
Nasib manusia tidak seorang pun yang dapat memprediksi nya, Seperti hal nya roda yang akan selalu berputar, begitu juga kehidupan, semuanya akan mengalami lika dan likunya tersendiri,
Begitupun dengan hati seseorang, tidak semua nya akan lunak dan tidak selamanya akan tangguh, ada saatnya kita memupuk kesabaran demi sesuatu yang memastikan, dan juga,ada kalanya dimana kita harus menentang demi sesuatu yang harus kita perjuangkan,
*****
"Untuk apa mama memanggil ku?" ucap Troy yang baru saja tiba di rumah besarnya,
"Apakah tidak boleh mama memanggil anak mama sendiri, apakah wanita itu sudah melarang mu untuk datang kemari"ucap sewot sang mama, tentu malah membuat hati Troy emosi,
"Kenapa mama selalu mengungkit tentang Tania, ckkkk kalau mama memanggil ku hanya untuk memaki Tania, lebih baik aku kembali ke perusahaan"ucap Troy seraya hendak melangkah kan kakinya, namun di hentikan lagi oleh sang mama,
"Baiklah Troy... mama tidak akan mengungkitnya lagi, bahkan mama berjanji akan baik padanya"ucap sang mama yang berhasil membuat langkah kakinya Troy terhenti,
Benarkah... mengapa mendadak seperti ini... baru saja ia memaki istrinya.... apakah ada sesuatu...
Begitulah isi fikiran Troy, namun Troy tidak ingin berburuk sangka pada sang mama, siapa tahu, mamanya kini telah sadar akan keegoisannya,
"Sini duduklah bersama mama, apakah kau tidak merindukan mama nak" ucap lembut mama Rasti yaitu mama Troy, mendengar kata rindu, jelas Troy merindukan kelembutan sang mama, yang sudah lama berubah, saat mendengar hubungan Troy dan Tania, sikap Mama Rasti berubah, ia tidak selembut seperti biasanya, ia menjadi egois dan selalu emosi,
Akhirnya Troy mengalah dan duduk di samping mama nya,
"Aku merindukan mama, sangat merindukan mama, tapi akhir-akhir ini, Troy sepertinya tidak mengenali mama lagi, mama semakin menjauh dari Troy"ucap Troy seraya membaringkan kepalanya di paha mama nya, Mama Rasti membelai kepala Troy,
"Maafkan mama, Seharusnya kau lah yang lebih mengerti mama, Troy... mama ingin bicara penting kepadamu" ucap sang mama serius, membaut Troy kembali duduk di sampingnya,
"Mama ingin bertanya, apakah kau sangat mencintai istrimu...?"
"Tentu ma... Troy sangat mencintai Tania"ucap Troy dengan sungguh-sungguh,
"Hemmm berarti tidak ada kemungkinan untuk kalian bercerai?"
"Apa yang mama bicara kan... apakah, mama ingin membujuk Troy, agar Troy menceraikan Tania?" ucap Troy sedikit emosi,
__ADS_1
"Bu..bukan..bukan itu maksud mama, "ucap gugup Mama Rasti,
"mmmmm Troy... apakah kau masih ingat anak Tante Mirna yang di Jember...?"Tanya mama Rasti ragu,
membuat Troy menjadi bingung dengan arah pembicaraan sang mama,
"Kenapa memangnya, maksud mama Indah?"
"Kau masih ingat namanya, berarti indah termasuk wanita yang cukup menarik kan....?"
"Lalu... apa hubungannya dengan ku ma..."ucap Troy makin bingung,
"Troy... bagaimana kalau kita berkunjung kesana, sudah lama kan kita tidak kesana"
"Ma.. kan banyak orang di sini, kenapa harus mengajak Troy, "
"Kenapa apakah kau tidak mau..?"
"Kenapa harus membawa wanita itu Troy..." ucap mama Rasti dengan sedikit meninggikan suaranya, namun saat Troy ingin berkata, suara notifikasi dari ponselnya membuat mata mengalihkan pandangannya, dan saat di lihat dari awal ponsel, tertera nama Istri kesayangan,
Tanpa menjawab ucapan mamanya lagi, Troy membaca Isi pesan itu, seketika wajah Troy yang awalnya kusut, penuh emosi, kini langsung berubah tersenyum, senyum dengan sangat manis, sampai-sampai manisnya itu mengalahkan manisnya gula loh... hebat kan senyuman nya itu heheheh,
"Ma.. kita lanjutkan perbincangan kota lain waktu, Troy harus balik, sudah sore juga" ucap Troy dengan bibir masih tersenyum,
Apa isi pesan itu sebenarnya...???
