
Tania menatap nanar wajah suami nya, bayangan Vidio yang ia lihat pun terlihat jelas,
"Sayang... percayalah padaku..."Ucap Troy yang masih belum mendapati ucapan apapun dari Tania,
"Apa karena itu kau menyerahkan ku pada Tristan, apa karena itu, kau berbohong padaku? Katakan Troy...katakan...!"
"Tania tenanglah.... Lihat lah aku, lihatlah aku sayang...., Kau sudah tahu, semua ini adalah rencana keluargaku..., Apakah kau masih belum mengerti, ini yang di inginkan keluarga ku, pertikaian kita, kesalahpahaman kita,"Ucap Troy mencoba menenangkan Tania,
"Aku benci keluargamu...,aku benci mereka Troy...aku benci cara mereka, apa...apa aku tidak bisa mendapatkan kesempatan sekali lagi ..ap..apa..."Ucap Tania dengan derai air matanya, Troy langsung menarik tubuh istrinya dan memeluk nya, memberi nya kehangatan dan ketenangan seraya berkata
"Kau tenang lah, aku bersama mu, Tania ... sebelum aku menikahi mu,aku sudah memikirkan semuanya, aku sudah akan menduga hal seperti ini akan terjadi, tapi .. kau tenang lah, dalam keadaan apapun aku akan bersamamu, kau tanggung jawab ku, kau hidupku, "
"Tapi mereka keluarga mu, cepat atau lambat aku akan kehilangan mu troy... aku akan kehilangan mu suatu saat nanti"Ucap Tania dengan Isak tangisnya.
"Aku wanita yang banyak kekurangan nya Troy, salahku tidak bisa mereka maafkan, aku..aku tidak sanggup jika aku harus benar-benar kehilangan mu"
"Tania... setiap manusia pasti ada kekurangan dan kelebihan, kau adalah kelemahan ku, serta penyemangatku, kekurangan mu adalah kelebihan ku, begitupun sebaliknya, kita harus saling menguatkan satu sama lain, berjuang demi cinta kita"Ucap Troy yang terus memeluk istrinya,
"Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan memberikan semua yang dirimu bisa dan tidak pernah mengharapkan balasan."
"Aku akan membereskan semuanya hari ini, jadi kau tenanglah"
"Apa yang ingin kau lakukan, jangan bertengkar lagi dengan mama "
"Tidak akan lagi, sayang... ini terakhir kalinya mereka akan menyakiti mu, aku akan memastikan setelah ini, mereka tidak akan lagi mengganggu mu"Ucap Troy seraya mengelus kepala istrinya dan mencium keningnya.
"Sarapan mu sudah ku siapkan...jadi.. segera habiskan setelah ini"Ucap Troy seraya memakai jas nya,
__ADS_1
"Troy... bolehkah aku ke kamar Indah, aku butuh teman curhat"Ucap Tania hati-hati seraya menautkan jari telunjuk nya ke telunjuk lain,
Seketika Troy terdiam, ya... Troy belum menceritakan perihal wanita yang ada di Vidio itu pada Tania, perihal wanita yang ingin mama nya jodohkan dengannya, Karena Troy tidak ingin istrinya akan mengalami gangguan mental lagi, tapi apa ini, istrinya malah ingin. curhat pada wanita yang sudah ingin merusak rumah tangganya,
:Bisakah kau tidak terlalu dekat dengan anak itu, kau belum tahu siapa dia, bagaimana jika dia bukan anak baik-baik"Ucap Troy seraya masang kancing di tangan nya
"Apa yang kau katakan Troy, dia anak yang baik, meski usianya bisa di bilang terpaut jauh dariku, tapi dia begitu faham dengan apa yang aku ceritakan"Ucap Tania
"Tania.... berteman dekat boleh, cuma... kau harus mengenali dulu siapa teman mu, bisa jadi,teman akan jadi lawan, begitupun sebaliknya, Baiklah... aku pergi dulu, kau istirahat lah, biar Revi yang menghandle semua pekerjaan mu"Ucap Troy seraya mencium kening istrinya dan berlalu pergi dari ruangan itu,
Tania menghela nafas dalam-dalam, ia mengingat semua yang Troy ceritakan tentang bagaimana keluarganya menjebaknya dengan seorang wanita di kamar hotel, dan mengabadikan momen itu, Tania sedikit lega, karena suaminya tidak terpancing sedikit pun oleh rayuan wanita, yang ia nilai sangat cantik,
Tania pun turun dari ranjang nya, dan membersihkan dirinya, matanya terlihat jelas kalau ia begitu kerja keras untuk menangis.
