
Seiring waktu detik berlalu, kehidupan akan terus berlanjut dengan takdir tuhan, meski terkadang kita tidak ingin jalan yang sudah di tunjukkan, namun... kita harus melewati jua.
"Tristan, tidak kah kau pulang sebentar untuk mengunjungi ibu?"ucap ibunya Tristan dari balik ponsel nya.
"Untuk saat ini belum bisa bu, kita satu kota sekarang, ibu jangan khawatir aku pasti akan datang"ucap Tristan.
"Ckkkk, sejak Tania berhenti, kau juga jarang ke toko ibu"ucap ibu nya Tristan
"Kan sudah ada dewi dan yang lain bu..., isst ibu, kenapa ibu bicara seperti itu?"ucap Tristan,
"Ibu ini ibumu, ibu tau kalau kau tertarik pada wanita itu"ucap ibunya Tristan
"Ibu... kau salah, aku hanya menganggapnya sahabat, sudah jangan bahas itu lagi, Tristan sudah ada wanita lain"ucap Tristan yang membuat ibunya girang bukan main.
"Benarkah? kalau begitu cepatlah basa ke rumah, dan langsung kalian menikah saja, ibu sudah tidak sabar untuk menggendong cucu"ucap Ibunya Tristan,
"Ibu kenapa terlalu terburu-buru seperti itu, baiklah, Tristan harus bekerja lagi, jaga kesehatan ibu"ucap Tristan seraya mematikan ponselnya.
"istt dasar anak kurang ajar, salahnya ibu dimana coba"gerutu Ibunya Tristan.
*****
"Minggir, Dokter... dokter....."teriak Troy dengan menggendong tubuh Tania yang sudah berlumuran darah, airmatanya sudah membasahi wajah Troy, darah sudah memenuhi bajunya, dan di belakang nya ada juga pasien yang sudah di dorong dengan brankar rumah sakit.
"Troy"ucap Tristan yang langsung berlari kearah nya.
"Troy si_"
"Tristan, ku mohon selamatkan Tania, "ucap Troy dengan tangisnya, Tania kini di letakkan di atas brankar dan di bawa kedalam ruangan UGD, begitupun dengan orang yang di bawa bersama Tania, yang tidak lain adalah mertuanya sendiri.
Namun keadaan mertuanya tidak separah Tania.
"Apa yang terjadi? mengapa Tania_, Ah... Troy, kenapa tania selalu mengalami luka saat bersama mi, jika kau tidak bisa menjaganya, bisakah kau berikan dia padaku" ucap kesal
Tristan, yang ikut menunggu Tania di depan ruangan nya.
"Dan semua kejadian selalu ada mama mu"ucap kesal Tristan.
Ia sangat ingat,mulai dari awal pernikahan, Tania selalu mendapat kan perlakuan buruk dari keluarga Troy,
"Tristan jaga bicaramu, apa kau fikir aku juga menginginkan hal ini, aku sangat mencintai nya, bahkan melebihi diriku sendiri, kejadian ini sungguh di luar dugaan , mama ku tidak bersalah dalam hal ini, ini murni kecelakaan" ucap Troy
__ADS_1
"Kecelakaan, apa kau yakin itu? tidak kah itu semua rencana mama mu untuk mencelakai Tania?"ucap Tristan geram,
Tidak ingin terjadi keributan, Troy memilih diam, sehingga datanglah ibunya Mega,
"Troy, bagaimana keadaan mama mu?"
"Bibik lihat mama dulu, Troy masih menunggu Tania"ucap Troy seraya melihat keruangan yang masih belum ada tanda-tanda dokter keluar.
"Troy, tidakkah kau menyempatkan untuk melihat mama mu dulu nak?"ucap Lagi mamanya Mega.
"Bibik, jika bukan karena mama, Tania ku tidak akan ada di sini!"ucap Troy dengan marah.
"Apa mau kalian? tidak bisakah kalian berhenti menyakitinya, apakah kalian puas jika melihat Tania seperti saat ini"ucap Troy geram.
