
Untuk yang sudah baca karya ku, terimakasih ya kak, jangan lupa untuk memberi like, komin dan votenya serta tekan juga love yang ada di bawah, terimakasih.
"Suster..., Bagaimana keadaan mertua saya?"tanya Tania pada suster yang merawatnya.
"Dia baik-baik saja nona, bahkan sangat sehat, ia hanya terkejut saja saat itu,"Ucap Suster itu seraya menyuntikkan sesuatu di cairan infus Tania,
"Syukurlah kalau begitu sus"ucap Tania dengan senyum.
"Anda menantu yang sangat menyayangi mertuanya, beruntunglah dia mendapatkan menantu seperti anda nona"ucap suster ity serata menyelimuti Tania.
Tania hanya tersenyum mendengarkan perkataan Suster itu, karena pada kenyataannya itu semua terbalik.
"Mungkin dengan cara menyerahkan ke polisi, mama akan bisa memaafkan aku, tapi Tania,kau tahu suamimu itu tidak akan membiarkan itu terjadi",
Ucap Tania dalam hati dengan fikiran yang berperang sana sini. akhirnya Tania menyerah, ia tidak bisa melakukan apapun untuk mertuanya, karena mertuanya memang tidak menyukainya, mau bagaimana pun Tania dia tetap tidak akan menyukainya.
"Bagaimana kabar menantuku?"ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan Tania .
"Papa"ucap Tania seraya hendak mau bangun,
"Udah, jangan bangun, bagaimana keadaan nya,sudah membaik?"tanya sang papa mertua seraya mengelus kepala Tania yang terbaring .
"Sudah mendingan pa, kapan paa tiba? apa Troy tau?"tanya Tania
"Anak itu, mana mungkin tahu?tapi nak, terimakasih karena sudah menolong istriku, menolong mertuamu, terimakasih banyak"ucap Papa nya Troy,
"Papa tidak perlu berkata begitu, siapapun akan melakukan itu jika ada di posisi Tania saat itu"ucap Tania.
Papa nya Troy tersenyum pada menantu yang selama ini tidak di inginkan oleh istrinya dan juga keluarga nya.
"Kau ingin sesuatu? seperti minum atau apa? biar papa bantu"ucap Papa nya Troy, yang membuat Tania tersenyum bahagia, airmatanya mengembun, ia tidak tahu akan kasih sayang seorang ayah, apakah seperti ini, begitulah fikiran Tania
"Kenapa? apa papa berkata salah?"tanya sang papa mertua saat melihat air mata menantunya sudah berkaca,
"Papa.. terimakasih, terimakasih karena sudah menerima Tania"ucap Tania.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan nak, kau jangan berfikir apapun, sekarang fokus lah pada kesehatan mu, jangan memikirkan hal-hal yang sekiranya akan membuatmu dwon"ucap sang papa seraya menghapus air mata Tania,
Tiba-tiba
"Apa yang papa lakukan pada Tania ku?"ucap Troy tiba-tiba saat melihat air mata Tania,
"Dasar anak kurang ajar, memangnya apa yang bisa papa lakukan pada menantu cantik papa"ucap papanya Troy,
"benarkah Tania, dia tidak melakukan hal apapun yang menyakitimu bukan"ucap Troy yang kini duduk si sebelah istrinya.
"Tidak Troy, kau kenapa menuduh papa seperti itu?"ucap Tania,
perbedaan di antara anak dan sang papa itu terus berlanjut, sehingga berakhir dengan tawaan yang tidak jelas,
Sedangkan Tristan terus melamun, mengingat semua yang di katakan oleh dokter yang menangani Tania.
"Jaga dia baik-baik, pertama karena mentalnya, kedua kondisinya sangat lemah, sangat mudah drop, ketiga asa kehidupan lain yang sedang ia pertaruhkan saat ini, katakan pada suaminya akan semua hal ini Dokter Tristan"
begitulah kata yang ter ingat oleh Tristan,
Sejenak Tristan tersenyum pada Intan, lalu berkata,
"Pergilah keruangan VIP, di sana ada Tania, dia memanggilmu, jaga dia ya"ucap Tristan yang kini membelai pipi Intan,
"Jadilah temannya,"Imbuh Tristan,
"Laporkan padaku jika ada hal yang tidak biasa, kau faham?"ucap Tristan seraya menaruh rambut Intan kebelakang telinganya.
