APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 71 Tania kecelakaan


__ADS_3

Tania dan mamanya tersenyum menatap Arion,


"Ara menyuruh ku untuk membawamu jika kau sudah tak sanggup lagi"ucap Arion,


"Apa yang kau katakan, meski itu keinginan Ara, aku tidak akan mengizinkan Tania pergi kemana-mana, apalagi bersama mu"ucap Troy tiba-tiba,


"Mama"ucap Troy seraya mencium tangan mamanya.


"Bagaimana keadaan mama mu?"tanya sang mertua,


"Dia baik-baik saja ma,"ucap Troy seraya menarik kursi dan mempersilahkan mama nya untuk duduk,


Cih... bang Troy, menantu idaman banget deh,


"Kapan datang?"tanya Troy pada Arion seraya mencium kening istrinya.


"Baru saja, kenapa sampai terjadi seperti ini?,"ucap Arion


"Aku tidak ada di lokasi saat kejadian, jadi aku tidak tahu harus cerita bagaimana kepadamu"ucap Troy seraya menggenggam tangan Tania.


"Kau yakin akan membiarkan Tania berada di lingkungan ini seterusnya, dia baru sembuh, jika seperti ini terus, aku takut jiwanya akan terguncang kembali"ucap Arion


"Arion, aku tidak akan kemana-mana tanpa nya"ucap Tania seraya menatap Troy,


"aku tahu kau akan berkata seperti itu, aku juga tidak ingin kau pergi jauh darinya, hanya saja, setidaknya jarak antara kau dan mertuamu, bisa sedikit lebih jauh, agar tidak selalu terjadi perselisihan"ucap Arion


"Sebenarnya mama tidak salah dalam hal ini, percaya lah, ini murni kecelakaan"ucap Tania


"Saat itu, aku pergi ke pusat perbelanjaan, aku tidak sengaja bertemu dengan mama di sana, kami juga tidak bertegur sapa, di sana sedang ada acara, terlihat banyak pekerja yang menghias tempat itu, Mama lewat di tengah-tengah tempat itu, dan tanpa sengaja aku melihat kalau lampu gantung itu seakan mau jatuh, aku lari dari tangga, dan meneriaki mama, agar berhenti melangkah, hanya saja mama tidak mendengar saat itu, aku mempercepat lariku dan ku dorong mama, sehingga terjadilah kecelakaan itu"ucap Tania di sertai dengan senyuman.


"Kau masih bisa tersenyum saat kau mengalami hal seperti ini,maafkan aku, belum bisa menjaga mu dengan baik"ucap Troy seraya mencium kening Tania.


"Ini murni kecelakaan, jangan salah kan mama terus"ucap tania dengan di sertai mimik wajah imutnya.


"Baiklah, aku tidak akan menyalahkan nya lagi"ucap Troy mengusap punggung tangan Tania.


"Tante, bagaimana keadaan Dini dan juga Dea?"tanya Arion


"Mereka baik nak, dan juga Dini dia sudah jauh lebih naik, hanya saja Faris selalu datang untuk meminta maaf"ucap Mamanya Tania,

__ADS_1


"Faris, ku harap dia tulus minta maaf pada kalian"ucap Arion,


"Kak Faris sudah sangat tulus meminta maaf, hanya saja memaafkan kesalahannya itu adalah hak Dini, ma.... biarkan Dini yang mengambil keputusan"ucap Tania,


"Kau jangan memikirkan hal itu, kau fikirkan hidupmu, dan harus segera sembuh"ucap Mama Tania.


Arion dan Troy terlibat pembicaraan yang serius, saat itu Tristan masuk seraya tersenyum kearah Tania.


"Bagaimana keadaan mu"ucap Tristan seraya membelai kepala Tania.


"Aku baik-baik saja,"ucap Tania tersenyum kearah Tristan,


"Tristan, kenalkan dia mama ku"ucap Tania lagi


"Maaf Tante, kenalkan saya Tristan temannya Tania"ucap Tristan.


"Dia anaknya bu Rossi ma, tempat Tania kerja dulu, sekarang dia sudah jadi dokter hebat kan" ucap Tania memuji Tristan,


"Hallo nak, saya Mirna, mamanya Tania"ucap Mama Tania pada Tristan.


