APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 56 Tristan, Intan Dan Indah


__ADS_3

Malam semakin larut,Orang itu pun berpamitan untuk pergi namun, Indah dengan tidak tahu malunya menahan tangan orang itu seraya berkata


"Kau tega meninggalkan gadis cantik sendirian di sini?"Ucap Indah, yang berhasil membuat orang itu tersenyum, meski dengan posisi membelakangi Indah,


Orang itu pun membalikkan tubuhnya, melihat kearah indah yang menyedihkan,


"Hemmm apa kau bermaksud untuk memintaku menemanimu? tidak kah kau takut aku akan berbuat macam-macam dengan mu, ah .. mana mungkin, yang ada nantinya aku yang kau goda"Ucap orang itu seraya menahan tawanya,


"Kau keterlaluan, mana ada seperti itu, memangnya kau mau aku goda?"Ucap Indah seraya membuang tangan orang itu yang sedari tadi ia pegang,


"Baiklah .. dimana kau tinggal, maksud ku, kau punya rumah kan?"Tanya orang itu seraya menggoda Indah,


"Aku tinggal di apartemen, tapi aku tidak mau pulang kesana?"Ucap indah merajuk,


"Lalu...?"


"Bawa aku pergi ke mana saja, maksud ku, temani aku malam ini, anggap saja ini permintaan dari gadis yang menyedihkan ini"Ucap Indah yang semakin membuat orang itu merasa semakin gemas dengan setiap tingkah nya indah, yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan,


"Tapi aku sekarang harus kerumah sakit"Ucap orang itu,


"Kau sakit? "Tanya indah


"Tidak, "Ucap orang itu


"Lalu... apa keluarga mu yang sakit?" Tanya indah kembali,


"Tidak juga, Baiklah... sebaiknya kau kembali ke apartemen ku, hadapi setiap masalah apapun, bukan malah bersembunyi, Ayo... aku akan mengantarmu, tidak baik bagi wanita berkeliaran di tengah malam"Ucap orang itu seraya menaiki sepeda motornya, dan indah menurut,dengan bibir yang masih manyun.


Sebelum motor orang itu di hidupkan, ponselnya orang itu berbunyi,


"Hallo, ada apa?"Tanah orang itu


"Baiklah... besok pagi aku akan kesana, kau tenang lah, ini sudah larut juga"Ucap orang itu pada seseorang yang menelfonnya,


Panggilan itupun terputus,


"Pacarmu...?istrimu...?"Ucap Indah seraya memajukan kepalanya agar bisa melihat wajah orang itu,dari belakang tubuh nya.

__ADS_1


"Emmm aku harus jawab apa ya?"


"Ah gak asyik nih, jawab aja yang jujur, aku tidak mau ya, kalau aku di cap perebut kekasih orang lagi"Ucap Indah,


"Bukan, dia sahabatku lebih tepatnya masih sahabatan"Ucap orang itu,


"Kita belum berkenalan, aku indah "Ucap Indah mengulurkan tangannya


"Aku Tristan, Baiklah.. ayo..."Ucap Tristan dengan senyum nya, namun saat indah sudah menaiki motornya, terlintas bayangan Intan yang menatap dirinya, perasaan Tristan kini tak menentu, Apakah benar ia hanya menganggap intan sebagai sahabat, atau... dirinya sudah menginginkan intan menjadi lebih dari sahabat.


Akhirnya Tristan pun sudah sampai di tempat dimana Indah menunjukkan nya,


"Kau tinggal di apartemen sini juga?"Tanya Tristan


"Iya, "


"Kenapa kebetulan sekali, temanku juga tinggal disini,"Ucap Tristan seraya menatap apartemen itu.


"Ya sudah sana masuk... aku pergi dulu, awas ingat loh ya... Kenalin dulu siapa orang yang ingin kamu dekati..jangan main dekat saja,mengerti!" Ucap Tristan


"Siap!! Terimakasih ya... hati-hati"Ucap Indah seraya melambaikan tangannya pada Tristan yang sudah mulai berlalu,


"Kenapa dengan anak itu, kenapa jam segini masih belum istirahat"


Gumam Tristan dalam hati seraya mempercepat laju motor nya, sehingga tidak butuh lama Tristan pun sudah sampai di tempat Intan,


