APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 45 Menginginkan Mu


__ADS_3

Perjalanan hidup tidak semulus jalan tol, juga tak seburuk jalanan berlumpur, pasti ada jalan yang akan menjadi penyirangan,


"Bagaimana keadaan mu?"Ucap Tristan pada wanita yang kini ada di hadapannya,


"Aku baik, mmmm... boleh aku bertanya sesuatu?"ucap wanita itu yang tidak lain lagi adalah Intan,


"Tanyakanlah"Ucap Tristan seraya tersenyum,


"Ibuku... apa dia...?"


"Dia sudah di tangkap oleh polisi, kenapa kau ingin melihat nya?"Ucap Tristan yang berakhir dengan pertanyaan,


"Tidak!"Ucap intan dengan tegas,


"Lalu...?"


"Aku ingin, aku tidak bertemu lagi dengannya, "ucap intan dengan wajah yang kini berubah sedih,


"baiklah... lalu rencana mu apa, "


"Aku ingin menetap di sini, apakah aku bisa minta tolong lagi padamu"ucap intan


"Baiklah... apa?" ucap Tristan, yang terus menatap kearah intan,


"Bisakah kau mencarikan aku sebuah kontrakan kecil"


"Kontrakan kecil?, mmmmm..."


"Aku pasti akan membayar semua hutangku padamu, aku janji, aku tidak akan kabur" ucap Intan spontan, membuat Tristan tersenyum, dan mengacak rambut intan dengan lembut,


"Baiklah... ayo...."ucap Tristan, seraya mengulurkan tangannya, agar, Intan memegang tangannya, namun tidak, intan berdiri tanpa menerima uluran tangan Tristan, membuat Tristan, tersenyum seraya mengepalkan tangannya,


Tristan dan Untan pun keluar dari ruang rumah sakit, namun sebelum itu, Tristan membayar semua biaya pengobatan Intan,

__ADS_1


"Maafkan aku karena sudah menjadi beban untukmu"Ucap Intan ,


"ini adalah keputusan ku untuk membantumu, bukan salahmu, akulah yang mengambil langkah ini, jadi..kau adalah tanggung jawabku sekarang,"Ucap Tristan seraya menatap wajah Intan,


Tatapan itupun menjadi terkunci satu sama lain, laku Tristan tersenyum dengan penuh pesona nya, membuat pipi Intan menjadi merah merona,


Di dalam perjalanan, Tristan ragu untuk menanyakan perihal wanita yang Intan panggil ibu, namun tidak lagi mau bertemu dengannya,


"Mmmm dia bukan ibu kandungmu...?"Ucap Tristan seraya melihat kearah Intan,


"Kok tahu...?"


"Jika dia ibu kandungmu, tidak mungkin kau akan meninggalkan nya, sejahat apapun dia, kau pasti akan menemuinya"Ucap Tristan asal menebak,


"Kau benar, dia bukan ibuku, saat aku berumur 10 tahun, aku di ambil olehnya dari panti asuhan, dengan dalih menjadikan aku anak angkatnya, nyatanya, di sana juga ada beberapa anak yang ia rawat, namun dia jadikan sebagai bank berjalan baginya, dari kecil kami di suruh mengamen di jalanan, dan yang dewasa, dijadikan pemuas ***** laki-laki, tapi ... Aku termasuk anak yang paling beruntung di antara saudaraku yang lainnya, karena hanya aku yang di izinkan sekolah, asal dengan biaya sendiri, dan bisa menyetor uang padanya setiap bulan, aku berusaha agar aku bisa sekolah, namun... Beberapa bulan ini, peminat dari saudara-saudara menurun, sehingga ibu langsung menawarkan aku pada semua kenalannya, aku tidak tahu harus minta tolong pada siapa, sehingga aku akhirnya melibatkan mu dalam masalah ku, maafkan aku..."Ucap akhir intan dalam isak tangisnya,


Tristan menatap wajah yang kini sudah mukai tertunduk menangis, menepikan mobilnya dan berhenti sejenak, Tristan meraih tubuh mungil itu dan memeluknya, seolah memberinya kekuatan, dan dukungannya.


