APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 43 Kontraksi


__ADS_3

Melihat Daniel yang tersenyum dengan ponselnya, Ara pun membatalkan niatnya untuk masuk lagi ke kamar Daniel, guna memberi air dan obat yang sudah di beli oleh Arion,


"Aww... sakit lagi... "Ucap Ara dengan merintih,


Namun kali ini berbeda, sakitnya sudah tidak seperti awal-awal lagi,


Ara tidak tahan sehingga ia terduduk di kursi yang berada di dekat kamar yang di tempati Daniel,


"Kenapa sakit banget....Aw...."pekik Ara, seraya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya, ia menahan sakit dengan terus menarik nafasnya, ia berusaha berjalan meski tertatih, guna ingin menemui suaminya, yang kini sudah berada di ruang melukisnya,


"Ar...Ar...."panggil Ara seraya memegang punggung belakang nya,


namun masih tidak ada jawaban dari Arion, membuat Ara semakin merasakan sakit, di iunggung belakang, dan perut bagian bawah, dan sakit itu sudah sering dari biasanya,


"Ar... kamu ada dimana? sakit Ara"Ucao Ara menahna sakit, tangannya memegang dinding, agar ia terus kuat berdiri,


Saat Ara hendak jatuh, sebuah tangan menangkapnya dengan segera, dan ternyata itu adalah tangan Arion,


"Maaf aku lambat datang nya, kau sakit lagi, kita kerumah sakit ya..."Ucap Arion menyandang tubuh istrinya,


"Aku sudah tidak tahan Ar .. sepertinya aku akan melahirkan sekarang"Ucap Ara seraya menarik nafasnya terus menerus,


"Daniel...Dan....:"Teriak Arion, dengan segera Daniel datang ke arah suara itu,


"Ar.. Ara kenapa?"Tanya Daniel,


"seperti nya akan melahirkan, kau tinggalah disini, aku akan membawanya kerumah sakit"Ucap Arion seraya mengangkat tubuh Ara,


"sayang yang kuat ya...."ucap Arion, seraya melangkah pergi, namun Daniel tetap mengikuti mereka,


"Aku akan ikut dengan kalian"Ucap Daniel, yang kini sudah membuka kan pintu mobil untuk mereka,


"kau yakin bisa membawa mobilnya, tanya Arion ragu dengan keadaan Daniel yang mengalami sakit kepala,


"Aku sudah tidak apa-apa, ayo cepat, kasian Ara,"Ucap Daniel yang kini sudah masuk kedalam mobil, dan membawa Ara kerumah sakit terdekat,


*****

__ADS_1


"Nona...ini laporan yang anda minta"ucap Revi seraya menyerahkan berkas ke pada Tania,


"Terimakasih Rev, "Ucap tania Seraya mengambil berkas yang Revi serahkan,


"Apakah penghasilan akhir-akhir ini menurun Rev...?"Tanya Tania setelah melihat isi laporan itu, meski tidak mengalami kerugian, tapi menurunnya pendapatan termasuk masalah yang tidak mudah,


"Benar nona," jawab Revi


"apakah tuan Troy mengetahui ini?"tanya Revi seraya menutup berkas itu kembali,


"Sudah nona, tuan Troy, akan memberikan arahan setelah urusannya di perusahaan selesai"Ucap Revi,


"Baiklah... tuan Troy akan kemari setelah ini, jadi kita akan mengadakan rapat dadakan setelah kedatangannya, Oya dan bilang juga, kalau aku ada di ruang melukis"ucap Tania tersenyum pada Revi,


"Baik nona, "Ucap Revi, dan segera keluar dari ruangan Tania,


namun saat Tania hendak berdiri dari kursinya, suara ketukan pintu yang terbuka membuat ia mengurungkan niatnya, dan langsung melihat keraha pintu, yang tidak lain adalah Tristan,


"Boleh aku masuk Nona?"Ucap Tristan dengan senyum menggodanya,


"Ckkkk... kau masuklah"Ucap Tania yang kini kembali duduk di meja kebesaran nya,


"Bagaimana keadaan mu?"tanya Tristan,


"Aku sudah jauh lebih baik dari yang kemaren, lalu bagaimana dengan wanita itu, dia tidak kenapa-kenapa bukan...?"


