
Waktu berjalan tanpa di rasa, Troy dan Tania yang masih enggan meninggalkan pantai, menikmati hari yang sudah mulai gelap,
"Belum puas...?" tanya Troy,
"Bukan tidak puas, hanya saja aku tidak rela meninggalkan tempat yang sangat indah ini"
Sejenak Tania terdiam, menikmati udara yang berhembus,
"Troy...Bolehkah aku kesini lagi suatu saat nanti?" Ucap tania,seraya menatap lurus ke depan, menatap hamparan luasnya lautan, dengan deru ombak dan angin yang saling berhubungan,
"Kalau ada kesempatan, kita pasti akan sering kesini"ucap Troy seraya menggandeng tangan Tania, dan membawanya, melangkahkan kakinya bersama, beriringan setapak demi setapak kaki di pasir pantai,
*****
"Be...benarkah ini kak Faris ..kak Faris sudah bebas... ?"Ucap Tania penuh bahagia,
"Iya aku...Tania... maafkan kakak, dan juga terimaksih kau masih peduli dengan kakak, yang sudah jelas-jelas membuatmu menderita"
"Kakak... kakak jangan berkata seperti itu, Tania bahagia, Tania bahagia mendengar kakak bebas, tapi...Maafkan Tania, karena Tania tidak bisa ada di dekat kakak, saat kakak bebas"Ucap Tania, dengan tangis bahagia,
"Tidak apa-apa Tania... kau nikmatilah bulan madu mu dengan bahagia, selamat untuk pernikahan mu semoga kalian bahagia"Ucap Faris tulus, seraya mengusap ujung matanya,
"Andaikan Tania ada di dekat kakak,Tania sangat merindukan kakak"Ucap Tania,
"Kakak juga sangat merindukan mu, jagalah diri baik-baik, jaga kesehatan, dan juga salam untuk suamimu"Ucap Faris,
"Apa kakak tidak mau bicara dengannya?"
"Untuk saat ini tidak Tania, Kakak masih malu dengan nya, ya sudah, kamu istirahat lah, setelah kalian kembali, apakah kakak boleh menemui mu?"
"Tentu kak, Tania juga ingin bertemu dengan kakak"Ucap Tania, seraya mengulas senyuman di bibirnya,
Akhirnya perbincangan singkat itupun berakhir, Setelah mematikan ponselnya, Tania langsung memeluk Troy yang baru saja keluar dari kamar mandi,
"Ada apa?"tanya Troy
__ADS_1
"Arion membebaskan kak Faris Troy, Arion benar-benar membebaskannya"Ucap Tania dalam pelukan Troy, Troy membelai rambut Tania, dengan keadaan masih berpelukan,
"Arion tidak pernah ingkar janji Tania, selamat untuk kebebasannya, kau bahagia"
"Tentu... terimakasih, kalian masih baik padaku dan kak Faris, "ucap Tania, seraya berjalan mengikuti langkah Troy,
"Tania... apakah kau benar-benar menyayangi Faris sebagai kakak mu, meski kau tahu, kalau ternyata dia bukanlah kakak mu"Ucap Troy
"Aku mencintai dan menyayangi nya Troy, dia yang paling baik padaku selama ini, meski sekarang aku tahu, ternyata kebaikannya saat itu, hanya karena ingin memanfaatkan ku, tapi aku bahagia, Troy...aku sangat beruntung karena ada kamu di sisiku, tetaplah bertahan dengan ku"Ucap Tania, seraya mencium bibir Troy, memberikan hasrat yang berbeda, memulai kewajinamnya untuk melayani sang suami,
Tania kini aktif, membuat Troy semakin dan semakin ingin meminta lebih,dari apa yang Tania lakukan, Tania bukan tidak mengerti hanya saja, Tania sengaja melakukan itu dengan lamban, agar Troy bisa lebih menikmati, layanan demi layanan yang Tania berikan,
Hingga akhirnya Tania sampai pada puncak pelepasannya, ia tersenyum pada Troy, saat Troy membuka matanya, pandangan mereka terkunci, seraya Tania menikmati sedetik demi sedetik kenikmatan yang ia capai, Merasa Tania sudah kembali dari kenikmatan surga dunia nya, Troy segera mengganti posisi Tania, sehingga tubuh Tania Ter apit oleh tubuh Troy,
Malam ini, pengantin baru itu seakan ogah menghentikan aktifasi olah raga malam nya, tepat jam 2 pagi, Troy pun meleburkan pelepasan nya, sehingga Troy terkulai lemas di samping tubuh Tania,
