APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 28 Hadiah Dari Tania


__ADS_3

Troy melaju kan mobilnya dengan begitu cepat, ia ingin segera bertemu dan memeluk istrinya, ingin menumpahkan segala rasa kecewa yang ada dalam hati nya, hanya dengan memeluk tubuh itu, hati yang diliputi dengan rasa amarah, bisa lebih tenang dan nyaman,


Berulang kali Troy memukul-mukul setir mobilnya, meluapkan amarah yang belum redam, namun semakin ia mengingat, semakin hatinya marah dan kecewa,


Bagaimana bisa mama nya mempunyai fikiran untuk mendekatkan dirinya yang sudah beristri dengan wanita lain,


Apa sebegitu bencinya mama sama Tania, Begitulah pikiran Troy, dan sejak mulai saat ini, Troy berjanji tidak akan pernah mempertemukan Tania dengan sang mama, Karena Troy tidak ingin hati yang ia jaga bisa tersakiti,


Tak butuh waktu lama, akhirnya Troy pun sampai di apartemen nya, ia mempercepat langkah kakinya, entah kenapa, ia kini ingin benar-benar meringkuk tubuh kecil istrinya, ingin membawa tubuh istrinya dalam raganya, dan tak ingin di lepas lagi, semakin mama nya membenci hubungan itu, semakin besar rasa Troy pada istrinya, Saat Troy masuk, terlihat lampu kamar sudah menjadi remang, Hanay tersisa lampu tidur yang menyala, namun Troy baru menyadari kalau ponsel istrinya masih menyala, mungkin barusan ia masih bermain-main dengan ponselnya, saat ia mengambil ponselnya, tertera nama Tristan yang masih terhubung dengan ponsel istrinya,


"Nia...kau masih ada di tempat kan...ayolah jangan bercanda, jangan bilang kalau kau ketiduran pas bicara dengan ku"Celoteh Tristan yang masih terdengar oleh Troy, tidak bisa menahan senyum, akhirnya Troy yang angkat bicara,


"Istriku sudah masuk ke dalam mimpi indahnya, ternyata bicara denganmu sangat membosankan , sehingga istriku merasa ngantuk dan tertidur pulas"Ucap Troy dengan di selingi tawa mengejeknya,


"Sialan... itu bukan karena bosan, tapi karena suara ku mampu membuat istrimu itu nyaman,"Ucap Tristan tak kalah dengan ucapan Troy,


"Baiklah... kalau begitu, tutup telfonnya, kau ingin mendengar suara ku yang lagi bercumbu dengan istriku"Ucap Troy yang membuat Tristan naik pitam,


"Eh.. Troy...kau jangan macam-macam, Tania kelelahan, kau masih ingin menghajarnya, dimana hatimu...."Teriak Tristan membuat Troy tidak berhenti tersenyum,


"Memangnya kau tau apa masalah tentang begitu, mana ada kata menghajar, istriku malah akan menikmatinya" Ucap Troy yang semakin membuat Tristan geleng kepala


"Troy...kau ..."


Tiba-tiba sambungan telfon itu terputus, ya..Troy mengakhiri pembicara itu secara sepihak, namun dengan senyum di bibirnya, Akhirnya Troy pun menaruh ponsel sang istri di atas nakas tempat tidur, lalu Troy duduk di sebelah wanita yang kini sudah terlelap dalam tidurnya, membelai kepala nya, dan mengecup keningnya, menatapnya dengan begitu lama, seakan-akan, wajah istrinya adalah sebuah lukisan terindah yang pernah ia lihat, ..


"Maafkan aku ...aku mencintaimu..."ucap Troy seraya mencium kening istrinya kembali, namun ciuman itu lebih lama dan lebih dalam,


Malam semakin larut, kini Troy benar-benar memeluk tubuh istrinya, menjadikan guling hidup baginya, sedangkan tubuh Tania juga merasa nyaman dengan pelukan itu, sehingga ia makin merengkuh dalam dekapan suaminya,


*****

__ADS_1


"Bagaimana tidurmu...?"ucap Abbas yang menyadari ada kantung mata di wajah Vairus,


"Eh... memangnya kenapa.. tidurku nyenyak kok"Ucap Vai,


"Benarkah...?"ucap Abbas yang tidak percaya dengan ucapan Vairus, seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Vairus, benar saja, wajah yang seputih salju itu pun menjadi merona karena hembusan nafas Abbas yang sangat terasa,


