
Menerima pesan itu tentu Tania tersenyum, ini pertama kalinya ia mendapatkan undangan langsung dari mama mertuanya, Apakah mama sudah memaafkan aku...? begitulah isi fikiran Tania saat membaca pesan itu, namun saat Tania ingin memberi tahu Troy, tiba-tiba bunyi notifikasi pesan nya pun berbunyi kembali,
......"Rahasiakan ini dari suamimu" ......
Begitulah isi pesan yang selanjutnya, yang mengurungkan niat Tania untuk memberi tahu Troy,
"Maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir lagi"Ucap Tania setelah ia mulai tenang kembali,
"Tidak apa-apa, kau adalah kehidupan ku Tania, jika menyangkut tentang mu, yang lain sudah tidak berarti buat ku"Ucap Troy, yang terus saja menghujani Tania dengan kecupannya,
Jam sudah berjalan dengan sangat cepat, Hingga kini Troy membuat peraturan ketat dalam menerima tamu Hotel,
Tania juga meminta keamanan yang ketat, karena Tania melihat tidak ada keamanan di area setiap ruangan,
Troy menyetujui semua yang Tania minta, karena pengubahan nama pun sudah selesai, hotel itupun atas nama Tania, hadiah pernikahan dari Troy,
*****
"Nona silahkan ikuti saya"Ucap pembantu yang ada di rumah Troy, menyambut kedatangan Tania,
Saat itu tania baru masuk di pintu gerbang, pembantunya sudah menunggu dan membawanya ke belakang rumah lewat samping rumah besar, benar-benar nih orang rumah Troy, tidak membiarkan Tania masuk kedalam rumahnya, parah...
__ADS_1
"Nyonya ada di taman belakang, silahkan nona temui di sana"Ucap pembantu itu setelah mau sampai ke tempat yang di atur oleh nyonya nya,
"Terimakasih bik"Ucap Tania dengan penuh senyuman,
dengan perasaan yang tidak bisa di tebak, Tania melangkah kan kakinya penuh dengan kegelisahan, tangannya terus saja meremas ujung bajunya, bibir bawahnya ia gigit 5anda ia sangat cemas saat ini, menyadari ada langkah kaki mendekatinya, nyonya Rasti pun membalikkan tubuhnya,
"Duduklah"Ucap langsung mama Rasti,
Tania pun duduk dengan wajah cemasnya,
tak lama dari itu, pembantu yang tadi membawa Tania muncul dengan dua gelas minuman dan sepiring cemilan,
Sehingga beberapa saat kemudian Mama Rasti memutuskan untuk memulai percakapan,
"Kau pasti bertanya, untuk apa aku menyuruhmu kemari, dengan hubungan kita yang seperti ini, sudah jelas kau bertanya-tanya, dan membuat kesimpulan tersendiri, Tania .. mungkin saat ini kau baik-baik saja, tapi aku belum bisa memaafkan mu, dan menerima mu sebagai menantu ku, ku harap kau tahu alasannya itu apa, pembunuhan yang kau lakukan saat itu, sudah membuat kami semua hancur, Mega adalah anak kesayangan kami, dan kau telah mengambilnya dari kami, tidak mudah bagi kami untuk melupakan itu, " Ucap mama Rasti dengan tegas fan menahan emosi,
"Aku tahu... Dan aku bisa mengerti semua itu, kesalahanku memang tidak bisa di maafkan, tapi... tidak bisa kah mama memberi ku satu kesempatan"Ucap Tania dengan gugup dan mata yang berkaca,
Setelah berkata seperti itu, keheningan pun terjadi, Mama Rasti juga terdiam seolah berfikir akan berkata apa selanjutnya,
"Kesempatan... satu kesempatan, jika kau mau melakukan aku akan menerima mu sebagai menantuku, dan mungkin seluruh keluargaku akan menerima kedatangan mu, bagaimana...?" ucap mama Rasti dengan tawaran yang membuat Tania langsung berbinar,
__ADS_1
"Apa yang harus Tania lakukan ma..jika Tania bisa apapun itu akan Tania lakukan" ucap Tania
