APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 78 Bila Sudah Tiba Waktunya


__ADS_3

Malam berlalu dengan begitu cepat, Troy tertudur pulas seraya memeluk istrinya,


Saat Tania mengerjapkan matanya, Triy terbangun, dan melihat bulu mata Tania yang selalu bergerak, dengan hati-hati Troy bangun,


"Sayang.... Kau sudah bangun? Bagaimana keadaan mu, apakah ada yang sakit? Atau kau ingin sesuatu, kau ingin minum mungkin?"cerca Troy pada Tania yang baru saja membuka matanya.


Tania tersenyum mendapati sikap Troy yang selalu khawatir padanya, tentu Tania tahu, pasti sudah terjadi drama hebat tadi malam yang ia lewati tentang suaminya ini.


"Aku Tidak apa-apa, aku hanya ingin kau teruw memelukku seperti tadi"ucap Tania seraya tersenyum membuat Troy langsung saja memeluk Tania dengan posisi tertidur.


"Jangan selalu mencemaskan aku, aku sungguh bisa jaga diriku baik-baik"ucap Tania.


"Itu hanya omongan mu, nyatanya kau selalu terluka, kenapa tidak menghubungi ku atau Tristan,?"ucap Troy,


"Apa yang sudah mama lakukan sama kamu, kenapa kau tidak melawan Tania"ucap geram Troy,


"Apakah tuan Troy ingin aku melawan mama?, Sayang udah jangan marah lagi, nanti Tania mu ini bisa nangis loh"ucap Tania seraya mencium pipi Troy,


Meski wajahnya pucat, namun Tania selalu berusaha terlihat tersenyum.


"Tristan juga begitu marah padaku, dia bilang aku selalu gagal menjagamu, ternyata setelah di fikir, dia benar, aku selalu gagal dalam menjagamu selama ini, sayang...aku suami yang buruk ya ."Ucap Troy yang kini pandangan mereka saling bertemu, Tania membelai wajah Troy meyakinkan nya, kalau aoa yang ada dalam fikirannya itu salah,


"Tristan salah sayang, kau suami yang terbaik yang ada di seluruh dunia ini, ibarat barang, kau Edison limited"goda Tania menggoda Troy, mengikuti candaan teman-teman nya.


"Tania...aku serius, apa yang harus aku lakukan untuk mu"


"Cukup peluk aku seperti ini terus, jangan tinggalkan aku, jangan lepaskan tanganku dari genggaman tangan mu, jangan lelah menjagaku, jangan lelah merawat ku,"ucap Tania seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Troy yang sedikit berada di atasnya.


Troy tidak tahu harus berkata apa lagi, Tania begitu mencintainya, begitupun dengan dirinya, ia juga sangat mencintai Tania, tapi kenapa mamanya selalu ingin memisahkan mereka, Apa salah cinta mereka,


*****


Sedangkan malam itu, Faris yang emosi melihat Reno membawa Dini ke club' malam langsung memberi pukulan di wajah Reno, membuat Dini yang sudah mabuk di pelukan Reno terjatuh, untungnya langsung di tangkap oleh temannya Faris,

__ADS_1


"Faris... kau..."ucap Reno


"Sudah ku peringat kan, kau boleh main di luar, tapi jangan orang ku!!" teriak Faris,


"Oh, jadi wanita ini milikmu, sudah berapa kali dia kau tiduri?"ucap Reno, mengingat bagaimana Faris saat di tinggal mega, tidak sedikit wanita yang sudah ia tiduri, selain wanita yang sudah ia nikahi lalu ginjalnya ia donor kan pada kakak nya Arion saat itu.


"Reno, ini peringatan terakhir dariku, jika sekali lagi kau membawanya, aku pastikan kau tidak akan bisa lagi melihat dunia yang indah ini"ucap Faris,


Faris pun meninggalkan Reno dan menghampiri Dini yang ada di pangkuan Temannya,


Faris membopong tubuh Dini dan mengantarkan nya sampai kerumahnya


*****


"Bagaimana keadaan mu, apakah sudah membaik?"tanya Tristan pada Intan.


"Iya, terimakasih dan maaf karena ku, kau gagal menjaga mbak Tania"ucap Intan dengan nada menyesal.


