APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
PART 30 Kebersamaan Tania dan Indah 2


__ADS_3

Dalam perjalanan, Indah selalu bercerita tentang keluarganya, keluarga yang begitu mencintainya, Tania yang mendengar nya hanya bisa tersenyum, Saat Tania sedang fokus menyetir mobil, dering ponselnya mengalihkan pandangannya, di lihat nama penelfon, Tania langsung tersenyum melihat siapa yang menghubunginya,


"Hallo kak, aku kerumah Arion dulu, lalu kerumah mama, selanjutnya aku akan menemui kakak"Ucap Tania saat panggilan itu terhubung,


"Kau tidak perlu terburu-buru Nia...kakak tunggu kamu ya"Ucap Faris,


"Iya kak, maaf ya kak"


"Tidak apa-apa, hati-hati, salam untuk mama mu, aku minta maaf, "Suara Faris terdengar sedih di telinga Tania, ya itu pasti, bagaimana tidak... ternyata wanita yang selama ini ia nodai adalah adik dari wanita yang dia anggap adik kandung nya sendiri, sialnya, Faris tidak tahu akan hal itu, dan Antony malah mendukung aksi bejatnya,


"Siapa kak?"Tanya indah saat Tania menaruh ponsel nya kembali,


"Kakak ku..."Ucap Tania seraya tersenyum melihat kearah Indah,


"Pasti juga sangat sayang sama kakak ya..."


"Tidak ada seoarang kakak yang tidak menyayangi adiknya Indah, semua kakak pasti menyayangi adiknya"Ucap Tania yang kini telah fokus kembali mengemudi,


"Kakak tidak pernah mengalami masalah?"Ucap Indah menatap kearah Tania,


Sejenak Tania terdiam mendengar pertanyaan Indah, namun Pertanyaannya seharusnya membutuhkan jawaban, dan terlihat jelas di wajah Indah kalau ia benar-benar ingin tahu jawabannya, Tania menghela nafas nya, seraya berkata


"Tidak ada manusia yang terbebas dari masalah indah, kecuali kita mati, mati pun kita tidak bisa damai, kita harus menghadapi sang pencipta, tapi... berusaha menghadapai masalah dengan pikiran jernih itu lebih baik, Indah...aku bukan wanita baik seperti yang kau lihat, apakah kau tahu, keluarga suamiku tidak merestui pernikahan ku dengan suamiku, tapi... suamiku... ia terus berusaha memperjuangkan aku,apakah kau tahu...alasan kenapa keluargaku suamiku sangat membenciku ...?"Ucap Tania seraya melihat kearah Indah, dan di lihat Indah menggelengkan kepala nya,


"Itu karena aku membunuh salah satu keluarga mereka, membunuh seoarang wanita yang begitu mereka cintai, Indah...aku adalah pembunuh, maka dari itu... semua orang sangat membenciku, "Ucap Tania jujur, terlihat Indah yang terkejut dengan pernyataan Tania tentang dirinya


Kata pembunuh membuat Indah tidak percaya pada wanita yang ada di hadapan nya, Di pandang nya terus wajah Tania, namun Tania bukan lah tipe wanita seperti itu,


Begitulah pandangan semua orang yang belum mengenal Tania,


"Adik sepupu nya suami ku yang telah aku bunuh, tentu,aku tahu perasaan keluarga suamiku, Karena itulah aku tidak menyalahkan mereka, karena sudah membenciku" Ucap Tania seraya mengusap air mata yang hendak keluar,


"Kakak melakukan itu pasti ada alasan"


"Alasan...tidak alasan indah ...,"


Tania di rasa Akhir nya mereka pun sampai di depan rumah besar keluarga Arya,


"Ini rumah kakak?"


"Bukan... ini rumah Temen ku, ayo turun"Ucap Tania seraya membuka Seatbelt yang masih terpasang,


*****


"Tania... ayo masuk sayang"Ucap seseorang yang kini muncul dari bilik pintu,


"Terimakasih Tante .."Ucap Tania pada mama nya Arion,

__ADS_1


"Ini untuk Tante dan om, dan ini untuk Kak Riki dan kak Andin"Ucap Tania seraya menuerag paper bag yang di bawa Indah,


"Aduh sayang... tidak perlu membawa oleh-oleh saat kemari, kau sudah sedia datang kemari, Tante sudah bahagia nak"Ucap mamanya Arion seraya membelai kepala Tania,


"Dia siapa?"Tanya Mama nya Arion,


"Kenalkan Tante .. saya indah, adiknya kak Tania"Ucap indah seraya menjulurkan tangannya, mendengar kata Adik, tentu membuat mama Arion menatap lekat pada sosok yang bernama Tania, seoalah ingin bertanya, Benarkah... ?


