APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 66 Pandangan Yang Menggoda Iman


__ADS_3

Masih dalam perjalanan menuju kediaman Tania, Vairus menyandarkan kepalanya di bahu Abbas yang sedang menyetir mobilnya "Senyuman terbaik datang setelah saat-saat tersulit."ucap Abbas seraya masih fokus mengemudi


"Sulit untuk memulai babak baru dalam hidup ketika kamu tahu seseorangt tidak akan ada di sana, tetapi ceritanya harus terus berjalan."imbuh lagi Abbas


"Pemandangan terbaik datang setelah pendakian yang paling sulit."ucap Vairus seraya menatap Abbas


"Jika kamu ingin tumbuh, serahkan semua yang membuatmu jatuh"sahut Abbas


"Kamu tidak bisa kembali dan mengubah hal-hal yang ada, tetapi kamu bisa belajar dari itu dan mengambil tindakan sekarang."ucap lagi Abbas seraya membelai pipi Vairus dengan jari jempolnya.


"Jadilah seperti ombak, kuat dan tak terbendung."


"Kamu harus mengambil resiko, kamu harus menerima perubahan, maka hanya kamu yang akan memahami keajaiban hidup sepenuhnya."


Nasehat Abbas untuk wanita uang bersandar di bahunya.


"Dalam hidup, kamu akan mendapatkan teman, tetapi hanya satu yang sejati di saat-saat terburuk mu."ucap Abbas lagi


"Dan kau lah orangnya"Ucap Vairus


"Jangan pernah membiarkan kesedihan masa lalu membuatmu merusak kebahagiaan masa kini."ucap Abbas


"Hanya kamu yang bisa mengusir kesedihan itu dari hidupku " jawab Vairus.


"Hal-hal baik membutuhkan waktu, jadi bersikaplah positif dan sabar."ucap Abbas


"Jangan terlarut dalam kesedihan karena ada banyak hal positif yang bisa kamu nikmati"


"Apapun yang terjadi selama setahun terakhir ini. Bersyukurlah karena itu membuatmu lebih kuat menghadapi masa depan."


ucap Lagi Abbas mengingat kejadian setahun yang lalu, yang mana beberapa kejadian tiba-tiba menimpa keluarga Vairus.


"Aku tidak akan pernah melupakan masa lalu karena akan selalu menjadi bagian dari hidup, tapi aku bisa belajar darinya dan mempersiapkan masa depan."ucap Vairus menguatkan diri sendiri.


"Kamu pencipta hidupmu sendiri dan bisa tidak mengubah apa pun untuk orang lain."ucap Abbas


"Ubah dirimu untuk kebaikan, bukan untuk orang lain."ucap Abbas seraya menatap Vairus lagi.


"Kemenangan kecil itulah yang memberimu keberanian dan kepercayaan diri untuk mencapai hal-hal yang lebih besar dalam hidup."


"Hidup ditentukan oleh keputusanmu, jika kamu menginginkan hasil berbeda buatlah keputusan yang berbeda."


"Kadang-kadang hidup seperti permainan, entah menang atau kalah tetapi kamu harus mengerahkan semua upaya terbaik."

__ADS_1


"Kamu tidak memiliki kekuatan untuk kembali dan mengubah masa lalu, tetapi kamu memiliki kekuatan untuk memulai dari tempatmu sekarang dan mengubah masa depan."


"Hidup adalah perjalanan panjang di mana kamu akan menemukan ribuan keajaiban, perhatikan mereka."


"Satu bab buruk dalam hidup itu tidak berarti itu adalah akhir, tetapi itu adalah awal dari babak baru dalam hidupmu."


"Jadilah cantik dari dalam yang akan mencerminkan dari luar kepada orang lain."


"Jangan anggap hatimu sepi, anggap saja sebagai istirahat."ucap Abbas panjang lebar.


"Kamu dapat mengubah dirimu sendiri, kamu tidak harus bergantung pada orang lain untuk mengubah diri sendiri."


"Hidup itu seperti perburuan harta karun,Kau harus memecahkan teka-teki untuk mencapai harta karun."


"Lupakan apa yang tertinggal, pikirkan ke depan, dan nikmati saat ini.


Kamu harus menangkap momen spesial dalam hidup yang akan memberikan kebahagiaan seumur hidup.


Hidup adalah kumpulan momen yang kamu simpan di hatimu.Terkadang hal-hal kecil membuat hidup layak dijalan.Jika kamu menunggu cinta berikutnya, bercerminlah,Jika kamu kreatif, kamu akan membangun sayap Anda sendiri untuk mencapai langit."


