
Vairus masih terdiam di sandaran dada kakaknya,
"Oke..oke baiklah,aku tidak akan membuat perhitungan dengan mertua itu cuma besok aku akan datang pada Tania"ucap Vairus
"kenapa tidak sekarang saja, mumpung Daniel juga ada disana"goda Arion yang membuat senyum di bibir Abbas tiba-tiba menghilang.
"Nona,saya permisi"ucap sopan Abbas pada Vairus, Arion tersenyum mendapati sikap Abbas,
"Kenapa kakak senyum-senyum gitu mandangin Abbas, jangan bilang kalau kakak naksir dia ya"ucap Vairus yang terus memperhatikan tatapan Arion,
"Kau tidak faham,atau kau tidak ingin memahami?"ucap Arion seraya menyentil hidung Vairus
Terlihat Vairus yang benar-benar kebingungan.
"Kakak jangan membuat teka-teki deh,Vai udah di pusingkan dengan pekerjaan kantor,kakak malah menambah dengan teka-teki"ucap ketus Vairus seraya memalingkan wajahnya dari tatapan Arion,
Saat Arion ingin berkata, terdengar suara tangisan bayi,dan itu membuat kedua manusia itu langsung berdiri dan berlari, karena kini Ara tidak ada dirumah, ia kontrol dengan mamanya.
"Ah... ini gara-gara kakak rame tau"ucap Vairus seraya menggendong bayi nya Ara.
"Sayang Leon,cup..cup..cup"ucap Vairus
"Javier Vai"ucap Arion yang kesal dengan panggilan Vairus
"Kalau aku maunya manggil Leon ya Leon lah kak, Javier udah kuno"ungkap Vairus Seraya masih menggendong bayinya Ara .
"Disini yang jadi orang tuanya Javier siapa?"
"Lalu...yang jadi tantenya Leon siapa?"tanya Vairus balik,membuat Arion geram dengan sendiri nya, saat Arion masih ingin berdebat ia teringat akan Abbas,
"Eh,kau belum menyusul Abbas, mana biar aku yang menggendong nya"ucap Arion seraya mengambil bayinya dalam pangkuan nya.
"Eh, memangnya kenapa dengan Abbas kak,dia baik-baik saja"ucap Vairus
"Hatinya yang tidak baik"ucap arion, seraya menepuk pelan punggung sang anak.
"Udah sana"ucap lagi Arion seraya mengusir Vairus dari kamar nya.
__ADS_1
"Anak papa kenapa bangun,capek ya nak"ucap Arion pada bayinya yang tidak tahu apa-apa,
Sedangkan Vairus benar-benar mencari keberadaan Abbas, yang ia temukan di dekat jendela kamarnya, Vairus pun masuk tanpa mengetuk pintu, karena pintunya sudah terbuka, namun kali ini Vairus menutupnya dengan pelan, benar saja, Abbas tidak menyadari akan keberadaan Vairus,
Terlihat Abbas yang merokok karena gerakan tangan nya, Vairus memeluk Abbas dari belakang,Sedikit terkejut,namun, Abbas tahu siapa wanita itu,karena itulah ia diam
"Kenapa tiba-tiba pergi,apa ada kata yang salah"ucap Vairus seraya memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah Abbas yang menatap ke depan.
"Tidak!tidak ada kata yang salah"ucap Abbas seraya tangan satunya memegang tangan Vairus yang menempel di dadanya.
"Kau masih berfikir kalau aku menyukai Daniel?"
"Kau berhak atas cinta pada siapapun, dan aku tidak berhak melarang itu"ucap Abbas seraya mematikan sisa rokoknya yang sudah mengecil.
"Aku tahu cintaku itu duku salah,makanya tuhan menghukum kita, Abbas jangan marah ya padaku, aku sudah berjanji sama kamu, aki akan berhati-hati dalam mencintai, "ucap Vairus .
Abbas berbalik menatap Vairus tanpa melepaskan pelukan Vairus dari perutnya.