"Troy, ini bukanlah salah mama mu, ini kecelakaan Troy" ucap mama nya mega.
"Aku tahu, tapi kenapa harus Tania ku yang terluka parah seperti ini"ucap Troy
Tristan yang melihat ketidak berdayaan Troy merasa bersalah akan semua perkataan nya.
Tentu Tristan tahu sebesar apa cinta laki-laki ini terhadap sahabat nya itu.
Tania memang bersalah telah menghilangkan nyawa seorang wanita, tapi keadaan nya di luar kesadaran nya, hal ini yang harus di salah kan adalah Faris,
*****
"Jadi kau kere sekarang?"tanya seseorang yang
"Seperti yang kau lihat sekarang masih untung aku ada disini"ucap Faris.
"bukannya kau bilang kalau tarian sudah mengembalikan semua milikmu"Ucap orang itu yang tak lain adalah teman Faris
"Dia memang sudah mengembalikan semuanya Tapi,k semua gerak-gerik ku masih dalam kendalinya" ucap Faris
"sekarang Tania sudah masuk dalam keluarga Mega, Dia sangat dibenci dalam keluarga itu, hanya Troy yang menyayanginya, Aku sungguh merasa bersalah padanya, karena aku dia harus melewati semua ini"ucap sesal Faris.
"memang salah kau saat itu, kau terlalu ambisi untuk memilikinya hingga kau berpikir selain kau yang memilikinya, tidak ada seorangpun yang bisa memilikinya"ucap teman Faris yang tahu akan kejadian itu,
"Ya iya, memang aku yang salah,
aku fikir setelah kematian Mega semua yang kuinginkan akan terjadi, seperti Tania bisa mengontrol akan Arion tapi nyatanya semua terbalik dengan apa yang aku inginkan" ucap Faris.
__ADS_1
"Sekarang Apa rencanamu?" ucap teman Faris.
"Entah lah, tapi saat Tania memintaku untuk berubah, aku merasa memang harusnya aku berubah saat ini, kau tahu wanita yang selalu ku tiduri?"tanya Faris
"Ya dua wanita yang disekap oleh paman mu itu kan?" ucap temannya Faris
"Tapi sepertinya kau hanya tertarik pada satu wanita itu?"ucap temennya Faris
"Kau masih mengingatnya, kemarin aku datang menemuinya, kau tahu siapa dia? dia saudara kandungnya Tania" ucap Faris
yang mana membuat temannya itu terkejut bukan main,
"Gila beneran dia saudaranya Tania?"ucap temennya Faris
"Yah ceritanya panjang, ternyata kedua wanita itu adalah saudara kandungnya Tania dan juga wanita tua itu adalah mamanya"ucap baris dengan wajah yang menyimpan luka.
"Rencanamu apa setelah ini? apakah kau ingin menikahi wanita itu?" ucap temennya Faris
"Wanita itu tidak ingin bertemu denganku sama sekali, sepertinya dia sangat membenciku. wajarlah kalau dia benci sama aku, Aku sudah mengambil keperawanannya"ucap Haris dengan senyum yang luka.
"Kau memang pantas mendapatkan itu" ucap temennya Faris
"Dasar kau teman enggak ada akhlak" ucap Faris, yang mana membuat temannya itu tersenyum mengejek pada Faris.
*****
" Arion cepatlah kau harus ke sana menemui Tania" ucap ara
"iya sayang"ucap Arion Seraya mengambil kunci mobilnya.
"Kalau perlu bawah Tania ke sini"ucap Ara,
"Sepertinya kau sangat peduli dengannya, di sana masih ada Troy"ucap Arion seraya mencium pipi gemuk anaknya.
"Arion, aku tahu... udah sana pergi"ucap Ara seraya mendorong suaminya.
"Baru kali ini aku menemukan wanita sepertimu, mendorong suaminya untuk wanita lain"ucap Arion.
"Siapa yang mendorong mu, aku hanya peduli dengan sahabatku"ucap Ara.
"Baiklah, aku akan mengatakan itu pada Troy, kau baik-baik disini,"ucap Arion pada Ara.
__ADS_1