"Aku pikir itu indah bagaimana bulan bersinar menggunakan cahaya matahari dan matahari tidak pernah meminta imbalan apa pun."ucap Vairus


"Berhenti bermimpi, mulailah bekerja dan kejar impianmu.Pada akhirnya, apa yang kita berikan dari diri kita sendiri itu benar-benar penting.


"Hidup itu seperti resep dengan semua bahan yang sempurna. Kamu tidak bisa mekar begitu cepat, kamu harus tumbuh dulu."ucap Abbas


"Kau sangat pintar dalam berkata Abbas aku sangat tersentuh tahu"ucap Vairus dengan bangga.


"Itu bukan hanya kata Vai,semua itu memang ingin aku katakan padamu dari dulu, hanya saja aku tidak punya keberanian saat itu"


Tanpa mereka sadari,mobil sudah sampai di depan apartemen Vairus tepat di jam 4 sore, dan saat itu Daniel dan juga Troy sudah pulang dari kantor nya.


"Bukankah itu Vairus?"ucap Troy seraya melihat kearah Vairus dan Abbas yang baru keluar dari mobilnya,


"Eh, mereka jiga kesini? ngapain?"ucap Daniel,


"Kenapa? kau masih kikuk dengan wanita itu"ucap Troy dengan senyum meledeknya.


"Isst...dia sudah move on dariku, kau tidak lihat pandangan pria di sampingnya, dari awal aku sudah tahu, kalau pria itu menarih hati pada Vairus"ucap Daniel yang terus menatap Vairus dan Abbas.


"Hai,kalian kesini?"sapa Daniel menghilangkan rasa tak nyaman nya.


"Hai juga, iya..aku...aku mau ke Tania"ucap gugup Vairus saat mata Daniel terus menatapnya.

__ADS_1


"Ckkkk, kau sudah dewasa sekarang"ucap Daniel seeaya menyentuh kepala Vairus,


"Aku memang sudah dewasa,"ucap Vairus


"Baiklah ayo keatas"ajak Troy seraya menatap Abbas yang ada di belakang Vairus.


Mereka pun melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Troy dan Daniel.


"Abbas,Dia tidak suka usil dan nangis lagi kan?" tanya Daniel pada Abbas


"Tidak tuan, Nona sudah bisa bersikap dewasa Sekarang"ucap Abbas pada Daniel,


"Aku bukan tuanmu, jadi panggil saja Daniel, kota teman sekarang,oke"ucap Daniel seraya menepuk bahu Abbas.


"Baiklah"ucap Abbas seraya tersenyum pada Daniel, Vairys yang sedikit mendengar percakapan kedua pria yang ada di belakangnya berhenti dan menoleh ke arah keduanya seraya berkata:


"Apa yang kalian bicarakan? aku mendengar loh"ucap Vairus dengan mata yang menyelidiki.


"Kepo"ucap Daniel, namun Abbas hanya tersenyum mendapati wajah Vairus yang terlihat lucu baginya.


"Kenapa kau malah tersenyum begitu"ucap Vairus seraya memukul lengan Abbas


Dengan masih melangkah kan kakinya, Vairus terus mengomel di sepanjang jalan.


"Itu yang kau sebut sudah dewasa? ke kanak-kanakan"ucap Daniel pada Abbas.


"Tapi dia begitu sangat mengemas kan"ucap Abbas tanpa ia sadari.


"Cih" desis Daniel mendengar perkataan Abbas .


Dan itu membuat Abbas tersenyum.


Sehingga sampailah mereka di depan apartemen Tania dan Troy,


Troy membuka pintu Apartemen nya.


"Ayo masuk"ucap Troy pada semua yang ada di Belakangnya.


"Sayang.... coba kau tebak siapa yang datang"ucap Troy debgan meninggikan suaranya.


"Paling Daniel kan?"jawab Tania dari dalam.


"Wita masih mandi, suruh tunggu saja kedia"teriak lagi Tania dari ruang dapur tanoa melihat kearah Troy, Troy menghampiri istrinya saat sudah mempersilahkan tamunya untuk duduk, Troy memeluk istrinya yang terlihat fokus memasak.

__ADS_1


Pelukan itu terasa menggelikan saat Troy menyusupkan bibirnya ke cengkeruk leher Tania. Daniel yang tanpa sengaja melihat nya hanay menggeleng kan kepalanya, lalu berlalu mencari istrinya.


__ADS_2