APA SALAH CINTAKU

APA SALAH CINTAKU
Part 31 kecemasan Troy


__ADS_3

Tidak ada yang salah dalam pertanyaan yang Faris lontarkan...Itu hati ...tidak ada yang tahu hati seseorang,


Tania mengingat semua perkataan Troy dan juga sikap Troy selama ini, dan itu semakin hari Sikap Troy semakin membuatnya jatuh cinta dan jatuh cinta, sehingga Tania menggantungkan segala nya kepada pria yang kini sudah berstatus menjadi suaminya,


"benar ... aku tahu,Troy saat ini sangat mencintaiku....tapi...tidak lain hari ..apalagi dengan tanpa restu mama nya, bisa saja Troy berpaling dariku, biar bagaimanapun dia adalah mama yang melahirkannya, jika mama tidak menyerah untuk meminta Troy meninggalkan aku, aku tidak bisa mengelakkan jika suatu saat Troy bisa luluh dengan usaha mama, lalu ...aku harus bagaimana ... "


Begitulah isi fikiran Tania,seraya menyetir mobil nya, fikirannya mengingat semua yang Faris katakan, sehingga lamunannya tersadar saat ia menyadari kalau dirinya kini sedang menabrak sebuah pohon,


Terlihat jelas ketakutan,kepanikan di wajah Tania, sehingga ada beberapa orang yang mengetuk-ngetuk jendela mobilnya,


"Nona...nona..anda baik-baik saja"ucap salah seorang yang berada dekat kejadian, Tania dengan rasa panik membuka pintu mobil, nafasnya masih terasa sesak karena terkejut,


"Saya..saya ..tidak apa-apa pak...saya...."Tania berkata seraya memegang dadanya, namun tiba-tiba tubuhnya terjatuh, sehingga membuat semua orang panik, dan saat Tania jatuh, ada ibu-ibu yang mengambil ponsel Tania, dan segera menghubungi nomor darurat,


*****


"Apa....baiklah...."Ucap seseorang,


"Rapat di tunda besok"Ucap Troy dan langsung pergi dengan wajah cemas, tentu... istri tercintanya kini berada dalam situasi seperti itu, Semua pemegang saham dan juga sekertaris Troy tidak akan menduga Presdir nya akan menunda rapat yang sudah berjalan setengah hari demi sesuatu yang tidak mereka ketahui, Troy terus berjalan dengan sangat cepat, wajahnya gusar penuh kecemasan dan juga amarah, ia merenggang kan Dasi yang melilit di kehernya, Rasanya lehernya sesak saat ini, tidak seperti biasanya, dengan kecepatan penuh, Troy memencet klakson mobil berulang kali saat terjadi kemacetan karean lampu merah, merutuki setiap pengendara mobil agar tidak menghalangi jalannya,


Sehingga tidak butuh waktu lama Triy sudah sampai di klinik kecil, yang berada dekat dengan kejadian, Troy berlari menyusuri lorong kecil dengan ponsel yang terus menempel di telinga nya, guna menelfon ponsel Tania, benar saja saat ia berada dekat dengan ruangan Tania, seorang ibu-ibu mengangkat ponsel Tania, dengan begitu Troy menemukan ruangan Tania,


"Terimakasih Bu ..karena sudah menolong istriku"Ucap Troy dengan nafas ter engah-engah-,


"Sama-sama nak, Ini ponsel istrimu dan juga tasnya nak"Ucap ibu-ibu yang menjaga Tania di depan ruangan,


"Ibu terimaksih, dan ini,ada sedikit buat ibu"Ucap Troy seraya menjulurkan beberapa uang merah yang baru saja ia ambil dari dompet nya,sebagai rasa terimakasih,


"Tidak usah nak, ibu ikhlas menolong istrimu"

__ADS_1


"saya juga ikhlas memberi nya pada ibu, tolong terimalah bu"Ucap Troy seraya menaruh uangnya di tangan sang ibu,


"Terimakasih nak, kalau begitu ibu pamit dulu"


Saat ibu itu pergi,dokter yang menangani Tania keluar,


"Dokter... bagaimana dengan istri saya dok"


"Tidak apa-apa pak, hanya saja istrimu terlalu syok, sekarang dia sudah sadar, "ucap dokter perempuan yang menangani istrinya itu,


"Bolehkah saya menemui istriku dok...?"