"Cinta tidak pernah salah, hanya kota yang salah dalam menempatkan nya, begitu juga dengan cintaku,"Ucap Abbas
Vairus menempelkan kepala nya di dada Abbas, ia memeluk Abbas dengan erat seraya berkata
Abbas terdiam, namun, pandangan sudah mengatakan semuanya.
"Aku bukannya tidak memahami mu, tapi aku ingin menjalani semua ini dengan tanpa ikatan dulu, aku ingin memberikan waktu pada hatiku, agar dia bisa damai dengan masa lalu, Abbas...kau faham maksud ku kan?"ucap Vairus
Abbas membelai pipi lembut Vairus dengan jari jempol nya, seraya berkata
"Berada di dekat mu saja itu sudah lebih cukup bagiku,"
Pandangan mereka terkunci, namun jarak anatar hidung Abbas dan Vairus semakin mendekat, apakah ini yang dinamakan magnet alam, hingga akhirnya hidung mancung itu saling bersentuhan, namun bibir yang berada di bagian bawah menuntut akan kedekatan sang hidung, dan akhirnya bibir itu juga saling bersentuhan dengan bibir satunya, sungguh sangat indah momen seperti ini,
Bibir itu bermain seolah hidung yang menempel hanya menumpang tinggal saja.
*****
"Tania... kalau ada waktu kau mainlah ketempat ku"ucap Wita
__ADS_1
"Baiklah, oh iya, Troy chat aku ni,ia bilang kalau suami mu minta rujak, tumben Daniel begitu"tanya Tania
"Benarkah? Daniel paling tidak suka rujak Nia"ucap Wita,
"Kemaren juga Ara bilang kalau Daniel sering mual, jangan-jangan__?"
"Kau jangan aneh-aneh deh Nia, mana mungkin Daniel hamil"ucap Wita seakan ingin menebak apa yang ada di fikiran Tania
"Iss.... mana ada pria hamil Wit, maksud ju jangan-jangan kau yang hamil"ucap Tania
"Mana bisa begitu, Daniel yang ngidam dan mual malah aku yang hamil"sangkal Wita.
"Lalu,kau ingin Daniel yang hamil begitu, Wita itu namanya hamil "Couvade syindrome" ucap Tania
"ah...masak nia, ?"ucap ragu Wita,
"Coba saja kau periksa kan, kasian juga kan kalau Daniel terus-menerus merasakan itu"ucap Tania.
"Kau benar juga,tapi...apakah ia aku hamil?"ucap Wita seraya memegang perutnya yang rata.
"Aku mengharap kan itu Wit, sangat mengharapkan"icap lirih Tania, yang mana masih bisa di dengar oleh Wita,Wita memeluk tubuh sahabat nya itu Seraya berkata.
"Anak adalah titipan,bukanlah hal yang mudah untuk di dapatkan, beruntung jika baru menikah langsung di kasih momongan, kita yang lama mau di kasih,harus benar-benar berdoa fan meminta titipannya,jadi jangan terlalu di fikirkan, yang terpenting,kita sudah berusaha fan berdoa"ucap Wita yang masih memeluk. tubuh Tania.
"Terimakasih banyak ya Wit, "ucap Tania seraya melepaskan pelukannya.
"Dalam bersahabat tidak ada kata maaf dan terimakasih"ucap Wita.
*****
"Daniel,kau masih waras kan, aku dapat dari mana mangga muda di jam segini?"tanya Troy mendapati Daniel yang duduk di sofa ruangan Troy
"Ah Troy aku benar-benar menginginkan nya,"rengek Daniel.
"Bentar aku akan carikan, "ucap Troy,
Akhirnya Troy menghubungi pak satpam yang ada di liar, dan memerintahkan satpam itu agar mencarikan buah yang diinginkan Daniel sahabatnya.
__ADS_1
"Daniel, kau kesini apakah hanya Ingin meminta rujak mangga kepada ku?"ucap Troy menyindir Daniel .
"Mana ada seperti itu, kau baik-baik lah dirumah,aku kesini murni karena aku ini type sahabat yang baik,dan bijak"ucap Daniel