APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 60 Para Dokter Gila


__ADS_3

Sejenak Troy termenung di jendela ruangan kantornya, ia dengan kasar mengusap wajahnya dengan satu tangannya.


"Hallo sayang"Ucap Troy tanpa melihat ke layar ponselnya, namun ia sudah tahu siapa si penelfon,


"Kau masih di kantor?"Ucap Tania


"kenapa?"Tanya Troy


"Aku sudah ada di bawah,"Ucap Tania,


"Benarkah? baiklah aku ke bawah sekarang,kau tunggulah"Ucap Troy bahagia seraya berjalan dengan bergegas menuju ke bawah, sehingga ia tidak sadar menabrak salah satu karyawan nya


"Maaf"Ucap Troy,


"Saya yang salah pak, maaf"Ucap karyawan itu tunduk hormat pada Troy, Troy tersenyum seraya berlalu,


"Sayang... kau bisa meneleponku untuk ku yang akan datang padamu"Ucap Troy memeluk istrinya.


"Tidak apa-apa,kebetulan aku dari rumah mama, sekalian ku bawakan kau makan siang"Ucap Tania,


Troy pun menggandeng tangan istrinya dan masuk ke dalam kantornya, banyak yang memandang kearah mereka, ada yang bahagia dengan pernikahannya Troy,dan ada juga yang mengasihani Troy atas pernikahan nya,


mengingat siapa Tania selama ini, itu tidak akan cepat terlupakan.


"Duduklah,aku akan membuatkan mu minuman"Ucap Troy


"Aku mau minuman dingin"Ucap Tania yang di bals senyuman oleh Troy,


Sedangkan Tania menyajikan makan siang yang ia bawa dari rumah mama nya di atas meja.


*****


"Udah stop Tante ...., aku kira kak Troy hanya punya kekasih bukan seorang istri, aku tidak mau melakukan rencana Tante lagi, sudah cukup kak Troy mempermalukan ku, Tante... bagaimana Tante bisa setega itu pada istrinya kak Troy, Kak Tania orang yang baik Tante, indah sangat mengenal nya selama ini, bahkan dia satu-satunya wanita yang selama ini menjadi inspirasi bagi indah"Ucap indah dari balik ponsel nya,


.


.


.

__ADS_1


"Pokoknya indah sudah tidak mau, Indah jiga kecewa sama tante"Ucap indah seraya mematikan ponselnya dengan kesal,


"Ah....bagaimana nanti kalau aku bertemu dengan kak Tania? apa dia tahu tentang kejadian ini, pasti tau kan...? kak Troy bilang kak Tania menangis dan sangat terpukul, Ah .... kak Tania....maafkan indah kak"Ucap Indah seraya mengacak rambutnya sendiri,


Berguling di atas kasurnya seraya mengaung menangis lebay,


"Hiks...hiks...jangan benci aku ya kak Nia... kak Nian orang nya baik kok, cantik lagi, pasti kak Nia memaafkan indah kan kak?"


...


...


...


*****


"isss ... kemana wanita itu, apa Dokter Hendrik belum selesai bicara dengannya,?"


Gumam Tristan seraya melihat ke jam yang melingkar di tangannya, ia terus menatap pintu, berharap seseorang membukanya, dan berhambur dalam pelukannya seraya berkata


"Tristan.... terimakasih karena mu aku punya pekerjaan, aku akan setia ada di sampingmu sampai ajal menjemputku"


Senyuman itu terus berkembang, seiringnya pintu benar-benar terbuka, senyum itu semakin mereka, namun dengan seketika, senyum yang merekah itu langsung layu, saat Tristan tahu siapa yang masuk.


"Dokter Hendrik ckkkk" decak Tristan,


"Kenapa mukamu kesal begitu, kau mengharapakan orang lain yang masuk?, ISS. . jangan bilang kalau kau mengharapkan wanita tadi yang masuk" Ucap dokter Hendrik seraya mendaratkan bokongnya di kursi depan meja Tristan,


"Kau jangan keterlaluan Hen...., kau beri tugas apa dia?"Ucap Tristan seraya juga duduk dari berdirinya


"Cuma pekerjaan ringan, aku menyuruhnya mengantarkan kopi pada semua dokter, sesuai jadwal yang sudah tertulis"Ucap Hendrik santai,


