
Tania melihat kepergian kakak nya, Ia sedikit tersenyum kecut pada dirinya sendiri,
Dia adalah orang yang telah menghancurkan keluarga nya, kesucian adiknya juga sudah ia renggut, tapi nyatanya, kasih sayang yang Faris berikan selama ini mampu membuat Tania tetap menyayanginya.
"Aku tahu kak, Kau akan berubah sama seperti diriku yang ingin menjadi orang yang baik, meski terkadang menjadi orang yang baik sangat lah menyakitkan"Ucap Tania pada diri sendiri,
Tania pun masuk kedalam rumahnya, masih terdengar jelas perdebatan antara Dea dan Dini.
Tania dengan segera menaiki tangga menuju ke kamar Dini,
"Sudah hentikan!"Ucap Tania dengan suara yang sedikit di keraskan.
"Sudah cukup kalian bertengkarnya?"Ucap Tania
"Kalau kakak kesini untuk membela pria itu, oh ..salah maksudku kalau kakak ingin membela kakak nya kakak itu, Dini mohon hentikan .., aku sudah tidak ingin dengar kalian yang terus memojokkan aku, kalian mudah berkata, tapi aku.., aku yang ngerasain sakitnya"Ucap Dini
"Sekarang kalian keluarlah dari kamarku" Ucap dini lagi seraya membelakangi kedua wanita yang ada di hadapannya.
Tania mendekati dini dan memeluknya, seraya berkata
"Aku tidak akan menghakimi mu, aku akan mendukung setiap apa yang kau putuskan, maafkan aku, karena aku tidak tau siapa dirimu saat kau mengalami penderitaan itu, maafkan aku,karena aku kau dan Dea serta mama merasakan penderitaan yang sangat, maafkan aku Dini"Ucap Tania dengan begitu sedih,
Pecahlah tangisan Dini dalam pelukan Tania.
Dea yang melihat nya juga ikutan menangis, Karena tak kuasa Dea pun keluar dari kamar Dini,
"Tenang kan lah hatimu, tidak apa-apa jika kau belum bisa memaafkan kak Faris, kau berhak untuk itu, maafkan Dea ya,"Ucap Tania seraya mengelus kepala Dini,
"Kak, apakah masih ada pria yang mau dengan Dini setelah mereka tau akan masa lalu dini"Ucap Dini sedih,
"Kamu sabar ya sayang, jodoh sudah ada yang ngatur,Kau anak yang baik, semoga kau dapat jodoh yang baik pula"Ucap Tania
Niat hati Tania datang untuk menenangkan diri, namun kenyataan berkata lain,
__ADS_1
*****
"Terimakasih kepala dokter, saya akan berusaha kerja dengan baik"Ucap intan
"Baiklah, jam 8 kau antarkan minuman sesuai jadwal yang tertulis di setiap daftar dokter, di sana sudah tertulis jelas, minuman yang biasa di minum para dokter setiap paginya, ada yang kopi hitam, ada yang susu, dan sejenis lainnya, di sana sudah tertulis ruangan dan lainnya, kalau kau tidak mengerti kau tanyakan pada staff senior disana"Ucap jelas kepala dokter
"Baik kepala dokter, saya mengerti"Ucap Intan,
Dengan bibir yang tersenyum intan keluar dari ruangan itu, sudah ada yang akan mengarahkan setiap pekerjaan nya, Benar saja, intan dengan Rajin melakukan setiap pekerjaan, mulai dari pertama bersih-bersih, menyapu,mengepel,semua di lakukan oleh Intan, hingga dia lupa untuk pergi keruangan Tristan, yang mana Tristan sudah menunggunya.
Karena tidak sabar,Tristan menelfon kepala dokter untuk menanyakan keberadaan Intan.
"Intan sudah keluar satu jam yang lalu dokter Tristan"Ucap Kepala dokter itu, yang mana membuat Tristan kebingungan.
Namun saat Tristan ingin keluar dari ruangan nya suara ketukan pintu membuatnya terduduk kembali,
"Masuk"Ucap Tristan
Terlihat seorang wanita yang berpakaian OB masuk dengan nampan di tangannya,
Tanpa di duga, Tristan memeluk wanita itu dengan nampan masih di tangan nya.
