
Tania terdiam mendengar penuturan Tristan yang secara tiba-tiba, Namun dengan penuh senyuman Tania mengambil kedua tangan Tristan yang masih memegang kedua bahunya, Tania menggenggam kedua tangan itu seraya berkata
"Cintaku ada di sini, Troy cintaku, mungkin aku bisa meninggalkan semuanya, tapi... bagaimana dengan hati dan perasaan ku, Tristan, terimakasih...terimaksih karena kau sudah selalu ada untukku"
"Aku tahu, ini jawaban yang akan kau berikan, Tania ... kau adalah teman terbaik ku, kalau ada apa-apa, ceritakan padaku, aku ingin menjadi bagian dari kisahmu"Ucap Tristan yang mana kata manis itu di balas dengan pukulan di lengan nya,
"ISS .. kata-kata mu dari tadi selalu mellow tau"Ucap Tania dengan di iringi senyuman,
"huffttt... kau mau makanan itu"Ucap Tristan seraya menunjuk pedagang kaki lima
"Ah apa itu?"Ucap Tania
"Siomay, kamu mau? enak loh apalagi di makan dengan level pedas "Ucap Tristan
"Baiklah.. ayo kita coba"Ucap Tania seraya menarik tangan Tristan,
Dengan penuh tawa Tania dan Tristan menikmati Siomay dengan bumbu kacang yang pedas
Hingga kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,
"Ahh.. kau tidak berniat mengantarkan aku ke apartemen? apakah kau ingin menculik ku?"Tanya Tania yang kini berada di atas motor Tristan,
"Malam ini kau dan aku akan berjelajah, mumpung ada kesempatan"Ucap Tristan dengan tawa cengengesan
"Kau tidak takut, kalau suamiku akan membuat perhitungan?"
"Suami mu yang memberi izin untukku membawamu"Ucap Tristan tanpa sadar
"Maksudmu?"Tanya Tania
"Ah lupakanlah, ayo kita berpetualang"Ucap Tristan seraya menghidupkan motornya
"Tunggu, aku ada janji dengan mama nya Troy, kalau malam ini akan datang kerumahnya"
Sejenak Tristan terdiam, ia langsung mematikan mesin motornya dan menoleh kearah Tania yang berada di belakang nya.
__ADS_1
"Kau ingin datang?"
"Tidak"Ucap tegas Tania,
"Dia tidak menyukaiku, pasti hal menyakitkan yang akan aku terima di sana"Ucap Tania
"Kalau begitu jangan di fikirkan lagi"Ucap Tristan dan kini motor itupun melaju dengan begitu cepat, Tania menengadahkan kepalanya dan merentangkan ke dua tangannya seraya berteriak
"Tania.... ayo semangat.... kau pasti bisa...."
Begitulah teriakan Tania yang membuat Tristan tersenyum, hingga kini mereka sampai di sebuah Cafe di pinggiran kota, Tania dan Tristan pun masuk kedalam dan memesan minuman hangat,
Namun saat Tania ingin meminum capuccino hangat yang ia pesan, ada sebuah notifikasi yang masuk, berharap itu pesan dari suaminya, Tania pun meletakkan gelas itu kembali dan membuka aplikasi ponselnya namun, saat ia buka betapa terkejut nya Tania melihat Vidio yang baru saja ia buka, ponsel yang ia pegang terjatuh, membuat Tristan terkejut, Air mata Tania sudah jelas mengalir dengan sangat deras, Tania berlari keluar cafe, dengan segera Tristan menyusulnya,tidak lupa mengambil ponsel Tania yang terjatuh.
"Iiisss sial"umpat Tristan saat melihat Vidio itu sekilas, ia terus mengejar Tania, hingga ia berhasil menarik tangan gadis itu dan menariknya dalam pelukannya,
"Menangis lah, menangis lah sampai kau merasa lega,menangis lah"Ucap Tristan seraya membelai kepala Tania
Hiks..hiks.. hiks... hiks... hiks..
"Katakan Tristan kalau yang aku lihat itu salah, dan bukan dirinya, katakan Tristan, katakan kalau itu bukan dia"Ucap Tania seraya menarik kerah baju Tristan, sehingga Kini wajah Tristan tepat berada di atasnya,
"Apakah ini alasan dia tidak pulang? apakah ini alasan dia menyerahkan ku padamu? apakah...apakah dia sudah mau mengikuti apa yang di katakan mamanya? apakah..Apakah..."