Dan itu membuat Tristan berdiri seketika,


"Kau gila ya?"Ucap Tristan pada Hendrik, temannya sekaligus atasannya itu.


terlihat Hendrik yang tersenyum seraya berkata,


"Dia tidak seberharga itu kan? tapi ya... dari pada kau diam-diam menyukai istri orang, ya lebih baik dia, tapi Tristan...apa tidak ada lagi wanita yang lebih gitu.." ucap Hendrik seraya membenarkan duduknya,

__ADS_1


"Apa yang kau katakan Hen..., kau diamlah disini, aku akan mencarinya"Ucap Tristan seraya beranjak pergi, namun saat Tristan ada di ambang pintu, ia berbalik seraya berkata,


"Kau carilah wanita, sekiranya kau tidak lagi menjahili wanitaku"


"Ckkkk ... pilihan mu tidak ada yang sesuai menurutku"Ucap Hendrik


"Itu tipeku,bukan tipe mu, oh iya kemaren aku bertemu dengan wanita gila, sepertinya akan sesuai dengan kriteria mu"Ucap Tristan seraya tertawa mengingat tingkah Indah yang menurut nya akan serasi dengan temannya itu,


"Hei!!! aku bukan kau ya...!yang suka sama Orgil"Ucap Hendrik namun bayangan Tristan sudah tidak terlihat,


Tristan dengan bingungnya melihat arah sekeliling, berharap segera menemukan wanita yang ia kenal di akun sosial media nya.


"Issttt kau Hendrik, untung kau temanku, kau dengan sengaja menyuruhnya membawa kan kopi pada setiap dokter, ckkk kau tidak tahu saja, dokter kandungan itu ... isstttt mesumnya awas saja kalau ketahuan menggoda intan"Gumam Tristan Seraya berjalan mengikuti arah,


"Ahh...sial kenapa aku tidak menghubunginya"Ucap Tristan pada dirinya sendiri, Ia pun dengan segera menelfon nomor Intan, telfonnya aktif, namun tidak di angkat,


"Ckkkk dimana dia"Ucap Tristan yang kini sudah dekat dengan ruangan dokter kandungan itu, entah ini hanya firasat atau prasangka nya, namun pandangan Tristan sekali tertuju pada ruangan itu, langkah kakinya pun menuntunnya kearah ruangan dokter kandungan itu, saat ia sudah berada tepat di depan pintu, ia tak sengaja mendengar suara wanita yang mendesah,


"Aw ... pelan-pelan pak, jangan...jangan disitu .. perih ...."Suara wanita itu yang membuat mata Tristan memerah karena marah,


"Aku sudah pelan, tenanglah sedikit,kalau kau kau begini bagaimana bisa selesai"Ucap suara pria yang di yakini Tristan adalah suara dokter kandungan mesum itu,


Tristan mengepal kan tangan nya hingga urat-urat tangannya terlihat dengan sangat jelas.


*****


"Nasib...nasib...baru saja putus dengan pria playboy itu, sudah punya harapan dengan pria mapan, eh taunya sudah beriatri, di cap Pelakor sebelum aku mendapat kan ..."Gerutu Indah seraya masuk kedalam kamar mandi seraya terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ah indah... kamu cantik, super super cantik loh....apa sulit bagimu untuk cari pria ..hah"Gerutu nya lagi pada dirinya sendiri,


Tapi pada hakikatnya mencari cinta tak semudah mencari kerikil di pasir,


Hati yang akan memilihnya, namun terkadang pilihan hati bukanlah yang terbaik,


indah sangat mencintai kekasihnya saat itu, namun nyatanya dengan tega kekasihnya menduakan cintanya, sakit banget rasanya di selingkuhi, author tau gak....sakit sesakit sakitnya hiks....hiks ..hiks. .. .


Gerutu indah seraya menutup pintu kamar mandinya, namun sebelum ia membuka bajunya, dering ponselnya terdengar, dengan berlari indah meraih ponsel nya, ia berfikir itu bunda nya yang akan menghubunginya. dan benar saja, ia langsung berteriak lebay pada bundanya itu.


Thor siapa yang ada di dalam ruangan dokter kandungan yang di juluki mesum sama Tristan nya Thor ...

__ADS_1


eh mmmhai para readers jangan lupa like dan kominnya ya, maaf lama gak up, buah hatiku masih sakit doakan cepat sembuh ya teman-teman.


__ADS_2