APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 39 Tania depresi


__ADS_3

Sesampainya Tania di depan Hotel, ia pun memarkirkan mobilnya layaknya pengunjung lainnya, sedangkan seorang wanita sudah berdiri di depan pintu masuk guna menunggu istri sang pemilik Hotel,


"Nona apakah kau sudah tahu wajah nyonya Troy..."Ucap sang satpam yang sedari tadi melihat nona Revi menunggu di dekatnya,


"Aku kurang tahu pak, karena saat pernikahan itu, saya tidak ada di sini, bapak pasti tau kan....?"tanya Revi


"Tuan Troy tidak mengekspos wajah istrinya nona,kenapa nona tidak menghubungi tuan Troy saja,sekalian minta foto istrinya"saran pak satpam, yang sangat di setujui oleh Revi,


"kenapa saya tidak berfikiran seperti itu ya pak, baiklah, Terima kasih ya pak"Ucao Revi seraya meraih ponsel yang ada di saku jas nya,


*****


"Aww... ampun Bu.. saya tidak bisa, maafkan saya Bu...maafkan saya"Ucap tangis seorang wanita


"Kau jangan membuat ku rugi, tadi malam kau sudah menyetujui pekerjaan ini, kenapa sekarang kau malah ingin mundur?"bentak seorang wanita yang di perkirakan umurnya sudah 40tahun,


"Ibu tidak bilang kalau pekerjaan yang ibu berikan kepada saya adalah pekerjaan hina seperti ini, ibu... maafkan saya, silahkan anda cari orang lain, saya benar-benar tidak bisa "Ucap gadis itu,


"Kau terlambat untuk mundur sekarang, Intan... ingat dalam kertas itu tertulis jika kau membatalkan maka kau harus membayar denda 10juta setidaknya itu kerugian yang harus kau bayar"


"Kenapa ibu tidak membunuhku saja" Ucap pasrah gadis itu,


"Kau ku besarkan dengan baik, sehingga kau tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang, jadi balas Budi lah kau, dan turuti perintahku, lagian kau tidak akan rugi, kau mendapatkan uang plus kenikmatan bukan....?"Ucap sinis ibu-ibu itu,


Ibu-ibu itu mengubah expresi nya saat seorang laki-laki muncul, kini Tania mengerti dengan apa yang ia lihat,


Tania menutup mulutnya tidak percaya,

__ADS_1


"Dia wanita nya nyonya" ucap laki-laki itu,


"Iya bagaimana kamu puaskan? dia masih segel loh"Ucap ibu-ibu itu,


Namun laki-laki itu tidak terpengaruh dengan ucapan ibu-ibu itu, melainkan ia fokus menatap gadis muda yang ia beli, malah menangis,


"Kau tidak ingin ada keterpaksaan, Kau tidak memaksanya bukan....?"Ucap laki-laki itu dengan nada kesal


"Tidak tuan... bukan begitu...ini pertama kali baginya jadi dia gugup, "Ucap ibu itu dengan raut wajah menahan kesal,


"Baiklah Tuan saya tinggalkan gadis ini bersama anda, jaga dia baik-baik, dan selamat bersenang-senang"Ucap ibu-ibu itu seraya meninggalkan ruangan itu, namun tidak memperdulikan sepasang mata yang sedari tadi melihat kejadian itu,


Saat orang itu melihat laki-laki itu menampar wajah gadis itu, karena menolak melayaninya, Orang itu berteriak


"Aaaaa tidak... jangan... jangan lakukan itu"Ucap orang itu seraya menatap pintu yang sudah di tutup oleh laki-laki itu, ya .. dia adalah Tania, Tania melihat semua kejadian itu, dan sempat mendengar suara jeritan gadis itu, seketika bayangan kejadian, dimana mama angkatnya di perkosa di depan matanya, dan dimana Faris memperkosa saudara nya terlintas, Tania menutupi kedua telinganya seraya terduduk bersandar di dinding, kepalanya menggeleng seraya berkata,


