
"sssttt.. pelan kan suaramu Yen..."ucap Ara pada sahabat nya yang kini sedang menahan emosi, Ara pun menarik tangan Yeyen agar mengikuti langkahnya,
"Aku sudah bilang, Tania sudah berubah, Arion bukan lagi kehidupan nya, kak Troy sudah menyulap semuanya, kau tahanlah emosimu, tidak enak kan kalau sampai di dengar kak Troy,"
"Tapi... suamimu itu... dia..."
"Dia punya satu janji untuk Tania, sebagai hadiah pernikahan nya, Tania boleh meminta apapun dari Arion sebagai hadiah pernikahan nya"ucap Ara yang membuat Yeyen tambah geram,
"Ya ampun Ra... kenapa Arion melakukan itu, apa mungkin Arion juga tertarik padanya, haiss... bisa saja kan Tania meminta suami mu untuk ..."
"stop it's impossible tania do" Ucap Ara penuh dengan keyakinan,
"Yeyen... percayalah, dia benar-benar sudah berubah, bahkan... ia sudah menebus kesalahan nya, dulu"
*****
Sementara Tania yang kini sudah ada di dalam sebuah ruang, yang ia yakini adalah ruang Arion bekerja,
"Duduklah....Ucap arion, seraya menatap lekat pada Tania, sedangkan Tania terlihat fokus melihat semua lukisan karya Arion
"Duduklah Nia...."ucap ulang Tania, sehingga wanita itu tersadar dan duduk di depan meja Arion,
"Apakah sudah ada sesuatu yang kau inginkan...?"tanya Arion to the points,
Sejenak Tania terdiam, ada keraguan di wajah nya, dan Arion tahu itu,
"A..aku mau kebebasan kak Faris"ucap Tania seketika, sedangkan Tania, setelah mengatakan hal itu, ia mengatur nafasnya dalam-dalam, ia berucap dengan wajah tertunduk, takut untuk menatap mata Arion, yang sedari tadi tidak ada hentinya mengawasi Tania,
"Hanya itu"ucap Arion yang berhasil membuat, kepala Tania terangkat tak percaya,
Tania kini menatap wajah yang dulu menjadi obsesi hidupnya,
"Apakah kau akan mengabulkan nya Ar..."
"Aku sudah berjanji padamu,apapun itu, pasti akan ku berikan"Ucap Arion
"Hanya itu...hanya itu yang ku inginkan...."ucap Tania bahagia, terlihat senyuman yang tak pernah Arion dapatkan dari seorang Tania dulu,
__ADS_1
Saat Tania hendak mau pergi,perkataan Arion menghentikan langkah nya,
"Selamat untukmu, kau berhasil melewati semuanya"ucap Arion,
"Terimakasih... berkat kehadiran nya, dan perawatannya, aku semakin menggilainya,"ucap Arion
"Kau jangan masukkan dalam hati ucapan Yeyen, dia sebenarnya......"
"Dia wanita yang baik, makanya dia begitu, mungkin jika aku, aku tidak akan diam juga, melabrak seseorang yang sudah masuk kedalam rumah tangga kita,"ucap Tania dewasa,
"Baiklah, jika ada sesuatu atau terjadi sesuatu, jangan sungkan untuk menelfon ku,"
"Baiklah.. terimaksih, sekali lagi terimakasih kasih banyak"Ucap Tania yang kini sudah keluar dari ruangan Arion, Terlihat senyum di wajah Tania, membuat sepasang mata memandangnya dengan penuh kesal dan tanda tanya, sedangkan Troy, sebelum Arion memanggil Tania tadi, ia sudah me wanti-wanti Arion agar tidak salah bicara di hadapan Tania, cukup Yeyen hari ini menyinggungnya, begitulah Ucapan Troy pada Arion,
"Troy... dia menerima permintaan ku"ucap Tania bahagia yang kini duduk di sebelah Troy, dengan senyum yang selalu mengembang di bibirnya, betapa bahagianya Troy melihat senyum itu, Troy membelai kepala Tania tepatnya di rambut panjang nya,
"Aku sudah bilang dari awal, Arion tidak akan ingkar janji, "
"Terimakasih, semua ini juga berkat mu"ucap Tania yang kini sudah ada di sandaran ternyaman ya, yaitu dada suaminya,
"Kau adalah istriku... berbahagia lah"ucap Troy yang membuat mata Yeyen sulit mempercayai nya, laki-laki yang ia kagumi, begitu mesra dengan wanita yang begitu ia benci itu, bahkan.. terlihat jelas, begitu banyak cinta di wajah kak Troy nya,
"Kau saja yang terlalu lemah, kalau aku jadi kamu, udah aku Jambak, aku cakar tuh wajah nya, biar perlu.. aku cabein tuh cewek"ucao kesal Yeyen
"Kau ini... sudah lah, yang tenang ya, maafkan dia, ingat jagan suka mengotori ini"ucap Ara seraya menunjuk hatinya Yeyen,
Ara pun mendekati Tania dan Troy,
"Kenapa gak di cicipi makanannya, kalian tidak suka" tanya Ara seraya menjatuhkan bokongnya ke sofa,
"Ini sudah Ra... bagaimana keadaan kehamilanmu, dan menurut dokter, berapa lamanya lagi mau melahirkannya?"