"Sayang, mama dapat telfon, mama tinggal kami tidak apa-apa kah!"tanya sang mama


"Nak Tristan, sebelum Suami nya Tania datang, bisakah kau menjaga Tania sebentar nak?"Tanya mama Tania,


"Tentu bisa tante, "ucap Tristan dengan senyuman sejuta watt.


"Mama.... apa yang mama katakan, udah sana pergilah,"ucap Tania malu.


"Baiklah, kalau terjadi sesuatu hubungi mama segera"ucap sang mama seraya mencium pipi kanan kiri putri sulungnya.


Mama Tania pun berlalu dengan sangat terburu-buru.


"Apa ada masalah? kenapa mama mu terlihat terburu-buru sekali?"ucap Tristan,


"Dia juga seorang Dokter Tris, mungkin saja ada pasien yang menunggunya, "ucap Tania yang mana membuat Tristan tak percaya.


"Dari mana kau mendapatkan kebenaran itu Ar?"tanya Troy,


"Faris memang sudah bebas, namun ia masih dalam pengawasan ku, tanpa sengaja aku mendengar semua perkataan Faris, kalau dialah yang menyuruh Tania untuk membunuh Mega, karena ternyata Faris mencintai Mega, namun sering di tolak oleh Mega, dan sekarang, Tania lah yang menanggung akibatnya"ucap Arion.

__ADS_1


"Dimana Faris sekarang tinggal?" tanya Troy menaham emosinya.


"Mau kau apakan dia?"tanya Arion


"Aku akan meminta nya untuk menjelaskan yang sebenarnya pada keluarga ku"ucap Troy


"Mungkin itu jalan satu-satunya untuk membuat keluarga mu menerima Tania, Baiklah nanti aku kirimkan alamat Faris padamu, tapi sekarang fokus lah pada kesehatan Tania"ucap Arion.


\*\*\*\*\*


"Tania, bolehkah aku menjagamu?"ucap Tiba-tiba Tristan,


"Menjaga ku? sudah ada suamiku yang alan melakukan itu Tristan, kau jangan aneh-aneh deh, kenapa nada bicaramu seserius ini"ucap Tania seraya melihat ke arah Tristan yang lagi serius.


"Aku tahu, tapi... di saat dia bekerja, izinkan aku yang menjaganya"ucap Tristan lagi dengan wajah yang masih serius.


"Memangnya ada apa Tris, ini bukan gaya mu loh kalau bicara"selidik Tania.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin menjagamu"ucap Tristan.


"Ckkkk, kamu gak cool tau kalau serius gitu, aku lebih suka gayamu yang gesrek" ucap Tania menggoda Tristan yang masih menatap Tania dengan serius,


Melihat wajah serius Tristan, Tania mengambil bantal dan melemparkannya ke wajah Tristan, membuat Tristan kembali ke wajah aslinya, soplak dan penuh humoris nya.


"Tania... kau kenapa, aku serius tau"ucap Tristan mengambil bantal yang Tania lempar kan.


"Aku tidak suka wajah serius mu, gak lucu tau gak"ucap Tania,


"Kalau kau mau menjagaku, kau berikan saja Intan padaku, untuk tinggal di kamar ini bersama ku"ucap Tania.


"Intan? kenapa kau malah tertarik padanya, dia akhir-akhir ini sangat sibuk, banyak dokter yang meminta bantuan nya, kamu tahu gak, aku sampai sulit bertemu dengannya" celoteh Tristan,


Inilah Tristan yang Tania suka, bukan Tristan yang bersikap serius dan dingin, tapi Tristan yang humoris dan hangat.


Sedangkan Intan benar saja, is sangat di sibukkan, sehingga seseorang berkata, kalau Tristan ada di ruangan Melati adalah Tania, mendengar nama itu, dengan segera Intan mendatangi ruang melati itu.


"Hai nona Tania, bagaimana keadaan mu, apa yang dokter katakan? lukanya bagaimana?"ucap Intan yang kini berdiri di samping Tristan.


"Aku tidak apa-apa, kau bisa lihat sendiri kan? ucap Tania.

__ADS_1


__ADS_2