
Tangan Faris pun terlepas dari ikatannya, tubuh nya yang telah kurus kini tergeletak di lantai, Arion duduk dengan kaki menahan tubuhnya,
"Berterima kasih lah pada Tania...karenanya kau bebas sekarang, dan ingatlah... ikutilah jejak Tania, jika kau ingin bahagia sepertinya,
"Tania... dia yang memintamu membebaskan ku"
"Siapa lagi... dia tetap adikmu yang selalu mencintaimu .. saat aku beri dia satu permintaan, dia minta kebebasan mu, aku sudah menawarkan semua kemewahan yang ada, hanya saja dia tidak menginginkan nya,"
"Kau masih baik padanya,setelah apa yang telah terjadi,kenapa...? apakah kau benar-benar tertarik pada nya...."Ucap Faris dengan bibir sedikit tersenyum mengejek, meski tubuhnya lemah, Faris masih ingin memprovokasi Arion, apakah tebakan Faris benar atau salah,
Sejenak Arion terdiam...sehingga Faris merasa yakin atas pemikiran nya,
"Hahahhaha... Arion... Arion...sudah jelas, kau lelaki normal, siapa yang akan tahan dengan godaan wanita cantik di sampingnya, yang selama ini mepet denganmu,Apakah aku benar..Arion Adhitama"
Bibir Arion tersungging indah, mendapati semua perkataan Faris,
"Jawaban apa yang kau harapkan dari pertanyaan mu itu"jawab Arion seraya berdiri dari duduknya,
"Jika aku mencintai Tania seperti aku mencintai Ara, sudah pasti aku meniduri nya saat ia menyerahkan dirinya padaku, jika aku menginginkan Tania seperti aku yang menginginkan Ara, sudah pasti aku tidak akan menyerahkan Tania pada Troy, sehingga sekarang Tania benar-benar sudah jauh dariku, jangan kan mendekatiku, bahkan kini ia sudah enggan menatapku, " Ucap Arion yang ternyata membuat Faris terkejut tak percaya,
Apakah benar yang Arion katakan tentang Adiknya itu, Adiknya yang telah ia cuci otaknya, Tania... yang sudah sejak kecil saat pertama kali pamannya membawanya, ia masuki dengan nama Arion, Arion dan Arion kini telah enggan menatap laki-laki obsesinya itu, benarkah Tania yang dulu menggilainya kini telah berpaling darinya, Rasa tak percaya Faris terlihat jelas di matanya, dan itu membuat Arion semakin menertawakan nya,
"Intinya,Hati yang baik dan hati yang bersih , meski sudah di taburi dengan kotoran akan bersih kembali, meski mencucinya membutuhkan waktu yang sangat lama dan merepotkan"Ucap Arion
"Masih banyak kesalahan yang harus kau perbaiki, keluarlah, dan segera hubungi Tania, "
"Dimana ia sekarang?"ucap Faris seraya berusaha berdiri,
"Aku lupa, Tania sudah menjadi istrinya seoarang Troy Baskoro,sekarang dia sedang menikmati bulan madunya di Bali, kau tidak perlu memberinya hadiah, cukup kau kabari dia,dan katakan kalau kau sudah baik-baik saja, itu sudah hadiah terindah menurutnya, dan lagi jangan berikan dia beban " Ucap Troy, yang pergi seraya melempar kan ponsel dan dompet Faris,
*****
__ADS_1
"Pa... sudah sore, kami pamit dulu"ucap Troy,
"Berapa hari rencana kalian disini"
"Mungkin satu mingguan pa.."jawab Troy,
"Baiklah... sering-sering lah berkunjung kesini"ucap Tuan Baskoro,
"Kalau ada waktu kami akan sempatkan kemari pa"Ucap Troy seraya memeluk papanya, dan bergantian memeluk bibik Sri, begitu juga dengan Tania,
Akhirnya mereka pun pergi dari kediaman tuan Baskoro,
"Kita mau kemana sekarang?"tanya Tania,
"Kau mau ke pantai, disana kita akan melihat matahari terbenam dengan sangat indah"jawab Troy seraya menoleh kearah Tania,
"Baiklah... eemmm kau sering melihat matahari terbenam secara langsung?"