"Dia baik-baik saja, dan juga terima kasih karena kau sudah menolong nya"ucap Tristan,


"Tristan... kau benar-benar menyukainya...?"tanya Tania,


"Aku belum bisa memastikan itu Nia, aku dan dia hanya kenal lewat dunia Maya, jika bicara dalam ponsel, aku selalu nyaman dengannya, menurut mu bagaimana?"Tanya Tristan, karena benar yang ia katakan, saat belum bertemu, rasa ingin dan rindu selalu datang, tapi aku tidak tahu bagaimana selanjutnya, Nia....apa pendapat mu?"Tanya Tristan pada Tania,


"Sebaiknya kalian saling mengenal dulu, dunia Maya dan dunia nyata, nyatanya itu beda sekali, tapi Tristan, dari kisah dan keadaan yang ku lihat, Intan adalah wanita yang sangat baik, cocok buatmu, kamu butuh sosok wanita yang bisa menemani mu,dan dia juga tepat kok, dia cantik, baik, kurang apalagi?"


"Iya aku tahu, dalam segi fisik dia sudah cocok sih, tapi dengan latar belakang nya apakah ibuku akan menerima nya"Ucap Tristan,


"sebaiknya kau bicarakan baik-baik sama ibu, minta restunya, sebelum kalian bicara hal yang lebih jauh lagi,"Ucap Tania,

__ADS_1


"By the way... pak Dokter kesini hanya untuk menanyakan itu kah...?"Ucap Tania seraya menggoda Tristan,


"Ah tidak juga, aku kesini untuk memberi mu ini"Ucap Tristan seraya memberikan sebotol obat,


"Obat apa ini...?"tanya Tania seraya mengambil obat yang Tristan berikan,


"Obat itu bagus untuk kesehatan mu, minumlah dengan rutin oke"ucap Tristan,


"Tristan... ada hal yang ingin aku bicarakan padamu, kita ke ruang melukis ku yuk"Ucap Tania,


"Baiklah .. "


Merekah pun melangkah kan kakinya ke ruang melukukis Tania, Tristan melihat kearah sekeliling ruangan itu, benar saja, Amazing..... Troy benar-benar sangat indah dalam mencintai,


"Tania... kau begitu beruntung memiliki Troy di samping mu"Ucap Tristan, seraya mengambil foto yang mana ada foto, Tania dan Troy,


"Kau benar, aku sangat beruntung memiliki pria seperti dirinya, tapi... cintanya membuatku takut Tris, ibunya tidak pernah merestui hubungan kami, dan... apakah aku boleh bertanya, dan bisakah kau merahasiakan ini sementara waktu pada Troy?"Ucap Tania,


"Katakan saja"Ucap Tristan yang kini meletakkan foto yang sedari tadi ia pegang,


"Tristan, apakah wanita yang pernah mengalami sakit OCD dan gangguan mental, tidak baik untuk menjadi seorang ibu?, maksud ku, apakah itu akan membahayakan sang anak ?Ucap Tania hati-hati,


Sejenak Tristan terdiam, kini ia tahu arah pembicaraan temannya ini, sebelum Tristan menjawab pertanyaan itu, Tristan menarik nafas dalam-dalam, Tania juga berhak tahu masalah ini,


"kita harus melihat dulu, situasi dan keadaan calon sang ibu, jika parah, sebaiknya rencana kehamilan harus di tunda terlebih dahulu, dan segera menyembuhkan sakitnya,


tapi ...itu tidak sepenuhnya bisa dikatakan membahayakan sang janin, Tania, di saat wanita hamil, seberat dan berupa apapun cobaan nya, itu pasti akan bisa terlewati dengan mudah, kenapa...? apakah kau merasa gelisah, sebaiknya kau periksa kan dulu penyakitmu, tapi yang kulihat sekarang, keadaan mu sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya,"Jawab Tristan dengan lembut, agar semangat dan mental Tania tidak terganggu,


Tania mendengar kan dengan seksama, sebelum akhirnya, mereka di kagetkan dengan suara pintu yang terbuka, dan di lihatnya yang datang adalah Troy,


Tania tersenyum dan segera menghampiri suami tercintanya itu, memeluknya dengan erat dan kerinduan,


"Kau disini?"Ucap Troy seraya melihat kearah Tristan,


"Tentu"


"Ckkkk... kau tidak ada habis-habisnya merayu istriku"Ucap Troy yang masih enggan melepaskan Tania dari pelukan nya,

__ADS_1


"cih... siapa juga yang merayu istrimu, kalian ingin berpelukan sampai kapan....?"Ucap Tristan seraya memalingkan tubuhnya agar membelakangi Tania dan Troy, sungguh sangat menggangu pikiran Tristan yang masih jomblo.


__ADS_2