APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 36 SYUKURIN


__ADS_3

Terlihat jelas kelelahan di raut wajah Daniel saat ini,


"Pak...apakah masih lama ?"Tanya Daniel saat matanya sudah tidak kuat untuk tetap terbuka,


"Sebentar lagi tuan..Anda mengantuk, sebaiknya anda tidur, nanti kalau sudah sampai, saya pasti akan membangun anda"


"Baiklah... pak, entahlah, akhir-akhir ini saya sering merasa ngantuk dan lelah, padahal tidak pernah telat istirahat"Ucap Daniel sebelum memejamkan matanya,


Sedangkan Wita sudah terlelap jam 9malam, saat baru pulang dari kantor nya, ia hanya melihat kei sebentar lalu membaringkan tubuhnya,


*****


"Aku harus menemui wanita itu, biar bagaimanapun, aku tidak Sudi mempunyai cucu dari nya,"Ucap mama Rasti pada seseorang yang ada di balik ponsel nya,


"Tapi mbak...apakah mbak yakin dengan rencana mbak, apakah mbak tidak takut kalau Troy sampai tahu, kalau semua itu adalah rencananya mbak, lalu bagaimana dengan mbak Lastri, apa dia mau anaknya di jadikan istri kedua, mereka bukan orang tidak punya loh mbak"Ucap orang itu, meskipun ia juga menginginkan perpisahan Troy dan Tania, tapi dia tidak sanggup jika harus menanggung amarah Troy, apalagi, melihat Cinta nya Troy pada Tania, seakan sudah tidak lagi ada perempuan cantik dalam dunia ini,


"Aku akan mengatur semuanya,semuanya sudah aku pikirkan, dan aku akan membuat, semuanya berjalan seakan memang keinginan perempuan itu, murni karena keinginan perempuan itu,jika bisa menceraikan mereka itu jauh lebih bagus kan....?"Ucap mama Rasti dengan begitu yakin,


"Aku ikut mbak saja, bagai mana baiknya, tapi jangan libatkan aku,kalau sampai terjadi masalah belakang nya"Ucap orang yang di seberang sana,yang tidak lain lagi adalah mamanya Mega, meski ia juga marah dan benci dengan Tania, tapi tidak sedikit pun di fikiran nya untuk menyakiti balik wanita itu, apalagi melihat Troy yang begitu peduli padanya, dan juga mama nya Mega juga tahu, saat Tania ingin menyerahkan diri k epolisi, namun Troy dengan keras melarang nya, Mama nya Mega tahu karena saat itu dia berkunjung ke apartemen Troy yang lama,


Sambungan telfon itu pun terputus, dan terlihat senyum di bibir mama nya Troy setelah berbicara dengan adiknya itu,


"Baiklah...aku rasa rencana ini cukup bagus,"Fikirannya seraya merebahkan tubuhnya di ranjang, saat ia ingin memejamkan matanya, suara notifikasi membuatnya membuka matanya kembali,


..."Jangan lakukan hal yang akan membuat mu jauh dengan putramu"...

__ADS_1


Pesan singkat dari papanya Troy pun masuk, bukan hal yang mengagetkan jika papanya Troy tidak mencium rencana nya, karena papanya Troy sangatlah tahu, bagaimana watak istri nya itu,


..."Cih... kau tidak ada hak lagi untuk mengaturku, dan Troy adalah milikku, anakku, jadi terserah aku dong menjodohkan dia dengan siapa, apalagi sekarang dia dengan seenaknya menikah dengan wanita gila dan pembunuh itu, mana bisa aku diam diri dan menyaksikan kebahagiaan wanita itu dengan putraku lagi"...


