APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Bab 48 Suami perkosa istri


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, malam telah tiba, Tania dan Troy berpamitan, dan berjanji, akan datang berkunjung kembali,


"Sekali lagi terimakasih,dan Kalian hati-hati"Ucap Ara, seraya menepuk tangan Tania yang memegang tangannya Ara,


Tania tersenyum, seraya berkata,


"Pasti...kalau begitu... Jaga diri baik-baik, sekali lagi selamat ya"Ucap Tania seraya memeluk Ara yang duduk bersandar di ranjang,


Tania dan Troy pun berpamitan pada keluarga Arion, Saat tania ingin masuk ke dalam mobil, ada notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya,


"Besok Ibunya mega ingin bertemu dengan mu, temui lah dia di restoran dekat dengan apartemen mu, dia akan menemui mu jam 2 siang"Isi pesan itu, yang tidak lain lagi adalah pesan dari mama Rasti, jika ia tidak mengatakan kalau yang ingin bertemu dengan nya adalah ibunya Mega, mungkin, Tania akan mengabaikan isi pesan itu, Namun... Menggunakan nama ibunya Mega, mau tidak mau tania mengiyakan ajakan, yang pasti ujung-ujungnya akan menyakiti hatinya,


*Aku tahu... Kalian akan terus berusaha mencuci otakku, agar aku meninggalkan Troy, atau membagi Troy dengan lainnya, tapi aku tidak menginginkan itu, aku mencintai Troy, dan hanya aku yang boleh memiliki Troy, Dia hidupku, nafasku, detak jantungku, aku akan berusaha mempertahankan rumah tanggaku, apapun yang akan kalian lakukan, aku tidak akan membiarkan kalian berhasil*


Begitulah ucapan Tania dalam hati seraya memandang isi pesan itu,


"Ada apa... ?" Ucap Troy saat menyadari kalau istrinya sedang melamun,


"Ah tidak... Tidak ada apa-apa"Ucap Tania,


Seraya tersenyum dan langsung memasang sabuk pengaman nya, mobil pun melaju dengan cepat,menyadari hari sudah mulai gelap, Troy mempercepat laju mobilnya, karena besok ia ada pertemuan di hotel Tania, namun ini rahasia, Troy ingin membuat kejutan untuk sang istrinya besok,


*****


"Istirahat lah terlebih dahulu, kau sudah melakukan perjalanan jauh kesini"Ucap Daniel, yang kini telah membawa Wita ke rumah Arion,


"Kau keterlaluan, aku kesini untuk bertemu dengan Ara, kenapa malah membawaku pulang"Ucap kesal Wita, yang mana ia di jemput oleh Daniel di bandara, dan langsung membawa Wita kerumah Arion,


"Sayang... tidak kah kau merindukan ku terlebih dahulu, kenapa yang pertama kali ingin kau lihat malah si Ara"Ucap Daniel seraya menyudutkan Wita sehingga kini tubuh Wita membentur tembok di belakang nya, namun dengan sigap tangan Daniel mencegah kepala Wita agar tidak mengenai dinding,


"Mmmmm.... Daniel... ini rumah Arion ..., kau jangan berbuat macam-macam di sini, bagaimana kalau orang rumah ini ada yang lihat kita"Ucap Wita dengan panik,


"Siapa yang akan melihat kita sayang..., "Ucap Daniel yang kini telah mencium leher Wita, membuat Wita, sulit untuk bernafas teratur, kita hasratnya juga tiba-tiba meningkat, seiringan dengan sentuhan-sentuhan suaminya,

__ADS_1


"Dan..."Ucap Wita lirih...


"Jangan bicara lagi ... disini tidak ada orang selain kita berdua, Kei sudah di antar kerumah Neneknya, jangan ada alasan lagi untuk menolak sayang"Ucap Daniel di sela-sela pekerjaan nya yang ingin membuat istrinya merasakan nikmat surga dunia,


Daniel terus menyerang istrinya dengan sentuhan kerinduan yang mendalam, Daniel keterlaluan sekali, membohongi istrinya, bilang kalau di rumahnya Arion tidak ada orang pada hal, di sana juga ada Neneknya Arion dan juga kakaknya Arion Andin, dasar kau Daniel, demi bisa mendapatkan istrinya, Sampek berbohong begitu hihihi,


Akhirnya Wita pun terkapar lemah, menerima serangan demi serangan sang suami, namun ia merasa puas, meski dirinya kalah,


Daniel tersenyum dan mengusap peluh yang bercecer di dahi istrinya,


seraya berkata "Aku merindukanmu"


"Aku juga merindukan mu"Ucap Wita seraya mencium pipi Daniel yang masih berada di atas tubuh nya,


peperangan perasaan dan ***** itupun sudah selesai,


"Kau mau kemana?"Ucap Wita setelah keluar dari kamar mandi dan mendapati Daniel yang sudah rapi dengan setelan bajunya, sebelum nya Daniel sudah mandi terlebih dulu ya guys ..