*****


"Apa yang kau katakan pada Tania saat itu...., kenapa kau meracuni pikirannya, kurang baik Bagaimana Tania padamu, saat ia diberi kesempatan untuk meminta hadiah, dia hanya meminta kebebasan mu, dan kau... apa yang kau lakukan...."Teriak Troy pada Faris, ya Troy berbohong pada Tania, sebenarnya ia tidak ada pertemuan dengan pak Imran, ia sengaja berbohong,karena ia ingin menemui Faris,


"Kau jangan munafik Troy... kau melakukan semua ini, karena kau tidak ingin Ara terluka bukan...? kau tidak pernah tulus pada Tania..., kau Hanay membohongi nya demi menjaga wanita mu itu"Ucap Faris,


Sebuah pukulan tepat di wajah Faris pun Troy berikan, seraya berkata


"Aku tidak tahu, kebaikan apa yang kau lakukan pada Tania, sehingga Tania sangat peduli dan sayang padamu, menganggap mu seorang saudara, tapi... kau tidak melihat apa yang Tania inginkan, Faris, aku peringatkan kau untuk terakhir kalinya, jangan mencuci otak Tania dengan kebusukan mu lagi, cukup sudah penderitaan Tania selama ini, dan kau... kau bahkan tidak pernah memikirkan nya sedikitpun, "


"Tahu apa kau tentang rasaku pada Tania,"Bentak Faris

__ADS_1


"Aku ... aku tulis menganggapnya seoarang adik, maka dari itu, aku ingin melindungi nya dari keluarga mu, kebencian keluarga mu itu tidak bisa di hindari, apa yang akan Tania dapat kan setelah bersama dengan keluarga yang ia anaknya terbunuh di tangan Tania" ucap Faris tak kalah melantang kan suaranya,


"Kau tidak tahu, kau tidak akan pernah mengerti Faris, tapi dengarkan aku baik-baik, Aku tulis mencintai Tania, bukan karena siapapun, aku tidak akan pernah punya wanita lain selain dirinya, dan kau berhentilah menghasut pikirannya"Ucap Troy


"dan juga, kau punya kesalahan besar terhadap Adiknya Tania yaitu Dini, setidaknya kau fokuslah bertanggung jawab baginya, dan Jagan lakukan hal yang membuat Tania akan membencimu"Ucap Troy seraya melangkah kakinya pergi dengan tangan mengangkat ponselnya,


"Hallo... "


"oke aku segera kesana, jaga dia"ucap triy seraya berlari dan tangannya menaruh ponsel nya di sakunya, terlihat sudah amarah dan kekhaw Troy di wajahnya,


*****


"Jangan lakukan itu...jangan...."Ucap Tania


"Dia sudah baik-baik saja, kau tenanglah,"ucap orang itu yang kini telah menarik kepala Tania dalam dekapan nya,


"Terimakasih karena sudah datang telat waktu"Ucap gadis yang tadi di lihat Tania di sebuah ruangan itu,


"Kau istirahat lah...dia temanku, dan aku sudah menghubungi suaminya, setelah ini aku akan menemui mu lagi, "ucap.otang itu yang tidak lain lagi adalah Tristan,


Gadis itu pun menurut, ia di bawa kembali ke ruangan nya untuk di rawat, sedangkan Tristan masih memeluk tubuh Tania yang terus saja meracau, ia sendiri tidak tahu siapa yang kini telah memeluknya, pandangan nya masih kosong, air matanya terus mengalir tanpa di rasa,


"Tenanglah... tidak terjadi apa-apa" jaya kata itu yang keluar dari mulut Tristan, saat Tania mengabaikan ucapan Tristan, suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Tristan, benar saja, Troy sudah tiba, dengan langkah cepat, Triy menghampiri Tania, Tristan melepas kan dekapannya dan membiarkan Troy memeluk sang istrinya,


"Sudah aman, sudah tidak terjadi apa-apa?Ucap Troy membelai kepala Tania,


"Dia akan melakukan hal itu juga Troy, dia akan menyiksa gadis itu, lalu gadis itu akan di bunuh lalu di buang... selamatkan gadis itu Troy," Ucap Tania yang tidak mengindahkan permintaan sang kekasih,

__ADS_1


__ADS_2