Tristan kembali menenggelamkan kepala Tania dalam dekapannya seraya berkata
"Apakah hatimu berkata begitu? Apakah hatimu yakin kalau dia bisa lakukan ini padamu? Yakinlah dia masih milikmu," Ucap Tristan namun dengan hati yang menahan amarah,
"Sial apa ini rencana keluargamu untuk membuat Tania menyerah, kalau kau tidak membereskan keluarga mu, jangan salahkan aku jika kau pun tidak bisa menemukan Tania"
.
.
.
__ADS_1
.
*****
"Ini yang kau rencanakan?"Ucap Troy seraya mendorong Indah hingga terjatuh sampai di bawah kaki mama nya, Penampilan indah sudah pasti seperti ondel-ondel karena make up ya sudah luntur dengan air matanya.
"Apa yang kau lakukan Troy..?" Teriak Mama Rasti seraya membantu Indah untuk berdiri, Mama Rasti memeluk indah penuh iba
"Dimana akal sehatmu?, Dimana hati wanita mu..?Masihkah kau punya hati?"Teriak makinTroy pada semuanyang ada diruangan itu,
Ya di situ berkumpul Mama Rasti, Ibunya Mega, dan juga adik bungsu mama Rasti, mereka menunggu hasil dari rencana mereka.
"Troy... dengarkan bibik"Ucap mama Mega seraya mendekat ke arah Troy, Namun di saat tangan ibunya Mega hendak menyentuh Troy Troy dengan segera menepisnya
"Jangan lengah menyentuh ku lagi!"Ucap Troy dengan penuh emosi,
"Kalau aku tidak ingat kalian adalah saudara kandung dari mama ku, aku tidak tahu, apakah aku bisa menahan amarah ini atau tidak, tapi apa yang kalian lakukan sudah jauh melewati batas"Ucap Troy dengan sesekali menarik nafas, berusaha menahan amarahnya, memendam rasa ingin mengamuk nya,
"Dan kau... Nyonya Rasti, Ku peringati kau untuk terakhir kalinya, 1 kali lagi kau mengusik hidup Tania ku, Kau akan tahu bagaimana amarah seorang suami, dan mulai malam ini, aku Troy putus hubungan dengan keluarga ini" Ucap Troy yang mana langsung membuat ibunya Mega terjatuh lemas begitu juga dengan adik bungsu mereka, sedangkan Mama Rasti berusaha menahan emosi nya juga, berusaha menyusun kata yang tepat untuk melawan anak sekaligus keponakan kesayangan nya itu,
"Troy...!"teriak Mama Rasti saat Troy sudah dekat dengan pintu keluar
"Selangkah lagi kau keluar dari rumah ini, maka selamanya kau tidak akan bisa masuk lagi,"Teriak Mama Rasti yang mana berhasil membuat senyum sinis Troy terlihat, Troy membalikkan tubuhnya dan melangkah ke arah Mama Rasti, Sedangkan mama Rasti masih dengan angkuhnya memeluk indah.
"Mama tau kau tidak akan bisa meninggalkan mama dan keluarga ini, kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini, Troy, dengarkan mama sekali ini saja, kau tidak perlu menceraikan wanita itu, cukup kau menikah lagi dengan indah, mama janji, mama janji tidak akan pernah mengusik wanita itu lagi,"Ucap mama Rasti,
Troy menatap semua orang yang ada di ruangan itu, termasuk indah yang masih terus menangis,
"Apakah wanita ini yang kau anggap baik? apakah wanita ini kau fikir jauh lebih baik dari istriku?, seoarang wanita menjebak laki-laki yang sudah beristri untuk melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan, bahkan mengingatnya saja aku sudah jijik"Ucap Troy
"Aku bukan wanita seperti itu!" Teriak Indah tiba-tiba.
**jangan lupa like dan kominnya ya, tentunya vote juga kalau berkenan, dan tekan juga bentuk love yang ada di bawah ini, terimakasih untuk semua para pembacaku, tanpa kalian tulisan ku ini tidak akan ada harganya,
mohon kritikannya ya teman-teman semua, agar author bisa membenahi, karena author hanya penulis receh.
__ADS_1
sehat selalu buat kalian semua**