APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 25 ke konyolan Daniel


__ADS_3

"Daniel terimaksih karena sudah mau memaafkan nenek dan membiarkan nenek tinggal disini bersama dengan cicit nenek, di umur nenek yang semakin tua ini, nenek benar-benar minta maaf atas sikap nenek dulu"


"Nenek tidak usah berkata seperti itu, baiklah, nenek hati-hati di jalan, Salam untuk om dan Tante, dan maaf tidak bisa mengantar nenek kesana"


"Tidak apa-apa, Perusahaan membutuhkan mu, kalau begitu nenek pamit" ucap wanita tua yang masih terlihat fress itu,


Daniel tersenyum seraya melambaikan tangannya, menatap neneknya yang kini sudah masuk kedalam bandara,


Tiba-tiba tangannya ada yang menggenggam nya, mengaitkan jari jemari di tangan Daniel, memberinya kekuatan, menyalurkan rasa, bahwa ia bisa merasakan apa yang ia rasakan, di lihatnya ada sosok wanita cantik di sampingnya, memberi nya senyuman


"Semuanya akan segera berlalu, Tante.... dia akan mendapat pengakuan dari nenek setelah ini, "


"Aku tahu itu, selama ini Tante belum pernah menyentuh tangan nenek, saat itu mama pernah berkata, sekasar apapun nenek, dia tetaplah orang tua yang wajib kita taati"


"Mama orang yang baik, pantas dia melahirkan laki-laki baik juga seperti dirimu"ucap Wita seraya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Daniel, yang mana Daniel membalas nya dengan cubitan di hidung Wita, .


Kini Daniel merangkul pundak Wita, berjalan bersama seiringnya kaki melangkah,


"Aku baru saja bicara dengan Tania, "ucap Wita


""Tania...,untuk apa...?"tanya Daniel


"Dia masih di Bali... betah sekali dia"Ucap Wita,


"Kau menginginkan berteman dengan Tania,sebelumnya apa karena ia menolongmu saat itu...?"Tebak Daniel,


Namun di balas dengan gelengan kepala,


"Bukan..."


"Lalu....?"


"Seperti Ara bisa melihat, kalau Tania tidak sejahat yang kalian ucapkan, aku juga bisa melihat itu, Wanita yang kehilangan mental, di manfaatkan dengan sebegitu rupa, sampai bisa menghilangkan nyawa seseorang, lalu yang membuat ku penasaran...apa motif Faris dengan kematian Mega, bukan kah itu akan membuat rencananya akan semakin jauh dari kata berhasil....?"Ucap Wita dengan masih menggaet lengan suaminya,


"Kemungkinan besar, Mega tahu rencana Faris, atau mungkin, Mega tahu kalau ternyata,Tania hanya di manfaatkan, entahlah, itu masih menjadi misteri, dan aku juga tidak ingin mengurus itu, karena itu akan membuat ku semakin merasa bersalah pada Mega, Hidup itu tegas, tapi aku tidak bisa tegas pada diriku sendiri dan juga pada hatiku, bahkan pada kematian istriku, Wita.... teruslah genggam tanganku, meski aku masih terus menjadi laki-laki pecundang seperti ini"Ucap Daniel menggenggam tangan Wita,


"Tidak peduli bagaimana kamu, aku masih tetap Wita yang dulu, Wita yang selalu mencintai Daniel,"Ucap Wita yang kini telah berada dalam pelukan suaminya,

__ADS_1


Mereka pun masuk kedalam mobil mereka, ya... tadi Wita sudah sampai di kantornya, hanya saja, ia ingin mengantarkan nenek nya juga, namun Daniel tidak menyetujui Wita ikut dengannya, Daniel tidak ingin Wita melihat sisi rapuh nya, namun nyatanya, Wita tetap menyusul nya, sehingga kerapuhan yang Daniel rasakan lenyap seketika itu,


*****


"Hari ini adalah hari terakhir kita di pulau ini, apakah kau ingin sesuatu?"Tanya Troy pada istri nya, yang kini masih setia duduk di pangkuan nya,


"Ada, "Ucap Tania seraya mengaitkan tangannya ke leher suaminya,


"Apa...?"ucai Troy seraya mengecup lengan Tania yang dekat dengan bibirnya,


"Aku ingin membeli oleh-oleh untuk semua orang,terutama untuk mama mu"Ucap Tania, meski bibirnya tersenyum, tapi nada bicara nya, ada kesedihan yang Tania sembunyikan,


"Kau ingin mengambil hati mama?"ucap Troy seraya membelai rambut Tania,


"Apakah kita akan terus bahagia tanpa restunya, aku akan berusaha,setidaknya meski akan sia-sia, tapi aku sudah berusaha iya kan...."Ucap Tania,


"Tidak perlu melakukan apapun, aku akan selalu mencintaimu, cukup kau buat ini tersenyum"Ucap Troy seraya menyentuh bibir Tania dengan lembut,


Tanpa menunggu bibir itupun menyatu dengan kelembutan, hingga terjadilah penyatuan tubuh di teras balkon yang indah,


*****


Menyadari ucapan itu untuk dirinya(Alex), Alex pun tersenyum kaku seraya berkata,


"Anda salah faham lagi terhadapku tuan, Sepertinya tubuh nona mengalami perubahan, tapi entah... apakah saya yang salah lihat, atau .."


