
Troy dan Tania kini saling diam di dalam mobil namun tangan Troy tetap menggenggam tangan Tania, mereka larut dalam fikiran mereka sendiri, hingga tanpa sadar mereka sudah sampai di depan rumah yang berlantai dua namun tak seindah rumah Troy,
"Kita sudah sampai..."ucap Troy memecah lamunan Tania, Tania tersenyum ke arah Troy seraya membuka Seatbelt atau sabuk pengaman nya, dan segera turun,
"Jangan terlalu banyak berfikir, semuanya akan baik-baik saja" ucap Troy seraya merangkul tubuh Tania,Tania hanya menatap wajah Troy yang memberinya senyuman agar ia tetap kuat berdiri di samping nya,
Tania tersenyum lalu memencet bel rumahnya, selang beberapa saat kemudian,pintu rumahnya terbuka,
"Kak Tania...kak Troy"ucap Dini yang kebetulan membukakan pintu untuk mereka,
"mari masuk kak"ucap Dini yang melihat keduanya hanya tersenyum, Tania dan Troy pun masuk kedalam rumahnya,
*****
"Mengapa terburu-buru,tidakkah kalian tinggal disini untuk beberapa hari?"tanya sang mama Tania,
"Inginnya begitu ma, cuma ...."ucap Troy yang berkata seraya melihat kearah Tania,
"Tidak apa-apa ma, Tania akan sering berkunjung kesini, lagian Troy besok harus masuk kantor,"ucap Tania,
"kalian tidak ambil cuti bulan madu?"ucap Des seraya menatap lekat kepada kedua pasangan pengantin baru itu,
"Untuk saat ini belum bisa De...,percuma juga bulan madu, kakak mu belum bisa di otak atik"ucap Troy yang membuat mata Tania,dini, Dea dan juga mama Tania terbelalak mendengar perkataan yang menurut mereka sangat tidak mungkin di ucapkan oleh seorang Troy,
"Kenapa kalian melotot begitu?"ucap Troy dengan expresi wajah yang datar seakan tidak ada dosa sama sekali, dengan geram Tania memukul lengan Troy
"Kau sadar dengan ucapan mu barusan?ucap Tania dengan memelankan suaranya,
"Ehemmmm, kakak lagi palang merah ya.... sabar aja kak Troy"ucap Dea dengan bibir senyum-senyum,
"Tidak apa-apa kalau kata orang tua mama dulu, kalau haid di saat malam pertama itu akan menandakan akan segera mendapatkan anak, semoga saja begitu"ucap mama Tania seraya membelai kepala Tania,
Tania hanya tersenyum menahan malu dengan semua perkataan adik dan mama nya, sedangkan Troy diam seperti tidak ada dosa, huh memalukan sekali, begitulah gumaman Tania,
Akhirnya Tania dan Troy sudah keluar dari rumah Tania dengan 2 koper Tania,
Di perjalanan Tania masih enggan bicara dengan suaminya,
__ADS_1
"Kenapa kau masih cemberut begitu,?"
"Kau benar-benar tidak sadar dengan ucapan mu barusan Troy?"ucap Tania menahan kesal,
"Kau kesal gara-gara itu?"
"ya iyalah..."ucap ketus Tania, tidak kuat melihat wajah cemberut istrinya, Troy menepi kan mobilnya dan berhenti, Troy mengambil kedua tangan Tania yang bersedekap di dadanya, mencium kedua tangan itu lalu menatap wajah Tania,
"lihatlah aku sayang...,maaf apakah perkataan itu membuatmu marah?"
"Bukan marah, cuma aku malu sama mama, Dea dan juga dini"ucap Tania dengan suara manjanya,
"Dengarkan aku, apakah selama ini kau tidak mengenalku dengan baik?Sayang,kau ingat dulu saat kau melihatku tertawa bersama dini, kau terlihat sangat marah dan enggan bicara dengan ku, Sayang... tadi aku hanya ingin membuatnya sadar, jika perasaan ku memang hanya untukmu dan hanya untukmu"ucap Troy bersungguh -sungguh,
Tania terdiam ia pun ingat saat itu, Memang dini sedang fokus Mandang wajah suaminya,
"Troy... apakah... apakah Dini masih... ?"
