
Setelah Tania sampai di dalam mobil ya, ia sudah tidak bisa menahan air matanya, ia tumpahkan segala sesak yang ia rasakan, tanpa ia sadari ada tangan yang mengepal marah, rahangnya yang mengeras urat nya yang nampak, terlihat jelas di mata orang itu amarah yang berkobar.
"Kenapa sesakit ini"Ucap Tania seraya memegang dadanya,
"Apakah aku tidak pantas hidup tenang, apakah aku tidak pantas mendapatkan cintanya, Aku mencintainya, sangat mencintainya, aku tulus mencintainya, bukan karena dia laki-laki hebat, Aku mencintainya, aku sangat mencintainya ..."Teriak Tania di dalam mobil, melampiaskan perasaan sakitnya yang sedari ia tahan,
Semua yang di lakukan oleh ibu nya Mega sudah di saksikan langsung oleh seseorang, entah berhasil atau tidak nya,hanya Author yang tahu wkwkwkwkwk
*****
"Di Hotel xxx ya Tante?" Ucap indah
"Iya sayang, ingat lakukan seperti yang Tante katakan ya, jangan sampai gagal, aku sudah menyuruhnya kesana, dan di sudah setuju"Ucap mama Rasti,
"Baiklah Tante, Terimakasih ya Tante, "Ucap indah dengan sok manjanya,
"Kau pilihan Tante, sudah pasti Tante akan mendukungmu"Ucap mama Rasti,
"Baiklah, kalau begitu indah pamit dulu, Da Tante..."Ucap indah seraya mencium kedua pipi calon mertua nya itu,
"Hati-hati sayang"Ucap mama Rasti
Indah tersenyum seraya melangkahkan kakinya, meninggalkan kediaman Mama Rasti dengan wajah yang berbinar,
ia tidak sadar ada hati yang terluka dengan apa yang ia lakukan nanti,
"Ah... kak Troy... aku menunggumu"Ucap indah seraya masuk kedalam mobilnya
*****
"Kau dimana?"Ucap Troy
"Aku ada dirumah sakit, kenapa?"Tanya seseorang yang ia hubungi,
"Temani istriku bawalah ia pergi, dan jangan biarkan ia pulang untuk malam ini dan juga pastikan dia ada di dekatmu"Ucap Troy dengan wajah penuh emosi,
"Hei kau kenapa...? kau serius menyerahkan istrimu padaku? apa kau tidak takut jika aku melakukan hal yang tidak pantas pada istrimu? Dia wanita cantik, sia-sia jika di anggurin kan?"Ucap seseorang yang tidak lain lagi adalah Tristan,
"Aku tidak bercanda sekarang, hubungi dia sekarang, dan temanilah"Ucap Troy, seraya mematikan ponselnya
__ADS_1
"Ah .. ada apa ini? kenapa aku merasa akan ada hal yang besar yang akan terjadi?, Troy tidak biasanya akan memberikan istrinya untuk ku jaga, apalagi sampai semalaman seperti ini" Ucap Tristan seraya masih menatap ponselnya yang sudah mati.
*****
"Hallo Wita, bagaimana keadaan mu?" Ucap Tania menahan tangisnya, agar tidak diketahui oleh Wita yang menelfonnya
"Ah aku baik Tania, kau baik-baik saja kan, Kei bilang...?"Ucap wita
"Wita, apa yang kei katakan, iya aku tadi sempat bertemu dengan nya, dan ada sedikit ke salah pahaman antara aku dan nenek nya kei, tapi tidak ada apa-apa, hanya ke salah pahaman biasa, kau jangan dengarkan omongan Kei" ucap Tania,
"Tania, tidak kah kau mau jujur padaku? Kei.bukaj anak kecil seperti biasanya, aku tahu betul anak itu, ia tidak akan asal bicara"Ucap Wita,
"Kau jangan terlalu khawatir padaku, aku baik-baik saja, dan aku ...aku.. bisa melewati ini semua"Ucap Tania, berusaha tersenyum meski tidak akan ada yang melihat senyumannya,
"Rahasia kan ini dari Daniel dan dari siapa pun"Imbuh Tania
"Tania, kau hebat, kau kuat, semangat, perjuangkan cinta dan rumah tanggamu" Ucap Wita, berusaha memberi kekuatan pada Tania.