"Kau selalu membuatku cemas,aku sudah mengatakan padamu,untuk langsung ke ruanganku"Ucap Tristan membelai rambut wanita itu dengan posisi masih memeluknya.
"Maafkan saya dokter,tapi saat saya ingin kesini, saya ...saya... "
"Diamlah... lain kali beritahu aku terlebih dahulu,kau mengerti!" ucap Tristan seraya melepaskan pelukannya.
Dengan segera Intan meletakkan nampan yang masih ada satu gelas minuman yang hangat,
"Silahkan diminum dulu Dokter"Ucap intan lirih menahan malu,
Tristan yang menyadari raut wajah intan tersipu malu, langsung menarik tangannya intan agar ia duduk di sofa ruangan nya,
__ADS_1
"Kau juga belum minum apapun dari tadi, kita minum berdua"Ucap Tristan
seraya mengambil segelas minuman hangat itu.
"Tidak perlu Dok, saya belum selesai melakukan tugas saya"Tolak Intan
"Sss.... seharusnya aku tahu ini, setelah kau bekerja,kau tidak akan memperdulikan aku lagi"Ucap Tristan berpura-pura
"Bukan begitu ...sa..saya...saya..."Ucap gugup Intan, menyadari Wajah kesal Tristan, intan melihat ke sekeliling ruangan itu,dan memastikan aman dan tidak nya, dan benar saja, intan langsung mencium pipi Tristan secara sembunyi-sembunyi, membuat Wajah Tristan tersenyum,
"Aku bekerja dulu ya dokter, selamat menikmati"ucap Intan seraya berlalu dari ruangan itu,dengan rona wajah yang masih merah, Semerah buah leci,
Semangat intan pun bertambah menjadi dua kali lipat saat pertemuan dengan Tristan, pelukan Tristan yang tiba-tiba tadi, kekhawatiran Tristan membuatnya semakin semangat, ia ingin membuktikan kalau dia tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan yang Tristan berikan.
*****
"Kau tidak seserius itu untuk menghukum mama mu kan Troy?"Ucap seseorang yang ternyata adalah papahnya
"Troy tidak tahu harus menghadapi mama dengan cara apalagi pa...,apa yang dia lakukan sudah sangat keterlaluan, Dia merencanakan jebakan untuk Troy, agar Troy meniduri wanita lain selain istrinya Troy, dimana perasaan mama saat itu pa..."Ucap kesal lagi Troy,
Papanya tidak menyalahkan Troy akan apa yang sudah di terima mama nya, semua ini mang salah Rasti yang selalu meninggikan Egonya, Ia tidak berubah sama sekali, ingin menang sendiri,dan tidak mau mengaku kalah dan salah, Terdengar papa nya Troy yang menghela nafasnya panjang-panjang.
" Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?"
"Aku ingin membawa Tania jauh pa, sejauh-jauhnya,aku tidak ingin mama atau keluarga yang lain mengusiknya lagi, aku akan hidup berdua hanya dengannya pa"Ucap Troy menahan sedih, mengingat setiap air mata yang Tania keluarkan.
"Tania tidak akan mau hidup seperti itu Troy, "Ucap sang papa
"Troy pastikan dia akan mau"Ucap yakin Troy,
"Keluarga nya baru saja keluar dari masalah besar, ia baru saja berkumpul dengan keluarga besarnya, dan kau ingin membawanya pergi jauh, apa kau se egois itu hanya karena cintamu?"Ucap lagi sang papa, yang membuat Troy memikirkan lagi akan rencananya.
"Bicarakan dulu dengan istrimu, jangan pernah mengambil keputusan sendiri, apalagi dalam urusan rumah tangga"Nasehat sang papa
__ADS_1
"Baiklah pa...jaga diri papa disana"Ucap Troy seraya mengakhiri perbincangan antara papa dan anak.
Konflik akan selalu tercipta pada sebuah kehidupan,namun kitanharus benar-benar berfikir jernih dalam mengambil keputusan.