"Aku akan menemnmani Arion di rumah sakit, kau istirahat lah"Ucap Daniel yang kini mendekat ke arah Wita,


"Disini ada nenek dan juga kak Andin, kau tidak perlu takut"Ucap Daniel yang berhasil mbuat Wita melebarkan matanya,tanpa di sadari tangannya sudah memukul suaminya,


"Awww sakit sayang, kenapa kau memukul ku?"pekik Daniel yang menerima pukulan bertubi-tubi dari istri nya,


"Sekarang kau bilang, kalau dirumah ini ada nenek dan ada kak Andin, lalu dua jam yang lalu, apa yang kau katakan, hah"Ucap Wita, seraya terus memukul suaminya, mereka terus berkejaran di dalam kamar,


"Maaf, maaf, aku lupa kalau disini ada mereka, aku hanya ingat kamu, kamu dan kamu sayang" ucap Daniel seraya memegang kedua tangan Wita, kini pandangan mereka saling bertemu,


"Kau jahat Daniel"ucap Wita seraya menempel kan kepalanya di dada Daniel, Dengan penuh senyuman Daniel membelai kepala istrinya seraya berkata,


"Jahat .. tapi kau cinta kan .."Ucap Daniel seraya menyentil hidung sang istri, membuat pipi Wita merona seperi buah ceri,


"Bagaimana..?? kau masih mau ikut?"Ucap Daniel seraya memegang kedua bahu istrinya,

__ADS_1


"Tentu .., di rumah sakit banyak suster cantik-cantik dan **** pula, mana ku tahu mata genit mu akan berlabuh dimana?"Ucap Wita seraya bergelayut manja,


"Cih .. yang ada malah suster ngesot sayang"Ucap Daniel seraya menarik tangan Wita,mendudukkan Wita di depan meja rias, membantunya mengambil pakaian,


"Kau jangan begini, aku bisa mengambil sendiri bajuku"Ucap Wita,


"Apa perlu ku gantikan bajumu juga"Ucap Daniel yang tidak mau mendengar protes dari istrinya, salah nya dimana coba perhatian sama istrinya, itu salahkah, kenapa Wita tidak suka,


aihh...bang Daniel, Wita bukannya tidak suka tapi malu dan gak enak sendiri, masak iya suami layani istri, iya kan ....,


*****


"Kau mau kemana?"Tanya Arion saat melihat Ara hendak bangun dari tidurnya,


"Aku haus"Ucap Ara,


"Tetaplah, janga turun, biar aku yang ambilkan"Ucap Arion seraya berdiri dari duduknya, dan segera mengambil minuman untuk Ara,


"Bagaimana Anak kita? dia tidak menangis kan...?"Ucap Ara setelah menghabiskan segelas air yang di suguhkan Arion,


"Tidak, dia tidak menangis sama sekali, sama seperti ibunya, dia tidak cengeng"ucap Arion tersenyum,


"Baiklah, sekarang kau istirahat lah kembali"Ucap Arion seraya mengusap pipi Ara dengan lembut, Ara tersenyum menatap lekat wajah suaminya,


"Kau tidak istirahat juga?"Tanya Ara,


"Aku menunggu Daniel, "Ucap Arion seraya melihat ke jam yang melingkar di tangannya ,


"Bukannya dia mau menjemput istrinya?"Tanya Ara kembali,


"Ia, tapi sampai sekarang, anak itu belum kembali"Ucap Arion,


"Apa mungkin terjadi sesuatu pada mereka?"Tanya Ara dengan panik,

__ADS_1


"Cih .. apa kau tidak tahu Daniel, dia pasti memperkosa istrinya dulu, sebelum kesimi"Ucap Arion kesal, menyadari sikap Daniel selama ini yang ia kenal,


Perkataan Arion membuat Ara tersenyum malu, dengan kata suami memperkosa istri sendiri, apa tidak ada kata lain selain kata itu, pikir Ara.


__ADS_2