"Aku tidak tahu juga sayang, tapi aku tidak ingin kau salah faham lagi dengan ku, apalagi kalian saudara,Sedaribtadi pandangan dini terhadap kita itu seperti beda, tidak seperti tatapan Vallen, aku tidak ingin menuduhnya tapi setidaknya dengan berkata seperti itu, mungkin dini bisa berfikir lagi,-- jangan cemberut lagi, aku mencintaimu"ucap Troy seraya mencium kening Tania, Tania pun merasa terharu dengan sikap Troy yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta,
Tiba-tiba dering ponsel Tania berbunyi,
"Seperti yang kau lihat... aku sehat... selamat ya Nia... atas pernikahan mu, dan maaf, karena aku gak bisa datang"
"Tidak apa-apa, aku mengerti itu kok, Tante sudah mengatakan padaku, aku juga ucapin selamat untuk mu...akhirnya kau bisa mencapai cita-cita mu, "
"terimakasih Nia... "
"Hei.. apakah kau hanya bicara dengan istriku saja"ucap Troy yang langsung mengambil ponsel Tania,
"Iss kau ternyata masih sama saja, cemburu terhadap ku, Troy... istrimu memang cantik, tapi aku hanya menganggap nya sahabat, "
"Aku dan kau beda level, mana mungkin aku cemburu terhadap mu"
"Oke baiklah tuan bucin sebaiknya kau fokus bahagia kan Tania oke, bay.. semoga suka dengan kadoku"ucap akhir dari seseorang yang tak lain adalah Tristan,
"Cih, sahabat macam apa dia, kau menikah saja dia tidak datang"ucap Troy seraya memberikan ponselnya kepada Tania,
__ADS_1
"Dia baru saja memulai pekerjaan barunya"ucap Tania seraya menatap ke depan, mengingat semua kebaikan Tristan yang selama ini Tristan berikan padanya, hingga masa itu, Tristan dapat panggilan dari Jakarta, Ternyata Tristan pernah mengajukan lamaran kerjaan di sebuah perusahaan properti dan sebulan yang lalu, Tristan mendapatkan panggilan itu untuk di riview ternyata pemilik perusahaan itu adalah ayah dari teman Tristan sendiri, sehingga jalan masuk dalam perusahaan itu bisa lancar,
Tidak berapa lama kemudian, Troy dan tania sudah sampai di sebuah apartemen yang mana , apartemen Troy berada di lantai 7,
Saat Tania dan Troy masuk kedalam lift, Tania Tania sadar menabrak seorang gadis,
"Aw..."pekik gadis itu,
"maaf... maafkan saya, kamu tidak apa-apa kan...?"tanya Tania seraya membantu gadis itu untuk berdiri,
"Aku tidak apa-apa kak, terimakasih"ucap gadis itu
"sekali lagi maaf ya..."ucap tania,
"Kakak tidak salah aku yang salah, " ucap gadis itu seraya juga ikut masuk kedalam lift,
keadaan dalam.lift terasa canggung, sedangkan Troy hanya merangkul tubuh Tania dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang satunya sibuk dengan ponselnya,
Tania melihat kearah gadis itu, ada kepanikan di wajahnya, namun Tania tidak mungkin bertanya dan sok akrab padanya,
hingga tanpa mereka rasa lift berhenti, dan gadis itu juga keluar dari lift tersebut, mata Tania tidak berhenti mengekori langkah gadis itu,
"Ada apa?"
ucapan Troy membuat Tania sadar,
"Tidak ada apa-apa"
"Tapi.. kau dari tadi melihat kearah gadis itu, apakah kau mengenalnya?"tanya Troy seraya membawa Tania dalam dekapannya, menuntun nya berjalan dengan tangan satu menderet koper Tania begitu pun dengan Tania, satu tangan Tania membalas rangkulan Troy, tangan satunya menderet koper nya juga,
"Dia terlihat gelisah Troy, seperti nya gadis itu mengalami masalah" sejenak Troy menghentikan langkahnya, kini Troy semakin yakin, semenjak Tania sembuh dari sakit jiwanya, ia menjadi peka terhadap perasaan orang lain, yang pertama perasaan Vairus dan juga Wita, dan juga beberapa bulan yang lalu, ia juga berkata seperti itu, dan yang di takuti Tania benar-benar terjadi, dan kini ia berkata seperti itu lagi, Troy tidak ingin istrinya mencemaskan orang lain, karena itu juga akan menyakiti Tania sendiri nantinya,
"Sayang... kau jangan memikirkan hal apapun, kau tidak mengenal dia, setiap orang pasti punya masalah masing-masing, biarkan dia mengatasinya sendiri,"ucap Troy, Tania mendongakkan wajahnya menatap wajah Troy, terlihat kecemasan di wajah Troy,
"Baiklah... maaf... kau jangan menatapku seperti itu"
Cup..Cup..Cup...
__ADS_1
kecupan kilas 3x di bibir Tania,
"jangan banyak fikiran atau stres karena itu akan memperpanjang masa haidmu"bisik Troy di telinga tania, membuat Tania langsung mencubit perut Troy dengan gemas,