"Kemaren kau mengalami depresi kembali, benar kan...?ucap mama Rasti dengan nada meremehkan,
"Apakah kau yakin bisa memberi Troy keturunan yang sempurna jika keadaan mu seperti ini terus, apakah kau yakin bisa merawat seorang anak jika kau masih terus menerus mengalami depresi?"Ucap lagi mama Rasti,
"Tania... biarkan Troy memiliki anak dengan wanita lain..."Ucapan akhir dari mama Rasti mampu membuat Tania kehilangan pertahanan, air mata tiba-tiba lolos dari matanya, tumbuhnya seakan-akan terasa lemas tak bertulang, bagaimana bisa mertuanya mengatakan hal itu secara terang-terangan, sebegitu benci kah mertuanya ini, sehingga tidak ingin cucu yang lahir dari rahimnya,
"Aku tidak bisa menerima jika kau yang hamil.anak Troy, aku terang-terangan berkata padamu, agar kau bisa tau, dan mengijinkan Troy untuk menikah lagi"Ucap mama Rasti di tengah-tengah Isak tangis Tania,
"Aku sudah ada calon menantu yang terbaik untuk Troy, usianya jauh lebih muda darimu, aku yakin, Troy tidak akan menolak wanita yang lebih baik darimu, Tania ... jika Kau berhasil meyakinkan Troy, maka aku akui kamu adalah menantuku juga, tapi keturunan Troy tetaplah harus dari wanita lain,"Ucap mama Rasti yang mana semua perkataan nya hanya berisi tentang penghinaan untuk Tania,
"Menantu pilihan... mama bilang, mama sudah memilihkan Troy wanita untuk mengandung anaknya, mama fikir aku ini apa..., aku juga punya perasaan ma... mana mungkin mama menyuruh ku membujuk suamiku untuk menikah lagi... "Ucap Tania dengan sedikit meninggikan suaranya,
"Tapi kau tidak punya pilihan lain Tania, jika kau menolak untuk membujuk Troy, maka jangan salahkan aku jika kau harus siap kehilangan Troy, Tania... ini juga tidak akan merugikan mu, kau tetap akan menjadi istrinya Troy, istri pertama nya kau hanya akan berbagi suami dengannya, istri kedua Troy itu akan tinggal di sini, kau tidak mau kan, hubungan anak dan ibu sampai putus, Tania... tidak baik bagi mu untuk mempunyai anak, bagaimana saat kau punya bayi, lalu depresi mu kambuh, itu juga akan membahayakan bayimu, biarkan Troy memilik anak dengan wanita lain, yang lebih sehat kentalnya dari pada dirimu" Ucap Mama Rasti seraya memberikan minuman ke Tania, makin Tania tidak mengambil nya, pandangan nya kosong, air matanya terus saja bercucuran, ia belum bisa mencerna semua perkataan mama mertuanya, ia tahu, mungkin kesehatan mentalnya belum sembuh total, tapi Troy bilang padanya kalau Troy hanya mencintainya, dan akan terus mencintainya,
Bayangan pembicaraan mamanya pun terus terngiang di telinga Tania, ia sudah berjanji pada Troy, bahwa dia tidak akan memikirkan apapun yang bisa mengganggu mentalnya, nyatanya kini, namun Tania berusaha tetap sadar dan segera mengusap air matanya,
..."Troy hanya milikku... dia hanya mencintaiku... bagai mana bisa ia akan punya anak dengan wanita lain.., tidak... aku tidak mau berbagi dengan siapapun... Troy hanya milikku, aku hidupnya Troy, dan juga Troy adalah hidupku...aku tidak bisa melakukan itu... aku tidak mau melakukan itu. tidak... tidak .. "...
Begitulah Tania berbicara pada dirinya sendiri, namun nyatanya, meski ia berusaha kuat tetap saja airmatanya mengalir dan hatinya terasa sakit, ia terus saja menangis di dalam mobilnya, meminum obat yang sudah tersedia di dalam tas nya, obat yang bisa menenangkan saat ia gelisah dan tertekan. hanya itu yang bisa Tania lakukan sekarang..
__ADS_1