APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 61 Perdebatan ke 2 Dokter


__ADS_3

Tangisan Indah pecah, di sertai dengan tangisan lebay nya, membuat bundanya menggelengkan kepalanya, mendengar setiap curhatan anak nya,


"Bunda.... Indah benar-benar tidak tahu jika dia suaminya kak Tania sumpah!!, Bunda pasti tau kan indah itu gimana? bagaimana ini bunda...?"Tanya Indah pada bundanya


"Minta maaflah sayang, akui kesalahan mu, dan dengarkan bunda, jangan terlalu mudah jatuh cinta,apalagi kau belum mengenal siapa dia, bagaimana dia, keluarganya berasal dari keluarga baik-baik apa tidak, bukan harta yang bunda maksud,tapi perilaku dan tata Krama nya, Indah...kau wanita,jangan sampai kau menyakiti hati wanita lain,apalagi masalah pria nak,jika kau dikhianati itu berarti dia bukan lah yang terbaik untukmu, lepaskan rasamu, dan jagalah kehormatan mu, harga dirimu"Ucap bijak ibunda Indah,


Mendengar itu tangisan indah pecah kembali, Indah memang menceritakan masalahnya pada ibundanya,namun hanya beberapa.


Ia tidak menceritakan siapa pria yang telah ia goda, dan bagaimana caranya ia menggoda


"Indah...tenang sayang....jangan menangis begitu,kau sudah besar nak"Ucap sang bunda,


"Indah sangat malu Bun...., demi merayunya, indah rela menjatuhkan harga diri indah hiks ..hiks ..hiks. .."Ucap Indah


"Jadikan ini sebagai pelajaran buatmu,dan ingat jangan pernah terulang lagi sampaikan maaf bunda juga pada Tania, "Ucap bunda indah, emang orang Jember kalem-kalem ya.


*****


BRAAKKKK


Suara tendangan pintu terdengar jelas, kedua insan yang sedang beraktifitas itu menoleh kaget pada sosok yang terlihat sangat marah, namun seketika sosok itu terkejut kembali dengan apa yang ia lihat, wajah marahnya kini berubah panik.


"Intan.... kau tidak apa-apa kan? kenapa jadi begini? apa dia yang melakukan?"Cerca Tristan pada intan yang terduduk di kursi sedangkan Dokter kandungan itu duduk di lantai dengan lututnya yang menahan tubuhnya.


Tristan mendorong tubuh dokter kandungan itu hingga terjatuh, hanya terdengar desisan dari mulut dokter kandungan itu.


"Dokter Tristan, jangan begitu Dokter itu yang menolong ku tadi"Ucap intan yang tidak enak dengan dokter kandungan itu.


"Kau tidak tau tentangnya,dia pria mesum disini, sebaiknya kau menjauh darinya"Ucap Tristan seraya mengoleskan salep yang dokter kandungan itu pegang.


"Cih....kau memfitnahku dokter Tristan"Sangkal dokter kandungan.


"Ini kenyataan nya dok?"Ucap Tristan lagi,


"Hai aku Hakim, Tepatnya dokter Hakin yang paling tampan serumah sakit"Ucap Dokter kandungan itu dengan mengabaikan Tristan


"Serumah sakit jiwa dialah yang paling tampan"Ucap Tristan dengan sinis,

__ADS_1


Sedangkan intan hanya tersenyum mendapati kedua dokter itu saling berdebat namun dengan debatan yang lucu menurutnya.


"Kau menertawakan kami?"Ucap Tristan


"Tidak Dokter,mana berani saya menertawakan dokter"Ucap Intan seraya masih menutup mulutnya.


"Baiklah intan kan namamu, kau pergilah, terimakasih atas kopinya"Ucap Dokter hakim pada Intan, mendapat perintah itu, Akhir nya intan lun keluar dari ruangan itu, saat Tristan ingin mengikuti intan, tangannya di tahan oleh Hakim,


"Cih....kau selalu menghancurkan image ku dihadapan wanita cantik"Ucap dokter hakim,


"Jangan samakan dia dengan kara wanitamu"Ucap Tristan dengan sinis.


"Kau masih dendam padaku karena masa lalu Tristan?"Ucap hakim di sertai dengan pertanyaan nya,


"Baiklah,kalau dia wanitamu aku akan mundur menggodanya, tapi jangan salahkan aku jika dia sendiri yang datang padaku"Goda dokter Hakim, membuat amarah Tristan kembali meredang.