"Tidak apa-apa, kau masih punya aku, kau jangan menangis lagi, semua sudah berlalu, aku berjanji padamu, aku akan selalu ada untukmu,"Ucap tristan yang mana masih memeluk Intan,


"Baiklah... Sekarang kau fokuslah pada kehidupan mu, lupakan masa lalu mu, dan lihatlah masa depanmu, Intan....bagaimana kalau sementara waktu kau tinggalah dengan ku, kontrakan di surabaya ini bisa di bilang tifak ada yang murah, sedangkan kau masih belum menemukan pekerjaan, atau begini saja, aku memintamu menjadi apa ya... Istilah nya, bukan pembantu sih. . apa ya...."Ucap ragu Tristan, ingin mengatakan menjadi pembantu takutnya salah,


"Aku mengerti maksudmu, sebelum nya aku ucapkan terimakasih, baiklah... Aku bersedia untuk menjadi pembantu di tempatmu"Ucap Intan dengan senyuman di bibirnya,


"Ah... Kata pembantu ini sepertinya kurang pas, kau terlalu cantik untuk seorang pembantu"Ucap Tristan tanpa sadar, namun saat ia sadar akan ucapan nya, tingkahnya pun ia buat seolah tidak ada kata yang terucap, Tristan memegang tekuk kepalanya tandanya ia salah tingkah, sedangkan Intan hanya tersenyum canggung,


"baiklah... Kita ke supermarket sebentar,"Ucap Tristan seraya menghidupkan mesin mobilnya, dan berlalu dari tempat itu,


*****


"Bagaimana...apakah kau senang bekerja di sini?"Tanya Troy seraya menyuapi Tania dengan makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan hotel,


"Untuk saat ini, aku senang, apalagi kau sudah menyiapkan semua ini, terimaksih banyak"Ucap Tania setelah menghabiskan makanan yang ada dalam mulutnya,

__ADS_1


"Baiklah... Apakah aku akan mendapatkan hadiah dari semua ini...?"Ucap Troy seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri,


"Mmmmm hadiah...? Apa ya...?"Terlihat Tania seolah berfikir hadiah apa yang akan ia berikan pada suaminya itu, di saat Tania masih terlihat berfikir, Troy berdiri dan berjalan mengitari meja, sehingga kini ia berada tepat di belakang Tania, ia pun menunduk kan tubuhnya sehingga dagunya,kini menempel di bahu Tania, seraya berkata,


"Aku tidak membutuhkan apapun dan tidak ingin barang apapun darimu, aku hanya menginginkan kamu, dan hanya kamu"Ucap Troy di dekat telinga Tania, membuat Tania merasa geli dan remang,


Troy pun mencium pipi Tania dari belakang, Tania hanya tersenyum mendapati perlakuan mesra dari suaminya,


"Baiklah... Habiskan makan mu"Ucap Troy seraya mengusap rambut Tania dan kembali ke tempat duduknya,


"Mmmm Troy... Bisakah kau temani aku untuk melukis sebentar saja"Ucap Tania setelah selesai menghabiskan makannya,


"Tentu..."Ucap Troy seraya menyelipkan rambut Tania ke belakang telinganya,


Terlihat senyum Tania, yang mana Tania langsung mengambil semua barang yang ia butuhkan, Troy ikut membantu kekasih sekaligus istrinya itu, dengan semangat Tania akan melukis lagi untuk pertama kali nya, setelah beberapa terakhir ini ia sudah berhenti melukis,




Betapa Troy mencintai wanita ini, sehingga ia akan rela melakukan apapun demi dirinya,


melihat senyum itu, Troy pun mendekati nya, masih terlihat sembab di mata Tania,


Terlihat perubahan di wajah Troy,


"Troy... kamu kenapa, kemarilah duduk lah di dekat ku"Ucap Tania dengan bibir masih terse,


"Jika ada apa-apa langsung ceritakan padaku, dan juga, jangan kau memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya kau fikirkan, kau mengerti kan...?"Ucap Troy dengan lembut, seraya membelai kepala Tania,


Tania menghentikan aktifitas tangannya, dan mendongakkan kepalanya, Troy langsung mendarat kan ciuman di bibir Tania, saat Tania mendongakkan kepalanya,


"Aku bukan anak kecil yang harus kau ingatin terus"Ucap Tania,

__ADS_1


"Aku tahu... tapi bagiku,kau adalah segalanya, maka aku akan menjagamu lebih dari diriku sendiri, jadi demi aku, jangan pernah menangis lagi"Ucap Troy,


"Tidak akan lagi"Ucap senyum Tania.


__ADS_2