"Thank you baby, you are great, I love you"
Bisik Troy di telinga Tania, membuat Tania tees dan memiringkan tubuhnya, sehingga mereka bertatapan,
Tania bangun dengan tubuh yang lelah, ia tersenyum saat mendapati wajah suaminya yang baerafa tepat di depan wajahnya, ia tersenyum seraya memainkan jari telunjuk nya di wajah Troy,
"Kau sudah bangun...?"Ucap Troy dengan mata yang masih tertutup,
"kau sudah bangun ternyata"Ucap Tania,
"Mau nambah lagi sayang?"Ucap Troy,buat mata Tania terbelalak, seraya berkata,
"kau ... lanjut kan saja tidurmu ..aku mandi dulu"Ucap Tania seraya bangun dari tidurnya dan segera bangkit dari tempat tidurnya,
"Sayang... kau mau di kamar mandi...?"Goda Troy yang merasa lucu,bila melihat expresi wajah istrinya kalau lagi cemberut,
"Jangan aneh-aneh Troy, kau sebaiknya lanjutkan tidur mu"Ucap Tania seraya membuka pintu kamar mandi,
*****
__ADS_1
"Abbas... apa ini semua?"Ucap Vairus seraya menunjuk kan bukti transferan yang lumayan banyak,
Betapa terkejutnya Abbas saat melihat semua kertas yang Vairus berikan,
"Itu uangku, aku tidak pernah ambil uang perusahaan"Ucap Abbas gugup,
"Bukan itu yang menjadi permasalahan buatku, aku tahu kau tidak akan pernah menggunakan uang Perusahaan, tapi... ini... Transferan ini...untuk siapa....?"Tanah Vairus, yang heran dengan jumlah transferan itu,
Abbas akhirnya menyerah, cepat atau lambat Vairus juga pasti akan tahu, apalagi saat ini, mereka sudah meminta lagi uang, Abbas bukanlah takut, hanya saja, keluarga bagi Abbas adalah no 1 tapi nyatanya, keluarganya malah memanfaatkan nya seperti ini, jika mereka tidak mengancam akan menyentuh Vairus, mungkin Abbas akan menuruti lagi permintaan mereka, hanya saja kali ini Abbas benar-benar merasa jengah dengan ancaman itu, sudah seharusnya Vairus tahu, apalagi saat ini, uangnya sudah benar-benar menipis, jika mereka terus-menerus menguras dirinya, bisa jadi Abbas tidak akan mempunyai uang sepeser pun, dan tidak menutup kemungkinan, mereka akan terus dan terus meminta,
"Kau jangan marah, jika aku berkata jujur"Ucap Abbas seraya mengambil kertas yang Vairus letakkan di meja depan Abbas,
"Apakah untuk biaya pacarmu....?"Tebak Vairus dengan wajah yang sulit di artikan,
"Pacar..., kenapa kau malah berfikir kearah itu, kau pasti lebih tahu dari siapapun, kalau aku tidak pernah dekat dengan siapapun, dan cewek manapun kecuali kamu"Ucap Abbas jujur,
"Lalu...?"
Sejenak Abbas terdiam, melihat wajah Vairus yang penuh tanda tanya, sehingga Abbas lebih memilih berdiri dan berjalan mendekati jendela kamar yang ia tempati,
"Kau menemukan ini dimana?"tanya Abbas dengan santai,
"Aku tidak sengaja masuk ke ruang kerjamu, dan aku melihat itu"Ucap Vairus jujur,
"Apakah kau melihat barang yang lain lagi. ?"tanya Abbas dengan wajah datar dan santai,
"Eh ... itu.... tidak... memangnya berapa banyak yang kau sembunyikan dariku?"
"Tidak ada yang ku sembunyikan darimu, hanya saja kau masih sibuk, aku tak mau mengganggu mu, ini tidak serius"Ucap Abas,
"Ini hanya masalah pribadiku" lanjut Abbas saat melihat raut wajah Vairus yang masih belum mengerti dengan apa yang Abbas katakan,
*Terimakasih untuk semua yang masih mendukung karyaku, semoga kalian selalu di beri kesehatan, jika ada kesalahan mohon kritikannya, karena author masih perlu banyak belajar, jangan lupa like ,komin dan vote nya ya teman-teman, jangan lupa juga Favorit kan karya author yang receh ini,
#salam sayang dari author selalu*#
__ADS_1