
Andai rasa di hati tak Sedalam ini,
Rasa yang ku miliki tak bisa di bandingkan dengan siapapun dan apapun.
Kau surga cintaku, tulang rusukku siapapun yang mencoba menyakitimu aku akan berdiri kokoh di hadapan mu.
Hari-hari telah berlalu, Wita dan Daniel kini berada di kawasan Apartemen Tania dan Troy,
Namun, sebelum itu Daniel menemui Troy,mendengar cerita dari Arion tentang rencana mama nya Troy dan mantan mertuanya itu, membuat Daniel merasa iba pada Tania.
Flash Back
"Kau yakin tidak ikut dengan ku ke kantor nya Troy?"tanya Daniel pada Wita.
"Temanku Tania,bukan Troy aku akan ketempat nya dan kau ketempat Troy"ucap Wita
"Baiklah,setelah kita pulang dari perusahaan Troy aku akan menjemputmu"ucap Daniel seraya mengecup kening Wita.
Daniel berlalu, sedangkan Wita juga melangkahkan kakinya masuk ke apartemen,dan memencet tombol lift guna mengantarkan dirinya keruangan Tania.
"Nia...aki sudah ada di lorong apartemen mu, kau masih ada kan?"Chat Wita pada Nia
"Baiklah,aku keluar untuk menjemput mu"balas Tania dengan segera.
Tanpa menunggu lama,muncul Tania dari balik pintu yang sudah di buka, terlibat senyum dari kedua wanita yang kini menjadi sahabat karib.
"Selamat datang Wita, maaf tempat nya kecil"ucap Tania mempersilahkan Wita duduk.
"Apartemen mu elegan loh, Troy sangat mahir dalam masalah dekorasi"ucap Wita
__ADS_1
"sama dengan Ara"imbuh Nia seraya meletakkan minuman yang sudah ia siapkan tadi.
Aku sudah mendengar tentangmu dan Troy,yang sabar ya Nia"ucap Wita seraya menggenggam tangan Nia, berharap bisa memberinya kekuatan.
"Terimakasih, tapi aku tidak apa-apa, kau lihat sendiri aku baik-baik saja,Wita.... selama Troy tidak menginginkan nya juga aku bisa bertahan dan berdiri kokoh di samping nya, yang aku takutkan hanyalah, saat Troy menyerah alan diriku,dan berpaling ke yang lain"ucap sedih Nia.
"Itu tidak akan terjadi, kalian sudah berjuang sampai sekarang,aku yakin tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kalian, oh iya kau tahu siapa wanita yang di pilihkan mamanya Troy?"tanya Wita, yang di balas gelengan kepala oleh Nia.
"kau tidak tau,tapi Troy tau kan?"ucap lagi Wita yang kini di balas anggukan kepala oleh Nia.
"Kau tidak mencoba untuk menanyakannya?"ucap lagi Wita
"Tidak, untuk apa juga wit, itu hanya akan menyakiti hatiku saja, biar sudah aku tidak tahu siapa wanita yang mama suka, benar kata Troy mungkin, aku harus berbesar hati, sebaik apapun aku, kalau mama tidak suka ya tetap tidak suka, aku lelah sudah"ucap Tania seraya menangkup wajah nya dengan kedua tangannya yang berada di bawah dagunya.
"Sabar saja, entar kalau si mamer mu tahu betapa kau tulus mencintai Troy,dia akan menyerah sendiri, kau wanita hebat,jika kau bisa menaklukkan hati Troy,kenapa tidak dengan mamanya."ucap Wita memberi Tania kekuatan dan kepercayaan diri.
"Terimakasih Wita, oh iya silahkan diminum"ucap Nia seraya menunjukkan gelas yang sudah ia tuangkan air minum.
"Nggak, malas saja Wit, kau sendiri,ku dengar kau mau jalan sekarang ke jakarta benarkah?"tanya Nia.
"Ya begitulah, kalau kau mau okut ayo"ucap Wita,.
"Apa kei sekarang dengan mu? tanya Tania
"Dia alan pulang beberapa hari lagi bersama neneknya,"ucap Wita
"Bagaimana kabar Ara dan bayinya?"tanya Tania
"Mereka sehat, udah pulang juga kemaren dari rumah sakit"ucap wita .
__ADS_1
"Syukur kalau begitu"ucap Naina,
"Vairus datang?"tanya Tania lagi.
"Iya dia datang sepertinya dia masih dirumah Ara, kemaren pas Arion cerita tentangmu ia juga ada di sana"ucap Wita .
Tania hanya tersenyum mengingat nama Arion, oh sungguh Tania merindukan kehidupan nya dahulu, saat terobsesi sama suami orang,ia tersenyum pada dirinya sendiri
"kenapa kau malah tersenyum"ucap heran Wita
"Ah tidak, hanya saja aku ingat akan kegilaan ku, rasanya malu sendiri"ucap Tania
"Aku berpura-pura gila saat itu hanya demi dekat dengan Arion, sungguh keterlaluan sikapku itu,"ucap Nia seraya menggelengkan kepalanya sendiri.
*****
"Kau yakin mau melakukan itu, berfikir lah lagi Vai, ini juga bukan urusanmu,Tania baik-baik saja kan?"ucap Abbas yang seraya menahan tangan Vairus untuk pergi menemui mertua Tania
"Mereka sudah keterlaluan Ab, bisa-bisa nya mereka merencanakan hal kotor itu, pokoknya aku harus ketemu sama tuh nenek lampir"ucap Vairus emosi
"Vai,udah jangan di fikirkan lagi, Troy juga sudah memberikan pelajaran untuk sang mama, dukung Tania saja, jangan mencari masalah dan apalagi itu membuat Tania semakin bersalah akan dirinya"ucap Abbas yang di benarkan oleh Arion,
"Benar yang Abbas katakan, Tania bukan wanita lemah,hanya saja sekarang ia mencoba menata hati dan hidupnya sendiri, dia pasti bisa melaluinya"ucap Arion saat mendengar perdebatan Vai dan juga Abbas.
"Tapi kak, mertua tidak ada akhlak sepertinya tidak pantas mendapatkan menantu sebaik Tania"ucap kesal Vairus seraya mendudukkan kembali dirinya di sofa ruang tamu.
"Dari pada kau emosi karena masalah Tania mending kau gendong tuh keponakan mu"ucap lagi Arion
"Vairus .. Tania memang membuat kesalahan dimasa lalu, tapi tidak ada satu manusia pun yang tidak pernah melakukan kesalahan, di ibaratkan kain putih saja, tidak ada kain putih yang tak bernoda, hanya saja tergantung kita yang merawat kain itu, jika dibiarkan maka kotoran itu semakin lekat fan bertambah banyak, begitu juga sebaliknya,jika kita langsung membersihkan nya, tidak akan terlambat untuk menghapus noda itu"
__ADS_1
Kata bijak Arion pada adiknya, yang terdengar sangat menyentuh untuk Abbas.