"Kau ingin bilang, kalau istriku sekarang gendut tan begitu..."Ucap Daniel seraya menutup berkas yang tadi sudah ia tanda tangani,


"Bukan... bukan itu maksudku tuan," ucap salah tingkah Alex,


"Sayang... apakah kau dengar apa kata Alex tadi,...dia bilang,kau gendutan sekarang"Ucap Daniel dengan suara yang sedikit di tinggikan, hingga akhirnya, Wita yang mang satu ruangan dengan Daniel mendengar ucapan itu,


"Maaf nona... tuan salah faham, bukan itu maksudku "Ucap Alex penuh rasa bersalah, Sedangkan Daniel tersenyum,cengingisan, melihat raut wajah Alex yang sudah berubah,


Sedangkan istrinya yang jadi topik pembicaraan dari tadi hanya acuh, ia tahu,itu adakah ulah suaminya, yang sedikit sinting menurut Wita,


"Apa-apaan dia, dulu aja,bersikap dingin padaku, sekarang, malah gesrek...apa sikap mu dulu itu hanya agar aku tidak mendekatimu..."

__ADS_1


Begitulah kata yang Wita ucapkan dalam hati seraya memandang suaminya yang masih tertawa dengan ke konyolan nya sendiri,


"Tuan..."


"Alex..Alex ..kenapa wajahmu seperti itu, apa kau takut,istriku itu akan mengamuk....hahhahaha...lucu sekali expresi mu, sangat pantas menjadi suami takut istri"Ucap Daniel seraya masih menahan tawanya,


"Tuan... ini jadwal anda setelah ini,"Ucap Wita dengan nada sinis, membuat Daniel menghentikan tawanya, begitu juga dengan Alex, tapi Wita sangat menghormati Alex, karena hanya Alex lah yang baik sebelum ia menjadi istri seorang Daniel,


"Pergilah..."Ucap Daniel pada Alex, mendengar perintah itu, Alex pun keluar melangkah mundur,seraya menundukkan wajahnya,


Daniel langsung berdiri dari kursi kebesarannya, dan berjalan mengitari meja hingga kini Daniel berada tepat di belakang Wita, Wita Yanga masih memasang wajah cemberutnya, tidak menggubris tingkah Daniel, yang mana tiba-tiba Daniel memeluknya dari belakang,


"Kau jangan cemberut, maaf... lelucon ku membuat mu marah ya...."Ucap Daniel seraya meletakkan dagunya di bahu Wita,


Wita tidak menjawab, hanya saja,gerakan tubuhnya yang ingin terlepas dari pelukan Daniel membuat Daniel semakin yakin,kalau istrinya sekarang benar-benar marah,


"Aku hanya bercanda ... sungguh ...meski pun nantinya kau akan menjadi gendut, aku akan tetap mencintaimu, sumpah"Ucap Daniel yang langsung menerima cubitan kecil di perut nya,


"Aww .. sakit sayang...."Pekik Daniel,


dan itu berhasil membuat Wita tersenyum,


Melihat senyuman itu, Daniel pun ikut tersenyum,


"Tidak marah lagi..."Ucap Daniel saat pandangan mereka bertemu,


"Siapa yang marah..."Ucap Wita,


"Tadi kamu..."


"Apakah ada aku marah-marah tadi, tidak kan...,apalagi pada Pak Alex,mana bisa aku marah padanya"Ucap Wita dengan lihai, namun ternyata ucapan itu telah berhasil membuat Daniel Ter provokasi,


"Tidak bisa marah sama Alex ya..."Ucap Daniel dengan nada mengancam...namun dengan lembut, menyadari ada situasi yang tidak baik untuknya, Wita segera ingin melepaskan diri,namun kini Daniel telah menguncinya dengan kedua tangan nya yang menyentuh dua sisi meja samping Wita, ..


"Kau ada acara setengah jam lagi, jadi,jangan macam-macam sekarang,atau kau akan terlambat nanti"Ucap Wita gugup, yang melihat Daniel sudah melonggarkan dasi di leher nya,


Detak jantung Wita semakin tidak karuan, apakah Daniel benar- akan melakukan hal begituan di ruangan ini, Begitulah isi fikiran Wita

__ADS_1


__ADS_2