Mendengar kata itu, Tania tersenyum seraya bersandar ke lengan laki-laki yang tengah fokus mengemudi,
Tidak butuh lama mereka pun sampai di sebuah pantai, Pantai itu banyak yang mengatakan pantai Sanur,
"Indah sekali Troy..."ucap Tania saat melihat pemandangan pantai seraya menghirup udara segar,
"Banyak fotografer datang kesini di pagi haru, untuk menyambut matahari terbit, karena kan indah saat terlihat dari sini?" ucap Troy seraya memandang pemandangan yang luas, tangan Tania melingkari di perut Troy, Troy membelai kepala Tania lembut, seraya mencium pucuk kepalanya,
"Terimakasih karena sudah mengajakku ketempat seindah ini"ucap Tania seraya mendongakkan kepalanya,
"Kau yang terindah bagiku tania"Ucap Troy seraya mencium bibir Tania, yang terlihat **** saat terlihat dari atas, ya saat itu Tania masih mendongakkan matanya, sehingga bisa di lihat dari atas wajahnya bibir **** itu,
Mereka pun menikmati ciuman itu di pantai yang indah, pengunjung nya sudah mulai sepi saat itu, entah memang selalu sepi ataukah ini kesempatan untuk sepasang pengantin baru itu menikmati waktu berdua nya,
__ADS_1
Lama mereka menikmati ciuman itu, sehingga akhirnya mereka sama-sama melepaskan ciuman bibir itu, mereka berjalan beriringan, dengan tangan Tania masih melingkar di pinggang Troy,
langit sudah mulai berubah, matahari mulai memancarkan warna kuning keemasan nya, warna merah yang memadukan warna kuning makin terlihat indah di mata,
"Malam ini..."bisik Troy...
"Kenapa malam ini..."tanya Tania sok tidak mengerti,
"Kau pasti mengerti maksudku kan...?"
"tidak. "bohong Tania,
"Atau.. kau lebih suka aku lakukan disini" Ucap Troy lirih, tapi terdengar jelas di telinga Tania,
"Kau jangan macam-macam"Ucap Tania seraya melotot ke arah suaminya itu,
Troy tertawa melihat lototan mata Tania, yang bagi Troy itu adalah keindahan baginya,
*****
"Mama masih memaksakan diri untuk melakukan rencana mama?"tanya Reza seraya duduk di hadapan mama tirinya itu,
"Tentu... Troy adalah anakku, aku tidak mau mempunyai keturunan dari orang gila itu, tidak mau"Ucap Bu Rasti seraya menggelengkan kepalanya,
"Kau tahu kan... Troy tidak suka di atur apalagi dalam masalah pribadi, sebenarnya mama tidak mau menentang apa yang Troy lakukan, karena wataknya sama dengan papamu, keras kepala, dan tidak bisa di bilang"Ucap sang mama Rasty,
"Tapi.. papa tetap menikahi mama saat itu, Jika mama tahu Troy sama papa berwatak sama, mengapa mama masih mangkreng mau melakukan rencana itu, apakah mama tidak takut, Troy akan melakukan apa yang papa lakukan?"Jawab Reza dengan percaya dirinya, namun nyatanya itu berhasil membuat mama nya berfikir, karena benar juga kata Reza, jika Troy benar-benar pergi meninggalkan nya, bukan kah itu sama saja sia -sia hidupnya selama ini, ia bertahan karena ada Troy, dia egois juga demi Troy,tapi jika Troy membencinya, apalah guna nya ia hidup,
"Kau tidak memahami mama Rez, apakah salah jika seorang mama, menginginkan hal yang baik untuk anaknya, dan Indah adalah hal yang terbaik bagi Troy, istri yang terbaik baginya, dia dari keluarga mapan, dan juga dia sederajat dengan Troy, "
"Tapi nyatanya Troy tidak membutuhkan itu semua ma.., Dia sudah dewasa, sudah jelas , saat ia berani mengambil keputusan untuk menikahi Tania, dia sudah tidak membutuhkan kita, dia hanya butuh restu kita"Ucap Reza meyakinkan mamanya,namun nyatanya mamanya,masih kekeh dengan rencananya,
__ADS_1