*****
"Dan juga kartu keluarga, aku sudah punya istri, sudah seharusnya kartu keluarga itu sudah berubah bukan, dan mulai hari ini, kita akan menjadi orang asing"Ucap Troy seraya membelakangi mamanya, terlihat jelas kesedihan di mata Troy, namun... ia harus melakukan itu demi istrinya,
Mama Rasti yang hanya diam tidak percaya Troy akan melakukan hal besar ini hanya bisa menangis, ia tidak menyangka, putra kesayangannya akan lebih memilih wanita gila itu dari pada dirinya,
"Apa yang kau katakan Troy, kau rela memutuskan hubungan keluarga hanya demi wanita itu!"Teriak Mama Rasti
"Ya.... demi wanita itu aku rela melakukan apapun!" Teriak Troy tak kalah dengan teriakan mama Rasty
"Aku sudah memperingatkan berulang kali, jangan pernah mengganggunya, tapi apa yang kau lakukan!"Bentak Troy tersulut emosi,
"Kau bahkan sering menghinanya, menyakiti nya berulang kali, ini yang kau ingin kan bukan!" Ucap Troy seraya mengatur nafasnya,
__ADS_1
"Kita sudah tidak punya hubungan apapun, jadi... jangan salahkan aku jika kau tetap melakukan hal yang menyakiti istriku, Aku akan membalas mu, balasan ku pada orang asing"Ucap Troy seraya menatap lekat pada mama Rasti,
Tatapan mereka saling beradu satu sama lain, Mam Rasty yang memang memiliki Ego yang tinggi, tidak menerima kekalahan berupa apapun.
"Kau keterlaluan Troy, kau keras kepala seperti ayahmu, aku ingin lihat sampai kapan kau akan bertahan merawat wanita yang penyakitan seperti istrimu itu, aku ingin lihat .. apakah kau akan sabar menghadapi jiwa nya yang tidak stabil, dan aku ingin lihat apakah dia bisa memberimu anak layaknya wanita lain"Ucap Mama Rasti menghina Tania,
"Cukup!!!"Bentak Troy,
"Masalah anak, tentu kau lebih faham dariku,
dan aku... aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan..., Masalah Tania... cukup sampai di sini kau membicarakan nya,"Ucap Troy
"Jaga kesehatan mu,"Imbuh Troy seraya berlalu dari hadapan mama nya, orang yang paling ia hormati, namun.. sekarang demi mencegah sang mama untuk melakukan hal di luar batas, Troy terpaksa melakukan ini.
Tanpa terasa air mata Troy terjatuh, saat kaki Troy ingin keluar dari pintu, ada sebuah tangan yang memegang bahunya, menahan nya agar ia tidak pergi dengan rasa marah.
"Tidak kah kau ingin meminum kopi dengan ku dulu sebelum pergi?" ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah Reza,
"Terimakasih karena sudah membantuku"Ucap Troy menatap pada kakaknya,
"Ayolah Troy... jangan sinis begitu padaku .., mama... dia..."
"Aku tahu, sekarang dia pasti menangis, maka dari itu, kau datang lah ke kamar nya dan tenang kan dia"Ucap Troy yang kini sudah melanjutkan langkah kakinya,
"Aiss ... wanita itu seperti nya sudah berhasil menaklukkan seorang Troy"Ucap Reza
"Kau akan merasakan apa yang ku rasakan, saat kau bertemu dengan orang yang benar-benar ingin kau lindungi"Ucap Troy seraya berlalu.
__ADS_1