"Kau boleh merayu siapapun tapi jangan di rumah sakit ini mengerti!!"Ucap Tristan seraya menarik kerah baju Hakim dengan kasar,


"Santai bro...., semakin kau membuat pagar untuknya, semakin aku tertarik dengan nya, hal spesial apa yang ia miliki, yang mampu menaklukkan hati seorang Tristan"Ucap hakim seraya melepaskan tangan Tristan dari kerah bajunya dengan perlahan.


"Kau.... aku semakin membencimu dokter hakim!"Ucap Tristan dengan kesal, dan langsung pergi dari ruangan itu,


Saat Intan ingin berkata, Tiba-tiba Tristan menarik tangannya dan membawanya masuk kedalam ruangan nya.


Braakk


Suara pintu tertutup hanya dengan tendangan kaki Tristan kebelakang, Tristan membawa intan dengan kasar mendorong nya hingga kini tubuh intan terbentur dinding, Dengan kasar Tristan mencium Intan membuat mata intan melotot tidak percaya dengan kelakuan Tristan,


Dengan kasar pula Tristan menuntut intan untuk membalas setiap ******* bibir nya.


Tanpa terasa mendapatkan perlakuan kasar itu, air mata intan menetes, ia tidak percaya jika laki-laki yang selama ini melindungi nya, akan bisa berbuat kasar begitu.


Menyadari akan jatuhnya air mata Intan, Tristan pun sadar dan melepaskan ciumannya.


ia menarik tubuh intan dan menenggelamkan dalam pelukannya seraya berkata


"Maaf"Hanya kata itu yang Tristan ucap kan, ia fokus memeluk Intan dengan erat, kepalanya ia tundukkan hingga tergeletak di bahu Intan.

__ADS_1


Tristan membelai rambut intan. tak lama kemudian pelukan itu pun terlepas.


"Kau takut ya padaku?"Tanya Tristan seraya mengusap air mata Intan,


"Maaf, lain kali jangan berdekatan dengannya, ataupun mengantarkan kopi padanya,"Ucap Tristan lagi,


Saat Intan ingin bicara Tristan menutup mulut intan dengan tangannya


"Jangan bertanya kenapa? Aku hanya minta itu darimu"Ucap serius Tristan yang di balas anggukan kepala oleh Intan.


Tristan pun melepaskan tangannya yang masih menempel di bibir intan.


"Minumlah, itu akan mengurangi rasa amarahmu"Ucap intan seraya mengambilkan minuman untuk Tristan,


"Terimakasih"Ucap Tristan seraya mengambil minuman yang intan ambilkan.


Dengan sekali teguk, Susu karamel hangat itu langsung tandas dari gelasnya.


"Baiklah, boleh aku lanjutkan pekerjaan ku?"Tanya intan hati-hati.


"Ikutlah denganku, " Ucap Tristan yang membuat Intan bingung.


*****


"Sayang... bagaimana dengan mama, kau tidak memarahinya kan?"Tanya Tania dengan manja di pelukan suaminya, setelah tadi mereka habis makan siang bersama.


"Mana mungkin aku memarahi mamaku sayang tenang lah,jangan berfikiran yang tidak-tidak, lupakan mama dan yang lain, kau fokus saja pada kita berdua"Ucap Troy seraya mengecup kening istrinya,lalu mengembalikan kepala istrinya dalam pelukannya.


Tania mendongakkan kepalanya seraya berkata


"Kau menakutkan sayang, kau pasti melakukan sesuatu pada mama, iya kan?"Ucap Tania


"Tania... tadi papa menelfon, dia bertanya tentangmu,apakah kau tidak akan main kesnaa lagi"Ucap Troy berusaha mengalihkan pembicaraan, dan itu malah membuat Tania semakin mencurigai suaminya ini.


"Troy...kau jangan mengalihkan pembicaraan deh,"Ucap kesal Tania seraya memanyunkan bibirnya.


"Troy memegang dagu Tania dan mengangkatnya, sehingga wajah Tania tepat berada di bawah wajah Troy,

__ADS_1


Troy mengecup bibir Tania, memberinya sentuhan dengan kelembutan, ingin membuat istrinya itu tidak lagi bertanya tentang mamanya, yang mana itu akan membuat Troy dan Tania sama-sama tersakiti.


__ADS_2