"Baiklah Dokter"ucap Intan dengan pipi yang memerah menahan malu.
Intan oun segera keluar dari ruangan yang akan membuatnya kehilangan oksigen untuk bernafas,
Dadanya berdetak dengan begitu cepat, seolah ia melakukan lari maraton,
Tangannya gemetar, hatinya berbunga, padahal Tristan tidak mengungkapkan rasa cintanya padanya, tapi dia sudah merasa sebahagia ini, bagaimana jika Tristan menyatakan perasaannya, bisa-bisa intan jatuh pingsan saat itu juga pikirnya.
__ADS_1
Intan berjalan dengan hati yang berbunga-bunga, terlihat jelas di bibirnya senyum yang tidak pernah pudar.
*****
"Jadi apa yang akan kau lakukan saat ini? apa kau akan kembali kesana?"tanya Abbas pada Vairus,
"Aku sudah menelfon Tania tadi, ia melarang ku kesana, dan- juga kak Ara, dia juga bilang tidak usah, tapi Abbas, bagaimana keadaan Tania?"ucap Vairus dengan perasaan khawatir.
Sejenak Abbas terdiam, ia tahu jika Vairus begitu khawatir pada sahabatnya itu.
"Tania sudah bilang, dia baik-baik saja, jadi jangan khawatir lagi, di sana banyak yang mencintai Tania, kau jangan berfikir yang tidak-tidak"ucap Abbas seraya membelai rambut Vairus,
"Lagi-lagi karena mertuanya, apa sih maunya?"ucap kesal Vairus
"Ingin banget rasanya mencubit tuh ginjalnya"ucap gemas Vairus,
.l"kota tidak bisa memaksa seseorang untuk menyukai seseorang, rasa suka dan tidak suka itu datang tanpa kita buat, dan pergi tanpa berpamitan, jadi sabar kan laj"ucap Abbas pada Vairus,
*****
"Sudah puas tidak membencinya?"ucap sang papa mertua pada sang mama mertua yaitu mama Rasti,
"Untuk saat ini, aku tidak tahu apapun, dia saja yang bodoh, rela terluka karena ku"ucap Rasti,
"Itu karena dia peduli padamu Rasti, tidak bisakah kau hilangkan rasa benci mu itu? kau sudah kehilangan Troy karena sifat egois mu.
"Jika dia bukan pembunuh itu, mungkin aku tidak akan membencinya pa, tapi... saat aku ingat wajah Mega, rasa benci itu datang dengan sendirinya, sangat sakit pa"ucap mama Rasti,
Papanya Troy terlihat seperti mengatur nafasnya.
"Aku mengerti akan perasaan mu, tapi berhentilah menganggu kehidupan mereka, apalagi dengan kondisi Tania yang seperti saat ini, seharusnya kita memberi dukungan pada nya untuk kesembuhan nya, kau malah membuat jiwa nya akan terguncang lagi, kau ingin menikahkan Troy kembali dengan cara menjebaknya, apakah itu bisa? Rasti... kau berfikir lah dengan baik, dan lihatlah Troy sekali lagi, kau bisa melihat cinta yang luar biasa terhadap istrinya, kau menentang dan melawan Tania, apakah Troy akan tinggal diam?, kau tahu, saat Troy marah akan rencana kalian, Wanita itulah yang membujuk Troy untuk tidak membencimu, Dia memang pernah mengalami gangguan jiwa, tapi hatinya akan tetap bersih jika ada dalam rawatan orang yang benar"nasehat papa nya Troy pada sang istri.
"Rasti...jangan buang waktumu lagu untuk mengganggu Tania, jika kau suka dengan gadis kecil itu, kenapa kau tidak memberikannya pada Reza, dia juga anakmu"ucap sang papa pada Mama Rasti,
Mama Rasti hanya diam mendengar semua perkataan Suaminya itu.
__ADS_1