"Sudah dekat perkiraan kata dokter kurang 3 Minggu atau 4 mingguan gitu wes,"
Begitulah perbincangan mereka yang akhirnya Troy dan Tania sudah ber pamit undur diri duluan,
"Ar... terimakasih atas apa yang sudah kau berikan padaku atau Tangisku,, kalau begitu kami pergi dulu, "
__ADS_1
"Baiklah... hati-hati, "ucap arion seraya menepuk pundak Troy,
Akhirnya Tania dan Troy pun kergi dari rumah Ara, saat kepergian itu, Tania berkata pada Yeyen
"Aku sudah terlalu menyakiti Ara, kau pantas marah seperti itu, hanya saja,tidak kah kau memberiku kesempatan untuk berubah... luapkan semua kekesalan mu padaku, aku terima dengan lapang dada, karena aku mang salah"
Begitulah kata terakhir yang Tania katakan pada Yeyen, membuat Yeyen tidak percaya akan kenyataan yang kini ia lihat,
"Beri istri ku kesempatan agar kau bisa melihat, kalau dirinya bukanlah yang dulu lagi"
Ucapan terkahir Troy, yang semakin membuat Yeyen nyaris tidak percaya, perhatian dan sikap Troy, melebihi perhatian suaminya padanya, Troy, dimana saja selaluenunjukkan perhatian dan keromantisannya, seperti tadi yang Yeyen lihat, di saat duduk berdua saja, Troy sudah lebih dari tiga kali mencium pipi Tania, bahkan genggamannya tidak pernah Troy lepas, mencium punggung tangan Tania saat tangannya ada dalam genggaman nya, sungguh bukan seperti Troy yang ia kenal dulu,
"Ara... ini semua nyata bukan mimpi kan....?" tanya Yeyen saat sudah berada dalam rumah Ara kembali,
"Harus berapa kali aki bilang Yen...semuanya sudah tidak seperti yang dulu, kau sih... yang kelamaan di luar negri, dan juga suami mu itu, apa-apaan, melarang mu memegang ponsel hanya karena kau hamil, dan lagi suruh fokus sama anakmu"ucap Ara
"Kau benar, gara-gara dia aku jadi ketinggalan berita penting seperti ini, tapi apakah kau tahu, selama itu, dua juga tidak pegang ponsel, asisten nya yang selalu mengabarinya, katanay biar adil, dan sama-sama fokus sama anak, alasan macam apa itu"gerutu Yeyen dengan nada kesal pada suami nya,
*****
"Ma...kenapa mama cuti hari ini?"Tanya Kei pada sang mama,
"Karena mama ingin menjemput Kei sendiri ke sekolah, hemmm apa Kei mau mampir ke papa?"
"Isss... pria jahat itu, mana memperbolehkan Kei mampir ke kantornya ma,Dia kan sekarang lagi musuhan sama Kei"Ucap kei debgan bibirnya yang mengerucut seperti kue kucur,
"Kan ada mama sayang...."
"Mama... di bujuk sedikit saja sama papa,wes diam, mana ada akan membela Kei nanti"
"Kei kan anak pintar, selama ini Kei yang selalu ngalahin papa"ucap Wita mengingatkan, kalau memang selama ini, Kei lah yang menang dalsm perdebatan antara Anak dan papa,
"Itu karena papa yang terlalu bodoh, makanya papa tambah kessal sama kei"
"Hemmm baiklah, apa masih tidak mau mampir ke papa ni?" tanya Wita lagi,
sejenak Kei menatap wajah mama barunya itu, seraya berkata,
__ADS_1
"Cih... bilang saja kalau mama merindukan papa"ucap Kei yang langsung melenggang pergi masuk kedalam mobilnya,