"Aku tahu, terimakasih sampaikan salam ku pada Ara" Ucap Tania
"Baiklah, Cheers, for you a great woman " Ucap Wita sebelum mengakhiri perbincangan mereka yang melalui ponsel,
Tania menghela nafas, berusaha menghilangkan sedikit demi sedikit rasa sakit yang masih tersisa, namun masih saja ada dan akan selalu terasa.
Dengan segera Tania menurunkan kaca mobilnya
"Iya ada apa mas?"Ucap Tania
Orang itu tidak menjawab malah membuka kaca helm nya, dan itu berhasil membuat Tania tersenyum seraya berkata
"Ah tuan dokter rupanya"Ucap Tania yang di balas tawa oleh Dokter yang tidak lain lagi adalah Tristan,
"Turun... ikut aku yuk"Ucap Tristan
"Kemana?"Tanya Tania,
"Kita senang-senang hari ini"Ucap Tristan dengan santai,
"Tidak bisa, aku mau pulang"Ucap Tania,
__ADS_1
"Suamimu tidak akan pulang hari ini, dia ada perjalanan luar kota"Ucap Tristan
"Kau bercanda, dia tidak ngasih kabar ke aku" ucap Tania,
Namun saat Tristan menunjukkan pesan yang Troy kirim barulah tania percaya
"Tapi kenapa dia tidak mengabari ku?"
"Sudahlah, jangan kau ambil pusing, yuk jalan-jalan,"Ucap Tristan
"lalu mobilku?"
"Aku akan menyuruh orang untuk menyimpan lainnya, ayolah, kesempatan ini sangat lah angka loh, melihat ke posesifan suami mu itu," Ucap Tristan
"Lalu wanita mu itu?"
"Cih, dia belum resmi jadi wanitaku, aku dan dia masih murni berteman " Ucap Tristan dengan wajah sok serius nya,
"Ah baiklah, hari ini aku juga butuh refreshing "Ucap Tania seraya membuka pintu mobilnya,
Tania pun naik keatas sepeda motor yang dibawa Tristan,
*****
Kini hari sudah menjelang sore, Tania dan Tristan menikmati pemandangan pantai di sore hari, meski masih ada beberapa orang yang juga menikmati indahnya sore hari di pantai, Tania tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya, ia tersenyum pada Tristan seraya berkata,
"Terimakasih karena sudah membawa ku kesini hari ini"Ucap Tania dengan masih bibir tersenyum
"Apa ada masalah?"Ucap Tristan seraya menatap lurus air laut yang begitu tenang
"Tidak ada, apa terlihat jelas di wajahku kalau aku punya masalah?Ucap Tania
"Kita sudah berteman begitu lama, aku mengenalmu sebagai wanita yang sangat luar biasa, Kau pintar menyembunyikan kesedihanmu dan terus membuat orang lain bahagia, Tania, sesekali kau pikirkan kebahagiaan mu sendiri"Ucap Tristan
"Kau belum mengenalku sepenuhnya Tristan, aku bukanlah wanita seperti yang kau katakan barusan, Aku wanita yang paling egois yang pernah kau temui, aku wanita yang paling jahat yang pernah kau kenal"Ucap Tania seraya melihat ke arah Tristan,
"Aku tidak peduli dengan masa lalu mu, semua orang mempunyai masa lalu, tapi kita hidup bukan untuk masa lalu, tapi untuk masa depan"Ucap Tristan
"Jadi... hiduplah untuk masa depan, lupakan masa lalu" imbuh Tristan
__ADS_1
"Masa lalu ku akan terus mengikuti, karena Troy dan yang lainnya adalah sisa dari masa laluku"Ucap Tania dengan senyum menahan tangis
"Kalau begitu tinggalkan mereka, ayo ikutlah bersama ku, pergi jauh dari masa lalu yang telah membuatmu terpuruk, kita pergi jauh sekiranya tidak akan ada orang lain yang menemukan kita"Ucap Tristan memegang kedua bahu Tania.