"Silahkan pak, dan juga ini obat yang harus bapak tebus "Ucap dokter itu seraya menjulurkan kertas yang sudah tertulis resep obat,


Dengan segera Troy mengambil kertas itu dan berterima kasih pada dokter, lalu dengan segera masuk kedalam ruangan istrinya,


"Aku tidak apa-apa,maafkan aku sudah membuatmu cemas"Ucap Tania,


"Mengapa kau berkata seperti itu, kau hidupku, maafkan aku belum bisa menjaga mu sepenuhnya"Ucap Troy yang kini sudah memeluk istrinya yang sudah duduk dari ranjang rumah sakit,


"Katakan yang jujur, mengapa terjadi hal seperti ini"Tanya Troy,dengan tubuh masih saling berpelukan, Tania enggan menjawabnya, karena akan takut terjadi salah faham antara Troy dan juga kakaknya,


"Apakah Faris bicara sesuatu padamu sehingga kau terbawa fikiran?" Ucap Troy lagi, Tania melepaskan pelukannya dan langsung menatap ke wajah sang suami,


"Aku tidak konsentrasi saja saat menyetir, ini tidak ada hubungannya dengan kak Faris,"Ucap Tania menunduk kan kepala nya,


"Benarkah...?"Ucap Troy seraya mengangkat dagu istrinya agar wajahnya saling bertatapan,


Bukan Troy namanya jika tidak mengetahui Tania, wanita yang ia jaga selama ini, Ia sangat tahu, jika Tania berbohong, Tania tidak akan sanggup menatap mata nya Troy,

__ADS_1


"Tidak ada ... sungguh, "Ucap Tania yang langsung memeluk Troy kembali,


"Tania... kau adalah segalanya bagiku, jangan terlalu mendengarkan omongan orang lain, apalagi sekiranya akan membuat pertahanan cinta kita goyah, Tania...cukup kau lihat aku seorang, percaya padaku seorang,maka semuanya akan baik-baik saja"Ucap Troy seraya mengelus kepala istrinya yang menempel di dadanya,


Tania hanya menganggukkan kepalanya, Kini Tania dan Troy sudah keluar dari klinik itu, setelah mengurus administrasi dan menebus obat,


"Kau ingin makan dimana, maksud ku, apakah ada tempat yang kau datangi?"


"Tidak ada, kau meninggalkan rapat demi aku, ayo kita kembali ke kantormu, kita makan siang disana"Ucap Tania,


"Benarkah...kalau begitu,ayo... sekalian kau tinggallah di ruangan ku sampai pulang nanti, jangan menolak,kau dengarkan ...aku ingin mengawasi mu"Ucap Troy yang kini merangkul pinggang istrinya dan membawanya masuk kedalam mobilnya,


*****


"Sayang...aku harus ke Arion, ada dokumen yang harus di tanda tangani langsung olehnya, ini proyek dari luar negri...sedangkan sekarang Arion benar-benar tidak bisa meninggalkan Ara"Ucap Daniel pada Wita


"Pergilah... itu adalah hal yang penting juga, dan juga tidak bisa di tunda, biar aku yang mengurus disini"Ucap WITA seraya menatap wajah Daniel yang kini Daniel duduk di meja wita, tepat di samping Wita duduk di kursinya,


"Kau ikut saja ya..."Ucap Daniel ragu,


"Lalu kei dan perusahaan....?"Ucap Wita,


"Iss... perusahaan masih ada Alex, lagian cuma sehari saja kan..."


"Tidak usah.. nanti kalau lahiran Ara saja aku yang kesana, kau pergi saja sendiri"Tolak Wita,


"Kau kan tahu, aku tidak bisa jauh dari kamu,apalagi semakin hari,kau semakin cantik, apa kau tidak lihat, mata karyawan laki-laki di perusahaan ini, matanya jelalatan melihat mu"Ucap ketus Daniel, yang kesal, kala mengingat banyak karyawan laki-laki,yang melihat ke arah istrinya saat melewati para karyawan,


"aiiisss...mana ada kayak gitu, kau saja yang berlebihan....,aku disini sudah lebih dari empat tahun, mana ada karyawan menatap ku seperti itu, kau jangan mencari alasan yang berlebihan"Ucap Wita yang kini kembali fokus pada layar laptop di depannya,

__ADS_1


__ADS_2