Tristan menyewa kan Intan kos-kosan, meski tidak mewah, tapi nyaman untuk di tempati, awalnya Tristan ingin ia tinggal dengan mamanya, namun... pasti banyak pertanyaan yang akan mama nya berikan padanya, sedangkan saat Tristan ingin membawanya ke apartemen nya, ia tidak ingin terjadi kesalahan saat ia harus tinggal berdua dengan sekarang wanita, apalagi wanita cantik seperti intan,


Tristan pun mengetok pintu kamar yang di tempati Unta, dengan segera pintu itu terbuka, mungkin penghuni nya belum tertidur


Tristan langsung masuk dan duduk di tepi kasur yang ada di lantai,


"Kenapa belum istirahat? apa ada hal yang mengganggu?"Ucap Tristan seraya menepuk kasur di samping nya, agar intan duduk di tempat yang ia tunjuk,


Intan pun duduk dan melihat ke arah Tristan sejenak, lalu memalingkan pandangan kembali,


"Apakah aku mengganggu mu...?maaf.. seharian ini kau tidak mengabari ku sama sekali, aku..aku..."Ucap Intan gugup, yang mana di sadari oleh Tristan, Tristan pun mengambil kepala intan dan menaruhnya di dadanya,

__ADS_1


"Aku sudah membuat mu khawatir ya..., maaf aku ada hal yang harus aku lakukan..."Ucap Tristan, yang menyadari kesalahannya, benar saja seharian ini Tristan tidak mengabari intan sama sekali, padahal intan tidak kenal dengan siapapun di kota ini selain diri nya,


"Maaf kalau aku mengganggumu.. aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja, sungguh!"Ucap intan seraya mendongakkan kepala nya, menatap wajah Tristan,


"Kau tidak salah, aku yang minta maaf.."Ucap Tristan tersenyum seraya melepaskan pelukannya itu,


"Baiklah... kau seharian ini pasti selalu makan mie instan ..."Ucap Tristan yang melihat beberapa bungkus mie instan di tempat sampah,


"Aku malas keluar kamar, tidak ada yang kenal juga, jadi aku makan apa adanya"Ucap Intan seraya menghampiri Tristan yang sudah berdiri di dekat jendela,


"Jangan terlalu sering makan mie instan, itu tidak baik untuk kesehatan mu"Ucap Tristan


"Aku awalnya merekomendasikan mu untuk kerja di tempat temanku, tapi sepertinya akan gagal"Ucap Tristan seraya menatap wajah imut intan,


"Kenapa...?apakah temanmu tidak menerima ku..? aku tahu aku tidak punya pengalaman kerja apapun"Ucap Intan sedih


"Bukan begitu... , Aku akan membawamu kerja di tempatku, itu akan mudah bagiku untuk menjagamu"Ucap Tristan seraya menyentuh pucuk kepala Intan,


"Jadi... sekarang...kau istirahat lah, tapi... bukan aku yang memutuskan untuk kau kerja apa disana"Ucap Tristan seakan tidak enak untuk membicarakan nya pada intan,


"Tidak masalah, kerja apapun aku pasti akan melakukan dengan baik, jadi OB pun aku mau"Ucap Intan dengan senyum di wajahnya,


"Baiklah .. sekarang ayo istirahat"Ucap Tristan seraya membawa intan ke kasur lantai,


"Kau nyaman kan tidur disini?" Tanya Tristan, seraya menatap sekeliling kamar itu.


"Nyaman... terimakasih atas semua bantuan yang kamu berikan padaku,"Ucap Intan sungguh-sungguh, Dan Tristan hanya membalas nya dengan senyuman,


Tristan pun tidur di samping kasur lantai itu,dengan selimut yang di buat alas,


*****


"Kau sudah bangun...?"Ucap Troy seraya duduk di samping Tania,


"Kau... !"Ucap Tania dengan wajah terkejut, ia melihat sekeliling, dan baru ingat kalau dirinya tertidur di tempat Tristan.


"Maafkan aku"Ucap Troy seraya memegang kedua tangan istrinya,

__ADS_1


"Kau juga menyetujui rencana nya mama?"Tanya Tania dengan air mata yang sudah mengembun, takut akan jawaban Troy yang akan berbalik dengan harapannya.


"Apakah.. cintaku belum bisa meyakinkan mu, kalau sebenarnya hanya kamu dan akan selalu kamu di hatiku"Ucap Troy.


__ADS_2