saja, begitulah arti dari tatapan tuan Arya, menyadari tatapan itu, wanita tua itu tersenyum, seraya berkata,


"Istrimu baik-baik saja, ibu tidak melakukan apapun padanya"Ucap wanita tua itu,yang mana berhasil membuat Arya kembali melihat nya,


"Ibu kemari bukan mau mencari masalah, hanya saja, ibu ingin minta maaf pada anak ibu, ingin minta maaf pada menantu dan juga cucu ibu, ibu benar-benar menyesal"ucap wanita tua itu,


*****


"Troy....kau ini ..."ucap Tania dengan suara dan nafas yang tidak bisa di atur,

__ADS_1


"Sayang...love you..."ucap Troy seraya menatap wajah yang kini tepat ada di bawah wajahnya


Babang Troy, apa yang kau lakukan siang-siang begini... ingat loh ya...Tania habis kecelakaan loh...hehhehe


__ADS_2