Tania tersenyum seraya berkata,


"Dia juga tinggal di apartemen yang Tania tinggali sekarang Tante, cuma dia yang Tania kenal di apartemen te, Dia sudah Tania anggap seperti Dini dan juga Dea"Ucap Tania tulus,


"Owalah... pastinya Tante harus belajar banyak pada Tania nih"Ledek mama nya Arion


"Belajar apa te?"


"Belajar agar cepat punya adik baru hehehehe"


"Kak Andin kemana te, dan juga anaknya,"


"Sayang sekali, Andin dan suaminya sedang menjenguk Orang tua Riki"Ucap mama Tania,


"Oh ya sudahlah... ini untuk kak Andin dan juga kak Rini te?" Ucap Tania,


"Terimakasih sayang. ayo silahkan di minum dan di makan cemilan nya" Ucap mama Arion,


*****


"Ma... Emangnya harus ya cek kesehatan untuk program kehamilan itu "tanya Tania


"Ya harus dong sayang...apalagi dengan kondisi sekarang sebelum tidak ada Corona ini"Ucap mama Mirna,


"Tania dia siapa...?"Tanya mama Mirna, sama dengan pertanyaan mama nya Arion,


Tania pun menjawab, sesuai jawaban yang ia berikan pada Orang tuanya Arion tadi,


Mereka pun berbincang dan membuat janji dengan bidan, untuk cek up kesehatan mereka berdua,.


*****


"Kau ada dimana? kenapa lama sekali mengangkat telfon nya?"


"Maaf suami ku...tadi aku ada di jalan, anterin adek Anan,"Ucap Tania


"Owh syukur lah, Tania sebentar lagi sudah masuk waktu makan siang, kau datanglah ke kantorku, kita akan makan bersama disini"ucap Troy,


"Baiklah... masih kurang 1 jam kan sayang...aku kerumah kak Faris bentar boleh...?"Tanya Tania pada Troy,

__ADS_1


"Baiklah... "Ucap Troy


"Tidak boleh mampir kemana pun"Ucap Troy,


"Oke siap pak ... "Ucap Tania sedang bahagia,


Sebelumnya, Tania sudah mengantarkan Indah kembali, karena Indah mendapat telfon dari Tante nya yaitu mama Rasti, agar ia dengan dengan segera bermain kerumahnya,


*****


"Kakak sangat merindukan mu Tania"Ucap Faris seraya memeluk Adiknya itu, di tepuknya punggung Tania yang kini menangis dalam pelukan kakaknya semakin menjadi,


"Tania juga sangat merindukan kakak, sangat rindu kak"Ucap Tania,


lama berpisah, akhirnya mereka pun melepaskan pelukannya


Faris dengan sayangnya mengusap air mata yang sudah jelas di mata Tania,


"Loh kenapa menangis...."Tanya Faris,


"Tidak kak...Tania tidak menangis kok, kakak... bagaimana kabar kakak, Sekarang Kakak mulai kurusan .."ucap Tania seraya menatap lekat pada kakak nya itu,


"kakak baik sayang, kakak sangat baik, kabar keluargamu Bagaimana"


"mereka sangat baik,Tidak begitu buruk memperlakukan kakak"Ucap Faris,


"Baik bagaimana, lihat ini... semua ini bekas mereka yang telah memukul kakak"Ucap Tania seraya mendudukkan adiknya di kursi rumahnya,


"Apakah dia memperlakukan kamu dengan buruk?"Ucap Faris,


"Tidak kak, malah,dia yang paling dekat dengan Tania, paling baik sama Tania, dan yang pasti, dia yang paling peduli dengan Tania kak"Ucap Tania seraya menatap wajah kakak nya,


"Lalu keluarganya....?"


Tania terdiam mendapati pertanyaan itu,


"Mereka tidak menerima mu?"


Tania masih terdiam,


"Apakah kau sanggup melewati nya ...?"


Tania masih terus diam,


"Apakah kau yakin, Troy akan selalu mencintaimu dan tidak berpaling darimu?"


Begitulah semua pertanyaan yang Faris lontarkan, namun tidak ada yang Tania jawab, namun pertanyaan yang terakhir membuat Tania berfikir

__ADS_1


__ADS_2