"Apa yang kau katakan, Tania memang penting bagiku, tapi kau juga penting, kau jangan berkata sembarangan, sekarang kau istirahat lah, jangan bekerja dulu"ucap Tristan


"Eh..eh...mau turun kemana...., Sekali kakimu menginjakkan lantai, ku pukul bokongmu"ucap tiba-tiba seseorang yang sangat Tristan kenal suaranya.


"Ibu...."ucap Tristan tidak percaya, wanita yang sudah merawat nya dari kecil kini datang ke tempatnya, pasti karena pembicara kemaren fikir Tristan.


"Iss... Dasar anak nakal, apakah kekasihmu ini merawatmu dengan baik calon mantu"ucap ibunya Tristan pada Intan, Intan yang mendengar kata calon mantu jadi terkejut, dan sontak saja melihat kearah Tristan yang juga menatap nya,


"Kenapa kau memandang nya,apakah anak ini mengancam mu?"ucap ibunya Tristan seraya mendelik kearah Tristan,


"Ibu datangnya tiba-tiba, kenapa tidak menghubungi Tristan terlebih dahulu, Tristan bisa menjemput ibu kan?"ucap Tristan .


"Kalau aku memberitahumu akan kedatangan ku, apakah aku akan melihat kejadian semanis tadi, ah ternyata anakku bisa so sweet juga"ucap Ibunya Tristan tersenyum pada Intan,


"Calon mantu, sudah sampai tahap apa hubungan kalian? Apakah sudah ciuman? Oh terlalu jauh, apakah sudah sejauh membuatkan ku cucu?"

__ADS_1


jedaar...


Seakan ada gledek yang terdengar di telinga Intan dan juga Tristan, pandangan mereka bertatap secara bergantian pada arah ibunya Tristan,


"Ibu...apa yang ibu katakan, kenapa ibu malah ingin anaknya menjadi pria brengsek"gerutu Tristan,


"Tidak brengsek sayang, asal kalian langsung menikah saja" ucap Ibunya Tristan yang membuat wajah Intan semakin merah merona, bukan karena apa, Intan memang sudah menyukai Tristan, namun Tristan belum menyatakan perasaannya.


"Apa yang ibu katakan, kenapa sepagi ini ibu sudah bicara ngelantur, baiklah bu, Tristan buatkan ibu kopi, agar fikiran ibu fress dan tidak bicara yang tidak-tidak"ucap Tristan,


Tristan berlalu dari kamar yang di tempati Intan dengan wajah menahan malu.


"Sudah berapa lama berpacaran dengan Tristan?"tanya ibu Tristan,


"Aku... aku __" ucap gugup Intan,


"Dia anaknya memang gak peka, tapi dia anaknya sangat baik, aku hanya khawatir dia tidak bahagia setelah melihat wanita yang ia sukai sudah menikah, tapi aku lihat dia sekarang, dia seperti nya sudah ada tujuan hidup,"ucap Ibunya Tristan,


Seorang ibu pastilah tahu akan semua perasaan anaknya, meski dengan baik anaknya menyembunyikan itu, tapi sudah pasti perasaan seorang ibu selalu peka.


Sedangkan yang di tangkap Intan bukan lah itu, hanya saja yang ia ingat selalu kata wanita yang di sukai Tristan sudah menikah


"Siapa..?? siapa wanita itu..??"


Begitulah ucapan Intan dalam hati.


"Ku harap kau sabar akan sifatnya, dia anak yang baik, maka segeralah kalian punya anak"ucap ibunya Tristan yang mana di akhir perkataan nya malah di selingi tawa, yang membuat Intan juga ikut tersenyum,


"Jadi, kapan kalian akan menikah?"tanya ibunya Tristan kembali,


"Ibu... kenapa selalu itu yang ibu tanyakan"Ucap tiba-tiba Tristan dari balik pintu


"Apa ada yang salah dalam pertanyaan ibu ini"ucap sang ibu seraya menatap langkah anak semata wayangnya,

__ADS_1


"Ibu ini sendirian, kau anak tunggal, tidakkah kau kasian pada wanita tua ini"ucap ibunya Tristan dengan nada lebay nya.


"Ibu udah jangan pakai drama segala, kalau sudah waktunya, Tristan akan menikah juga"


__ADS_2