"Bisa tidak jangan begitu dekat begitu"ucap Vairus seraya memalingkan wajahnya,menjadi berlawanan dengan wajah Abbas, Abbas tersenyum mendapati wajah merona itu,


"Jangan terlalu malam istirahat nya, apakah kau lihat.. ini sudah kelelahan..."Ucap Abbas seraya menyentuh kelopak mata Vairus,


"Baiklah... ayo berangkat..."Ucap Abbas yang tidak mendapati Vairus bicara, hanya wajah merona yang selalu terlihat,


Dengan hanya melirik Abbas,Vairus meraih tas nya yang berada di meja,


"Emmmm kita ada pertemuan di luar setelah ini, dan juga,dewan revisi juga mengadakan rapat dadakan, jam 10"Ucap Abbas seraya membuka kan pintu mobil untuk Vairus,


"Laporan untuk kemaren sudah kau urus kan...?"


"Baiklah...oh iya... Tania sudah kembali katanya dari bulan madunya, katanya ada oleh-oleh darinya, benarkah...?"


"Itu benar, itu akan langsung di kirim ke alamat perusahaan"


"Bukankah dia baik banget Ab...?"


"Sangat baik...."Ucap Abbas langsung seakan tanpa harus berfikir dulu,


"aku juga merindukan orang-orang itu, ahh... semuanya ku rindukan, bertemu Dady saja belum bisa, apalagi sama mereka"Ucap Vairus,dengan nada lesu,


"Yang sabar, sekarang perusahaan memang lagi sangat membutuhkan mu, akhir pekan,kita akan mengunjungi tuan Antony,"Ucap Abbas


"Baiklah... demi Dady, demi perusahaan, Vairus ayo semangat"Ucap Vai menyemangati diri sendiri,

__ADS_1


Selama ini Vai memang hidup tanpa teman di sekitar nya, hanya Abbas dan ayah Abbas yang menjadi teman baginya, Dady nya sangat melarangnya untuk memiliki teman, baik itu seoarang wanita, karena itulah, Vairus merasa bahagia saat ia dekat dengan keluarga aslinya, kesepian pun sangat terasa saat ia kembali ke kediaman Dady nya,


*****


"Tania... Thank you so much "Ucap Wita dari balik benda pipih yang menempel di telinga nya,


"Maaf, hanya itu yang bisa aku berikan"ucap Tania,


"Oh tidak... ini sangat bagus, bahkan aku sangat menyukai nya, kau masih ingat dengan kamu, seharusnya kami yang memberi mu hadiah"Ucap riang Wita,


"Wit... bagaimana, apakah Kei menyukai hadiahnya....?"Tanya Tania hati-hati,


sejenak tidak ada suara yang keluar dari benda pipih itu, namun saat wajah Tania menunjukkan rasa kecewa, suara nyaring yang tiba-tiba membuatnya tersenyum terdengar merdu,


"Mainannya banyak sekali Tante, Kei sangat menyukai nya, terimaksih Tante .."Ucap kei dengan sangat bahagia,


"Sama-sama sayang, baguslah kalau Kei suka"


"Eh Nia... yang mengirim kesini bukan dari expedisi ya....?"


"Kok tahu....?"


"Ya iyalah, dia bawa mobil Pajero kesini, mana ada expedisi pakai mobil Pajero, emangnya siapa dia?"Tanya Wita,


"Temennya Troy... kebetulan dia mau ke Jakarta juga, sekalian Troy titipkan, biar cepat sampai katanya, dan juga kebetulan, Arah tujuannya searah dengan alamat kalian" Ucap Tania,


"Owhh.... Emmmm suami mu so sweet banget ya... pertama kali bertemu, dulu dia kayak kaku gitu, cuek, gak ada senyum sama sekali, tapi nyatanya... wah... Tania..memang hebat, bisa membuat pria sedingin Es salju,kini menjadi pria hangat dan romantis"Ucap wita panjang lebar, yang mana semua itu Di dengar oleh suaminya,


"Kau mau ku hukum seperti kemaren sayang, sepertinya,kau sangat suka dihukum dengan cara itu"Ucap Daniel yang kini berdiri di belakang Wita, membuat Wita segera mematikan ponselnya, takut akan kejadian kemaren di perusahaan terulang lagi,


Suaminya ini tidak mengenal tempat kalau sudah ingin, membuat Wita was-was,

__ADS_1


__ADS_2