Begitulah balasan pesan untuk papanya Troy, papanya Troy hanya menggeleng kan kepalanya, ia tahu..Troy pria yang bertanggung jawab sama seperti dirinya, jadi ia sangat yakin, kalau rencana Istri nya itu tidak akan pernah terjadi,


"Kenapa kau belum tudur?"Ucap Troy saat melihat istrinya masih gelisah di dalam selimut nya,


"Entahlah, malam ini aku merasa sangat susah tidur, mungkin karena tadi siang sudah tidur kali ya...?"Ucap Tania seraya melihat kearah Troy yang tidur miring menghadap kearahnya,


"Mana ada seperti itu, matamu sudah terlihat jelas, kalau kau sangat mengantuk"Ucap Troy seraya membelai pipi Tania,


"Tapi beneran aku gak bisa tidur, coba kamu peluk aku, siapa tahu aku bisa memejamkan mataku"Ucap Tania dengan suara manjanya,


"Dengan senang hati sayang..."Ucap Troy, seraya mendekat kan tubuhnya, dan langsung memeluk tubuh Tania, mengelus nya, bahkan mencium kening istrinya itu, benar saja, tidak butuh waktu lama, Tania pun terlelap dalam dekapan suaminya, Troy tersenyum saat mendengar suara nafas istrinya yang sudah mulai tenang,


Membicarakan cinta, cinta tidak akan mandang siapa yang akan kita pilih, dimana dia akan berlabuh, dan pada siapa ia akan mencurahkan, karena semua itu yang menjalan kan adalah hati, Hati yang memilih dimana ia nyaman tinggal, dan pada siapa ia akan mengutarakan, jika ingin di pisahkan, maka itu akan membuat kedua hati akan hancur,


Cinta tidak bisa di paksa, Cinta akan memilih sendiri kenyamanan nya, jika sudah merasa nyaman mengapa harus berpindah...itu adalah kebodohan yang akan di sesali seumur hidup, karena kita mengkhianati perasaan kita sendiri,


"Tuan...kita sudah sampai, "Ucap Pak Rudi yang membangunkan Daniel dari tidur lelapnya,


"Baiklah..pak, aku hubungi Arion dulu, agar di bukakan pintu nya,"Ucap Danie, seraya meraih ponsel yang berada dalam sakunya,


"Aku sudah ada diluar, cepat bukain pintunya, aku sudah ngantuk di Ucap ketus Daniel, namun dengan suara yang masih khas orang baru bangun tidur,

__ADS_1


"Oke... tunggulah..."Ucap Arion yang mang tidur di sofa ruang tamu, karena Ara tidak ingin tidur seranjang bahkan tidak ingin Arion tidur di kamarnya itu, terpaksa Arion tidur di ruang tamu, sekalian menunggu kedatangan Daniel, tidak butuh waktu lama, pintu rumah itupun terbuka,


"Cepat sekali...?"Ucap Daniel,


"ya elah... tadi aja suruh cepetan, giliran cepet malah di tanya"ucap kesal Arion,


"Kau tidak lagi bercanda kan...kau tidur disini ternyata"Ucap Daniel setelah masuk kedalam rumah Arion,


"Pak Rudi sebaiknya anda istirahat dulu, itu kamar anda"Ucap Arion seraya menunjuk kan kamar tamu untuk pak Rudi,


"Terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi dulu"Ucap pak Rudi hormat pada kedua atasannya itu,


"Jawab... kau beneran tidur disini?"Tanya lagi Daniel yang kini duduk di sofa, dimana Arion tadi tidur,


"Iya..."Ucap Arion dengan suara yang nyaris tidak terdengar,


"Hahahahha...hahah...jangan bilang kalau Ara yang menyuruh mu?"Ucap lagi Daniel yang tidak bisa lagi menahan tawanya, kantuk yang di rasa tadi kini hilang saat melihat pemandangan di depannya,


"Bukan lah... aku tidur disini, karena sengaja ingin menunggu kedatangan mu"Ucap Arion, namun itu semua di ketahui Daniel, kalau itu hanyalah alasan Arion,


"Alasan saja kau..."Ucap Daniel seraya melempar bantal yang ada di dekatnya ke arah wajah Arion,


"Kau tahu... satu kata yang pantas untukmu"Ucap Daniel


"Apa itu...?Tanya Arion

__ADS_1


"SYUKURIN.....hahahahhahahah. hahahahha" Ucap Daniel dengan tawanya yang menggema di seluruh ruangan"


__ADS_2