"Troy... mama ini serius bicara, kau malah mau kembali"ucap mama Rasti,
"Di kantor masih banyak pekerjaan ma, jaga diri mama baik-baik"ucap Troy seraya mencium kening sang mama, dan berlalu dari rumah itu,
langkah demi langkah Troy keluar dari rumah besar itu, dengan senyum yang merekah, Reza yang melihat dari kejauhan sudah faham dengan tingkah sang adik,
...Mama..mama...kenapa mama tidak bisa melihat kebahagiaan Troy saat ini, ia hanya bahagia saat bersama istrinya, cih... dia ingin kembali ke perusahaan, aku bisa taruhan besar, kalau dirinya bukan lah ke perusahaan, melainkan pulang dan menemui istrinya, dan pesan itu..sudah pasti dari Tania,...
__ADS_1
Begitulah ucapan Reza dalam hati seraya mengamati tingkah Troy, benar saja, Troy bukannya kembali ke perusahaan, melainkan ia pulang,
Di dalam mobil, Troy terus senyum-senyum, seraya ingat pesan sang istri,
"Sayang .. kau tidak perlu beli makanan ya nanti, aku sudah belajar memasak, dan aku sudah ssukses, membuat makan malam untuk kita, dan juga... jangan malam-malam pulangnya, aku sudah tidak kedatangan tamu"
Begitulah isi pesan yang berhasil membuat Troy kembali ke apartemen nya, dan mengabaikan obrolan yang menurut mamanya sangat penting,
"Aisss... masakan apa yang berhasil kau buat kali ini sayang..."
ucap Troy dalam hati,
FLASH BACK
mengingat saat pertama kali istrinya belajar menanak nasi menggunakan Magic com, Nasinya malah kelembean, alias, airnya terlalu banyak, sehingga menjadi seperti bubur, akhirnya dengan ide Troy, Troy membuatnya menjadi bubur dengan bumbu dan daging ayam, dan saat itu juga, Troy sangat ingat, Istrinya membuat masakan ayam kecap, namun kecapnya kebanyakan, dan juga agak gosong, alhasil, demi menghormati ketulusan sang istri, dengan terpaksa Troy memakannya juga, seraya memakan masakan paling enak sedunia, Troy memuji ketulusan sang istri,
"Kau sudah bekerja keras seharian ini, demi membuatkan aku sarapan, terimakasih sayang...ini masakan Ter enak yang pernah aku makan"ucap Troy, seraya mencium kening sang istri, bukannya bahagia, Tania malah menangis di pelukan Troy seraya berkata,
"Aku akan belajar lagi, maafkan aku..., dan terima kasih, kau sudah mau mencicipi makanan buatan ku"
"Jangan menangis... ini sudah bagus, pelan-pelan saja belajar memasaknya, nanti kau juga akan tahu, belajar dari yang mudah-mudah saja ya... dan ingat jangan ceroboh, "ucap Troy seraya menyentil hidung Tania,
"Baiklah... aku sudah kenyang, kalau begitu, kau istirahat lah, biar aku yang memberikan ini semua"Ucap Troy
"Tidak usah... biar aku yang memberikan dan mencuci nya,"
"Emm... baiklah.. kau yang membereskan dan menyapunya, biar aku yang mencucinya, kau ingat saat itu, tanganmu sampai luka,karena mencuci piring"ucap Troy,
"Itulah karena aku yang ceroboh, memecahkan piring yang aku cuci, tapi aku janji, sekarang aku akan lebih hati-hati"ucap Tania dengan semangat,
Melihat expresi wajah Tania, triy menjadi luluh, dan membiarkan sang istri melakukan pekerjaan itu, namun tidak luput dari pengawasan Troy,
Wah... baik banget bang Troy jadi suami, andaikan para suami seperti bang Troy.....
__ADS_1